Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA KELAS B REGULER TA 2016/2017 MELALUI PENGGUNAAN BAHAN AJAR BIOGEOGRAFI BERBASIS KONSTRUKTIVIS DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Mona Adria Wirda; Nurmala Berutu; Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6039

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan berfikir kritis mahasiswa melalui penggunaan bahan ajar Biogeografi di kelas B regular tahun ajaran 2016/2017. Bahan ajar Biogeografi yang akan digunakan dikembangkan sesuai dengan pendekatan konstruktivis. Indikator kemampuan berfikir kritis yang digunakan sebagai landasan penelitian ini 10 kunci kemampuan berfikir kritis oleh Beyer (Sapriya, 2009) yang paling banyak digunakan dalam disiplin ilmu sosial. 10 kunci kemampuan kritis ini merupakan hasil consensus dari sejumlah pakar ilmu sosial, hasil penelitian dan pengalaman di kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei-oktober 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, Subjek penelitian ialah seluruh mahasiswa yang mengambil matakuliah Biogeografi. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas B regular TA 2016/2017 dan objek penelitian ialah kemampuan berfikir kritis mahasiswa Kelas B regular TA 2016/2017. Pengumpulan data kemampuan berfikir kritis menggunakan 10 kunci kemampuan berfikir kritis beyer dalam bentuk rating scale. Selain itu, juga digunakan angket berbentuk likert scale untuk mengukur respon mahasiswa mengenai penggunaan bahan ajar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan hampir semua anak mengalami peningkatan kemampuan berfikir kritis walaupun tidak terlalu signifikan, peningkatan terbesar sebesar 54% dan terendah -8%. (2) persepsi mahasiswa mengenai bahan ajar ini tergolong bagus. 64% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa buku ini berguna bagi mereka, dan 36 % lagi menyatakan setuju. 91 % mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini sangat jelas dan mudah dipahami. Selanjutnya, 73% mahasiswa menyatakan bahwa pertanyaan yang diajukan di dalam bahan ajar ini juga sudah jelas serta isi pembelajaran sudah sesuai dengan harapan mereka. Beberapa hal yang perlu diperbaiki ialah desain buku serta tata gambar, tabel dan diagram.Kata kunci : berfikir kritis, bahan ajar, konstruktivis
FRONT MATTER (Cover, Editorial Team, Daftar Isi, Kata Pengantar) Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8767

Abstract

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI STRATEGI PENGELOLAAN PESISIR PURWOREJO-JAWA TENGAH (Studi Kasus : Areal Bekas Penambangan PT ANTAM) Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5257

Abstract

Pasir besi memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki manfaat pendukung yang sangat besar bagi industri. Pasir besi dengan potensi tinggi terdapat di pantai selatan Jawa, salah satunya di pesisir Purworejo. Survei lapangan yang dilakukan di Pesisir Kabupaten Purworejo bertujuan untuk meninjau dan mengkaji kondisi dari berbagai aspek daerah penambangan pasir besi. Kerusakan fisik yang utama pada bekas pertambangan antara lain kerusakan bentanglahan gumuk pasir dengan terbentuknya banyak lembah atau kubangan akibat pengambilan pasir. Penambangan pasir besi yang dilakukan di Purworejo menggambarkan bahwa disatu sisi aktivitas ini meningkatkan nilai perekonomian daerah tetapi disisi lain kegiatan ini juga merusak ekositem pesisir pantai selatan Jawa. Kendala dalam bidang peternakan dan pertanian yang dialami saat ini antara lain masih minimnya antusiasme masyarakat dalam bidang peternakan dan pertanian serta terbatasnya modal dalam pengembangan peternakan dan pertanian. Berdasarkan perspektif dalam sosial ekonomi masyarakat terlihat bahwa respon warga cukup baik terhadap program pembangunan kembali kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pasca penambangan pasir besi yang dilakukan oleh PT. ANTAM. Beberapa hal yang masih menjadi kekurangan dalam program pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat yaitu terkait dengan distribusi modal yang terlihat kurang merata.Kata kunci: Pasir besi, Pesisir, Purworejo, ANTAM
KAJIAN GEOGRAFIS PERBATASAN LAUT ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA Riki Rahmad; Mona Adria Wirda; Ali Nurman
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5782

