Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penentuan Prioritas Lokasi Fasharkan TNI AL dengan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dan Geographic Information System Wiyono, Wujud; Thamrin, Suyono; Widodo Putro, Resmanto; Jupriyanto, Jupriyanto
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1151

Abstract

Based on the regulation of the Navy Chief of Staff No. Per Kasal/39/V/2009 dated May 26, 2009 concerning the development policy of the Navy towards minimum essential force, namely the preparation of the Navy's combat power is directed to achieve minimum essential force or abbreviated as MEF. According to the Chief of Staff of the Navy Number Kep/1771 / XII / 2013 concerning the Administrative Guidebook for the Standardization of TNI AL Bases (PUM-7.03) that a TNI AL Main Base (LANTAMAL) must have a class A Fasharkan, whose ability is to be able to carry out maintenance and repair up to the depot level for all types of KRI, both ship buildings, machinery, sewaco, electricity and ship armaments. There are many studies of location prioritization using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, but the results have uncertainty or decision uncertainty. So this research was conducted using the Fuzzy AHP method to overcome uncertainty or decision uncertainty. The Fuzzy AHP method is used for calculations to select alternatives. After the alternative is selected, then verification of location feasibility is carried out using the Geographic Information System (GIS) display. From the calculation using the FAHP method, Lantamal IX Ambon was selected as an alternative with a weight value of 0.251630342. While verifying the feasibility of the location using GIS, the Tawiri location was chosen as a more feasible land compared to other land options.
Systematic Construction of Criminal Policy in the Defense Industry Law Partially Amended by the Job Creation Law Akhyar, Wira Iqomudin; Deksino, G. Royke; Jupriyanto, Jupriyanto
Reformasi Hukum Vol 28 No 2 (2024): August Edition
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jrh.v28i2.1030

Abstract

Criminal law issues strengthen the commonly used administrative law policies. However, the systematic construction of criminal provisions in a law has the potential to "disturb" the implementation process. This article analyzes the systematic construction of criminal provisions in Law No. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, partially amended by Law No. 6 of 2023 concerning Job Creation. Qualitative research methods describe legal issues regarding criminal provisions using a normative juridical approach. The results found were that the systematic construction of the criminal provisions in a quo law was separate between the prohibition chapter and the formulation of the criminal offense. The addition of certain legal subjects has the juridical consequence of adding criminal articles to the Job Creation Law. The suggestion proposed is consistency in the formulation of the main article with the prohibition chapter.
Studi Efektivitas Karakteristik Serat Alami Kenaf (Hibiscus Cannabinus) sebagai Pengganti Serat Sintesis Kevlar untuk Bahan Komposit Anti Peluru: Jurnal Review Yuniarti Nur Azizah; Jupriyanto; I. B Putra Jandhana; George Royke Deksino
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i1.2030

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi serat kenaf dalam meningkatkan perlindungan balistik dengan mengeksplorasi peningkatan sifat mekanik serat serta sekaligus mengatasi masalah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor seperti serat Kevlar. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur, dengan fokus pada sumber-sumber yang kredibel seperti buku, jurnal ilmiah, dan sumber internet yang memiliki keterkaitan langsung dengan topik penelitian untuk dasar menganalisis sifat mekanik dan balistik dari serat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat kenaf menawarkan kekuatan mekanik dan balistik yang cukup menarik yang dilihat dari stabilitas termal yang menjanjikan, meskipun memiliki daya serap air yang lebih tinggi daripada Kevlar. Berbagai teknik peningkatan, termasuk perlakuan kimia dan hibridisasi dengan serat lain, dibahas untuk mengoptimalkan sifat mekanik dan balistik komposit berbasis kenaf. Ulasan ini menggarisbawahi potensi serat kenaf sebagai alternatif yang layak dalam aplikasi balistik, mendorong keberlanjutan dan efektivitas biaya serta dampak lingkungan dalam pengembangan bahan pertahanan.
Eksplorasi Penggunaan Bahan Material Komposit dari Serat Alam pada Drone: Jurnal Review Nadya Ophelia; I.B Putra Jandhana; Jupriyanto; George Royke Deksino
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i1.2033

