Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KESEJAHTERAAN KARYAWAN PADA PEGAWAI DI KARAWANG: PERAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN PSYCHOLOGY CAPITAL Nita Rohayati; Yulyanti Minarsih; Yusni Wisata
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.7750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Perceived Organizational Support (POS) dan Psychology Capital (PsyCap) dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan di Karawang, sebuah daerah industri dengan jumlah perusahaan yang signifikan. Metode kuantitatif digunakan dengan survei sebagai alat pengumpulan data yang melibatkan karyawan dari berbagai sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychology capital dan perceived organizational support memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai Rsquare sebesar 0,755; artinya sebesar 75,5% variasi pada kesejahteraan di tempat kerja dipengaruhi oleh psychology capital dan perceived organizational support, sisanya sebesar 24,5% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Karyawan yang merasakan dukungan organisasi yang tinggi dan memiliki tingkat psychology capital yang tinggi cenderung memiliki kepuasan kerja, komitmen yang lebih tinggi, serta tingkat stres yang lebih rendah. Kombinasi antara POS dan PsyCap dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesejahteraan karyawan. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan di Karawang meningkatkan dukungan terhadap karyawan dan mengembangkan program-program untuk memperkuat PsyCap guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan lebih produktif. This study aims to explore the role of Perceived Organizational Support (POS) and Psychology Capital (PsyCap) in enhancing employee well-being in Karawang, an industrial area with a significant number of companies. A quantitative method used a survey as the data collection tool, involving employees from various industrial sectors. The results indicate that both POS and PsyCap have a significant positive impact on employee well-being, with a significance value of 0.000. R-square value is 0.755, meaning that 75.5% of the variation in workplace well-being is influenced by perceived organizational support and psychology capital, while the remaining 24.5% is due to other unmeasured variables in this study. Employees who perceive high organizational support and possess high levels of PsyCap tend to have higher job satisfaction, and commitment, and lower levels of stress. The combination of POS and PsyCap can create a conducive work environment for employee well-being. This study suggests that companies in Karawang should enhance their support for employees and develop programs to strengthen PsyCap to create a better and more productive work environment.
MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIK DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PEKERJA Yulyanti Minarsih; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.8007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Bali sebanyak 98 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi akademik merupakan adaptasi dari kuesioner milik Anisyah (2013) yang terdiri dari 36 item dengan reliabilitas sebesar 0,935. Sedangkan untuk mengukur prokrastinasi akademik, kuesioner yang digunakan merupakan adaptasi dari kuesioner milik Arianti (2014) yang terdiri dari 29 item dengan reliabilitas sebesar 0,932. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,462 pada tingkat signifikansi 0,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi Akademik, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa, Bekerja. The purpose of this study is to understand the relationship between academic achievement motivation and academic procrastination for working students. The samples in this study consist of 98 undergraduate students who work in West Java, DKI Jakarta, and Bali. The data were taken by using two questionnaires. Academic achievement motivation variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Anisyah (2013), which is involving 36 items with 0,935 points of reliability. Academic procrastination variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Arianti (2014), which is involving 29 items with 0,932 points of reliability. This study was using The Spearman’s Rank correlations analysis path. The result of this study shows that, there’s negative relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students with -0,462 points of correlation coefficients. The result of this study also shows that the relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students is rated moderate.
PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI REGULASI DIRI DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA Nur Ainy Sadijah; Yulyanti Minarsih; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Nopa Krisdayanti
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v10i1.10410

Abstract

This research aims to determine the influence of self-regulation and peer conformity on academic procrastination. The population of this research was 360 students at Bina Karya 1 Vocational School, Karawang. The sampling technique was nonprobability sampling using Accidental Sampling of 190 students. The scale for measuring peer conformity is The Conformity Scale, to measure academic procrastination with the Academic Procrastination Scale (APS), Self-Regulator Questionnaire (SRQ). The data analysis used was multiple regression tests (T test and F test) with SPSS software version 26.0 for Windows. The results show the influence of self-regulation with peer conformity on academic procrastination. The coefficient of determination of peer conformity and time management on academic procrastination is 0.210 or 21%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi diri dan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Bina Karya 1 Karawang berjumlah 360 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 190 siswa. Skala untuk mengukur konformitas teman sebaya adalah The Conformity Scale, untuk mengukur prokrastinasi akademik dengan Academic Procrastination Scale (APS), untuk mengukur regulasi diri dengan Self-Regulating Queationnaire (SRQ). Analisis data yang digunakan yakni uji regresi berganda (uji T dan uji F) dengan software SPSS versi 26.0 for windows. Hasil menunjukkan ada pengaruh regulasi diri dengan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik. Nilai koefisien determinasi konformitas teman sebaya dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik sebesar 0,210 atau 21% .
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Anggun Pertiwi; Vania Zaimatun Nisa; Bramusti Aji Prabowo
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9930

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.