Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALYSIS OF THE PROCESS OF IRON SAND PROCESSING INTO SPONGE IRON IN ORDER TO SUPPORT THE DEFENSE INDUSTRY OF STEEL RAW MATERIALS Sovian Aritonang; Jupriyanto Jupriyanto; Riyadi Juhana
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.924 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i1.514

Abstract

The number of iron sand reserves is mostly spread in the coastal waters of Indonesia, from the coast of Sumatra, the southern of Java to Bali, the beaches of Sulawesi, beaches in East Nusa Tenggara (NTT), and the northern coast of Papua. Total reserves for ore are 173,810,612 tons and metal as much as 25,412,652.62 tons. But its utilization was not optimal because PT. Krakatau Steel, and PT. Krakatau Posco has produced steel plates only 24,000 to 36,000 tons per year. While the need for steel plates for the shipping industry each year requires 900,000 tons per year. With the need for raw material for steel plates in the form of iron sponges with Fe ≥ 60%, PT. Krakatau Steel is still imported from abroad. The proof is PT. Krakatau Steel before and during the year 2000 still imported Iron Ore Pellets from the countries of Sweden, Chille and Brazil for 3,500,000 tons per year. This condition is the cause of the national steel industry unable to compete with the foreign steel industry because imported raw materials are subject to import duties. This is an opportunity to build a steel raw material company because all this time the steel raw material industry in Indonesia has only two companies. This condition encourages the manufacture of iron sponges, with the process of making iron sponges with technology adapted to installed production capacity. This study analysed the manufacture of iron sponges using Cipatujah iron sand, as raw material for the manufacture of iron sponges, with the results obtained in the form of iron sponges with the highest levels of Fe ≥60.44%. This can be used for the purposes of raw materials for steel making PT. Krakatau Steel (PT. KS), because so far PT. KS claims that Fe <60% local sponge iron products. This can encourage the independence of steel raw materials, which impacts on the independence of the defence industry. But the government must also protect and prioritize steel raw materials for national production for national steel production. With the national government steel industry, the consortium of vendors supplying raw material (iron sponge) to maintain the quality and supply of continuous sponge iron.Keywords: iron sand, iron pellet, iron sponge
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI KOLABORASI PERGURUAN TINGGI, ORGANISASI PROFESI, UNDUSTRI, DAN PEMERINTAH DALAM INDUSTRI PERTAHANAN SEBAGAI BAGIAN PENTING DALAM STRATEGI PERTAHANAN NEGARA Teguh Haryono; Yoedhi Swastanto; Siswo Hadi Sumantri; Suhirwan Suhirwan; Jupriyanto Jupriyanto
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i1.1210

Abstract

Perkembangan Lingkungan Strategis yang sangat dinamis penuh dengan penuh ketidak-pastian, kompleks, dan penuh ketidak-jelasan, telah mendorong setiap negara untuk membuat strategi pertahanannya dalam usaha untuk menjaga eksistensinya. Penguasaan Teknologi dan Industri Pertahanan yang dikelola dan dikembangkan secara baik seperti yang diamanatkan dalam Kebijkan Umum Pertahanan Negara 2020-2024 adalah bagian penting dari Strategi Pertahanan terutama dalam usaha mempunyai kemandirian dalam industri pertahanan Tahun 2045. Pengelolaan dan pengembangan industri pertahanan membutuhkan Sumber Daya Manusia disamping alat peralatan, material, manajemen, modal, metodologi, dan mesin dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi kriteria. Belajar dari yang terjadi sejak Perang Dunia I dan perang-perang besar lainnya, pemenang perang adalah fihak yang menguasai teknologi dan industri pertahanan. Dalam usaha untuk mencapai kemandirian industri pertahanan Tahun 2045, Indonesia memerlukan sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terintegrasi mulai dari perguruan tinggi terutama teknik, organisasi profesi semacam Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Industri Pertahanan baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Pemerintah yang salah satunya adalah Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
Ceramic Armor as Protective Material in Defense Industry Product: A Literature Review Ary Lestari; Leni Tria Melati; Kasim Kasim; Jupriyanto Jupriyanto; George Royke Deksino
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 5 No 1 (2023): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.23 KB) | DOI: 10.46574/motivection.v5i1.175

