Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS 2 DENPASAR BARAT Meirina Novitasari; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p01

Abstract

Penyakit diabetes mellitus dapat menjadi pemicu timbulnya dampak negatif baik secara fisik, ekonomi, maupun emosional. Dukungan sosial didefinisikan sebagai rasa memiliki, penerimaan, dan bantuan psikologis yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi kondisi stres dengan lebih baik. Dukungan sosial yang baik akan berdampak positif bagi individu, seperti peningkatan kepercayaan diri (efikasi diri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan dukungan sosial dengan efikasi diri pasien dalam manajemen pengobatan DM Tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dukungan sosial dan efikasi diri pasien dalam kategori tinggi. Uji statistik hasil penelitian menggunakan Spearman’s Rank Correlation Test. Hasil dari penelitian ditemukan p-value 0,003 < a (0,05) dengan nilai kekuatan 0,339 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara dukungan sosial dengan efikasi diri pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE : LITERATURE REVIEW Ni Made Canistiari Dewi; Made Oka Ari Kamayani; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p06

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit, dimana terdapat gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Stroke menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh sehingga pasien stroke mengalami kecacatan dan kesulitan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang seringkali berdampak pada kualitas hidup pasien stroke. Pasien stroke membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhannya. Bantuan tersebut dapat diberikan oleh keluarga berupa dukungan kepada pasien stroke. Dukungan yang diberikan berupa dukungan sosial/informasional, dukungan emosional, dukungan tambahan/instrumental, dan dukungan penilaian/penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu literature review yang mencakup 10 literatur yang dicari menggunakan database Google scholar, ProQuest dan PubMed, dan sudah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan positif dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Simpulan dalam penelitian ini membuktikan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam perbaikan kualitas hidup pada pasien stroke.
TANTANGAN LEGAL DAN ETIK DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS UNTUK WISATAWAN ASING TANPA IDENTITAS JELAS: LITERATURE REVIEW Ni Putu Dewi Meliantini; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p13

Abstract

Pelayanan keperawatan kritis, khususnya di unit perawatan intensif (ICU), menuntut respon cepat, akurat, dan empati, terutama saat pasien dalam kondisi tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran yang membutuhkan perawatan intensif dan tidak memiliki dokumen identitas. Ketika pasien tersebut adalah wisatawan asing tanpa identitas jelas, muncul berbagai dilema legal dan etik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan hukum dan etika dalam asuhan keperawatan kritis pada pasien asing tak dikenal di ICU. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dari jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa masalah utama meliputi informed consent darurat, perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan, ketiadaan protokol tetap, dan konflik antara prinsip etik dan aturan legal. Simpulan menunjukkan urgensi pembentukan pedoman nasional dan pelatihan etik-hukum khusus bagi perawat ICU.
PRE-TRAVEL HEALTH: SELF-MANAGEMENT PADA WISATAWAN DENGAN ASMA Ni Wayan Deva Diah Hariani; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p09

Abstract

Wisata merupakan aktivitas, pelayanan, dan produk hasil industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan. Wisata yang paling banyak digemari oleh wisatawan adalah wisata alam / ekowisata. Salah satu lokasi wisata alam yang tinggi pengunjung / peminat adalah wisata dataran tinggi seperti pegunungan, bukit. Karakteristik dari dataran tinggi yaitu dataran yang terletak pada ketinggian di atas 200 mdpl, dengan suhu 23-28˚C dan beriklim lembab. Wisatawan yang berwisata ke dataran tinggi berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan yaitu sesak nafas karena suhu yang dingin. Penderita asma berisiko mengalami kekambuhan ketika berwisata terutama berwisata ke dataran tinggi. Sebelum melakukan wisata hendaknya mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan wisata atau disebut dengan pre-travel health consultation. Kegiatan ini merupakan proses penilaian berbasis risiko yang memberikan panduan untuk memprioritaskan dan menyesuaikan perawatan kesehatan pra-perjalanan dengan rencana perjalanan, risiko, dan kebutuhan wisatawan. Self-management merupakan suatu perilaku yang dilakukan secara mandiri oleh penderita untuk mengelola dan mengendalikan gejala asma untuk mencegah eksaserbasi. Komponen self-management pre-travel pada penderita asma terdiri dari Plan Before Trip, Packing for trip, During Trip.
PENERAPAN PROTOKOL DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT) PROPHYLAXIS MELALUI PENGGUNAAN STOCKING KOMPRESI PADA PASIEN PASCA ICU YANG AKAN MELAKUKAN PERJALANAN WISATA Putu Rapita Dewi; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p04

Abstract

Deep Vein Thrombosis (DVT) merupakan kondisi pembekuan darah di vena dalam yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti emboli paru. Pasien pasca perawatan intensif (ICU) memiliki risiko tinggi mengalami DVT akibat imobilisasi, gangguan sirkulasi, serta kondisi medis yang mendasari. Risiko ini meningkat ketika pasien melakukan perjalanan wisata jarak jauh. Salah satu metode profilaksis DVT yang efektif adalah penggunaan stocking kompresi elastik, yang memberikan tekanan bertingkat pada tungkai bawah guna mendorong aliran darah kembali ke jantung dan mencegah stasis vena. Kajian ini menggunakan pendekatan naratif dengan menelusuri literatur dari berbagai jurnal ilmiah mengenai penggunaan stocking kompresi pada pasien pasca ICU yang akan bepergian. Hasil kajian menunjukkan bahwa stocking kompresi terbukti secara signifikan menurunkan risiko kejadian DVT, baik pada pasien rawat inap maupun pada individu yang melakukan perjalanan panjang. Meskipun demikian, pemakaian stocking harus disesuaikan dengan kondisi pasien agar tetap aman dan efektif.