Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KONSEP ADAB BELAJAR MURID DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM Kholik, Abdul; Mahrudin, Amir
Jurnal Sosial Humaniora Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.814 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v4i1.442

Abstract

Adab belajar murid adalah kesopanan lahir batin oleh seseorang yang menghendaki sesuatu untuk merubah tingkah laku pada dirinya dan dilakukan dengan sengaja, baik bersifat jasmaniah maupun lahiriah. Dengan kata lain, adab belajar murid merupakan suatu sikap tata krama atau sopan santun dalam proses belajar yang ditunjukkan oleh seorang murid, baik bersifat vertikal maupun horizontal. Kitab Ta’lim al-Muta’allim adalah sebuah kitab yang membahas tentang adab-adab seorang penuntut ilmu (murid) sebagai kunci sukses dalam belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, mengkaji, dan menganalisis konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi yaitu cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil, hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji memiliki konsep adab belajar murid yang terklasifikasi ke dalam adab belajar murid terhadap Allah, adab belajar murid terhadap diri sendiri, adab belajar murid terhadap sesama (orang tua, guru, dan teman), dan adab belajar murid terhadap ilmu. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu hendaknya semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan khususnya bagi seorang murid, harus senantiasa  mengaplikasikan adab-adab belajar yang tertuang dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim agar memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar, sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
KECERDASAN EMOSIONAL BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MURID Atin Aniyatin; Amir Mahrudin
TADBIR MUWAHHID Vol. 1 No. 1 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v1i1.841

Abstract

Setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi belajar murid yaitu faktor internal, eksternal, dan pendekatan belajar. Faktor internal diantaranya tingkat kecerdasan, sikap, dan motivasi murid. Namun kenyataannya tidak semua murid memiliki motivasi belajar yang baik, salah satu penyebabnya yaitu murid tidak mampu mengelola emosi secara baik. Dengan kecerdasan emosional murid akan dapat mengendalikan emosinya termasuk memotivasi diri untuk belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, jenis penelitian asosiatif berupa sebab akibat. Populasi yang digunakan yaitu seluruh murid SMA Amaliah tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 94 murid, sampel yang digunakan yaitu sebanyak 64 murid. Teknik pengambilan data: angket skala likert, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi yaitu Y= 32,4% + 0,776X dapat dikatakan hubungan bahwa antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar murid merupakan hubungan yang berbanding lurus, artinya  Koefisien determinasi yaitu 0,5952 = 0,354, dengan demikian nilai motivasi belajar murid sebesar 35,4% dipengaruhi oleh kecerdasan emosional, sedangkan 64,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor stimuli belajar, metode belajar, kematangan, dan kecerdasan murid.KATA KUNCI: kecerdasan emosional, motivasi belajar, murid  EMOTIONAL INTELLIGENCE EFFECT ON STUDENT LEARNING MOTIVATIONABSTRACTEvery student have the different abilities, factor the influence motivation student learning that is internal factor, external factor, and approach to learning. Internal factors the level of intelligence, attitude and motivation students. However the reality not all students have motivation good study, one cause that of student not able to manage emotional well. With emotional intelligence student can control his emotions including motivation the learn. This research approach a quantitative and type of associative research in the of causation. The population in this study that all senior high school Amaliah academic year 2016/2017 which totaling to 94 students, the sample used as many as 64 students. Making data retrived used is a Likert scale questionnaire, observation, interview and documentation. The research shows the regression equation is Y = 32,4% + 0,776X can be said relationship between emotional intelligence and motivation learning a proportional relationship. The coefficient of determination 0,5952 = 0,354, the value of the students learning motivation by 35,4% influenced by emotional intelligence, while 64,6% the rest influenced by stimulating factor, learning, study method, maxurity, and intelligence.
PENGARUH KEPEMIMPINAN GURU TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK Riki Rais; Amir Mahrudin; Asmil Ilyas
TADBIR MUWAHHID Vol. 2 No. 2 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v2i2.1383

