Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Hemoglobin Pada Remaja di SMP Negeri 14 Bulukumba Sebagai Deteksi Dini Anemia Asriyani Ridwan; AR Pratiwi Hasanuddin; Dzikra Arwie
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v2i1.2793

Abstract

Remaja adalah periode perkembangan yang penting dalam kehidupan setiap individu. Pada masa ini, individu sedang mengalami perubahan biologis, psikologis, dan perilaku yang berpengaruh pada kesehatan mereka. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Masalah gizi yang biasa dijumpai pada remaja antara lain, anemia, obesitas, kekurangan energi kronis atau KEK. Anemia didiagnosis dengan pemeriksaan kadar Hb dalam darah. Remaja dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobin darah menunjukkan nilai kurang dari 12 g/dL. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk skrining kadar hemoglobin sebagai deteksi dini anemia dengan metode POCT dan penyuluhan dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk meminimalisir anemia pada remaja. Hasil skrining yang dilakukan pada 50 peserta menunjukkan sebagian besar peserta atau 45 orang (90%) tidak mengalami anemia sedangkan 5 orang (10%) terdeteksi mengalami anemia. Penyuluhan tentang pencegahan anemia dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Hemoglobin Pada Remaja di SMP Negeri 14 Bulukumba Sebagai Deteksi Dini Anemia Asriyani Ridwan; AR Pratiwi Hasanuddin; Dzikra Arwie
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v2i1.2793

Abstract

Remaja adalah periode perkembangan yang penting dalam kehidupan setiap individu. Pada masa ini, individu sedang mengalami perubahan biologis, psikologis, dan perilaku yang berpengaruh pada kesehatan mereka. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Masalah gizi yang biasa dijumpai pada remaja antara lain, anemia, obesitas, kekurangan energi kronis atau KEK. Anemia didiagnosis dengan pemeriksaan kadar Hb dalam darah. Remaja dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobin darah menunjukkan nilai kurang dari 12 g/dL. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk skrining kadar hemoglobin sebagai deteksi dini anemia dengan metode POCT dan penyuluhan dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk meminimalisir anemia pada remaja. Hasil skrining yang dilakukan pada 50 peserta menunjukkan sebagian besar peserta atau 45 orang (90%) tidak mengalami anemia sedangkan 5 orang (10%) terdeteksi mengalami anemia. Penyuluhan tentang pencegahan anemia dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.
Differences in Cholesterol Levels of Active Conventional Smokers and Active Electric Smokers Among Adolescents Adriana, Adriana; Arwie, Dzikra; Novriani, Harmawati
Frontiers in Sustainable Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2024): December
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/fsst.v1i1.227

Abstract

Conventional cigarettes and electronic cigarettes (vapes) have become significant topics concerning their impact on health, including cholesterol levels. Nicotine in cigarettes can increase catecholamine secretion, triggering lipolysis and elevating cholesterol levels. High cholesterol levels may lead to atherosclerosis, posing a risk of coronary heart disease. Objective: This study aims to compare cholesterol levels between active conventional smokers and active electronic smokers among adolescents. Methods: This research utilized a laboratory observation design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 adolescents, including 15 conventional smokers and 15 electronic smokers, selected using a purposive sampling technique. Results: Among conventional smokers, 13.3% had above-normal cholesterol levels, while this figure reached 40.0% for electronic smokers. The Mann-Whitney test revealed a p-value of 0.033 (p < 0.05), indicating a significant difference in cholesterol levels between the two groups. Conclusion: Electronic smokers exhibited higher cholesterol levels compared to conventional smokers. This finding suggests that electronic cigarette consumption poses a greater risk for elevated blood cholesterol levels.
Differences in the Results of Determining Glucose Levels using the Poct Device on Specimens Taken when the Finger is Dry and on Fingers that are Still Wet with 70% Alcohol Cotton Annisa , Nur; Arwie, Dzikra; Aryandi, Rahmat
Frontiers in Sustainable Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2024): December
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/fsst.v1i1.231

