Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOSIALISASI STRATEGI PEMASARAN PRODUK SECARA ONLINE OFFLINE KEPADA MASYARAKAT DESA SEKETI, BALONGBENDO, SIDOARJO Indah Noviandari; Bramastyo Kusumo; Syafi’i Syafi’i
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v6i1.5090

Abstract

Bambu merupakan salah satu tanaman yang populasinya banyak ditemui di sekitar masyarakat, terutama di Desa Seketi Kecamatan BalongBendo Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat Desa Seketi mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik dan sebagian menjadi pengrajin bambu, memiliki keahlian dalam memanfaatkan bambu untuk diolah menjadi kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang umumnya dibuat oleh masyarakat Desa Seketi ini seperti topi, tampah, tas, kipas, miniatur hiasan pajangan dari bambu, tudung saji. Tingginya jumlah populasi bambu dan terbatasnya upaya promosi yang dilakukan oleh masyarakat membuat mahasiswa KKN Tematik UBHARA, terutama yang berada di Desa Seketi berupaya untuk membuat masyarakat sadar bahwa hal ini merupakan potensi besar yang perlu dikembangkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menunjukkan kepada masyarakat luas jenis kerajinan tangan lain yang dapat dibuat dari bambu. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Selain kegiatan tersebut, potensi memasarkan produk bambu juga berpengaruh besar pada berlangsungnya kegiatan UMKM Desa. Minimnya pengetahuan masyarakat Desa Seketi tentang pemahaman pemasaran, Membuat adanya keinginan untuk memberikan pengarahan untuk memasarkan produk kerajinan bambu tersebut agar bisa disebarluaskan pada kalangan umum.Kata Kunci : Seketi,Bambu,Sosialisasi,dan Pemasaran
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga di Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk Enny Istanti; Indah Noviandari
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i1.2982

Abstract

Desa Kepuh merupakan desa yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Sampah adalah bagian dari bahan sisa makanan yang terkadang sering dianggap tidak dibutuhkan karena tidak mempunyai manfaat yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa Kepuh akan bahaya membuang sampah sembarangan dan manfaat dari pengolahan limbah sampah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara memberikan sosialisasi dan bimbingan kepada warga Desa Kepuh. Populasi adalah seluruh warga yang berada di RW. 01 dan Ibu-ibu pkk merupakan sample dari kegiatan ini. Hasilnya, selain memberikan manfaat ekonomi, pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna juga memberikan dampak sosial dan lingkungan berupa adanya pengetahuan dan pengalaman baru. Kesimpulan adalah [1] sampah memberikan dampak negatif jika dibiarkan, [2] Sampah akan berdampak positif jika diolah dengan baik, [3] Pengolahan sampah dilakukan dengan teknologi tepat guna, [4] Adanya komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakar, [5] Memberikan manfaat ekonomi.
Model Life Skill Berbasis Potensi Ekonomi Lokal Bagi Mantan Penderita Kusta Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan Jurnal Governance Jurnal Kebijakan & Manajemen Publik; Susi Ratnawati; Indah Noviandari
Governance, JKMP (Governance, Jurnal Kebijakan & Manajemen Publik) Vol 2 No 2 (2011): GOVERNANCE : Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik
Publisher : FISIP UWP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/gjkmp.v2i2.38

