Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Selfie Jilbab : Produksi Identitas Virtual Perempuan di Instagram Kurniawati, Juliana; Yuliani, Fitria; Safitra, Linda
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.4568

Abstract

Selfie jilbabs are an interesting selfie style to study because jilbabed women often seem to have no freedom in producing virtual identities. Some religious norms are considered to limit self-representation in cyberspace. This article aims to examine the production of virtual identity formed by women wearing headscarves through selfies on compilation accounts on Instagram. Theo van Leeuwen's social semiotics and Michel Foucault's concept of technology of the self are used to examine uploads of selfie jilbabs on the compilation accounts @jilbab_chantik, @selfie_mukena and @jilbab_sweet. The third account of this compilation was chosen because it represents three representations of selfie style. Instagram is a space that offers freedom for women who wear hijab to express themselves through photos. However, when the photo is submitted to the admin compilation account for editing, a modification of the authority for the photo occurs. A study of three photo compilation accounts shows three dominant virtual identities generated by admins, namely beautiful women, sexy women, and pious women. Viewers confirmed these three identities by liking and actively commenting on photos uploaded to the Instagram newsfeed.
TIGA KEKUATAN UTAMA LEMBAGA PENDIDIKAN MUHAMMDIYAH DALAM MENAKLUKAN TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA 4.0 Safitra, Linda; Heriyanti, Lesti; Kurniawati, Juliana
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4085

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang tiga kekuatan utama Lembaga Pendidikan Muhammdiyah dalam menaklukan tantangan pendidikan di Era 4.0 melalui studi literatur dari jurnal-jurnal yang sesuai dengan tema. Sebagaimana kita ketahui kehidupan umat manusia selalu berdinamika mengikuti perkembangan zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengarahkan masyarakat kepada kehidupan yang radikal. Perubahan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia, perilaku menyimpang mulai dianggap biasa dan mendapatkan tolerasi dari masyarakat, tatanan moral mulai dipertanyakan, serta munculnya permasalahan kemasyarakatan yang semakin komplek. Salah satu langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi problematika tersebut adalah melalui penguatan pada sistem pendidikan di Indonesia yang berlandaskan nilai dan moral. Muhammdiyah merupakan salah satu organisasi besar yang selalu istiqomah melaksanakan dakwahnya, salah satunya melalui lembaga pendidikan Muhammdiyah. Muhammdiyah sebagai sebuah persyarikatan mempunyai 3 kekuatan utama yang dapat dioptimalkan dalam menghadapi tantangan lembaga pendidikan muhammadiyah di era 4.0 ini. Tiga kekuatan itu disebut sebagai kekuatan nilai, kekuatan sistem, dan kekuatan orang. Optimalisasi dalam mengkombinasikan dan menginternalisasikan ketiga kekuatan tersebut dalam lembaga pendidikan muhammdiyah akan mampu membuat pendidikan muhammadiyah berkontribusi, serta menjaga eksistensinya ditengah gempuran perkembangan zaman.
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS PMI PROVINSI BENGKULU DALAM MELAKSANAKAN SOSIALISASI PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU Bintoro, Muhammad; Kurniawati, Juliana
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.452 KB) | DOI: 10.36085/madia.v3i1.4626

Abstract

Pelaksanaan kegiatan kemanusiaan atau sosialisasi tentang penanggulangan bencana alam, PMI yang berada di Provinsi Bengkulu sangat membutuhkan peran humas dalam pelaksanaanya. Tentu mereka mempunyai strategi komunikasi yang telah ditetapkan sebelumnya agar tujuan dapat tercapai,terukur serta dapat diterima masyarakat Provinsi Bengkulu. Seperti yang diketahui, bahwasanya Provinsi Bengkulu sangat rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggali mengenai Strategi Komunikasi Humas PMI Bengkulu Dalam Melaksanakan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam Di Kelurahan Sumber Jaya. Penelitian ini menggunakan teori Harold D. Laswell sebagai penggambaran proses komunikasi, yakni : 1) sumber, 2) pesan, 3) saluran atau media, 4) penerima, dan 5) efek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan 1 informan kunci yang merupakan Ketua PMI Provinsi Bengkulu dan 2 informan yaitu Ka. Divisi Humas PMI Bengkulu dan Koordinator Lapangan Program Pertama dan informan pendukung yaitu masyarakat Kelurahan Sumber Jaya. Hasil dari penelitian ini adalah PMI sebagai informasi menyampaikan pesan kepada masyarakat Kelurahan Sumber Jaya melaksanakan sosialisasi adalah koordinasi kepada masyarakat , pembuatan pamflet, sticker, dan brosur, pembentukan SIBAT (Siaga Bencana Masyarakat), pembuatan video, dan penyediaan bibit mangrove. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Sosialisasi, Bencana Alam
KOMUNIKASI PEMASARAN JASA MUA @MAKEUPBY_FIRDHA DI KOTA BENGKULU Harahap, Felisya Oktarina; Kurniawati, Juliana
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7584