Abstract

Terjadinya berbagai ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia di kawasan perbatasan, salah satunya, adalah karena belum terselesaikannya batas maritim antara kedua negara di berbagai tempat. Ambalat adalah blok dasar laut (landas kontinen) yang berlokasi di sebelah timur Pulau Kalimantan. Sebagian besar atau seluruh Blok Ambalat berada pada jarak lebih dari 12 mil dari garis pangkal sehingga termasuk dalam rejim hak berdaulat (sovereign rights), bukan kedaulatan (sovereignty). Sengketa atas Blok Ambalat bermula saat Petronas memberikan blok konsesi kepada Shell untuk kawasan yang sebelumnya sudah dikonsesikan oleh Indonesia kepada Unocal dan ENI. Kunci penyelesaian kasus Ambalat pada dasarnya adalah penetapan batas maritim antara kedua negara di Laut Sulawesi. Penetapan garis batas maritim antarnegara adalah salah satu pekerjaan rumah yang harus selalu mendapat perhatian. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memandang laut sebagai satu kesatuan tak terpisahkan dari daratan, Indonesia memang sudah selayaknya memerhatikan wilayah dan yurisdiksi maritimnya.Kata Kunci: Indonesia, Batas Laut, Ambalat, UNCLOS, MaritimThe occurrence of tensions between Indonesia and Malaysia in the border region, one of which, is due to unresolved maritime boundaries between the two countries in various places. Ambalat is a block seabed (the continental shelf) located east of the island of Borneo. Most or all Ambalat located at a distance of more than 12 miles from the baselines that are included in the sovereign rights regime (sovereign rights) and not sovereignty (sovereignty). The dispute over Ambalat began when Petronas give concessions to Shell's block area that previously has been concessions by Indonesia to Unocal and ENI. Key completion Ambalat case is a maritime delimitation between the two countries in the Sulawesi Sea. The determination of the maritime boundary line between countries is one chore that should always get attention. As the largest archipelago in the world who see the ocean as a whole parcel of land, Indonesia had been properly noticed territory and maritime jurisdiction.Keywords: Indonesia, Sea Borders, Ambalat, UNCLOS, Maritime
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PESISIR PANTAI SRI MERSING DESA KUALA LAMA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA Yemima Zebua; Pradinda Krisna Wildani; Andika Lasefa; Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6923

Abstract

Pantai Sri Mersing merupakan pantai dengan potensi laut yang cukup tinggi dalam hal perikanan. Banyak nelayan yang memanfaatkan potensi laut (perikanan) tersebut dalam rangka peningkatan perekonomian mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan mengenai rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan di Desa Kuala Lama, dan dapat mendeskripsikan faktor-faktor penyebabnya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah melalui metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian nelayan yang berada di sekitar pantai Sri Mersing. Walaupun memiliki potensi laut yang besar, hal ini bukan jaminan bahwa nelayan di sekitar perairan Pantai Sri Mersing ini hidup sejahtera. Faktanya masih banyak nelayan yang status ekonominya masih rendah. Sebuah ketimpangan dimana teori yang mengatakan kalau potensi yang besar akan mengahasilkan masyarakat yang sejahtera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan Pantai Sri Mersing, diantaranya sumberdaya manusia yang masih sangat rendah, metode penangkapan ikan yang masih tradisional, kebiasaan yang buruk dalam pengelolaan keuangan, kepemilikan modal, serta teknologi yang digunakan sangat terbatas.Kata Kunci: nelayan, pesisir, kesejahteraan
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Berbasis Project Pada Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi TA 2017/2018 Mona Adria Wirda; Rosni Rosni; Nurmala Berutu; Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.10443

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis project pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi dengan menggunakan model ADDIE. Selain itu, juga bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah evaluasi hasil belajar geografi TA 2017/2018, dan (2) mendeskripsikan respon mahasiswa TA 2017/2018 terhadap LKM yang telah dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes dan lembar v­alidasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data respon mahasiswa terhadap penggunaan LKM di kelas A Reguler TA 2016/2017, tes digunakan untuk menilai hasil belajar mahasiswa melalui penggunaan LKS berbasis project, dan lembar validasi untuk mengukur kelayakan LKM yang dikembangkan. Validasi LKM dilakukan oleh 2 orang validator materi dan media. Indikator penilaian kelayakan LKM berupa kelayakan isi atau materi, kebahasaan, kegrafisan dan penyajian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKM berbasis project sangat layak digunakan (2) hasil belajar mahasiswa kelas A Reguler TA 2017/2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan dari ketiga nilai pre-test, mid semester dan post-test, namun hasil belajar secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan dimana dari 26 mahasiswa, hanya 15 mahasiswa yang mendapat nilai di atas KKM, (3) respon mahasiswa terhadap LKM berbasis project cukup baik. Kata kunci : Pengembangan, LKM, ADDIE, Project The purpose of this study was to develop student worksheets (MFIs) in order to evaluate project-based Geography Learning using the ADDIE development model in the academic year 2017/2018. In addition, it also aims to: (1) improve student learning outcomes in the course of evaluating geography learning outcomes in Regular Class A 2017/2018 school year, and (2) describe students' responses to the developed student worksheets. Data collection was carried out with questionnaires, tests and validation sheets. The questionnaire is used to assess the student responses to the use of the worksheet, the test is used to assess student learning outcomes through the use of project-based worksheets, and validation sheets for feasibility of project-based student worksheets. Assessment of the feasibility of student worksheets is carried out by 2 material and media validators. Indicators evaluate the appropriateness of student worksheets in the form of content or material feasibility, linguistics, graphics and presentations. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The results showed that (1) project-based student worksheets were very feasible to use %, (2) the learning outcomes of Regular Class A students in the academic year 2017/2018 had increased compared to the pre-test, semester semesters and post-test , but still not significant, where out of 26 students, only 15 students scored more than 80 Minimum Completeness Criteria - KKM, (3) student responses to project-based student worksheets were good.Key words: Development, LKM, ADDIE, Project
The Impact of Rob Flood and Community Adaptation in Coastal Area of Medan Belawan, Medan City, North Sumatra, Indonesia Riki Rahmad; Budi Rahmah Panjaitan; Denara Silaban; Mugi Rahayu Muladi
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.6902