Abstract

Disiplin belajar dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) peserta didik terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan kegitan belajar mengajar di sekolah, yang meliputi waktu masuk dan keluar sekolah, kepatuhan peserta didik dalam berpakaian, kepatuhan peserta didik dalam mengikuti kegiatan sekolah. Disiplin belajar tidak timbul dengan sendirinya, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor lingkungan sekolah dari kepemimpinan guru karena apabila kepemimpinan baik, maka akan berpengaruh terhadap perbuatan yang positif dan begitu pula sebaliknya, seperti halnya kepemimpinan dan disiplin belajar peserta didik di MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepemimpinan guru, tingkat disiplin belajar dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian yaitu peserta didik kelas VII DAN VIII MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor yang terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 133 peserta didik. Sampel penelitian sebanyak 58 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Variabel penelitian meliputi kepemimpinan guru sebagai variabel bebas dan disiplin belajar sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Uji prasyarat analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan linear sehingga teknik pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: adanya pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik. Hal ini diperoleh melalui perhitungan analisis uji t yang menghasilkan thitung (117,884) > ttabel (1,672) maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan guru terhadap disiplin belajar peserta didik. Besarnya sumbangan pengaruh yang diberikan variabel X (Kepemimpinan Guru) terhadap variabel Y (Disiplin Belajar) adalah 99,6% sedangkan 0,04% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian. Bertitik tolak pada hasil penelitian, maka semua pihak baik guru dan orang tua hendaknya memperhatikan dan meningkatkan kepemimpinan dan bimbingan kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan.Kata kunci: disiplin belajar peserta didik, kepemimpinan guru.THE EFFECT OF TEACHER LEADERSHIP ON LEARNING DISCIPLINE OF STUDENTSAbstractThe Effect of Teacher Leadership on Learning Discipline of students in MTS Tarbiyatul Huda Bogor. The discipline of learning from the adherence (compliance) learners against the rules (code of counduct) related to the teaching and learning activitis in schools, which include the time in and out of school, the students dressed in compliance, compliance learners in the following activities of the school. The discipline of learning does not arise by several factors, one of which, namely environmental factors of school teacher’s leadership because when good leadership, it will be a positive effect on the deed and vice versa, as well as leadership and discipline the learners learn in MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor this research aims to know the level of teacher’s leadership, the level of discipline of study and to find out whether or not there is the effect of teacher’s leadership against the didiscipline of learning to learners. This research is quantitative research. The population in the study i.e learners class VII and VIII MTS Tarbiyatul Huda Pancawati Bogor. Which consists of 2 classes that amounted to 133 students. Sampel research as much as 58 leaners in specified using proportional random sampling. Variabel research include leadership of a teacher as free variable, and the variable learning as related disciplines. Using data collection techniques of observation, interview, question form, and documentation. Tes prasyrat analiysis of the date indicates that the Gaussian and linear hypothesis testing techniqus so that using simple regression. This study showed that: the existence of significant influence among the leadership of teacher against a disciplined learning through calculation analysis test T which yields thitung (117,884) > ttabel (1,672). Then the H0  is rejected and accepted H1 there is influence significant techer leadership against disciplined learning learners. The magnitude of contribution of the influence of the variabel X (teacher’s leadership) against the variabel Y (study discipline) is 99,6% Whereas 13.6% are influenced by other factors not addressed in the study starting on the dotted research result, then all parties both teachers and parents should improve leadership and guidance to the students so that students can achieve the expected learning achiements.
HUBUNGAN STIFIN DENGAN PROFESIONALITAS GURU Agnia Sundari; Amir Mahrudin; Abdul Kholik
TADBIR MUWAHHID Vol. 3 No. 1 (2019): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v3i1.1793

Abstract

Berdasarkan hasil observasi sekolah statmen SMK Informatika Pesat menerapkan tes STIFIn terhadap semua gurunya, yaitu karena ada kebijakan dari yayasan untuk para guru dalam melaksanakan tes STIFIn. Dimana pada saat itu ada penurunan dalam hal kineja guru yang kurang, sehingga pihak yayasan memutuskan untuk melaksanakan tes STIFIn kepada seluruh gurunya. Dengan demikian setelah dilaksanakan tes STIFIn terhadap masing-masing guru terdapat perubahan dalam kinerja guru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ada hubungan antara STIFIn dengan profesionlitas guru di SMK Informatika Pesat Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Informatika Pesat Bogor, kuhusunya untuk guru. Subjek dlaam penelitain ini adalah jumlah guru seluruhnya yaitu sebanyak 23 orang guru. Perolehan data yaitu dnegan menggunakan teknik observasi, wawacara dan kuesioner. Serta untuk peneliti menggunakan metode penelitian pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil akhir penelitian ini yaitu harga chi-kuadrat teoritik untuk taraf signifikansi 5 % = 12, 592. Hasil perhitungan dalam tabel chi-kuadrat yang diperoleh nilai X2hitung = 0,01 dan d.b = 6 didapat nilai X2tabel = 12,592, jadi dari hasil tersebut karena nilai X2hitung<X2tabel= 0,01 < 12,592, maka H0 diterima dan H1ditolak. Kesimpulannya yaitu bahwa terdapat hubungan antara STIFIn dengan profesionalitas guru di SMK Informatika Pesat Bogor.
Efektifitas Model Kurikulum Rekonstruksi Sosial Berkarakter Agama Dalam Mencegah Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja Amir Mahrudin; Asmil Ilyas; Megan Asri Humaira
TADBIR MUWAHHID Vol. 5 No. 1 (2021): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v5i1.2552