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram merupakan salah satu bentuk perancangan yang diterapkan oleh @makeupby_firdha untuk meningkatkan minat konsumen. Komunikasi memainkan peran penting dalam pemasaran. Ketika komunikasi menjadi sulit, begitu pula upaya pemasaran. Tujuan kegiatan pemasaran adalah untuk menyajikan barang/jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. kenaikan pangkat memastikan konsumen mengetahui serta tertarik buat membeli/menggunakan jasa yang ditawarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah buat mengetahui komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh @makeupby_firdha pada media sosial khususnya media sosial Instagram buat menaikkan minat konsumen. dan pelajari faktor-faktor strategi komunikasi pemasaran @makeupby_firdha. Penelitian ini menggunakan teori bauran pemasaran/ marketing mix yg terdiri asal empat bagian yaitu produk, harga, trmpat, dan promotion Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Narasumber terdiri dari 5 orang yaitu. pemilik/pemilik @makeupby_firdha, seorang asisten/karyawan dan 3 orang pelanggan yang telah berkalikali menggunakan jasa @makeupby_firdha. Data dikumpulkan melalui tahap obervasi,wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini mendeskripsikan strategi pemasaran media sosial Instagram @makeupby_firdha untuk menciptakan minat konsumen terhadap layanan yang ditawarkan. Kajian menunjukkan bahwa faktor kuncinya adalah kualitas layanan tata rias (product) yang ditawarkan dan strategi penetapan harga (price) yang kompetitif dan transparan. melibatkan konsumen dan menonjolkan layanan melalui pemasaran online (place) dan penggunaan konten promosi (promotion) yang kreatif dan interaktif seperti tutorial tata rias, umpan balik pelanggan, dan banyak lagi. Keywords: Strategi Pemasaran, Media Sosial, Instagram, Minat Konsumen
REPRESENTASI PRAKTEK PERGAULAN BEBAS DALAM FILM JAKARTA VS EVERYBODY Valentin, Rizki Kelvin; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7847

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penggambaran pergaulan bebas dalam karya sinematik “Jakarta vs. Everybody” menggunakan kerangka analisis semiotik yang ditetapkan oleh Roland Barthes. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk menggambarkan faktor-faktor yang berkontribusi pada keterlibatan remaja dalam perilaku bebas, untuk menganalisis konteks sosiokultural dan emosional yang mendukung perilaku tersebut, dan untuk memastikan konsekuensi dari representasi ini pada persepsi yang dipegang oleh audiens. Investigasi ini mengadopsi metodologi deskriptif kualitatif menggunakan teknik analisis semiotik Roland Barthes, yang meneliti makna yang dikemas dalam denotasi, konotasi, dan mitos dalam urutan film yang menggambarkan pergaulan bebas.Temuan menunjukkan bahwa film “Jakarta vs. Everybody” mengartikulasikan pergaulan bebas melalui tiga dimensi utama: hubungan seksual kasual, konsumsi minuman beralkohol, dan penyalahgunaan narkotika. Analisis semiotik menjelaskan bahwa perilaku seperti itu tidak hanya menandakan krisis moral di kalangan remaja tetapi juga melambangkan tekanan sosial ekonomi dan perasaan keterasingan yang meresap di lingkungan perkotaan. Narasi ini menggambarkan protagonis, Dom, yang aspirasi awalnya mengejar karir akting membawanya ke ranah pergaulan bebas, dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk keteganganekonomi, tekanan lingkungan, dan regulasi sosial yang tidak memadai.Studi ini menyimpulkan bahwa penggambaran pergaulan bebas dalam film berfungsi sebagai kritik sosial terhadap pengalaman hidup remaja di Jakarta, sekaligus berfungsi sebagai kisah peringatan mengenai bahaya yang terkait dengan pergaulan bebas. Karya sinematik melampaui hiburan belaka, mendorong kontemplasi mendalam tentang pentingnya pendidikan moral dan dukungan sosial dalam menavigasi tantangan yang dihadapi oleh remaja dalam konteks metropolitan. Keywords :Pergaulan Bebas, Analisis Semiotika, Remaja
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP KONFLIK AGRARIA DALAM FILM DOKUMENTER 'BARANG PANAS Putra, David Ade; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7860