Abstract

Today there has been found 69 leprosy colony at 21 province in Indonesia. This reflects that discrimination is still high. “The settlement of Leprosy is exist because they are afraid return to their society, so they will feel saver if they colonize and live in the community. They are increasingly underdeveloped, abandoned and discriminated. Unfortunately, there are a lot of society living in poverty, so this disease still emerges. Socioeconomic has the main role that’s why this disease is more experienced in poor people than the rich. The study want to review comprehensively about Life Skill Implementation Model based local economy in effort to poverty alleviation for former leprosy in East Java and review the relationship causal factors which influence either related to life education/ability problem or poverty one. The result of the study in the first year are: giving chance and increasing the ability of poor people to former leprosy concerning: the easiness to obtain resources, increasing life skill, the utilization of technological process, utilizing the market continuously, and getting services from other financing process. Life Skill Implementation Model based on Local Economic potential as following: insight, paradigm and mental attitude of learning resident is increased so they able to optimize their own potential, change the challenge to increase their living. The increasing of quality facilitation toward the education program implementation of life skill is to supervise the program so the purpose will be achieved, accompaniment model is developed to support life skill education program, optimize the role in every department to implement and develop life skill program as with characteristic and region potential.
Financial technology-based management and finance integration strategy to realize organizational sustainability Elly Yuniar Nitawati; Nurul Iman; Indah Noviandari
Nomico Vol. 2 No. 12 (2026): Nomico-January
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/8zhrtr64

Abstract

This study aims to critically analyze the strategy of integrating financial technology-based management and finance in realizing organizational sustainability. Digital system integration is often perceived as a rational solution to fragmented organizational management, but empirical practice shows that integration does not always result in substantive strategic alignment. This study uses a qualitative approach with a theoretical-analytical qualitative design to explore the dynamics of integration, the quality of decision-making, organizational governance, and their implications for sustainability. Data were collected through in-depth interviews with strategic organizational actors, non-participatory observation, and document analysis, then analyzed using thematic and conceptual approaches. The results show that financial technology-based integration can improve operational efficiency, information transparency, and decision-making speed, but also has the potential to create an illusion of integration when focused solely on technical aspects. The dominance of financial logic, decision centralization, and systemic dependency emerge as consequences that narrow strategic flexibility. From a sustainability perspective, technological integration strengthens short-term operational resilience, but does not necessarily drive long-term strategic transformation. This study emphasizes that organizational sustainability requires a reflective, participatory, and balanced integration approach between efficiency, control, and adaptability, so that technology functions as a strategic enabler, not the ultimate goal of organizational management.  
The Influence of Organizational Digital Culture and Adaptive HRM Practices on Innovative Work Behavior: The Mediating Role of Employee Engagement in Large Manufacturing Firms in Surabaya Elly Yuniar Nitawati; Nurul Iman; Indah Noviandari; Sari Handayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menguji pengaruh budaya digital organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia (HRM) adaptif terhadap perilaku kerja inovatif pada perusahaan manufaktur besar di Surabaya, dengan keterikatan karyawan sebagai variabel mediasi. Transformasi digital di industri manufaktur menuntut karyawan tidak hanya patuh pada prosedur, tetapi juga aktif mencari perbaikan proses berbasis data. Penelitian menggunakan desain kuantitatif melalui survei pada karyawan lintas fungsi produksi, quality, engineering, dan rantai pasok. Instrumen mengukur budaya digital (orientasi data, kolaborasi lintas unit, keterbukaan pada eksperimen), HRM adaptif (reskilling, dukungan pembelajaran, fleksibilitas peran, umpan balik kinerja), keterikatan karyawan, serta perilaku kerja inovatif. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan persamaan struktural untuk menilai hubungan langsung dan pengaruh tidak langsung. Hasil pengujian model mengindikasikan bahwa budaya digital organisasi dan praktik HRM adaptif berkaitan positif dengan keterikatan karyawan, dan keterikatan karyawan berkaitan positif dengan perilaku kerja inovatif. Selain itu, keterikatan karyawan berperan sebagai mekanisme penjelas yang memperkuat pengaruh budaya digital dan HRM adaptif terhadap inovasi kerja, sehingga investasi teknologi perlu diimbangi dengan pengalaman kerja yang memicu vigor, dedication, dan absorption. Temuan ini menegaskan pentingnya menyelaraskan agenda transformasi digital dengan tata kelola SDM yang lincah, adil, dan berorientasi pengembangan agar ide perbaikan dapat muncul dan diimplementasikan secara konsisten pada lingkungan manufaktur. Implikasi praktis meliputi penguatan budaya berbagi pengetahuan, program pelatihan berbasis kebutuhan lini, dan sistem apresiasi untuk inisiatif inovatif. Responden dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria masa kerja minimal enam bulan. Kontribusi studi ini memperluas bukti pada sektor manufaktur Indonesia dan memberi dasar penyusunan kebijakan HR berbasis data yang inklusif dan berkelanjutan praktis.
Sosialisasi dan Edukasi Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui media digital di sekolah, wilayah desa Proppo kabupaten Pamekasan Madura Elly Yuniar Nitawati; Nurul Iman; Indah Noviandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5196

