Articles
Factor Analysis of Causes and Solutions of Stunting Cases in Indonesia: Literature Review
Lubis, Dita Anggriani;
Agustia, Dilma'aarij;
Br Gultom, Ria Fazelita;
Nainggolan, Wiwiek Elsada;
Khoiriyah, Fitri;
Hidayati, Yusmalia
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22202/mamangan.v13i2.7081
Stunting is one of the Sustainable Development Goals (SDGs) targets included in the sustainable development goals, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. Reducing the stunting rate by 40% by 2025 is the target set. Malnutrition, especially during the First 1000 Days of Life (HPK), can result in stunting. Stunting can impact motor and verbal development, increase degenerative diseases, morbidity and death. In addition, stunting can result in stunted growth and development of neuron cells, thereby affecting cognitive development in children. In this research, the method used is a literature study with a method of searching, combining essences and analyzing facts from several scientific sources that are accurate and valid. In the results of this research, we found articles regarding stunting prevention which stated that promotive and preventive efforts using various media and methods could influence knowledge, attitudes and even pregnant women regarding stunting prevention. Providing education in various methods and using it in various educational media can increase knowledge and attitudes and since pregnancy, behavior regarding stunting prevention can be implemented.
Perkembangan Psikososial Anak Usia 3-4 Tahun di Daycare
Agustia, Dilma’aarij Riski;
Setyaningsih, Wahyu;
Suharno, Budi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 3 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/aulad.v3i3.75
Perkembangan psikososial perlu mendapat perhatian serius karena sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya, menentukan anak dalam bersikap, mengambil keputusan di masa depan. Perkembangan psikososial membutuhkan stimulus dan rangsangan yang tepat agar berkembang secara optimal. Penelitian ini untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran hasil perkembangan psikososial anak usia 3-4 tahun di Daycare Kota Malang. Metode: desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Jumlah sampel 39 anak yang dipilih secara proportional random sampling. Data tentang perkembangan psikososial diperoleh menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional dan kuesioner tambahan yang telah diuji validasi dan reabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 43,6% anak memiliki perkembangan psikososial yang menyimpang (KMME) dan 15,4% anak memiliki perkembangan psikososial yang kurang (kuesioner tambahan). Hal ini dikarenakan kurangnya pemberian stimulus oleh orangtua dan pengasuh daycare. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perkembangan psikososial anak usia 3-4 tahun dengan pemberian stimulus yang tepat.
Development of sustainable green medicine strategy for adolescent anemia prevention: a mix methods
Khoiriyah, Fitri;
Agustia, Dilma’aarij;
Maisaroh, Cindy;
Gulo, Gracetine Novemsia
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 3, 2025
Publisher : Alma Ata University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).223-232
ABSTRAK Latar Belakang: Anemia pada remaja putri berdampak pada imunitas, remaja yang mengalami anemia imunitasnya cenderung lebih rendah sehingga mudah terserang infeksi. Kebugaran tubuh dapat berkurang dan penurunan prestasi dalam belajar. Defisiensi besi dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan kadar ferritin. Green medicine memanfaatkan potensi tanaman herbal dan sumber daya alam yang memiliki aktivitas biologis untuk meningkatkan kadar ferritin dalam tubuh secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi berkelanjutan green medicine yang efektif dan dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kesehatan remaja putri yang menderita anemia defisiensi besi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah mix method. Metode kuantitatif menggunakan analisis univariat yang tujuan untuk mengetahui kadar ferritin remaja putri serta dilakukan pengukuran asupan nutrisi remaja putri menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Metode kualitatif menggunakan analisis tematik dan serta pengembangan produk menggunakan analisis SWOT. Hasil: Hasil kuantitatif menunjukkan sebanyak 5 (15.6%) remaja putri mengalami anemia dengan kadar ferritin