Abstract

Teknologi drone dalam operasi militer biasanya menggunakan bahan logam atau plastik yang memiliki keterbatasan: logam kuat dan kaku tetapi berat dan mahal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakteristik dari serat alam sebagai material komposit pada drone dan menemukan potensi pemanfaatannya sebagai bahan material komposit untuk drone, karena serat alam mudah terurai dan banyak ditemukan, seperti serat pelepah pisang, sabut kelapa, tebu, buah lontar, dan serat rami. Serat-serat ini memiliki karakter mekanis menarik, seperti kekuatan tarik tinggi, kekakuan tinggi, dan kepadatan rendah, yang dapat membuat drone lebih ringan, kuat, dan tahan lama. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Serat rami dianggap paling cocok sebagai dasar kombinasi untuk drone karena kekuatan tarik tinggi, ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diproses.
Identifikasi Potensi Lokasi Markas Zona Maritim Natuna sebagai Distributor Informasi Keamanan Laut dengan Metode Centre of Gravity Sudiro, Pratondo Ario Seno; Afpriyanto, Afpriyanto; Rizzy, Al-Fadel Arman; Bachtiar, Jefri; Jupriyanto, Jupriyanto
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 5 (2023): LEAN AND GREEN FOR SUSTAINABILITY DEVELOPMENT GOALS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2023.002

Abstract

Natuna Maritime Zone Region has high vulnerability to the territory violation and illegal fishing, so that it needs surveillance equipment to detect condition of maritime activities real time. Maritime Zone Quarter has function to integrate all of information from each surveillance equipment. To organize early detection system of security and safety in Indonesian sea region, Bakamla RI can be also regarded as industry player, in this case media industry. Information about security and safety at sea in real time is accepted by each surveillance equipment then gathered by the Maritime Zone Quarter and sent into the Headquarter to be analysed or as considering material to arrange law enforcement and public service at urgent situation. This research aims to determine location of Natuna Maritime Zone Quarters based on detection range of each equipment by Centre of Gravity Method, a mathematic method used to determine a location. Calculation by Microsoft Excel© obtained optimum coordinate point, (107,44;4,18). But plotting uses Google Maps© obtained position in the middle of the sea. So that three alternative locations are determined according to nearest distance from the coordinate point. There are Seluan Island (45 km), Salor Island (60 km), and Kelarik Air Mali Village in western of Great Natuna Island (62 km)
POTENSI STRATEGI PENGEMBANGAN PESAWAT TANPA AWAK OLEH PT.DIRGANTARA INDONESIA (DI) UNTUK MENDUKUNG SEKTOR PERTAHANAN YANG STRATEGIS. Fatmawati, Fatmawati; Sudiarso, Aries; Juprianto, Juprianto; Khaerudin, Khaerudin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3286-3293

Abstract

Strategi pengembangan pesawat tanpa awak oleh PT. Dirgantara Indonesia (DI) untuk mendukung sektor pertahanan yang strategis. PT. DI iyalah perusahaan manufaktur pesawat terbang terkemuka di Indonesia, yang telah memproduksi berbagai jenis pesawat dan komponen dirgantara. Sebagai perusahaan dirgantara nasional, PT. DI pun berperan dalam membangun kapabilitas industri dirgantara di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra internasional dalam hal pengembangan produk dan transfer teknologi. Artikel ini menampilkan beberapa studi dan penelitian terkait pengembangan pesawat tanpa awak. Salah satunya membahas analisis yuridis pengoperasian pesawat tanpa awak untuk kargo di wilayah Indonesia Timur oleh PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Studi ini membahas aspek hukum dan tanggung jawab penggunaan pesawat tanpa awak untuk angkutan kargo. Selain itu, terdapat studi yang membahas pengembangan sistem informasi pesawat tanpa awak berbasis aplikasi Android, pengembangan sistem penghitung jumlah kendaraan menggunakan citra aerial dari pesawat tanpa awak, dan pengembangan sistem pendaratan otomatis pada pesawat tanpa awak. Beberapa studi juga berfokus pada pelayanan penumpang pada pesawat tanpa awak dan pengembangan wahana pesawat tanpa awak untuk berbagai aplikasi. Pada artikel ini, disarankan beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan oleh PT. DI guna mengembangkan pesawat tanpa awak yang efektif dan aman, termasuk menambahkan kontrol surface ketiga, mengembangkan sistem kontrol otomatis, menggunakan UAV untuk pemetaan konflik, dan memperhatikan faktor sosial dan budaya. Upaya penyelesaian meliputi riset dan inovasi, kemitraan dan kolaborasi, pemenuhan regulasi, analisis pasar, keamanan dan privasi, serta edukasi dan kesadaran publik.