Abstract

Kondisi Indonesia dalam keadaan darurat penyimpangan perilaku seksual remaja saat ini. Hal ini akan meningkat terus pada masa mendatang, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, kita harus memiliki perhatian terhadap masalah ini. Sebab, akan berdampak buruk pada kualitas masa depan bangsa. Solusi untuk mencegahnya melalui pendidikan. Tujuan penelitiannya untuk mengetahui, menganalisis dan mengembangkan kurikulum rekonstruksi sosial berkarakter agama dalam mencegah penyimpangan perilaku seksual remaja. Metode penelitiannya adalah penelitian terapan lapangan dengan lokasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, interview, angket, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil uji hipotesis diketahui bahwa kurikulum rekonstruksi sosial berkarakter agama adalah efektif dalam mencegah penyimpangan perilaku seksual remaja. Pada aspek kognitif (nilai Fo = 1,318 dan sig. = 0,225 < 0,05), remaja mampu berpikir positif, sehat dan lurus. Aspek apektif (nilai Fo = 1,578 dan sig. = 0,197 < 0,05), mampu menilai antara perilaku seksual yang benar dan salah. Aspek psikomotorik (nilai Fo = 0,980 dan sig.= 0,404 > 0,05), mampu mewujudkan perilaku seksual remaja yang benar dan mencegah  dari yang menyimpang. Maka fungsi sosial  agama Islam memberikan solusi untuk mengoreksi, memperbaiki, dan mengarahkan perilaku manusia, sehingga terjadi harmonisasi kehidupan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Prevention of Adverse Sexual Behavior Through the Curriculum Model of Social Reconstruction with Religious Characters Amir Mahrudin; Asmil Ilyas; Megan Asri Humaira
Indonesian Journal of Social Research (IJSR) Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Social Research (IJSR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijsr.v2i2.57

Abstract

This study aimed to analyze the application of the social reconstruction curriculum of a religious character in preventing deviation of adolescent sexual behavior. The research method used is the quantitative method, where data collection is done by systematic observation. This study shows that adolescent sexual behavior can be categorized into three, namely adolescent sexual behavior that is healthy, unhealthy, and deviant. In addition, the application of a social reconstruction curriculum of religious character is considered effective in preventing deviant adolescent sexual behavior. This is due to the implementation of religious values in the prevention process.
KONSEP ADAB BELAJAR MURID DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM Abdul Kholik; Amir Mahrudin
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.814 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v4i1.442

Abstract

Adab belajar murid adalah kesopanan lahir batin oleh seseorang yang menghendaki sesuatu untuk merubah tingkah laku pada dirinya dan dilakukan dengan sengaja, baik bersifat jasmaniah maupun lahiriah. Dengan kata lain, adab belajar murid merupakan suatu sikap tata krama atau sopan santun dalam proses belajar yang ditunjukkan oleh seorang murid, baik bersifat vertikal maupun horizontal. Kitab Ta’lim al-Muta’allim adalah sebuah kitab yang membahas tentang adab-adab seorang penuntut ilmu (murid) sebagai kunci sukses dalam belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, mengkaji, dan menganalisis konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi yaitu cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil, hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsep adab belajar murid dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji memiliki konsep adab belajar murid yang terklasifikasi ke dalam adab belajar murid terhadap Allah, adab belajar murid terhadap diri sendiri, adab belajar murid terhadap sesama (orang tua, guru, dan teman), dan adab belajar murid terhadap ilmu. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu hendaknya semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan khususnya bagi seorang murid, harus senantiasa  mengaplikasikan adab-adab belajar yang tertuang dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim agar memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar, sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN GURU KELAS TERHADAP PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI LEUWIBATU 06 Pajriani Dewi; Amir Mahrudin; Syukri Indra
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 1 No. 4 (2023): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan guru kelas terhadap peserta didik di SD NegeriLeuwibatu 06. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Leuwibatu 06, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III dan IV yang berjumlah 38 peserta didik. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi peserta didik dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III dan IV SDN Leuwibatu 06 yang berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah sampel jenuh yang semua populasinya dijadikan sampel karena jumlahnya kurang dari 100. Penelitian ini menggunakan instrumen skala kepemimpinan guru kelas dan skala perilaku belajar peserta didik. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan teknik analisis yang dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,861 dan t tabel sebesar 2,021, dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh antara variabel kepemimpinan guru kelas terhadap perilaku belajar peserta didik di SD Negeri Leuwibatu 06.
IMPLEMENTASI KURIKULUM SEKOLAH ISLAM TERPADU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SOHIHUL IBADAH PESERTA DIDIK DI SMPIT BINA MASYARAKAT MANDIRI Rahmayanti, Gita; Amir Mahrudin; Awaludin Abdul Gafar; Suwilah; Ridwan Haris; Agus Priyanto
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 1 No. 2 (2023): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/alkaff.v1i2.8371