Abstract

Ceramics are currently widely used in various defense industries. Among them are the purposes of body armor (vests and helmets), vehicle protection, and ballistic protection. This review aims to provide insight into ceramic armor materials including their manufacture, use, and application as protective materials. The method used is a literature review and describes the results of the analysis related to the application of ceramic materials in the form of ceramic armor. The use of ceramic armor materials in defense industry products is proven to provide good performance compared to metal materials, especially in increasing the mobility capabilities of defense personnel. In addition, the use of ceramic armor has initiated the development of lightweight protective materials so that various technologies have been developed to maximize the use of ceramics in the defense industry. Keramik saat ini banyak digunakan dalam berbagai industri pertahanan. Diantaranya untuk keperluan bahan pelindung tubuh (rompi dan helm), pelindung kendaraan, dan pelindung balistik. Review ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang material armor keramik yang meliputi pembuatan, penggunaan, dan aplikasinya sebagai bahan pelindung. Metode yang digunakan adalah literatur review dan mendeskripsikan hasil analisa terkait aplikasi material keramik dalam bentuk ceramic armor. Pemanfaatan material armor keramik pada produk industri pertahanan terbukti dapat memberikan performa yang baik dibandingkan dengan material logam terutama dalam meningkatkan kemampuan mobilitas dari personil pertahanan. Selain itu penggunaan armor keramik telah menginisiasi pengembangan material pelindung ringan sehingga berbagai macam teknologi dikembangkan untuk dapat memaksimalkan penggunaan keramik dalam industri pertahanan.
URGENSI MAINTENANCE, REPAIR AND OVERHAUL (MRO) ALPALHANKAM GUNA MEMPERPANJANG UMUR PAKAI PRODUK INDUSTRI PERTAHANAN Andhika Kostrada; Jupriyanto Jupriyanto; Timbul Siahaan; Rudy AG Gultom; Muhammad Taufiq Ramadhan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3221-3227

Abstract

Alpalhankam merupakan produk industri Pertahanan yang dibuat untuk melakukan pertahanan dan penyerangan, Alpalhankam sendiri merupakan produk yang rata rata tidak gunakan secara terus menerus, sehingga rentan adanya kerusakan, maka dari itu untuk memperpanjang umur pakai produk alpalhankam tersebut diperlukan adanya Maintenance, Repair and Overhaul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyintesis literatur yang relevan tentang peran MRO Alpalhankam dalam memperpanjang umur pakai produk industri pertahanan. Studi menggunakan pendekatan literature review untuk mengidentifikasi dan menganalisis informasi dari berbagai sumber literatur yang relevan dengan urgensi MRO Alpalhankam. Sumber literatur ditemukan melalui pencarian di database akademik, perpustakaan, jurnal ilmiah, dan publikasi terkait industri pertahanan. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk memilih literatur yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa MRO Alpalhankam memiliki urgensi yang tinggi dalam memperpanjang umur pakai produk industri pertahanan. Melalui pemeliharaan rutin, perbaikan saat terjadi kerusakan, dan pembaruan teknologi, MRO Alpalhankam dapat menjaga keandalan dan kesiapan operasional alat pertahanan. Dengan menjaga alat-alat pertahanan tetap beroperasi dalam kondisi baik, MRO Alpalhankam memungkinkan penggunaan yang lebih lama sebelum pensiun atau penggantian, yang berkontribusi pada efisiensi pengeluaran negara. MRO Alpalhankam juga dapat meningkatkan kesiapan operasional alat pertahanan dengan meminimalkan risiko kegagalan operasional. Dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan secara teratur, alat-alat pertahanan dapat digunakan dengan optimal saat dibutuhkan. Dalam konteks perpanjangan umur pakai, MRO Alpalhankam memainkan peran krusial dalam menjaga kehandalan sistem pertahanan dan memastikan keamanan nasional.
KINERJA DAN KEANDALAN MATERIAL : TINJAUAN LITERATUR DALAM INDUSTRI PENERBANGAN Wulan Nurfitriani; G. Royke Deksino; Jupriyanto Jupriyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i8.2023.3936-3941

Abstract

Industri penerbangan saat ini mengalami pertumbuhan pesat, mendorong inovasi dalam bahan untuk mencapai penerbangan yang aman, efisien, dan nyaman. Bahan logam dan komposit, termasuk serat karbon, berperan penting dalam struktur pesawat, sementara bahan inovatif seperti nanomaterial dan material pintar juga memberikan kontribusi penting. Studi literatur membantu membandingkan karakteristik dan performa berbagai bahan di industri penerbangan, mengungkap kelebihan dan kelemahan masing-masing bahan serta situasi yang sesuai untuk penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahan logam seperti aluminium, titanium, dan baja paduan memberikan kekuatan dan daya tahan, namun memiliki kelemahan bobot dan kerentanan korosi. Material komposit berbasis serat karbon menawarkan kekuatan superior dan bobot ringan, meskipun dengan tantangan biaya produksi. Tren pengembangan bahan mencakup bahan komposit lebih baik, material berbasis nano, bahan multifungsi, bahan pintar, bahan ramah lingkungan, dan bahan berbasis sumber hayati. Dengan pengembangan bahan inovatif, industri penerbangan dapat mengatasi tantangan dan meraih keunggulan. Perkembangan bahan dalam industri penerbangan memiliki dampak luas, termasuk pada konsumsi bahan bakar dan dampak lingkungan. Kolaborasi antara produsen, peneliti, dan pemerintah dalam mengembangkan bahan inovatif dan ramah lingkungan adalah kunci utama menuju kemajuan industri penerbangan yang lebih baik di masa mendatang.
POTENSI TEKNOLOGI BETON APUNG DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL Afpriyanto Afpriyanto; I Nengah Putra; Jupriyanto Jupriyanto; Muhamad Asvial; Rudy AG Gultom; Ulul Azmi; Muhammad Afif Al Fayed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.3028-3034

