Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pelatihan Meningkatkan Kualitas Produk, Manajemen Dan Pemasaran Minuman Lidah Buaya “Hijau Daun” Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Vera Rimbawani Sushanty; Susi Ratnawati; Sutarman Sutarman
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.147

Abstract

Kegiatan pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kualitas produk, manajemen dan pemasaran. Adapun beberapa permasalahan yang ada terkait dengan mitra adalah permasalahan aspek produksi, permasalahan aspek manajemen, dan permasalahan aspek pemasaran. Metode kegiatan (1) pelatihan, praktek, dan pendampingan pembuatan minuman lidah buaya dengan berbagai varian rasa, (2) pelatihan, praktek, dan pendampingan materi manajemen proses bisnis tentang standar manajemen mutu, (3) pelatihan, praktek, dan pendampingan manajemen usaha berbasis syariah (4) desain dan layout ruang display produk baru, ruang produksi, ruang penyimpanan bahan baku dan produk, (5) rancang bangun mesin pengupas dan potong bahan baku lidah buaya. Hasil dan luaran: (1) produk minuman yang bervariasa rasa serta kemasan yang menarik, (2) dokumen proses bisnis dan manajemen mutu usaha, (3) mendapat modal pengembangan usaha, (4) desain dan layout ruang display untuk produk baru, ruang produksi, ruang penyimpanan bahan baku, dan produk.
Pelatihan dan Pendampingan UMKM Batik Tulis di Desa Jabaran Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Susi Ratnawati; Nurul Umi Ati
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 2 (2021): April, Pages 161-458
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i2.287

Abstract

Batik tulis merupakan batik tradisional Indonesia yang paling baik dan tradisional. Proses pembuatan batik tulis melalui tahap-tahap yang rumit, selain juga tidak dijumpai pola ulang yang dikerjakan sama, artinya meski sedikit pasti ada perbedaan, misalnya sejumlah titik atau lengkungan garis. Kekurangan ini merupakan kelebihan dari hasil pekerjaan tangan, karena pada proses pembatikan jenis ini sering terjadi gerakan spontan yang merupakan faktor pembeda dengan batik cap. Disamping itu, untuk batik cap desain dasar batiknya telah ditentukan terlebih dahulu dan di buat pola-polanya dalam sebuah papan cap/pencetak. Sedangkan batik tulis dilakukan secara manual yaitu digambar dengan tangan oleh para pengrajin-pengrajin. Hasilnya tentu berbeda, batik cap lebih terpola, teratur namun terkesan kaku sedangkan batik tulis lebih terkesan dinamis karena kesan desainnya yang lebih luwes sesuai dengan kreasi yang menggambarnya.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Menciptakan Kampung yang Bersih dan Asri di Desa Tebel Gedangan Sidoarjo Susi Ratnawati; Nurul Umi Ati; Kus Indarto
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 2 (2022): April, Pages 228 - 354
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i2.537

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Tebel Barat Desa Tebel Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu program dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pemberdayaan masyarakat dalam penataan kampung bendo dari kampung yang kumuh dan tidak tertata menjadi kampung yang tertata rapi, indah dan asri. Perkampungan yang kumuh menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh warga desa Tebel Barat kecamatan Gedangan. Atas inisiatis serta swadaya dari warga masyarakat, kampung Bendo dari kampung yang kumuh, banyak sampah, tidak tertata disulap menjadi kampong yang tertata rapi serta bersih. Dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki oleh warga kampung Bendo, yang merupakan asset yang dipunya oleh warga masyarakat., maka kampung Bendo ditata menjadi kampung nan asri. Metode dalam pelaksanaan program pengabdian ini adalah pelatihan, praktek, dan pendampingan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, manajemen, sosialisasi baik secara internal maupun secara eksternal. Pelatihan, praktek, dan pendampingan materi manajemen proses bisnis dan ISO 9001: 2015 tentang standar manajemen mutu. Pelatihan, praktek, dan pendampingan manajemen usaha berbasis syariah. Hasil dari program pengabdian ini adalah terciptanya kampung yang indah nan asri, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Pelatihan Pengasapan Ikan dengan Pengawet Alami dan Permodalan Syariah di Desa Penatarsewu Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Sri Wahyuni; Sri Umiyati; Susi Ratnawati; Titiek Indhira Agustin; Djoko Siswanto
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 2 (2023): April, Pages 121 - 220
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i2.777

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak ditemukan di Desa penatarsewu Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Ikan asap adalah produk ikan yang telah melewati proses pengasapan. Pengasapan ikan sendiri merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan yang telah dikenal sejak lama. Selama ini, produksi ikan asap yang dilakukan di Desa Penatsewu masih menggunakan metode tradisional yang dianggap kurang higienis dan hasil yang diperoleh tidak seragam. Dengan demikian mutu ikan asap yang dihasilkan menjadi tidak konsisten dan tidak ada jaminan keamanan produk ikan asap bagi konsumen. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terkait pengasapan yang benar menggunakan pengawet alami serta memberikan pelatihan terkait permodalan syariah, kemudian dilakukan evaluasi secara berkala. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terkait dengan permasalahan produksi ikan asap yang selama ini belum optimal. Secara proses, pengasapan menggunakan alat asap ramah lingkungan lebih higienis dibandingkan dengan pengasapan secara tradisional. Pengasapan dengan alat asap ramah lingkungan mempunyai masa simpan yang lebih lama dibandingkan tradisional. Penggunaan jenis bahan bakar pengasap yang berbeda dapat berpengaruh terhadap mutu ikan asap yang dihasilkan. Ada beberapa komoditas yang menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar asap, di antaranya sabut siwalan, bonggol jagung dan batok kelapa. Kesimpulannya, setelah pelatihan para pelaku UMKM ikan asap pengetahuannya bertamah, skill bertambah dan berpengaruh kepada hasil ikan asap yang lebih higienis dan awet.