dibawah normal (Mean = 9.9 μg/L) sehingga mayoritas kadar ferritin responden normal. Remaja yang anemia 100% asupan iron sebesar 8 ± 4.2 mg dan vitamin C sebesar 70 ± 70.5 μgRE. Hasil kualitatif menunjukkan pengembangan produk green medicine ini mempertimbangan keseluruhan aspek dari kualitas, khasiat, tampilan produk dan distribusi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa produk green medicine yang berkelanjutan memerlukan bahan dasar local wisdom dan bekerjasama dengan stakeholder lintas sectoral.Kesimpulan: Pengembangan produk green medicine disesuaikan dengan bahan dasar local wisdom yang mengandung kebutuhan vitamin C dan iron yang seimbang untuk bisa memenuhi asupan nutrisi remaja putri anemia ini dengan mempertimbangkan kualitas, khasiat, tampilan produk dan proses pendistribusiannya sehingga dapat menangani serta mencegah angka anemia di kalangan remaja putri secara berkelanjutan. KATA KUNCI: anemia; feritin; green mecidine; remaja putri; mix method ABSTRACTBackground: Anemia in adolescent girls has an impact on immunity, adolescents who experience anemia tend to have lower immunity so they are susceptible to infection. Body fitness can be reduced and decreased achievement in learning. Iron deficiency can be identified by checking ferritin levels. Green medicine utilizes the potential of herbal plants and natural resources that have biological activity to increase ferritin levels in the body naturally. This study aims to develop a sustainable green medicine strategy that is effective and can be widely applied to improve the health of adolescent girls suffering from iron deficiency anemia. Methods: The research method used was mixed method. The quantitative method uses univariate analysis which aims to determine the ferritin levels of adolescent girls and to measure the nutritional intake of adolescent girls using the SQ-FFQ questionnaire. Qualitative methods use thematic analysis and product development using SWOT analysis. Results: Quantitative results showed that 5 (15.6%) adolescent girls were anemic with ferritin levels below normal (Mean = 9.9 μg/L) so the majority of respondents' ferritin levels were normal. Adolescents who are anemic 100% iron intake of 8 ± 4.2 mg and vitamin C of 70 ± 70.5 μgRE. Qualitative results show that the development of green medicine products considers all aspects of quality, efficacy, product appearance and distribution. The results of the SWOT analysis show that sustainable green medicine products require local wisdom ingredients and collaboration with cross-sectoral stakeholders.Conclusion: The development of green medicine products is adjusted to the basic ingredients of local wisdom which contain balanced vitamin C and iron requirements to be able to meet the nutritional intake of anemic adolescent girls by considering the quality, efficacy, product appearance and distribution process so that it can handle and prevent anemia rates among adolescent girls in a sustainable manner. KEYWORDS: adolescent girls; anemia; ferritin; green mecidine; mix method
PENTINGNYA EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA
Agustia, Dilma'aarij
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.56429
Pemberian edukasi tentang pencegahan pernikahan dini terhadap remaja merupakan metode preventif yang bisa dilakukan secara tepat. Semakin maraknya pergaulan bebas yang dapat menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan dan berujung pada penikahan dini, dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih serius lagi, seperti belum siapnya mental remaja untuk menjalankan pernikahan dan berperan sebagai orangtua serta belum matangnya organ reproduksi remaja yang bisa menyebabkan risiko dalam proses kehamilan, bersalin dan nifas. Hal ini menjadi kontribusi yang nyata dari Sustainable Development Goals (SDGs) goals 3. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putra dan putri tentang pentingnya pencegahan pernikahan usia dini serta pendewasaan usia perkawinan, Edukasi diberikan kepada remaja Tingkat kahir di bangku SMA tentang pengertian pernikahan usia dini, dampak pernikahan usia dini terhadap mental dan juga kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah. Metode ceramah untuk memberikan penjelasan mengenai pernikahan usia dini. Kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta memahami dan menerima edukasi dengan sangat baik, dibuktikan dengan antusias dan menjawab pertanyaan dengan benar.
