Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Kebijakan Pendidikan dan Implikasinya Terhadap Minat Belajar Siswa: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Merangin Tukini Rahmawati; Mardalena Mardalena; Vevi Juniarti; Widyawati Widyawati; Yulivia Indryani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a flagship policy of President Prabowo Subianto, with a budget of IDR 71 trillion, targeting student nutrition as a prerequisite for educational success. However, policy evaluations remain limited to health outcomes, while the program's impact on learning interest —an affective dimension, particularly at the vocational high school level—has not been adequately mapped. This study addresses this gap by offering novelty through an administrative-pedagogical approach and a temporal case study at SMK Negeri 1 Merangin. The objective is to analyze MBG implementation and its implications for students' interest in learning. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation (two periods: December 2025 and January 2026), in-depth interviews with teachers, principals, and MBG officers, and documentation. The findings reveal: (1) MBG implementation is structured around fixed schedules, communal eating, prayer, and handwashing; (2) all four dimensions of learning interest (attention, enthusiasm, discipline, and activeness) significantly improved; (3) key mediating factors include perceived care (feeling valued by the state), physiological fulfillment, and economic savings; (4) changes in learning interest occur more rapidly (2-3 months) than changes in academic achievement (>1 year). Policy implications: MBG evaluation must not rely solely on academic scores; it should also incorporate affective process indicators, such as learning interest. This study contributes to the development of welfare-based educational management theory. Keywords: Free Nutritious Meal Program (MBG); learning interest; policy implementation; educational management; policy evaluation Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran Rp71 triliun yang menyasar aspek gizi siswa sebagai prasyarat keberhasilan pendidikan. Namun, evaluasi kebijakan ini masih terbatas pada aspek kesehatan, sementara dampaknya terhadap minat belajar sebagai dimensi afektif—terutama di jenjang SMK—belum terpetakan secara memadai. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan menawarkan kebaruan (novelty) berupa pendekatan administratif-pedagogis dan studi kasus temporal di SMK Negeri 1 Merangin. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi MBG dan implikasinya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi (dua periode: Desember 2025 dan Januari 2026), wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan petugas MBG, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi MBG berjalan terstruktur dengan mekanisme jadwal tetap, makan bersama, doa, dan cuci tangan; (2) keempat dimensi minat belajar (perhatian, semangat, kedisiplinan, keaktifan) meningkat signifikan; (3) faktor mediasi utama adalah perceived care (rasa diperhatikan negara), pemenuhan fisiologis, dan penghematan ekonomi; (4) minat berubah lebih cepat (2-3 bulan) dibandingkan dengan prestasi akademik (>1 tahun). Implikasi kebijakan: evaluasi MBG tidak boleh hanya berbasis nilai akademik, melainkan harus menyertakan indikator proses afektif seperti minat belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen pendidikan berbasis kebijakan kesejahteraan. Kata kunci: Program MBG; minat belajar; implementasi kebijakan; manajemen pendidikan; evaluasi kebijakan
Kesenjangan Implementasi Artificial Intelligence dalam Tata Kelola Pendidikan Di Era Society 5.0 Dwi Rahayu; Mardalena Mardalena; Agus Sugianto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The implementation of AI in educational governance faces a significant gap between policy and practice, particularly at the school management level, which has been largely overlooked. This study was a mixed-methods, sequential, explanatory study that analyzed school management's digital readiness, identified inhibiting and enabling factors, and formulated an adaptive governance transformation model in Merangin Regency. Quantitative data were collected from 210 respondents (principals, vice principals, and administrative heads) through surveys, followed by in-depth interviews and FGDs. Results indicate that school management's digital readiness is very low (mean 2.32/5), with managerial digital competence deficit as the most critical dimension (mean 1.92). Border schools and B/C-accredited schools fall into Quadrant III (Foundation Stage), while schools with internal champions reach Quadrant I (Integration Ready). The Staged Transformation Model (3T Model) was formulated as an adaptive solution. This study concludes that the root cause of AI implementation gaps is not technical but managerial and systemic; thus, interventions must focus on strengthening digital leadership capacity, internal policies, and champion development. Policy implications include the need for a national AI adoption roadmap that considers regional disparities in readiness. Keywords: artificial intelligence; educational governance; school management digital readiness; management transformation; Society 5.0 Abstrak: Implementasi AI dalam tata kelola pendidikan menghadapi kesenjangan signifikan antara kebijakan dan praktik lapangan, khususnya pada level manajemen sekolah yang selama ini terabaikan. Penelitian mixed methods sequential explanatory ini bertujuan menganalisis kesiapan digital manajemen sekolah, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong, serta merumuskan model transformasi tata kelola adaptif di Kabupaten Merangin. Data kuantitatif dikumpulkan dari 210 responden (kepala sekolah, wakil, kepala TU) melalui survei, dilanjutkan wawancara mendalam dan FGD. Hasil menunjukkan tingkat kesiapan digital manajemen sekolah sangat rendah (mean 2,32/5), dengan defisit kompetensi digital manajerial sebagai dimensi paling kritis (mean 1,92). Sekolah perbatasan dan akreditasi B/C berada pada Kuadran III (Tahap Fondasi), sementara sekolah dengan champion internal mencapai Kuadran I (Siap Terintegrasi). Model Transformasi Bertahap (3T Model) dirumuskan sebagai alternatif solusi adaptif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa akar masalah implementasi AI bukan pada faktor teknis melainkan manajerial-sistemik, sehingga intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas kepemimpinan digital, kebijakan internal, dan pengembangan champion. Implikasi kebijakan mencakup perlunya peta jalan nasional adopsi AI yang mempertimbangkan disparitas kesiapan antar wilayah. Kata kunci: artificial intelligence; tata kelola pendidikan; kesiapan digital manajemen sekolah; transformasi manajemen; Society 5.0
PERSONALIZED HYBRID LEARNING THROUGH ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND PREDICTIVE ANALYTICS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Riska Meisyi Putri; Mardalena Mardalena; Zain Nizam
Journal Neosantara Hybrid Learning Vol. 3 No. 6 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnhl.v3i6.2853

Abstract

Contemporary learning environments are increasingly complex, requiring adaptive, data-driven, and responsive instructional approaches. This study systematically examines the integration of artificial intelligence (AI) and predictive analytics in personalized hybrid learning and explores its contributions to educational science. A systematic literature review was conducted on peer-reviewed studies published between 2020 and 2025, sourced from Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar using defined inclusion and exclusion criteria. The selected studies were analyzed through thematic synthesis to identify key patterns, strategies, and outcomes. The findings show that integrating AI and predictive analytics enhances learning effectiveness by enabling adaptive content delivery, early identification of learning risks, and data-informed instructional decision-making in hybrid learning environments. The novelty of this study lies in its integrative perspective, positioning AI and predictive analytics as a unified framework for personalized hybrid learning rather than separate tools. Furthermore, the review highlights the potential of predictive insights derived from learner data to support responsive, equitable, and sustainable learning designs. Overall, this study suggests that strategic AI-driven personalization and predictive analytics can foster pedagogical innovation, strengthen evidence-based practices, and support the transformation of digital and hybrid learning systems.