Articles
MUSEUM SINGHASARI DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Antika Achiyarini;
Gatot Adi Susilo;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum adalah bangunan yang digunakan untuk mengumpulkan, merawat, dan melestarikan warisan budaya maupun benda-benda koleksi yang memiliki wujud maupun tidak memiliki wujud. Museum merupakan sarana yang penting untuk menilai kemjuan budaya di suatu daerah. Namun semakin lama jumlah pengunjung museum mengalami penurunan yang disebabkan kurangnya daya tarik pada bangunan museum. Sarana dan prasarana fisik yang menjadi dasar fungsi permuseuman pun masih belum memenuhi syarat fungsi dasar museum. Museum di Indonesia rata-rata memiliki bentuk bangunan tipologi yang konvensional dan kuno. Hal ini dialami oleh beberapa museum yang berada di kabupaten malang. Sehingga pada perancangan Museum Singhasari di Kabupaten Malang ini dilakukan dengan menerapkan tema arsitektur kontemporer pada bangunan. Arsitektur kontemporer ini memiliki konsep bangunan yang kekinian dengan harapan dapat meningkatkan daya tarik museum.
PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Satria Pramadhanu;
Breeze Maringka;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang adalah pusat dari kota-kota kecil disekitarnya dan juga pusat dari pemerintahan, memiliki potensi kuat untuk dijadikan tempat kegiatan keagamaan yang berskala kotamadya dikarenakan mayoritas beragama islam jadi kegiatan keagamaan yang dominan adalah kegiatan agama islam. Maka dari itu sangat tepat jika di malang dibangun Islamic Center yaitu sebagai pusat dari seluruh kegiatan agama islam yang ada di malang (kabupaten Malang dan sekitarnya). Bentuk Islamic Center yang ada di kota-kota lainnya kebanyakan belum mencerminkan aktivitas ibadah sekaligus pendidikan begitu pula dengan tata ruang dari kebanyakan Islamic Center yang ada di Indonesia. Sarana tersebut merupakan pengembangan lebih lanjut dari fungsi masjid yang mampu menampung berbagai kegiatan pengajian, pembinaan dan pengembangan agama serta kebudayaan yang bersifat non formal. Pendekatan desain yang diterapkan pada Islamic Center ini adalah pendekatan Arsitektur Modern. Prinsip-prinsip dari arsitektur modern akan digunakan dalam pendekatan bentuk bangunan Islamic Center. Sehingga nantinya akan menghasilkan bentuk –bentuk ruang yang fungsional, bentuk fasad yang simetris dan seimbang, penerapan fleksibilitas ruang pada bangunan, perencanaan bentuk massa bangunan disesuaikan dengan adanya kondisi lingkungan sekitar, dan menciptakan bangunan yang nyaman dan juga menggunakan material-material yang sesuai dengan jaman sekarang. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif yang sumber datanya didapat dari studi literatur dan juga studi banding. Kesimpulannya, bangunan ini diharapkan dapat mengakomodir segala aktivitas manusia dengan manusia begitu juga antara manusia dengan tuhannya dengan baik dan nyaman.
ASRAMA HAJI KABUPATEN JEMBER TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Ferdinal Hidayatulloh;
Lalu Mulyadi;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Asrama Haji menyediakan jamaah sebagai akomodasi atau tempat istirahat dan digunakan sebagai tempat untuk melatih atau mempersiapkan prosesi haji. Tetapi faktanya masih banyak bentuk bangunan dan tata ruang asrama haji yang saat ini sangat kurang dan belum di definisikan dengan baik. Padahal setiap tahunnya jamaah haji selalu didominasi dengan jamaah yang berusia lanjut, sehingga pendekatan desain arsitektur yang akan diterapkan pada pembangunan asrama haji di Jember ini melalui sistem utilitas dengan pendalaman kenyamanan pada setiap ruang. Sistem utilitas yang tepat dan sesuai digunakan sebagai acuan dasar untuk proses perancangan asrama haji ini. maka dari itu dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur modern diharapkan dapat mewujudkan bentuk bangunan dan tata ruang asrama haji yang representatif di kabupaten Jember.
PUSAT SENI BUDAYA SUKU TIDUNG DIKABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Hadi Jul Yadi;
Breeze Maringka;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan umum penelitian ini (bangunan pusat seni budaya bertema neo-vernakular) adalah (1) Bentuk bangunan dan (2) Tata ruang yang belum representatif, namun pusat seni merupakan bangunan yang menjadi sumber kebudayaan suku tidung. tetapi saat ini masih kurangnya perhatian tehadap kebudayaan suku tidung Misalnya kebudayaan suku tidung tentang adat istiadat, seni tari, seni musik, kuntau, drama dan masih banyak lagi. Suku tidung memiliki kebudayaan sehingga menjadi ciri khas dari suku tidung. namun suku tidung ini memiliki nilai arsitektural dari ciri khas kebudayaan suku tidung sehingga perlunya dipertahankan sehingga ciri khas suku tidung tetap ada dari genersi ke generasi berikutnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi bangunan dengan pendekatan neo- vernakular sehingga bentuk dan ruang harus menanam kaidah-kaidah kebudayaan suku tidung.