Kelas Persiapan Menyusui: Pendekatan Holistik Untuk Kesehatan Ibudan Bayi Melalui ASI Eksklusif
Agustia, Dilma'aarij;
Sipayung, Novitri Adelina;
Dita, Dita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/f2zytw12
Angka cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, padahal ASI merupakan sumber gizi utama yang berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Rendahnya keberhasilan menyusui sering disebabkan oleh kurangnya persiapan ibu, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang menyeluruh sejak masa kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam memberikan ASI melalui "Kelas Persiapan Menyusui" dengan pendekatan holistik. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Kasih Bunda, melalui serangkaian metode seperti penyuluhan partisipatif dan pelatihan praktik menyusui. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta observasi langsung praktik menyusui dengan bantuan model anatomi payudara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan ibu hamil dalam menyusui secara eksklusif. Selain itu, praktik langsung turut memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam kelas persiapan menyusui dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong keberhasilan ASI eksklusif, serta mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan
A Holistic Approach in the Prevention of Type 2 Diabetes Mellitus: Mini Review of Lifestyle Integration Starting from a Young Age
Agustia, Dilma'aarij Riski;
Khoiriyah, Fitri;
Ananda, Vita;
Avrilianda, Devi;
Tiara, Fahlani
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69836/medical-jkk.v2i1.273
Background: Diabetes mellitus is a significant global health problem with increasing prevalence worldwide. This study aims to analyze the existing evidence regarding the prevention of type 2 diabetes mellitus by integrating lifestyle patterns from a young age. Methods: This study is a literature review research that uses guidelines from PROSPERO with prism flow diagram in selecting articles. The keywords used were “Diabetes Mellitus” OR “Diabetes Mellitus Type 2” AND “Young Age” AND “Lifestyle”. Research that discusses the prevention of type 2 diabetes mellitus with a young age lifestyle published between 2023 and 2024 in English and Indonesian. Results: Of the 5 studies analyzed, it was found that effective strategies in preventing type 2 diabetes mellitus, especially at a young age, are a healthy lifestyle, regular exercise, stress management, increasing health literacy and social support from family and environment. Conclusion: prevention of type 2 diabetes mellitus requires a holistic approach that considers various aspects applied from a young age, from early prevention to ongoing management
Risk Factors Causing Stunting in the Community at Sicanang Health Center
Lubis, Dita Anggriani;
Agustia, Dilma'aarij Riski;
Br Gultom, Ria Fazelita;
Hidayati, Yusmalia;
Girsang, Rut Yohana;
Sipayung, Novitri;
Meidita, Dinda Dian
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 2 (2025): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55299/ijphe.v4i2.1281
Stunting is the inadequate intake of nutrients from the womb in children until the age of five, which is characterized by stunted height. As a result of these chronic malnutrition conditions, it can systemically inhibit the development of children in the first two years of life so that children become stunted. This study is a quantitative study with a cross-sectional design conducted at the Sicanang Medan Health Center. For respondent collection, the sampling procedure was carried out using the total sampling technique on stunting data from the Sicanang Medan Health Center. Analysis was carried out with descriptive, bivariate and multivariate analysis using multiple logistic regression analysis test. The analysis was carried out to find the most influential risk factors for the incidence of stunting cases at the Sicanang Health Center. The results of multivariate analysis by considering confounding factors showed that the most influential factors on the incidence of stunting were mothers who married too young (aOR = 0.64; 95% CI = 0.21-1.49; p-value = 0.046) and child spacing below 2 years young (aOR = 1.53; 95% CI = 0.22-2.83; p-value = 0.023).