Abstract

Industri pertahanan nasional memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan era globalisasi, kemandirian industri pertahanan menjadi hal yang krusial. Salah satu aspek penting dalam membangun industri pertahanan yang mandiri adalah infrastruktur yang mendukung kegiatan pertahanan, terutama di sektor maritim. Teknologi beton apung muncul sebagai inovasi konstruksi yang menarik dalam membangun infrastruktur maritim. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi beton apung dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan tinjauan literatur dan analisis konten sebagai metode utama. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa beton apung memiliki karakteristik unik, seperti kekuatan struktural yang mumpuni dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Penggunaan teknologi ini dalam bidang pertahanan dapat meliputi konstruksi pangkalan militer apung, pelabuhan dan pangkalan udara, pos pengawasan dan intai, serta pabrik atau gudang industri pertahanan. Meskipun memiliki potensi besar, implementasi teknologi beton apung dihadapkan pada tantangan seperti aspek teknis, finansial, lingkungan, dan sosial. Namun, kontribusinya dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional sangat signifikan. Dengan penerapan teknologi beton apung, Indonesia dapat memperkuat pertahanan nasional melalui infrastruktur yang tangguh dan efisien di sektor maritim.
PEMANFAATAN PRODUKSI KAPAS DALAM NEGERI SEBAGAI BAHAN BAKU NITROSELULOSA UNTUK INDUSTRI PROPELAN Al-Fadel Arman Rizzy; Edy Sulistyadi; Khaerudin Khaerudin; Muhamad Asvial; Rudy AG Gultom; Jupriyanto Jupriyanto; Pratondo Ario Seno Sudiro
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3207-3213

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam. Salah satu hasil sumber daya alam Indonesia adalah tanaman kapas yang buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku nitroselulosa. Pengembangan nitroselulosa dengan bahan baku kapas bertujuan untuk memproduksi propelan dalam rangka kemandirian industri pertahanan. Akan tetapi, saat ini penggunaan nitroselulosa beserta kapas sebagai bahan baku untuk pengembangan propelan sangat terbatas dan belum mampu memenuhi industri propelan dalam negeri. Pengadaan nitroselulosa dapat dilakukan menggunakan prinsip kemandirian dengan cara memanfaatkan hasil produksi kapas dalam negeri. Hal tersebut dilakukan berdasarkan salah satu asas dan tujuan Kementerian Pertahanan dalam pembangunan Industri Pertahanan yaitu mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan bahan baku industri propelan guna meningkatkan Minimum Essential Force (MEF). Dengan mengandalkan produksi kapas dalam negeri, industri pertahanan dalam negeri telah mampu menghasilkan nitroselulosa sebanyak 20,6% dari total kebutuhan untuk single-base propellant dan 44% dari total kebutuhan untuk double-base propellant (dikombinasikan dengan nitrogliserin).
STRATEGI PENEGAKAN KEBIJAKAN HILIRISASI NIKEL TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN DOMESTIK DAN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN Rakha Al-Hakim G; Jupriyanto Jupriyanto; George Royke Deksino; Sovian Aritonang; M. Taufiq Ramadhan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3305-3311