PERANCANGAN RUMAH SUSUN UNTUK MAHASISWA DI KOTA KUPANG, NTT TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Komang Yudha Tri Atmaja;
Gaguk Sukowiyono;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rumah susun ini dirancang bagi mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Kota Kupang NTT dengan tema arsitektur hijau. Keberadaan rumah susun mahasiswa di kota Kupang sangat minim, sedangkan jumlah mahasiswa terus bertambah. Tema arsitektur hijau digunakan pada perancangan bangunan ini agar dapat menyesuaikan dengan iklim sekitar yang berlimpah panas matahari dan berusaha mengurangi konsumsi energi dengan menggunakan fitur energi alam. Perwujudan arsitektur hijau Nampak pada bentuk bangunan (menghindari terpapar matahari berlebih), material bangunan (menggunakan material pereduksi panas) dan polar uang (penggunaan Lorong dan keberadaan void). Metode perancangan diawali oleh studi bangunan fungsi sejenis, studi tema sejenis, metode desain addition dan substraction pada bentuk bangunan. Kesimpulannya, perancangan rumah susun mahasiswa ini dirancang berdekatan dengan universitas Nusa Cendana dengan tiga jenis perwujudan arsitektur hijau, yaitu : (1) bentuk bangun, (2) material bangunan dan (3) pola ruang. Ketiga jenis perwujudan arsitektur hijau pada rumah susun ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi terutama pada pencahayaan buatan dan penerangan buatan, sehingga dapat berdampak secara global.
PERANCANGAN GEDUNG PUSAT KREATIF MANDALIKA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH NTB TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
Muhammad Mansur;
Lalu Mulyadi;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Pusat Kreatif di Mandalika kabupaten Lombok Tengah merupakan perwujudan keinginan masyarakat dan pemerintah provinsi NTB untuk menampung kegiatan yang berkaitan dengan badan ekonomi kreatif khususnya di sektor Kuliner, Fashion, Kriya dan Seni Pertunjukan. Pelaku industri kreatif di lombok mengalami peningkatan sehingga fasilitas bangunan pusat kreatif sangat di perlukan. Pemilihan tema arsitektur neo vernakular yang merupakan pembaharuan dari arsitektur lokal dengan kemasan yang modern pada perancangan gedung pusat kreatif mandalika merupakan bentuk dari menjaga kearifan lokal. Metode perancangan yang di gunakan adalah mencari isu/latar belakang, pemilihan lokasi, studi literatur fungsi dan tema, Program rancangan, analisa, konsep dan gambar hasil rancangan. Konsep bentuk mengambil dari bentuk arsitektur lokal lombok yaitu bale lumbung. Kemudian struktur utama menggunakan rangka kaku beton bertulang, struktur atas rangka ruang dengan material besi hollow , dan struktur bawah pondasi bore pile dan menerus, konsep tata masa bangunan terdiri dari 3 bangunan yaitu bangunan utama, Pengelola dan Amphitheater.
SENTRA KERAJINAN DAN CENDRAMATA DI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR
Intan Fadhilah;
Breeze Maringka;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sentra kerajinan dan cendramata di Kota Banjarmasin merupakan keinginan masyarakat lokal untuk memperkenalkan hasil kerajinan khas Banjar serta mempelajari cara membuat kerajinan dengan belajar anyaman purun yang merupakan khas dari Banjarmasin. Selain itu, fasilitas ini juga untuk meningkatkan ekonomi kreatif serta menjadi wadah pemasaran yang memadai di Kota Seribu Sungai ini. Kota Banjarmasin di dominasi oleh bangunan-bangunan panggung dengan atap bubungan tinggi. Dalam perancangan desain bangunan ini menggunakan tema Arsitektur Neo-vernakular, sehingga penerapan desain tersebut dapat dijumpai dari penggunaan Atap bubungan pada penerapannya. Konsep bangunan berfokus pada penerapan tema yang disesuaikan dengan lokasi yang dipilih yaitu Kota Banjarmasin. Pada penerapan strukturnya, bangunan ini menggunakan struktur yang disesuaikan dengan jenis tanah rawa di Kota Banjarmasin. Penataan ruang dalam di tata dengan memanfaatkan material yang memberikan kesan alami pada ruangan dan memiliki pola linear pada tatanan ruangnya. Dengan demikian fasilitas yang disediakan diharapkan bisa menjadi salah satu wadah pemasaran yang dapat berkembang dengan baik bagi para penjual kerajinan di Kota Banjarmasin dalam mengembangkan usahanya. Dan diharapkan pula, fasilitas ini mampu mengembangkan kerajinan serta memperkenalkan cendramata khas Banjar ke masyarakat luas.