Abstract

Penelitian ini secara menyeluruh meneliti sengketa agraria yang digambarkan dalam film dokumenter “Barang Panas” yang diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru melalui lensa metodologi analisis wacana kritis Norman Fairclough. Tujuan utama dari penyelidikan ini adalah untuk membedakan dan mengevaluasi penggambaran konflik agraria yang muncul antara masyarakat lokal dan entitas pemerintah dalam kaitannya dengan inisiatif Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB). Metodologi penelitian yang digunakan mengadopsi kerangka kualitatif menggunakan teknik analisis wacana kritis seperti yang diuraikan dalam model Norman Fairclough, yang terdiri dari tiga dimensi yang saling berhubungan: analisis tekstual, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Data empiris bersumber dari film dokumenter “Barang Panas,” yang disiarkan di saluran YouTube Expeditions Indonesia Baru. Temuan menunjukkan bahwa konflik agraria yang diilustrasikan dalam film dokumenter mencakup empat dimensi mendasar: (1) perselisihan kepemilikan tanah dan relokasi masyarakat, (2) dampak kesehatan yang berasal dari polusi udara yang terkait dengan proyek PLTPB, (3) degradasi ekologi berdampak buruk pada produktivitas pertanian, dan (4) marginalisasi penduduk asli dalam perumusan kebijakan. Analisis menunjukkan bahwa film “Hot Goods” dengan mahir membangun wacana kritis mengenai ketidakseimbangan kekuasaan antara otoritas pemerintah dan masyarakat adat dalam kerangka pengembangan proyek energi terbarukan. Keywords: Konflik agraria, analisis wacana kritis, film dokumenter, masyarakat adat
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI ALAT PROMOSI THRIFT FASHION (ANALISIS KONTEN AKUN @thriftby.ara) Astina, Dhona; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8485

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana akun TikTok @thriftby.ara secara efektif memanfaatkan fitur dan karakteristik platform TikTok untuk promosi bisnis thrift fashion. Fokus penelitian meliputi strategi hiburan dalam konten, pemanfaatan tren TikTok, interaksi personal dengan audiens, optimalisasi fitur TikTok, serta dampaknya terhadap perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan promosi dengan konten yang menghibur dan soft selling berhasil membangun keterlibatan emosional dan kedekatan brand dengan konsumen. Pemanfaatan tren dan hashtag viral meningkatkan visibilitas serta engagement akun. Interaksi personal yang responsif memperkuat loyalitas pelanggan dan membangun komunitas yang solid. Optimalisasi fitur seperti Story, polling, caption dengan call-to-action, dan video pendek efektif mempertahankan perhatian audiens dan mendorong tindakan pembelian. Dampak pada perilaku konsumen terlihat dari peningkatan kepercayaan melalui konten visual realistis dan pemicu urgensi pembelian melalui informasi stok terbatas dan promo. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi konten hiburan, interaksi personal, dan penggunaan fitur platform untuk keberhasilan pemasaran di TikTok. Kata Kunci: Optimalisasi Tiktok, Promosi, Fashion
ANALISIS SEMIOTIKA NILAI-NILAI PATRIOTISME DALAM FILM AUM! KARYA BAMBANG KUNTARA MURTI Savero, Giovan; Kurniawati, Juliana
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8292