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi kebijakan pemerintah Indonesia dalam program hilirisasi hasil tambang, khususnya nikel dalam pemenuhan kebutuhan dan kemandirian industri pertahanan. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode yuridis normative. Pendekatan masalah pada penelitian ini dilakukan secara teoritis dan formil melalui hukum positif yang berlaku di Indonesia termasuk kebijakan instansi yang berhubungan dengan hilirisasi. Data yang diperoleh untuk menunjang penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer melalui wawancara dengan Kodam Bukit Barisan dan data sekunder menggunakan sumber bacaan meliputi buku, peraturan perundang-undangan baik Undang-Undang, peraturan menteri, serta dasar hukum lain yang masih berlaku, jurnal atau karya tulis ilmiah dan media elektronik yang memiliki kredibilitas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kebijakan hilirisasi memiliki pengaruh positif terhadap kebutuhan dan inovasi dalam negeri dibidang industri pertahanan, hal ini dilihat dari mulai adanya pengembangan kendaraan listrik oleh Badan Usaha Milik Negara industri pertahanan yakni PT. Perindustrian TNI Angkatan Darat atau PT. PINDAD. Serta strategi yang dilakukan untuk menunjang kebijakan hilirisasi melalui perbantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga objek vital nasional dan pemenuhan kebutuhan pertambangan khususnya nikel dalam negeri.
Analisis Peranan Direktorat Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI Dalam Pengadaan Kapal Patroli Melalui Model Triple Helix Pratondo Ario Seno Sudiro; I Nengah Putra Apriyanto; Jupriyanto
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v10i3.296

Abstract

Dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia, Bakamla RI memerlukan Kapal Patroli sebagai fungsi penindakan. Namun saat ini Bakamla RI masih kekurangan kapal dalam menjaga wilayah perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis mengenai peranan Direktorat Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI dalam pengadaan Kapal Patroli melalui Model Triple Helix. Direktorat Penelitian dan Pengembangan Keamanan Laut (Dirlitbangkamla) mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan SWOT sebagai Perangkat Analisisnya. Metode Kualitatif adalah metode analisis yang menempatkan peneliti sebagai instrumen. Analisis SWOT merupakan metode perumusan strategi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis. Penelitian ini menghasilkan output berupa empat strategi yakni Strategi Kekuatan-Peluang (Strategi S-O), Strategi Kekuatan-Ancaman (Strategi S-T), Strategi Kelemahan-Peluang (Strategi W-O), dan Strategi Kelemahan-Ancaman (Strategi W-T). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya Model Triple Helix menjadi perhatian utama Dirlitbangkamla dalam melaksanakan tugas dan fungsinya termasuk berkaitan dengan pengadaan Kapal Patroli Bakamla RI.
KONSEP OPERASI PATROLI BAKAMLA RI DALAM MENGHADAPI ANCAMAN HIBRIDA DI WILAYAH ZONA MARITIM NATUNA Jupriyanto, Pratondo Ario Seno Sudiro,
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/jmi.v10i3.126

Abstract

AbstrakKeamanan Laut dapat didefinisikan sebagai kondisi laut yang aman dan terkendali yaitu bebas dari ancaman kekerasan/kejahatan, pencemaran dan perusakan ekosistem, serta pelanggaran hukum. Dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia, dibentuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Terdapat dua persoalan utama yang dihadapi Bakamla RI dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yaitu adanya tumpang tindih kewenangan antara Bakamla RI dengan lembaga lainnya yang telah lebih dulu eksis dalam bidang Keamanan Laut dan ketersediaan sarana operasi patroli yaitu kapal patroli. Penelitian ini merupakan suatu usulan terhadap konsep Operasi Patroli Bakamla RI dalam menghadapi Ancaman Hibrida di wilayah Zona Maritim Natuna dengan menggunakan kombinasi antara Metode Kualitatif dengan Penelitian Hukum Normatif. Hasil yang diperoleh adalah tumpang tindih kewenangan bukanlah suatu persoalan bagi Bakamla RI menurut Asas Lex Posterior Derogat Legi Priori serta penyusunan Rencana Operasi Patroli Bakamla RI berdasarkan Konsep Kewilayahan dan Penentuan Sarana Operasi Patroli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Bakamla RI sudah memiliki dasar hukum yang kuat sebagai single agent multitasking (SAMT).Kata Kunci: Keamanan Laut, Bakamla RI, Rencana Operasi PatroliAbstractMaritime security is defined as sea condition that safe, under control, and free from crime, pollution, environmental damage, and law violence threat. To implement security and safety patrol operation in Indonesian sea region, Bakamla RI is established. There are two main problems faced by Bakamla RI to implement the duties and functions, there are overlapping authority with the other older agencies in maritime security and lack of patrol equipment. This research is an idea about the concept of Bakamla RI’s patrol operation to face hybrid threat in Natuna maritime zone region by combines qualitative method and normative law research. The gotten result are overlapping authority isn’t a problem for Bakamla RI because of lex posterior derogat legi priori principle and arrangement of Bakamla RI’s patrol operation plan based on territorial concept and determination of patrol operation equipment. Conclusion of this research is Bakamla RI has had strong fundamental law as single agent multitasking (SAMT).Keywords: Maritime Security, Bakamla RI, Patrol Operation Plan