APARTEMEN MAHASISWA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Mochamad Syahriel Ari Purnomo;
Breeze Maringka;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berangkat dari permasalahan yang timbul dan menjadi fokus perhatian di tengah-tengah masyarakat Kota Malang, akhir-akhir ini yaitu antara jumlah pendatang baru khususnya mahasiswa yang semakin tahun semakin bertambah dengan jumlah fasilitas huni yang kurang memadai menjadi sebuah polemik yang tak kunjung ada titik temu. Permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang. Dampak yang ditimbulkan yaitu banyaknya bangunan baru yang dibangun secara horizontal, dan presentase RTH yang semakin tahun semakin berkurang. Penulis membuat alternatif dengan merancang fasilitas komersial apartemen mahasiswa dengan menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Metode dalam perancangan yang penulis telah buat yaitu menggunakan metode mixed method. Penulis merancang sebuah apartemen mahasiswa dengan menggabungkan tema Arsitektur Hijau menjadikan objek rancangan yang memenuhi persyaratan GBCI. Poin penting yang ditekankan pada kategori efisiensi dan konservasi energi, tepat guna lahan, serta konservasi air. Hasil yang diharapkan yaitu fasilitas ini nantinya mampu menjadi titik terang dan juga sebagai jawaban dari beberapa isu yang ada di Kota Malang tentang banyaknya permintaan fasilitas hunian sewa serta kurangnya presentasi RTH yang ada.
PERANCANGAN KAMPUNG TERAPUNG di PULAU BUNGIN NTB TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
Rahmat Febriansyah;
Lalu Mulyadi;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya lahan ditambah dengan kondisi padat penduduk di pulau bungin menjadi tantangan masyarakat khususnya dalam pembangunan hunian, disisi lain kondisi lingkungan sekitar pulau mulai tercemar akibat aktifitas manusia didalamnya sehingga mengharuskan masyarakat pulau bungin diharuskan beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut, sehingga dibutuhkan suatu rancangan permukiman baru yang menerapkan konsep berkelanjutan. Kampung terapung merupakan permukiman terapung dengan sarana dan prasarana serta utilitas yang ada didalamnya. Perancangan ini bertujuan untuk memberi alternatif rancangan perkampungan baru dengan tipologi terapung yang mampu merespon lingkungan. Menerapkan tema arsitektur berkelanjutan yang memiliki memiliki tiga tujuan utama yaitu keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam merancang dimulai dari pemahaman obyek, pengumpulan data, analisis serta tahap konsep. Bentuk, tata ruang dan struktur bangunan merupakan representasi dari bangunan sekitar dengan penataan lanskap serta utilitas yang berusaha untuk meminimalkan kerusakan lingkungan. Dengan demikian rancangan ini diharapkan mampu mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dengan membentuk kebiasaan baru bangunan dan penggunanya yang tanggap terhadap lingkungannya.
Gedung Pendidikan Seni Kota Tarakan Kalimantan Utara Tema: Arsitektur Modern
Batari Kharisma Lubis;
Gatot Adi Susilo;
Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerintah Kota Tarakan dalam meningkatkan mutu Pendidikan menginginkan adanya penambahan Gedung Pendidikan. Pembangunan Gedung ini selain untuk meningkatkan mutu pelajar di bidang akademik juga untuk meningkatkan pendidikan di bidang non akademik. Selain itu terdapat pula isu akan diadakannya Iraw Tengkayu secara Rutin setiap tahunnya. Perayaan adat ini banyak menarik siswa-siswi untuk belajar kesenian. Dari Fenomenan yang terjadi di Kota Tarakan, diperlukan adanya Gedung pendidkan seni yang dapat mewadahi kegiatan-kegiatan non-formal. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan Gedung ini menggunakan 4 tahapan yaitu, pengumpulan data, analisis, Konsep dan kemudian mendapatkan sebuah hasil akhir sebuah desain dari Gedung kesenian. Tema yang digunakan pada perancangan ini yaitu Arsitektur Modern dengan penerapan Form Follows Function pada bangunannya. Gedung Ini nantinya akan memiliki beberapa fasilitas yaitu, studio fotografi, studio Lukis, studio music, studio tari, teater dan galeri Lukis serta fotografi. Dari fasilitas tersebut diharapkan dapat mewadahi kegiatan kesenian di Kota Tarakan.