The Effect of Cinnamon Extract on Blood Sugar Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: A Meta-Analysis
Agustia, Dilma'aarij;
Muda Marpaung , Sutan Sahala;
Lubis, Dita Anggriani
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 10 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/jkkt.v10i1.504
Background: Diabetes Mellitus is still a global problem today. This is demonstrated by the 2018 global data, which indicates that diabetes mellitus is the ninth leading cause of mortality and that the number of people with the disease has quadrupled over the last three decades. This research aims to estimate the magnitude of the impact intervention in giving cinnamon extract based on the findings of several earlier research. Methods: This study uses secondary data sources with a systematic approach utilizing meta-analyses and PICO. The population consists of patients with type 2 diabetes., Intervention is giving extra cinnamon. The outcome is blood sugar levels. Keywords for the articles searched were as follows: “cinnamon” AND “Diabetes mellitus type 2” AND “randomized controlled trial”. The articles that are part of it. This research uses a randomization-controlled trial study design and is a full-text article. Utilizing the PRISMA flow diagram, articles are gathered. They used the Review Manager 5.3 program to analyze. Results: Research indicates that giving individuals with type 2 diabetes mellitus additional cinnamon eating interventions significantly lowers their blood sugar levels (Standardized Mean Difference = -0.74; 95% CI = -1.67 to 0.18; p= 0.110). Conclusion: The consumption of cinnamon supplements has been shown to significantly lower blood glucose levels in individuals with type 2 diabetes mellitus. Therefore, cinnamon supplementation may be considered as a complementary strategy in the dietary management of type 2 diabetes, alongside standard pharmacological and lifestyle interventions.
Effects of cinnamon extract on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients: Randomized Controlled Trial (RCT)
Agustia, Dilma'aarij;
Marpaung, Sutan Sahala Muda;
Lubis, Dita Anggriani
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/action.v10i2.2261
Cinnamon is an herbal remedy proven to lower blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus (DM). Cinnamon contains coumarin, which reduces the blood sugar levels. This study aimed to determine whether administration of a higher dose of cinnamon could lower blood sugar levels in individuals with type 2 diabetes mellitus. Methods: This study employed a randomized controlled trial (RCT) design and was conducted at the Medan Denai Health Center from November to December 2023. Participants were randomly selected and divided into two groups: the intervention group, which received cinnamon extract (n= 15), and the control group (n= 15), which did not receive any treatment. The dose was 10 mg/day. Blood sugar levels were measured using a standardized instrument and data were analyzed using the Kruskal–Wallis test. Results, before receiving cinnamon extract, the average blood sugar level was 238,80 mg/dL in the intervention group and 225,33 mg/dL in the control group. After cinnamon extract administration, the intervention group showed a significant reduction of 127,73 mg/dL, whereas that of the control group remained at 222,20 mg/dL. Statistical analysis revealed a significant difference in the blood sugar levels following cinnamon extract administration (p< 0,001). In conclusion, cinnamon extract supplementation can help lower blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
Pemberdayaan Pregnant and Postpartum Family Dalam Management ASI dan Harvesting Colostrum
Agustia, Dilma'aarij;
Lubis, Dita Anggriani;
Avrilianda, Devi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/hxpfzq47
Menyusui menjadi salah satu tantangan ibu nifas yang membutuhkan banyak perhatian. Keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologi, sosial dan emosional. Data menunjukkan bahwa angka cakupan ASI eksklusif masih rendah, sebagian besar ibu mengalami kendala teknis maupun psikologis dalam proses menyusui. Permasalahan yang sering ditemui meliputi pelekatan yang tidak tepat, nyeri pada puting, anggapan ASI tidak cukup, hingga kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Upaya untuk meningkatkan keberhasilan menyusui perlu dimulai sejak masa kehamilan. Edukasi pada trimester ketiga kehamilan terbukti efektif dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui dan meminimalisir masalah yang sering timbul pada periode menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pendidikan masyarakat, tim melakukan penyuluhan edukasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kesadaran ibu hamil, ibu nifas dan juga keluarga dalam mempersiapkan menyusui. Metode ini dikombinasikan dengan menggunakan leaflet yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang management ASI. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta memahami materi edukasi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, hasil pretest menunjukkan nilai rendah sebanyak 7% dan nilai tinggi sebanyak 3%. Berbeda dengan hasil posttest dimana semua peserta memiliki nilai tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya edukasi mengenai management ASI tidak hanya kepada ibu nifas, namun juga ibu hamil dan juga keluarga dengan menggunakan media edukasi leaflet. Pengetahuan dan skills yang bagus akan memberdayakan ibu dan keluarga untuk bisa menangani permasalahan menyusui.