Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Self-Disclosure Generasi Z Pengguna Second Account Ditinjau dari Self-Esteem Sutrisnawati, Wulan Meida; Rohayati, Nita; Minarsih, Yulyanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.411

Abstract

Beragam perilaku self-disclosure generasi Z melalui second account instagram yaitu dengan membagikan kegiatan sehari-hari berupa foto atau video dan curahan hatinya melalui story dengan postingan yang lebih dari satu kali. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh antara self-esteem terhadap self-disclosure pada generasi Z pengguna second account instagram di Karawang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain kausalits asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi Z pengguna second account instagram dengan rentang usia 15-29 tahun yang berdomisi di Karawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, dengan metode samplingnya snowball sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 151 responden. Skala yang digunakan untuk mengukur self-esteem adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur self-disclosure adalah Rosenberg Self-Disclosure Scale (RSDS). Uji analisis aitem dengan menggunakan correct aitem-total correlation. Uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov. Uji linearitas menggunakan uji anova dengan signifikansi 0,200 0,05. Hasil uji regresi linear sederhana pada penelitian ini 0,001 0,05 yang berarti hipotesis pada penelitian ini diterima yaitu ada pengaruh self-esteem terhadap self-disclosure pada generasi Z pengguna second account instagram di Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dengan R square 0,118, maka besaran pengaruh variabel self-esteem terhadap self-disclosure adalah 11,8%.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Perilaku Bunuh Diri Pada Remaja Di SMAK X Yulyanti Minarsih; Yohanes Hans Monteiro; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7130

Abstract

Suicide is a consciouse effort and aims to end life, the individual consciously desires and attempts to realize his desire to die. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence is a transtional period where it is often difficult to complete things problem. This difficulty gives rise to suicidal behavior in adolescents. Mental health refers to a good emotional and psychological condition, which allows individuals to use their congnitive and emotional abilities optimally in daily life. The aim pf this research was to determine the influence of mental health on adolenscent suicidal behavior at SMAK X. The research with a two group pretest-posttest design. The total sample for this study was 30 teenagers. The sampling technique is proposive sampling. The statistical test used is the paired samples T Test. There is an influence of mental health on suicidal behavior among teenagers at SMAK X.
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Anggun Pertiwi; Vania Zaimatun Nisa; Bramusti Aji Prabowo
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 7 No 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9930

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.
Ketika Idol Menjadi Idola: Dampak Celebrity Worship pada Subjective Well-Being Penggemar Day6 Usia Dewasa Awal Syntiani Devi; Nita Rohayati; Yulyanti Minarsih
IDEA: Jurnal Psikologi Vol. 9 No. 1 (2025): IDEA: Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/idea.v9i1.9105

Abstract

The attachment that Day6 fans of early adulthood have to their idol describes behavior that leads to celebrity worship, where the emotional reaction forms an individual's assessment of life satisfaction and positive and negative experiences that are identical to subjective well-being. This study aims to determine the impact of celebrity worship on subjective well-being in early adult of Day6 fans. The method used is quantitative and a convenience sampling technique. The sample selected was Day6 fans aged 20-40 years old, as many as 130 people. The celebrity worship measuring instrument uses the Celebrity Attitude Scale with 22 valid items. While for subjective well-being, the cognitive aspect is measured using the Satisfaction With Life Scale with 5 valid items, and the affective aspect is measured using the Scale of Positive and Negative Experience with 12 valid items. The results of hypothesis testing obtained a significance value of p=0.020 in the entertainment aspect social aspect, p=0.035 on intense personal feeling, and p=0.015 on borderline pathological. These results show that each level of celebrity worship has an impact on the subjective well-being of early adult of Day6 fans.
Wanita Dewasa Awal yang Berkarir dan Lajang : Tinjauan atas Psychological Well-Being, Gratitude dan Social Support Zaelani, Asep; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Minarsih, Yulyanti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gratitude dan social support terhadap psychological well-being pada wanita dewasa awal yang berkarir dan lajang Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausalitas. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 215 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Ryyf’s Psychological Well-being scale (RPWBS), Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F). Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig 0,000 (p< 0,05), yaitu Ha diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa gratitude dan social support memiliki pengaruh  terhadap psychological well-being dengan sumbangan pengaruhnya sebesar 98,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat gratitude dan social support yang tinggi dapat memperkuat psychological well-being wanita dewasa awal berkarir dan lajang.
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Tyas, Devi Marganing; Minarsih, Yulyanti; Pertiwi, Anggun; Nisa, Vania Zaimatun; Prabowo, Bramusti Aji
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/hn9wt939

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.
Menghadapi Stres Akademik: Kontribusi Dukungan Teman Sebaya dan Konsep Diri pada Siswa SMP: Penelitian Yulyanti Minarsih; Devi Marganing Tyas; Nela Herlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2326

