Nurul Soimah, Nurul
Program Studi Kebidanan Program Profesi Bidan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Gambaran Mutu Pelayanan Kebidanan Dan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Di Puskesmas Sleman Tahun 2025 Nadia Putri Anggraheni; Kharisah Diniyah; Nurul Soimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.467

Abstract

Mutu pelayanan kebidanan pada masa nifas merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan ibu dan mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, yang masih mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup menurut data 2016, meskipun cakupan kunjungan nifas di wilayah seperti Sleman, DIY, telah mencapai 95%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan mutu pelayanan kebidanan pada masa nifas berdasarkan dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy) di Puskesmas Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini mengidentifikasi area perbaikan pelayanan untuk mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) nasional yang masih tinggi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini merupakan seluruh ibu nifas di Puskesmas Sleman, sejumlah 88 responden menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL (25 item, skala Likert 1-5) dan instrumen kepuasan (20 item). Analisis data univariat meliputi frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi untuk gambaran mutu dan kepuasan. Dari data SERVQUAL mutu pelayanan keseluruhan baik, dengan dimensi yang tertinggi yaitu assurance (80.6%) dan terendah yaitu responsiveness (11.3% kurang). Diperlukan intervensi pelatihan SERVQUAL bagi bidan untuk tingkatkan responsiveness dan empathy, optimalisasi jadwal kunjungan nifas (KF1-3), serta monitoring bulanan di Puskesmas.
ANALISIS KEBIJAKAN SISTIM RUJUKAN PASIEN DENGAN KANKER PAYUDARA DI RS PKU MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA Nurul Soimah; Siti Istiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2422

Abstract

Kebijakan tentang system rujukan pasien dengan kanker payudara dan IVA positif telah diatur dalam Permasalahan terjadi bahwa masih adanya kebijakan yang kurang efektif pada sektor pembiayaan, serta pengobatan pasien terdiagnosis kanker dari tingkat rujukan, Kenaikan cakupan kepesertaan BPJS sebanyak 244, 9 juta jiwa berada pada skala kepuasan pelayanan sebesar 80% dari Target capaian cakupan nasional BPJS dan sistem rujukan tahun 2022.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebijakan sistim rujukan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada penangan pasien kanker payudara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif dan analitik yuridis sosiologis, Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara terstruktur Proses wawancara dilakukan terfokus pada 5 Informan di unit pendaftaran,unit gawat darurat, keperawatan, unit BPJS, pasien, analisis yuridis peraturan /kebijakan RS serta Permenkes No 34 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan kanker payudara, hasil penelitian didapatkan 2 tema yaitu Alur sistim rujukan didapatkan telah sesuai dengan ketentuan BPJS, tema ke 2 yaitu penghentian pengobatan terjadi karena factor pasien yang sudah tidak bersedia melanjutkan dengan alasan tidak kuat lagi menahan sakit.Hasil ini diharapkan dapat menjadi wacana bagi RS agar tetap menjaga mutu pelayanan yang sudah baik, dan lebih dapat meningkatkan pendekatan psikologis agar semua pasien dapat menjalani terapi sampai tuntas.
Penyuluhan hipertensi pada lansia di POSBINDU RW 07 Jetis IV Sidoagung Godean Nurul Soimah; Berliana Diva Octona; Muhammad Rizky Aprilian; Putri Gusti Fatmawati; Merche Claudhya; Saqifa Khairun Nida; Defika Anggrainy; ⁠Ni’mal Maula; Laily Mindawana; Siti Aisyah Febrianti; Iqbal Giasi
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.1921

Abstract

Permasalahan hipertensi di Indonesia masih menjadi penyumbang angka kesakitan dan kematian terutama berkontribusi pada permasalahan terjadinya penyakit jantung hingga stroke. Tujuan kegiatan edukasi Hipertensi dari Kelompok KKN 52 adalah untuk memberikan pemahaman tentang hipertensi sehingga dapat mengurangi kejadian hipertensi akut pada lansia. Pelaksanaan kegiatan ini pada saat Posyandu lansia di kediaman rumah pak Dukuh Godean tepatnya di RW 07 Jetis IV, Peserta kegiatan berjumlah 33 Lansia, 10 Mahasiswa KKN, dan 6 orang Kader Posbindu. Metode pelaksanaan Penyuluhan dengan diawali penjajakan tingkat pengetahuan pre test agar materi lebih terfokus sesuai kebutuhan masyarakat sasaran, Pemaparan materi Hipertensi ini dilakukan menggunakan media PowerPoint, dan leafleat yang dibagikan kepada peserta pada saat datang dan melakukan presensi, Poster mini dipasang sebagai background diatas pintu masuk, setelah pemaparan materi dilanjutkan sesi diskusi interaktif tanya jawab seputar kondisi dan apa saja yang perlu dihindari Ketika mengalami hipertensi.Sesi diskusi dikemas dengan suasana santai dimana peserta bebas bertanya dengan Bahasa yang dikuasai, dengan harapan agar suasananya membaur dengan masyarakat. Hasil didapatkan pada pelaksanaan Pre-Test Tingkat pengetahuan lansia sebesar 43,5% sudah baik, dan 56,5% kurang. Setelah dilakukan pemaparan mengalami kenaikan Tingkat pengetahuan menjadi baik sejumlah 55,6% dan 44,4% masih kurang. Sehingga bagi penderita hipertensi, dapat menerapkan ilmu yang dipaparkan serta mengurangi makanan yang perlu dihindari.
Analisis Implementasi Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pasca Penyuluhan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul Nurul Soimah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.726

Abstract

Penyakit kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Upaya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana, dapat dilakukan oleh setiap perempuan untuk mengenali adanya kelainan sejak dini. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesadaran dan perilaku untuk melakukan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan implementasi SADARI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan waktu cross-sectional. Total populasi sejumlah 123 Siswi yang telah menjadi sampel penelitian sebelumnya, teknik sampling yang digunakan yaitu Total sampling yang memenuhi kriteria Inklusi yaitu bersedia menjadi responden, didapatkan sejumlah 97 Responden, Pengumpulan data pengetahuan dilakukan menggunakan data sekunder hasil penelitianperimen 2 bulan sebelumnya, dengan hasil uji statistik menunjukan terdapat pengaruh yang ditujukkan dengan nilai 0,000 (p < 0,05), data Implemetasi dengan menggunakan kuesioner terkait praktik sadari serta frekuensi pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden dengan implementasi SADARI dengan kriteria sedang, sehingga bermakna bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin besar kemungkinan melakukan SADARI secara rutin dan benar, Adapun prediksi lain dimungkinkan pengetahuan baik belum tentu akan menghasilkan perilaku positif secara utuh, tingkat kesadaran merupakan faktor yang penting terhadap perilaku melakukan deteksi dini, Peran UKS sebagai fasilitas Kesehatan tingkat sekolah diperlukan adanya upaya membangun dan memantau perilaku deteksi dini kanker payudara dengan memanfaatkan media sosial Whatsapp grup di setiap kelas khusus remaja putri, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan.