Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Quizizz dan Kahoot dalam Rangka Peningkatan Literasi Digital Guru pada Evaluasi Pembelajaran Interaktif Sigit Sugiarto; Renny Souhoka; Ince Wattimury; Cristianti C. Kilikily; Melati I. S. Umarella; Sefanya Sairiltiata; Fransheine Rumtutuly; Dovila Johansz
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/exk4dz55

Abstract

Guru sekolah dasar di Gugus Moa Barat yang terdiri atas enam SD masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam merancang evaluasi pembelajaran yang interaktif. Selama ini, proses evaluasi cenderung menggunakan metode konvensional sehingga kurang menarik minat belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan Quizizz (Wayground) dan Kahoot! sebagai media evaluasi pembelajaran interaktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam membuat kuis digital yang menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu penyampaian materi pada 24 Juli 2025 dan praktik pembuatan evaluasi berbasis Quizizz dan Kahoot! pada 29 Juli 2025. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung agar guru memperoleh pengalaman aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan antusias dalam mengikuti setiap sesi, mampu membuat evaluasi digital secara mandiri, dan mulai menerapkan media tersebut dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital guru sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kompetensi pendidik untuk mendukung pembelajaran interaktif yang lebih efektif.
Implementasi Model PBL dalam Pembelajaran Pancasila Pokok Bahasan Nasionalisme untuk Meningkatkan Sikap Nasionalisme Pada Siswa Kelas V di SD Negeri Wakarleli Abramina Eiwury; Aholiab Watloly; Sefanya Sairiltiata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4300

Abstract

Kajian ini bertujuan mengimplementasikan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dalam pengajaran Pancasila dengan fokus Bahasan Nasionalisme guna meningkatkan pemahaman sikap nasionalisme peserta didik kelas V di SD Negeri Wakarleli. Prosedur pengambilan data dalam kajian ini memakai tes, pengamatan, serta studi dokumen. Alat penelitian yang dipakai berupa soal tes dan panduan pengamatan. Pendekatan analisis data yang diterapkan mencakup deskriptif kuantitatif serta kualitatif. Studi ini menerapkan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang mencakup empat fase yakni perancangan, implementasi, pengamatan, dan evaluasi. Partisipan dalam kajian ini merupakan peserta didik kelas V SD Negeri Wakarleli dengan total 9 orang peserta didik. Perangkat penelitian memakai panduan kegiatan pengajar dan panduan kegiatan peserta didik beserta instrumen soal tes. Selanjutnya data ini dianalisis melalui penggunaan formula persentase. Berdasarkan hasil kajian ini didapatkan persentase hasil pengamatan kegiatan guru siklus I 72,61%, siklus II 97,82%. Hasil pengamatan kegiatan peserta didik pada siklus I 66,66%, siklus II 95,65%. Sementara untuk hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari siklus I 68,97%, dan siklus II 87,17%. Berdasarkan hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa implementasi pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam pengajaran PKn mampu meningkatkan capaian belajar peserta didik di kelas V SD Negeri Wakarleli.
Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi melalui Mekanisme Pengambilan Keputusan Partisipatif pada Kondisi Keterbatasan Akses (Studi Kasus Daerah 3T) Rudolf Kempa; Sefanya Sairiltiata
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola kelembagaan, khususnya pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, informasi, dan komunikasi. Kondisi tersebut seringkali mempengaruhi efektivitas proses pengambilan keputusan dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam tata kelola institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mekanisme pengambilan keputusan partisipatif dalam memperkuat akuntabilitas dan transparansi pada kondisi keterbatasan akses. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitik untuk mengidentifikasi pola partisipasi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan partisipatif melalui forum musyawarah, keterlibatan pemangku kepentingan, serta keterbukaan informasi mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan. Selain itu, penerapan monitoring dan evaluasi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi wilayah 3T memperkuat kontrol sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola partisipatif yang adaptif terhadap keterbatasan akses dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat akuntabilitas dan transparansi kelembagaan di wilayah 3T.
KAJIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI MALUKU Sefanya Sairiltiata; Tanwey Gerson Ratumanan; Theresia Laurens
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13302

Abstract

This research aims to analyze the implementation of education policies in the Maluku region, which has an archipelagic geographical character, with challenges related to access, resource distribution, and disparities in education quality. The qualitative approach used with a case study design allows researchers to deeply understand the dynamics of education policies in a real-world context. Data collection techniques included documentation studies, field observations, and in-depth interviews with education stakeholders. The results indicate that the implementation of education policies in Maluku still faces various obstacles, particularly in infrastructure, education digitalization, and the equitable distribution of teaching staff. National policies tend not to be fully adaptive to the geographical and sociocultural conditions of the archipelagic region. On the other hand, there is positive potential in the development of local content curricula and learning innovations based on local wisdom that can increase the relevance of education for students. The analysis also reveals an imbalance between structural and contextual aspects of policy implementation. Therefore, more adaptive, data-driven, and contextual policies are needed through strengthening synergies between the central and regional governments. Furthermore, the development of locally based education models and the enhancement of human resource capacity are key to achieving equity and improving the quality of education in the Maluku archipelago.