Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA ANAK USIA SEKOLAH Islamiah, Nur; Daengsari, Dini P.; Hartiani, Fenny
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.966 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2015.8.3.142

Abstract

In this research, Cognitive Behavior Therapy (CBT) was used to increase low self-esteem on a school-age children (boy, 10 years old). Cognitive Behavior Therapy (CBT) is a treatment that aimed to reduce psychological distress and maladaptive behavior by altering cognitive processes. The design of this study was single-subject research design specifically experimental study which used one participant to verify the effectiveness of a theraphy. This treatment consists of 13 sessions, with 2 sessions for the assessment (pre-test and post-test), 10 session for the treatment sessions, and 1 session for the evaluation). The duration of each session approximately 1,5 - 2 hours. Based on observations, interviews, pre-test and post-test, CBT was effective to increase selfesteem on the participant.
Srikandi Sejati sebagai Alternatif Program Peningkatan Kepercayaan Diri dan Penguatan Growth Mindset Perempuan Penyandang HIV di Bogor Fadilla, Annisa Nurul; Hasanah, Atina Aulia; Isnaini, Nopi; Rafi, Arrasyid Putra; Hidayah, Alif Nur; Islamiah, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JPMII - Februari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.639

Abstract

Bagi orang dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV), menjalani hidup dapat menjadi tantangan besar, baik secara fisik maupun mental. Secara psikologis, ODHIV menghadapi stres disebabkan salah satunya akibat stigma negatif masyarakat terhadap mereka. Untuk itu diperlukan program penguatan pola pikir perempuan penyandang HIV untuk menghadapi tantangan sosial. Program Srikandi Sejati dengan menggunakan metode ACTORS bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan menguatkan pola pikir growth mindset. Nama Srikandi Sejati bermakna perempuan penyandang HIV yang berani dan kuat untuk menghadapi tantangan sepanjang hidupnya. Program ACTORS terdiri dari Authority, Confidence, Competence, Trust, Opportunity, Responsibility, dan Support. Program ini dimulai dengan persiapan, pre-event: sosialisasi program dan pre-test, dilanjutkan dengan sesi utama dan ditutup dengan post-event: closing dan post-test, serta monitoring dan Evaluasi. Program ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri dari 5 ODHIV sebesar 50%. Selain itu, terdapat juga penguatan pola pikir growth mindset sasaran, yaitu sebanyak 4 ODHIV mengalami peningkatan dan 4 lainnya mendapatkan skor maksimal setelah mengikuti program.
PENGARUH METODE QUESTION STUDENT HAVE (QSH) PADA MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA IT WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR (STUDI PADA MATERI POKOK LAJU REAKSI) Islamiah, Nur; Ramdani, Ramdani; Side, Sumiati
ChemEdu Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v6i3.59336

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode Question Student Have dalam Model Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar pada materi laju reaksi. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI IPA yang berjumlah tiga kelas. Pengambilan sampel dengan cara random yakni kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 32 orang peserta didik dan XI IPA 3 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar sebanyak 32 item dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah divalidasi ahli dan validasi item untuk memperoleh data hasil belajar. Analisis data statistik inferensial dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Zhitung > Ztabel (4,97 > 1,64). Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Metode Question Student Have (QSH) pada Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar. Kata Kunci : Question Student Have, Model Discovery Learning, hasil belajar, laju reaksi.
GAYA PENGASUHAN DAN REGULASI EMOSI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP AGRESIVITAS REMAJA DI JAKARTA PUSAT Tazkia, Najwa Syalima; Alfiasari, Alfiasari; Islamiah, Nur
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.4170

Abstract

Teori pembelajaran sosial menekankan bahwa perilaku agresif remaja dipengaruhi oleh proses pembelajaran dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga. Meskipun hubungan antara gaya pengasuhan dan agresivitas telah banyak diteliti, temuan mengenai peran regulasi emosi, terutama pada remaja yang tinggal di wilayah perkotaan di Indonesia, masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan orang tua dan regulasi emosi terhadap agresivitas remaja di wilayah perkotaan. Penelitian ini melibatkan 377 siswa SMA di Jakarta Pusat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis melalui uji korelasi serta Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan yang ditandai dengan kehangatan berkaitan dengan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik, sedangkan gaya pengasuhan negatif berhubungan dengan meningkatnya agresivitas remaja. Analisis struktural menunjukkan bahwa gaya pengasuhan orang tua berpengaruh negatif secara signifikan terhadap agresivitas remaja, sementara regulasi emosi tidak berperan sebagai prediktor langsung maupun mediator. Temuan ini memperkuat teori pengasuhan dengan menegaskan peran sentral orang tua dalam pembentukan perilaku agresif remaja serta memberikan implikasi penting bagi upaya pencegahan agresivitas di lingkungan perkotaan.