Abstract

Film merupakan media yang memungkinkan penciptanya menyampaikan pesan berupa ide, konsep, pemikiran bahkan kegelisahan. Film Aum! Karya sutradara Bambang Kuntara Murti ini bercerita tentang tantangan sineas independen dalam proses produksi film di situasi dan kondisi era orde baru. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai patriotisme tercermin dalam film Aum! menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk nilai patriotisme. Menurut Roland Barthes, semiotika adalah studi tentang tanda dan maknanya melalui sistem denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mencari tanda dan melihat realitas sosial dengan membagi unsur audio dan visual ke dalam adegan. Dari 72 adegan, terdapat 6 adegan yang mewakili nilai-nilai patriotisme. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini studi dokumenter digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan upaya para tokoh dalam film tersebut, yaitu para sineas dan aktivis yang berusaha memperjuangkan reformasi dan menyampaikan kritiknya terhadap pemerintahan Orde Baru melalui karya film. Menggunakan analisis semiotika terhadap adegan-adegan yang menunjukkan nilai-nilai patriotisme seperti keberanian, pantang menyerah, pengorbanan dan toleransi melalui analisis semiotik karya roland barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Wujud nilai-nilai patriotisme tersebut terlihat pada dialog yang diucapkan para tokoh, gerak-gerik tokoh, serta lingkungan dan pakaian yang dikenakan Kata kunci:Nilai-nilai Patriotisme, Semiotika Roland Barthes, Film Aum!
PERAN ALGORITMA MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK FILTER BUBBLE DAN ECHO CHAMBER DI KALANGAN MILENIAL DAN GEN Z KOTA BENGKULU Fajarini, Sri Dwi; Yuliani, Fitria; Kurniawati, Juliana
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 6 No 1 (2025): Vol.6 No.1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v6i1.8456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran algoritma media sosial dalam membentuk filter bubble dan echo chamber di kalangan generasi milenial dan Gen Z di Kota Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif, analisis jaringan sosial, serta wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai bagaimana algoritma media sosial memengaruhi pola konsumsi informasi dan interaksi sosial pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma berperan penting dalam menyajikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, sehingga memperkuat bias konfirmasi, membatasi keragaman informasi, dan mendorong terbentuknya lingkungan digital yang homogen. Fenomena ini tidak hanya membentuk pola pikir yang tertutup terhadap perspektif lain, tetapi juga berpotensi memperburuk polarisasi sosial dan sikap intoleran di masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital serta pengembangan algoritma yang lebih inklusif untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat dan terbuka Kata Kunci: Algoritma media sosial, filter bubble, echo chamber, milenial, Gen Z
The Rise of Intersectionality in Sociological Discourse: A Global Bibliometric and Thematic Analysis (2014–2024) Rukminiarti; Kurniawati, Juliana; Safitra, Linda; Susiyanto; Pakpahan, Fransiskus Novrianto
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.275

Abstract

Intersectionality has emerged as a pivotal framework in sociology for examining how overlapping social identities, such as race, gender, and class, contribute to systemic inequalities. Despite its growing influence, there remains a lack of systematic analysis of its global scholarly impact, particularly outside Western academia. This study addresses this gap by employing bibliometric and thematic methods to map the development of intersectionality in sociological research from 2014 to 2024. Using a mixed-methods approach, we analyzed 580 Scopus-indexed documents through co-citation and bibliographic coupling in VOSviewer, identifying key intellectual clusters and geographic trends. The findings reveal a strong dominance of North American and European scholarship, with limited contributions from the Global South, highlighting disparities in knowledge production. Four major research clusters emerged, focusing on public health, methodological challenges, social reproduction, and health equity, while emerging themes include digital inequalities, climate justice, and epistemic decolonization. These results underscore the need for more inclusive methodologies that incorporate non-Western perspectives and practical applications in policy and activism. The study concludes by advocating for future research to expand intersectional analyses into critical areas such as climate justice, digital health equity, and the decolonization of knowledge, ensuring the framework remains relevant in addressing contemporary social inequalities.