Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia Jurnalistik Pada Berita Kriminal di Media Online Merdeka.com Syaiful Rohim; Lina Yulinda; M. Surip
Basastra Vol 12, No 2 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v12i2.48845

Abstract

Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai pengantar Bahasa jurnalistik tentu membutuhkan keterampilan dan pengetahuan sebagai modal dasar merangkai susunan kata dan kalimat yang tidak hanya dapat dterima oleh pembaca berita tapi juga juga sesuai dengan kriterian dan standar Bahasa Indonesia yang baik. Tujuan penlitian ini untuk menganalisis penggunaan dan analisis mengenai penggunaan bahasa Indonesia dalam naskah jurnalistik pada berita kriminal di media online merdeka.com. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kualitatif. analisis isi media kualitatif lebih banyak dipakai untuk meneliti dokumen yang dapat berupa teks ataupun gambar. Peneliti menemukan beberapa kesalahan media daring merdeka.com dalam segi penulisan berita yang tidak sesuai dengan karakteristik jurnalistik yang benar, terutama terkait dengan penggunaan huruf kapital, tanda baca, konjungsi dan kesalahan diksi atau pilihan kata yang dipandang akan menghasilkan makna yang berbeda bahkan mungkin kesalahan makna pesan. Kata Kunci: Analisis, Bahasa Indonesia Jurnalistik, Berita Online
Pengunaan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar Dalam Menggunakan Media Sosial Widya Herliana Dewi Rambe; Rea Brema Br Sipayung; Mita Oktaviani Simanjuntak; M. Surip
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v4i3.1461

Abstract

Human life cannot be separated from language. Every day, even at all times, humans use language to communicate to convey goals, ideas, thoughts and even desires. In communication, it is very important to use good and correct language, whether communicating implicitly or explicitly. In the digital era, indirect communication can be done using social media, which is almost the same as written communication, but many people use non-standard language, slang, abbreviations that are not in accordance with the KBBI, and many sentences have even changed meaning. This research uses a literature study method by searching and collecting data from various references. This article aims to pay attention to the language used to avoid communication that is not good enough to not reflect the friendly, polite, polite and civilized character of Indonesian. From the data collected, many social media users use language that is not good and correct in expressing feelings, thoughts and responses to other social media users.
Pengaruh Game Mobile Legends dan Media Sosial terhadap Perubahan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja Eunike Priskila Yogyanti Boru Pardede; Mely Syahputri Sidauruk; Sonia Nuansa Indah Sihombing; M. Surip
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v2i3.659

Abstract

This research aims to examine the influence of the Mobile Legend game and social media on changes in the use of Indonesian among teenagers. Using an online survey method with a quantitative and qualitative approach, data was obtained from a survey of 34 teenagers aged 12-21 years. The research results showed that as many as 47.05% of respondents felt that playing Mobile Legends made them use harsh language more often, both when playing games and in daily interactions with friends or family. As many as 47.05% of respondents stated that they often used harsh language. slang and abbreviations in daily conversations, as many as 42.6% of respondents are aware of maintaining a balance between the use of slang and standard language. As many as 29.4% of respondents feel more comfortable and use slang more often due to the influence of social media. This research concludes that the Mobile Legend game and social media have a significant influence on the use of informal language and foreign terms among teenagers, which has an impact on their ability to speak formal language.
Dinamika Penggunaan Bahasa Indonesia Di Era Milenial Laudya Chintya H; M Anggara Mulia; Margaretha Situmorang; M. Surip
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v2i3.715

Abstract

In the progress of the times, the use of the Indonesian language has gradually changed, there are several words in the Indonesian language whose reading has been changed, which has had a significant impact on the position of the Indonesian language as a national language and the nation's cultural identity. In this millennial era, many generations have grown up in an environment filled with technology which has made big changes in terms of communicating formally and informally. The influence of globalization and the popularity of English has also caused a shift communication preferences, where Indonesian may be less attractive to the Millennial Generation. Through literature review, data search was carried out to identify the language styles of the millennial generation and analyze it to find out the impact of using this language style. Search results shows the impact of the millennial generation's language style on the integrity of the Indonesian language in this era of globalization.
TANTANGAN DAN PENGALAMAN: KESIAPAN MAHASISWA MENGHADAPI DUNIA JURNALISTIK MELALUI MEDIA 24 JAM MEDAN Bukit, Olivia Andrea Br.; Nurul Atikah; Simanjuntak, Frisca Devina D.; Manurung, Silfhani Elisabet; M. Surip
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kegiatan magang keahlian terhitung sejak tanggal 01 Oktober 2024 s/d 01 Desember 2024 di PT. Artha Uli Jaya atau Media 24 Jam Medan. Pelaksanaan magang bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta pengalaman yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia jurnalistik melalui Media 24 Jam Medan. Pelaksanaan pengabdian magang ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan, meliputi sesi peliputan, wawancara dan pembuatan berita. Tahap evaluasi, bertujuan untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta dengan pelatihan seperti diskusi. Tantangan yang dihadapi yaitu surat izin peliputan, tanda pengenal, lokasi peliputan, dan kemampuan penguasaan kosa kata serta waktu penyelesaian penulisan berita. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, Mahasiswa dapat menyelesaikan magang pada waktu yang tepat dan berharap bisa menjadi jurnalis handal kedepannya.
Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Clarasita Natasya Naibaho; Fitri Aulina Tampubolon; Yenti Siburian; M. Surip
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): April : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i2.1528