Abstract

This study aims to determine the impact of rob flood and adaptation of coastal communities in Medan Belawan District Medan City. The research method used is descriptive qualitative research method. The direct location of flooding review is at Jalan Serdang which belongs to Belawan I urban village. The result shows that the rob flood that hit Medan Belawan District has varying height. Several villages affected by the flood were Belawan I, Belawan II, Belawan Bahagia, Belawan Bahari, Belawan Sicanang and Bagan Deli. Rob flood occurs twice a day at around 02.00 am and 13.00 pm to 16.00 pm. Rob floods give impacts of damage to buildings especially shelter, increased salinity of water resources, damage to pond land, damage to work equipment or vehicles used by everyday people. Rob floods also disrupt the activities of fishers and traders because when the floods occur, fishers are forced to stop while fishing and income is reduced, as well as the supply of fish to the market. Community adaptation to rob floods in Medan Belawan District is adaptation to residential buildings and adaptation to the availability of clean water sources.Key words: coastal communities, rob flood, adaptationPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  dampak banjir rob dan adaptasi masyarakat kawasan pesisir di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Metode penelitian yang  digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif . Lokasi langsung peninjauan banjir ialah di Jalan Serdang yang termasuk kedalam Kelurahan Belawan I. Hasil penelitian menunjukkna bahwa banjir rob yang melanda Kecamatan Medan Belawan mempunyai ketinggian yang bervariasi. Beberapa kelurahan yang terkena banjir rob antara lain Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan II, Kelurahan Belawan Bahagia, Kelurahan Belawan Bahari, Kelurahan Belawan Sicanang dan Kelurahan Bagan Deli. Banjir rob terjadi dua kali dalam sehari yakni sekitar pukul 02.00 pagi dan 13.00 siang hingga pukul 16.00 sore hari. Banjir rob memberikan dampak berupa kerusakan bangunan khususnya tempat tinggal, salinitas sumber air meningkat, kerusakan lahan tambak, kerusakan pada peralatan kerja atau kendaraan yang digunakan masyarakat sehari-sehari. Banjir rob juga mengganggu aktivitas nelayan  dan pedagang karena saat banjir terjadi, nelayan terpaksa berhenti sementara melaut dan penghasilan pun berkurang, begitu juga dengan pasokan ikan ke pasar. Adaptasi yang dilakukan masyarakat terhadap banjir rob di Kecamatan Medan Belawan antara lain adaptasi pada bangunan tempat tinggal dan adaptasi pada ketersediaan sumber air bersih.Kata kunci : masyarakat pesisir, banjir rob, adaptasi
Spatiotemporal Analysis of Land Surface Temperature in Tainan City by using Landsat 5 & Landsat 8 Rahmad, Riki; Gong, Zhiyu; Yang, Zhaohui; Guo‬‬, Meijun
JURNAL GEOGRAFI Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v15i1.37183

Abstract

Taiwan is a subtropic-tropic island with densely populated in the coastal plains surrounding its mountains. In recent years, due to global warming and the urban heat island effect, the surface temperature has continued to rise, and the seasonal temperature changes are also very different. Increased surface temperatures, particularly in cities, are a major environmental issue that intensifies urban heat islands (UHIs). Decadal time-series analysis has historically relied on meteorological data. Due to the limited availability of remote sensing technology, decadal analysis of land surface temperature has been a serious concern. However, according to advanced technologies in remote sensing methods and sophisticated GIS software, Land Surface Temperature (LST) now can be estimated using thermal bands. The objective of this study is to monitor the spatiotemporal changes of the land surface temperature using Landsat 5 and Landsat 8. Tainan city, which is a highly developed city in southern Taiwan, is selected as the research area. The changes in the land surface temperature are assessed between the years 2007 and 2021. It simply requires applying a set of equations through a raster image calculator using ArcGIS. The LST of any Landsat satellite image can be retrieved by following steps: 1) Top of Atmospheric Spectral Radiance; 2) Conversion of Radiance to At-Sensor Temperature; 3) Calculating NDVI; 4) Calculating the Proportion of Vegetation; 5) Determination of ground emissivity, and 6) Calculating Land Surface Temperature. Near Infra-red are used to obtain Normalized Different Vegetation Index (NDVI). The results show that the average surface temperature of Tainan City increased slightly by 1.1 0C. The most significant increase in temperature was in the northern region of Tainan City which was the agricultural area that was in the post-harvest period.Keywords: Land Surface Temperature (LST), Landsat 5, Landsat 8, Tainan City, GIS