Abstract

Kurikulum SIT kini menjadi wadah pembentukan karakter bagi peserta didik. Kurikulum SIT pun mempunyai tujuan untuk membangun, membentuk, dan membina karakter peserta didik salah satunya ialah karakter sohihul ibadah. Karakter sohihul ibadah adalah prilaku untuk melakukan ibadah yang benar, dimana terdapat beberapa indicator dari karakter sohihul ibadah.Jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian yang digunakan adalah Studi kasus (case study). Hasil temuan penelitian implementasi kurikulum sekolah islam terpadu dalam pembentukan karakter sohihul ibadah peserta didik yaitu meliputi perencanaan pembelajaran yang baik, proses pembelajaran, pengelolaan kelas yang baik, penilaian pembelajaran, dan martikulasi dalam membentuk karakter sohihul ibadah peserta didik. Kegiatan-kegiatan yang membentuk karakter religius siswa diantaranya: adzan diwaktu sholat, khusyu dalam sholat, terbiasa tertib dalam sholat berjamaah, terbiasa sholat Sunnah rawatib, membaca dan menghafal alquran, melaksanakan puasa sebulan penuh Ramadhan, dan terbiasa puasa Sunnah minimal 2 kali dalam sepekan.
Kompetensi Kepribadian Guru Berbasis Profetik di SMP Tahfidz Plus Khoiru Ummah Kota Bogor Agustin, Vazrin; Mahrudin, Amir; Suwilah
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13164

Abstract

kompetensi kepribadian merupakan kemampuan guru dalam memberikan contoh kepribadian yang baik, stabil, arif, dewasa, berwibawa dan berakhlak mulia, sehingga menjadi suri tauladan bagi peserta didik. Namun realitanya terjadi kasus pencabulan lima siswi SD oleh gurunya yang terjadi di Malang. Oleh karena Pendidikan profetik dapat menjadi solusi dalam permasalahan ini. Metode yang bercermin langsung dengan manusia sempurna yaitu Rasulullah SAW yang akan menjadi Rahmat di muka bumi. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif studi kasus di SMPTP Khoiru Ummah. Penelitian ini menggunakan model Milles dan Hubberman sebagai teknik analisis data. Dan menggunakan metode triangulasi teknik sebagai teknik keabsahan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru berbasis profetik di SMP Tahfidz Plus Khoiru Ummah. Berdasarkan hasil pengamatan, fenomena pendidikan profetik terlihat di SMP Tahfidz Plus Khoiru Ummah Kota Bogor menggunakan dasar kurikulum berbasis aqidah islam. visi misi sekolah yaitu salah satunya adalah “Menyiapkan guru-guru menjadi teladan dan pendidik terbaik bagi anak didiknya.” Oleh karena itu penelitian dilakukan untuk mengetahui Kepribadian profetik yang diterapkan oleh SMPTP Khoiru Ummah. Berdasarkan Hasil Penelitian, kepribadian profetik guru di SMPTP Khoiru Ummah berjalan dengan baik. Guru menerapkan tiga indikator profetik yaitu transendensi, humanisasi dan liberasi. Yaitu menjalankan perintah yang diberikan oleh Allah, selalu bersikap baik mengingatkan dalam kebaikan juga selalu saling mengingatkan jika terjadi kesalahan atau keburukan.