Abstract

Language skills are one of the key aspects in children's cognitive and social development. The family environment, as the first and primary environment for children, plays an important role in shaping language habits, enriching vocabulary, and developing children's communication skills. This study aims to explore the influence of the family environment on children's language development, focusing on interactions between parents and children, reading habits, and emotional support in the family. The research method used was a qualitative approach with in-depth interview techniques involving parents as research subjects. The results revealed that a communicative and supportive family environment is the main basis for children in learning language. Habits such as inviting children to talk, reading books together, and providing emotional support are the main factors that influence children's language development. In the midst of the digital era, parents need to be smart in utilizing technology, by limiting the use of gadgets and prioritizing direct interaction. Consistent communication patterns and special activities such as reading together or role-playing have also proven to be very effective in supporting children's language development. Although there are challenges such as time constraints and children's interest in gadgets, parents can overcome them with creativity and patience. This study provides practical advice for parents in creating a family environment that supports children's language development.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL DALAM KEDUDUKAN / PENGGUNAAN BAHASA BAHASA YG BAIK DAN BENAR Pardede, Bes Hendi Rio; Fitria, Rizky Iqna; Saragih, Vena Yurinda; M. Surip
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i1.11990

Abstract

Penggunaan bahasa gaul di media sosial semakin meningkat, memengaruhi kedudukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampaknya terhadap struktur dan kaidah bahasa Indonesia menggunakan metode wawancara. Responden terdiri dari remaja, mahasiswa, dan pekerja profesional untuk memahami perspektif mereka mengenai penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Hasil podcast yang dilakukan menunjukkan bahwa bahasa gaul lebih sering digunakan dalam komunikasi informal karena sifatnya yang santai dan mudah dipahami. Namun, penggunaan berlebihan dapat mengurangi kemampuan dalam berbahasa formal, terutama dalam konteks akademik dan profesional. Selain itu, bahasa gaul sering menyebabkan ambiguitas makna dan menurunkan pemahaman terhadap bahasa baku. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun bahasa gaul memiliki fungsi sosial dalam komunikasi, keseimbangan dalam penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak menggeser kedudukan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM LINGKUNGAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Kusfa, Bunga Diviya; Surbakti, Giovani Br; M. Surip
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i2.12027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Indonesia dalam lingkungan mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Fokus utama penelitian ini adalah melihat bagaimana mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai konteks, baik formal maupun nonformal, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada mahasiswa dari berbagai fakultas. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, di mana data yang diperoleh dianalisis dengan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa Indonesia dalam lingkungan akademik dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi akademik, namun dalam situasi informal, penggunaan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah atau bahasa asing cukup dominan. Faktor-faktor seperti kebiasaan, lingkungan pergaulan, dan pengaruh media sosial menjadi faktor utama yang memengaruhi variasi penggunaan bahasa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai dinamika penggunaan bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa serta menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan dalam merancang kebijakan kebahasaan yang lebih efektif.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA BAKU DI TIKTOK DAN RESPONS PENGGUNANYA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Tarigan, Bali Sahputri Br; Sihombing, Valeri Agatha Br; Siregar, Vauline Christin Octavia; M. Surip
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i2.12029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa baku di TikTok serta respons mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) terhadapnya. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 mahasiswa aktif UNIMED yang menggunakan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa lebih sering menggunakan bahasa tidak baku (76%) dalam interaksi mereka di TikTok, dengan alasan kenyamanan, kebiasaan dalam percakapan sehari-hari, serta pengaruh tren media sosial. Sebaliknya, hanya 24% yang lebih memilih menggunakan bahasa baku, terutama dalam konten edukatif dan formal. Respons terhadap penggunaan bahasa baku di TikTok bervariasi; sebagian mahasiswa menganggap bahasa baku terlalu formal dan tidak sesuai dengan gaya komunikasi di TikTok, namun ada juga yang menyadari pentingnya bahasa baku dalam konteks edukatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor jenis kelamin dan latar belakang akademik mempengaruhi preferensi penggunaan bahasa. Laki-laki lebih dominan menggunakan bahasa tidak baku, sementara mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa cenderung lebih memperhatikan penggunaan bahasa baku. Secara keseluruhan, meskipun bahasa tidak baku lebih dominan di TikTok, bahasa baku tetap dihargai dalam konteks tertentu, terutama dalam konten formal dan edukatif. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan kreatif untuk mengedukasi mahasiswa dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa baku dan tidak baku di era digital.
KETIKA BAHASA DAERAH MENJADI ALASAN BULLYING: STUDI KASUS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Tamba, Lauren Teresia; M. Surip; Munthe, Nia Elovani; Saragih, Novaria Br
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v7i2.12043

Abstract

Fenomena bullying berbasis bahasa daerah merupakan masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, namun masih minim mendapat perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan bahasa daerah dapat menjadi alasan terjadinya bullying di sekolah serta dampaknya terhadap korban. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada siswa, guru, dan pihak terkait di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah tertentu sering dikaitkan dengan stereotip negatif, yang memicu tindakan ejekan, diskriminasi, dan eksklusi sosial terhadap individu yang menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, faktor lingkungan, kurangnya kesadaran budaya, serta pengaruh media turut memperkuat pola bullying berbasis bahasa daerah. Dampak dari fenomena ini meliputi penurunan rasa percaya diri, stres, hingga keengganan korban untuk menggunakan bahasa daerahnya di ruang publik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi kesadaran multikultural serta kebijakan sekolah yang lebih inklusif untuk mencegah diskriminasi berbasis bahasa.