Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Kekerasan Rockwell dan Metalografi Hasil PWHT pada Pengelasan SMAW Baja ST41 dengan Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Nafi, Maula; Sulistyono, Djoko; Mufti, Mohammad; Yulianto, Adam Eko; Ruseno, Dimas
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.629 KB)

Abstract

Pada proses pengelasan bisa menyebabkan efek pemanasan setempat. Hal inilah yang menyebabkan material logam mengalami ekspansi termal ataupun penyusutan saat terjadi proses pendinginan. Dalam keadaan tersebut bisa menyebabkan perubahan mikrostruktur, tegangan sisa, perubahan kekerasan dan menyebabkan ketangguhan yang berbeda beda pada setiap material kontruksi. Adapun cara untuk memperbaikinya adalah dengan dilakukan Post Weld Heat Treatment selanjutnya di singkat PWHT. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan PWHT terhadap struktur mikro pada hasil pengelasan material baja ST41, (2) Mengetahui pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan PWHT terhadap kekerasan pada hasil pengelasan material baja ST41, (3) Mengetahui pengaruh PWHT terhadap kekerasan pada hasil pengelasan material baja ST41. Dalam penelitian ini digunakan material baja ST41. Menggunakan proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding selanjutnya di singkat SMAW dengan elektroda E7018. Perlakuan panas setelah proses pengelasan menggunakan perlakuan panas annealing. Pada proses annealing ini diberikan variasi temperatur dan waktu tahan. Selanjutnya dilakukan pengujian rockwelI untuk mencari nilai kekerasan dan analisa mikrostruktur setelah dilakukan proses PWHT. Hasilnya adalah pada spesimen baja ST 41 tanpa proses PWHT menunjukkan nilai kekerasan pada logam induk 83,7 logam las 84,2 dan HAZ 86,7 sedangkan spesimen baja ST.41 dengan variasi temperature dan waktu tahan menunjukkan nilai kekerasan terendah di dapat dari temperatur 850 ºC dengan waktu tahan 90 menit yaitu dengan nilai kekerasan pada logam induk75,2 logam las 78,2 dan HAZ 80 . Hal ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa proses PWHT dapat menurunkan tingkat kekerasan material hasil pengelasan. Kata kunci: PWHT, SMAW, Annealing, kekerasan, rockwell B 1/16”, struktur mikro
ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN DAN HOLDING TIME PADA PERLAKUAN PANAS BAJA ST 42 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO Santoso, Edi; Sulistyono, Djoko; Prayoga, Indrajid; Ilhamsyah, Garuda Cakra
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i1.9460

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri manufaktur yang semakin berkembang, logam mempunyai peran penting dalam industi manufaktur. Dalam hal ini baja ialah logam paduan yang sering kali banyasekdi gunakan dalam dunia industri manufaktur. Salah satu jenis bahan baja yang sering digunakan adalah Baaja ST-42.peneliitian ini tujuannya untuuk mengetahui pengaaruh suhu temperature dan Hardening mediia pendingin air terhadapp sifat mekanik Baja ST-42 dengan variasi suhu hardening dan quenching. Media pendingin air mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, H = 0,327 J/mm2 dann Holding time 30 Menit media pendingin airr mempunyai energy impact dan harga impact sebesar E = 26,17 J, HI = 0.327 J/mm2. Pada spesimen yang dengan Martensit lebih merata yaitu dengan tanpa perlakuan holding time 30 menit memilikii nilai kekerasan rata-rata yaiitu 64,33 HRC dan yang kedua adalah spesimen dengan warna gelap kedua adalah yaitu holding time 22 menit memiliki nilai kekerasan rata-rata 65,26 HRC dan yang yang ketiga adalah spesimen dengan warna paling terang holding time 20 menit yaitu dengan memiliki nilai hasil data kekerasan rata-rata 70,7 HRC dan terakhir spesimen dengann tanpa perlakuann panass butiran-butiran masih terlihat kasar memiliki kekerasan 66,76 HRC.
Model Inovasi Pelayanan Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana Herlina, Maria; Sipahutar, Hotnier; Wardani, Dyah Kusuma; Sulistyono, Djoko; Pribadi, Muhammad Akbar
Jurnal Bina Praja Vol 13 No 3 (2021)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.13.2021.383-394

Abstract

Indonesia has a geographical, geological, hydrological, and demographic situation prone to disasters with a relatively high frequency, thus requiring systematic, integrated, and coordinated disaster management. The disasters that occurred until 2020 were dominated by hydro-meteorological natural disasters such as floods, landslides, hurricanes, droughts to forests, and land fires (BNPB, 2021). The purpose of this study is to identify innovation models for regional government services in disaster mitigation. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely literature studies, FGDs, and interviews with related disaster mitigation innovations at the research location. The field findings illustrate that the SDIS innovation implemented by Sleman Regency is among the best innovations in handling volcanic eruptions. This innovation has been initiated since 2016 and continues to be refined. In the city of Semarang, specifically for flood disasters, the Early Warning System tool was installed at several points as the best innovation in flood management. However, difficulties were installing it at certain points due to geographical contours that were impossible. Meanwhile, for Sumedang Regency, their innovation through the SITABAH application still needs further development to become the best innovation in landslide mitigation due to limitations in infrastructure and human resources. In addition, the application is still one-way. Of the three disaster mitigation innovation models, the SDIS innovation is an innovation that has been successfully implemented by the Regional Disaster Management Agency of Sleman Regency. Especially on the "My distance and Merapi" feature, which can be accessed online, this innovation model can be replicated in other areas.
Landasan Filosofis dan Budaya Feodalisme dalam Menjalankan Pemerintahan yang Demokratis di Indonesia Sulistyono, Djoko
Jurnal Bina Praja Vol 1 No 3 (2009)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.1.2009.245-257

Abstract

Democracy is an ancient Greek cultural idea, where democracy is considered to be able to channel every aspiration of the people. With this assumption, it is assumed that there has been a harmony of relationships between people. In the sense that they form a mutually reinforcing bond, society protects citizens, while citizens will dedicate themselves to society and every citizen will be protected by the state. The implementation of democracy in each country still has to go through a process of adjustment according to the situation and conditions of each country which is based on the people's values of each country. Democracy is seen as the most appropriate and ideal embodiment for all modern political and social organizational systems.