Abstract

Blood glucose is a sugar found in the blood that is formed from Carbohydrates in food that are absorbed in large quantities into the blood and converted in the heart. In blood sampling alcohol is used to clean and disinfect the skin area before injection. This helps reduce the risk of infection by killing germs on the skin's surface. This study aims to determine the differences in the results of glucose level determination using the POCT device on specimens taken when the finger is dry and when the finger is still wet with 70% alcohol cotton. This study uses a laboratory experimental research design. The population of this study were students of Stikes Pantita Husada Bulukumba and the sample of this study was 53 capillary blood samples. The results of this study indicate that there is a significant difference in glucose levels in specimens taken when the fingers were dry and those that were still wet with 70% alcohol cotton. The results of the statistical test show that each data is normally distributed which meets the requirements for conducting the Wilcoxon test. The final results show a p-value of 0.000 <0.05, meaning that there is a significant difference in the average or a significant difference in specimens taken when the fingers were dry and those that were still wet. Conclusion: Based on the research conducted, it can be concluded that there is a difference in glucose levels between specimens taken when the fingers were dry and those that were still wet.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN PROTEIN URIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nikma, Nikma; Dzikra Arwie; Lolitha Juliawandani; Andi Muthyah A AM; Hikmawati Ali; Fahmi Rizal; Irma B Hi Lewa; Aan Yulianingsih Anwar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8066

Abstract

Proteinuria adalah suatu kondisi dimana urin mengandung sejumlah abnormal protein. Protein dalam urin bersal dari plasma dan traktur urinarius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan protein urine pada penderita DM. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah komperaktif. Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan usia di Wilayah Kerja Puskesmas Siko, Kelompok usia terbanyak yang menjadi responden pada usia 15 - 64 tahun, dimana didapatkan 24 responden (80%). Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi adalah pada jenis kelamin perempuan dengan jumlah sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu berdasarkan lama menderita diabetes yaitu pada rentang 5 – 10 tahun sebanyak 17 responden (56,6%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar protein urin pada penderita Diabetes mellitus yaitu positif 1 (+) sebanyak 6 orang (20,0%), positif 2 (++) sebanyak 10 orang (33,3%), positif 3 (+++) sebanyak 13 orang (43,3%), positif 4 (++++) sebanyak 1 orang (3,3%) dan negatife (-) tidak ada. Kesimpulan : Dan di dapatkan nilai p sebesar 0,001dengan nilai correlation -0,577 hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan dengan kekuatan sedang antara glukosa darah sewaktu dengan protein urin pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Identifikasi Jamur C. albicans pada Urine Penderita Diabetes Melitus di Griya Sehat Link Care Kabupaten Bulukumba: Identification of C. albicans in the Urine of Diabetes Mellitus Patients at Griya Sehat Link Care, Bulukumba Regency Dzikra Arwie; Sarmila Sarmila; Asriyani Ridwan; Rahmat Aryandi; Islawati Islawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 2 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i2.12335

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia, or blood sugar levels higher than normal. This condition is one of the major risk factors for the development of C. albicans, a fungal pathogen commonly found in tropical countries. Infections caused by C. albicans in diabetes mellitus patients can lead to serious complications, including severe sepsis, if left untreated. This study aims to identify the presence of C. albicans in the urine of diabetes mellitus patients at Griya Sehat Link Care, Bulukumba Regency. A descriptive study design was employed, with random sampling of 15 respondents. Analysis was performed using the Sabouraud Dextrose Agar (SDA) method, and results were presented in tabular distribution format. The findings revealed that five respondents (33.3%) tested positive for C. albicans in their urine samples, while ten respondents (66.7%) tested negative. These results emphasize the importance of early detection of C. albicans infection in diabetes mellitus patients to prevent further complications. Additionally, this study provides a reference for developing prevention and management protocols for fungal infections in diabetic patients, particularly in tropical regions like Indonesia. Keywords: C. albicans; Early detection; Diabetes mellitus; Fungal infection; Urine.