Abstract

This study aims to analyze the influence of peer social support and self-concept on academic stress among students at SMP IT “X” Karawang. The research employed a non-probability sampling technique using purposive sampling, involving 100 respondents. Data were collected using the Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) developed by Sun, Duune, Hou, and Xu (2011), the Peer Social Support Scale based on aspects proposed by Sarafino (2011), and the Tennessee Self-Concept Scale (TSCS) developed by Fitss and Warren (1996). Prerequisite tests, including normality and linearity tests, indicated that the data were normally distributed and had a linear relationship. Partial test results (t-test) showed that peer social support had a significant effect on academic stress (p = 0.035 < 0.05), and self-concept also had a significant effect on academic stress (p = 0.002 < 0.05). Simultaneous testing (F-test) revealed that peer social support and self-concept together significantly influenced academic stress with a significance level of p = 0.000 < 0.05. Additional analysis using the coefficient of determination test showed that the two independent variables simultaneously contributed 18.4% to academic stress, while the remaining 81.6% was influenced by other factors such as self-efficacy, optimism, achievement motivation, and family social support. This study highlights the importance of peer social support and self-concept in reducing academic stress among students and provides new insights for psychological interventions aimed at improving student well-being in the school environment.Abstract English version, written using Time New Roman-10, italic. Abstract contains research aim/purpose, method, and reseach results; written in one paragraph, single space among rows, using past tense sentences.
Pembelian Impulsif Produk Fashion pada Generasi Z Kabupaten Karawang: Peran Kontrol Diri dan Konformitas Teman Sebaya dalam Era Belanja Digital Melalui Platform Shopee Muharsih, Lania; Minarsih, Yulyanti; Ardiansyah, Fachri Rizki
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kontrol diri dan konformitas terhadap pembelian impulsif produk fashion pada Generasi Z pengguna Shopee di Kabupaten Karawang. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain kausalitas, data diperoleh melalui accidental sampling terhadap 204 responden menggunakan instrumen IBTS, BSCS, dan The Conformity Scale. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif signifikan, sedangkan konformitas berpengaruh positif signifikan terhadap pembelian impulsif. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 36% variansi pembelian impulsif, dengan kontribusi konformitas (25%) lebih dominan dibanding kontrol diri (11%). Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan faktor internal (kontrol diri) dan eksternal (konformitas) dalam konteks lokal Generasi Z Karawang, khususnya pengguna Shopee. Hasil ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai strategi pencegahan perilaku pembelian impulsif di kalangan generasi muda.
Pengaruh Pola Asuh Otoriter Orang Tua dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Agresif Siswa Viska Dea Nopiana; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.8188

Abstract

Aggressive behavior in adolescents is a common problem in schools because it can disrupt learning and social interactions. Factors influencing this include parental parenting styles and the individual's ability to control themselves. Therefore, it is important to understand how parental authoritarian parenting styles and self-control contribute to students' aggressive behavior. This study aims to analyze the influence of maternal authoritarian parenting styles, paternal authoritarian parenting styles, and self-control on aggressive behavior in adolescents. The study used a quantitative approach with a causality method. The sample consisted of 279 students in grades 10 and 11 of SMKN 2 Karawang. The instruments used included the Parental Authority Questionnaire (PAQ) to measure parental parenting styles, the Brief Self-Control Scale (BSCS) to measure self-control, and the Aggression Questionnaire to measure students' levels of aggressiveness. The results showed that maternal authoritarian parenting styles significantly influenced aggressive behavior, as did paternal authoritarian parenting styles and self-control. All three simultaneously had a significant influence on students' aggressive behavior. Quantitatively, authoritarian parenting styles of mothers, fathers, and self-control contributed 23.1% to aggressive behavior, while the remaining 76.9% was influenced by other factors not examined in this study. These findings emphasize the importance of appropriate parenting styles and strengthening adolescents' self-control skills to minimize aggressive behavior at school.
Pengaruh Pola Asuh Otoriter Orang Tua dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Agresif Siswa pada Lingkungan Sekolah Viska Dea Nopiana; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.8189

Abstract

Aggressive behavior in adolescents is one of the problems that often arise in the school environment and can be influenced by several factors, including parenting styles and individual self-control abilities. This study aims to determine the effect of parental authoritarian parenting and self-control students ‘aggressive behavior. This study uses a quantitative approach with a causality method. The research respondents were 279 students of grades 10 dan 11 of SMKN 2 Karawang using 3 scales, namely the Parental Authority Questionnaire (PAQ), Brief Self-Control Scale (BSCS), AND The Aggression Questionnaire as a data collection tool. The result of this study indicate that maternal authoritarian parenting significantly influences aggressive behavior, paternal authoritarian parenting significantly influences aggressive behavior, self-control significantly influences aggressive behavior, and maternal, parental authotitarian parenting and self control simultaneously influence aggressive behavior. Maternal, paternal, and self-control have an influence of 23,1 % on aggressive behavior, the remaining 76,9 % is likely explained by other factors not included in this study. The findings of this study provide a deeper understanding of how both maternal and paternal authoritarian parenting, as well as self-control, contribute to aggressive behavior. It is noteworthy that maternal and paternal authoritarian parenting independently have significant impacts on aggressive behavior, which suggests that both parents play an important role in shaping their children's emotional and behavioral responses. Additionally, the study reveals that self-control serves as a buffer, moderating the influence of parenting styles on aggression. The combined influence of these factors—parenting styles and self-control—accounts for 23.1% of the variance in aggressive behavior, indicating that other external or internal factors, such as peer influence, socio-economic background, or mental health, may also contribute to adolescent aggression.