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah di Desa Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura melalui pemanfaatan media digital. Kegiatan menggunakan pendekatan promosi kesehatan berbasis sekolah dengan desain evaluasi satu kelompok pre test dan post test, dilengkapi observasi perilaku serta penguatan selama empat minggu. Tahap awal mencakup koordinasi dengan mitra sekolah, pemetaan kebutuhan PHBS, asesmen sarana cuci tangan, kebersihan toilet, dan pengelolaan sampah, serta pengukuran awal pengetahuan siswa. Intervensi disusun dalam paket konten digital yang terdiri dari video edukasi singkat, poster digital, dan kuis interaktif, lalu diimplementasikan melalui pemutaran video di kelas, diskusi terarah, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, simulasi etika batuk dan bersin, serta penyusunan kesepakatan kelas. Penguatan dilakukan melalui pengingat berkala dan tantangan PHBS mingguan yang dipantau guru menggunakan checklist sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah sesi edukasi, serta perbaikan awal pada indikator perilaku yang paling mudah dipraktikkan dan dipantau, terutama kebiasaan cuci tangan sebelum makan dan ketertiban membuang sampah. Faktor pendukung utama adalah peran guru sebagai fasilitator, ketersediaan sarana dasar, dan konsistensi penguatan selama masa tindak lanjut. Program menghasilkan luaran berupa paket media digital PHBS, panduan guru, serta instrumen evaluasi yang dapat digunakan ulang. Secara keseluruhan, edukasi PHBS berbasis media digital efektif sebagai pemicu pembiasaan di sekolah dan layak direplikasi dengan penyesuaian sarana serta penguatan rutin. Selain edukasi, program mendorong partisipasi siswa melalui praktik dan penugasan sederhana, sehingga pesan sekolah terhubung dengan keluarga. Evaluasi merangkum umpan balik guru dan siswa untuk perbaikan materi dan strategi implementasi berikutnya selanjutnya.
The Effects of Economic Growth, The Minimum Wage, and the Unemployment Rate on the Number of People Living in Poverty in East Java, 2020–2024 Anggraeni Rahmasari; Fatihul Khoir; Indah Noviandari; Adisty Amanda Putri
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 7 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i7.53402

Abstract

This study aimed to analyze the partial and simultaneous effects of economic growth, minimum wages, and unemployment rates on the number of people living in poverty in East Java Province from 2020 to 2024, as well as to identify the dominant variables influencing poverty levels. This research employed a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Statistics Agency of East Java Province. The data consisted of information related to the number of people living in poverty, economic growth, minimum wages, and unemployment rates during the 2020–2024 period. The results of the partial testing (t-test) showed that the economic growth variable, measured by Gross Regional Domestic Product (GRDP), did not have a significant effect on the number of people living in poverty in East Java Province during the study period, with a significance value of 0.508, which was greater than the 0.05 significance level. In contrast, the minimum wage variable (Upah Minimum Provinsi or UMP) and the open unemployment rate variable (Tingkat Pengangguran Terbuka or TPT) had significant effects on poverty levels, with significance values of 0.017 and 0.007, respectively, which were below the 0.05 threshold. Meanwhile, the results of the simultaneous testing (F-test) indicated that economic growth (GRDP), minimum wages (UMP), and open unemployment rates (TPT) collectively had a significant effect on the number of people living in poverty in East Java Province during the 2020–2024 period, with a significance value of 0.029, which was lower than 0.05.