Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi kinerja crushing plant dan alat support pengumpan dalam pencapaian target produksi batubara PT Binuang Mitra Bersama Muhammad Zaini Arief; Lasron Napitu; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8427

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menemukan solusi dalam meningkatkan produktivitas unit crushing plant dan mencapai target produksi PT Binuang Mitra Bersama sebesar 500 ton/jam. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis faktor-faktor pendukung produktivitas unit crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, efisiensi kerja unit crusher, kapasitas dari tiap komponen crusher, dan kondisi aktual lapangan penyebab loss time seperti idle dan delay time, serta downtime. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas crushing plant hanya mencapai 304 ton/jam, sementara target produksi 500 ton/jam. Analisa kemungkinan terbaik untuk mencapai target produksi tersebut adalah dengan cara simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dengan lebih menekan atau mengurangi delay time per siklus pengumpanan, kemudian perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM sehingga alat pengumpan dapat beroperasi secara continue dan mengurangi terjadinya downtime. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai target produksi sebesar 500 ton/jam, perlu dilakukan evaluasi untuk pencapaian target produksi yang lebih maksimal dan diharapkan dengan melakukan simulasi peningkatan produktivitas alat pengumpan dan perbaikan pola penumpukan dan pengumpanan pada area ROM, target produksi yang diinginkan dapat tercapai.
Analisis Kestabilan Lereng Tumpukan Batubara ROM pada PT Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Akbar Arni; Romla Noor Hakim; Muhammad Zaini Arief
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18169

Abstract

Dalam kegiatan pertambangan, batubara yang telah ditambang akan disimpan sementara di ROM (Run of Mine) sebelum diangkut ke pelabuhan dan dijual. Ketika tidak terjadi proses bargaining, batubara yang berasal dari pit akan terus menumpuk di ROM. Penumpukan ini menyebabkan bertambahnya luas dan tinggi tumpukan batubara seiring dengan berjalannya aktivitas penambangan. Peningkatan tinggi tumpukan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya potensi terjadinya longsor. Oleh sebab itu, diperlukan kajian geoteknik untuk menganalisis stabilitas lereng dan memperkirakan risiko longsor pada tumpukan batubara di ROM. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara berkala selama dua bulan agar data yang diperoleh bersifat representatif dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi dan sudut kemiringan lereng tumpukan batubara, geometri tumpukan, jenis serta spesifikasi alat yang beroperasi di ROM, data uji laboratorium batubara, dan data hasil uji CBR. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi maksimum tumpukan batubara yang aman diterapkan di ROM 19 adalah 15 meter dengan faktor keamanan (FK) ≥ 1,2. Desain geometri tumpukan batubara di ROM 19 menggunakan kombinasi lereng dengan dua bench, yaitu bench pertama setinggi 8 meter dan bench kedua setinggi 7 meter, masing-masing dengan sudut kemiringan 30° dan jarak antar-bench sebesar 8 meter. Kata-kata kunci: faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, run of mine ABSTRACTIn mining operations, coal extracted from the pit is temporarily stored at the Run of Mine (ROM) area prior to transportation to the port and final sale. When no bargaining process occurs, coal continues to accumulate at the ROM, leading to an increase in both the height and area of the stockpile as mining activities progress. The increase in stockpile height is directly associated with a higher risk of slope instability and potential failure. Therefore, a geotechnical assessment is required to evaluate slope stability and to estimate the risk of failure in coal stockpiles at the ROM. Data collection was conducted periodically over a two-month period to ensure representative results for this study. The collected data included the actual height and slope angle of the coal stockpile, stockpile geometry, types and specifications of equipment operating at the ROM, laboratory test results of coal samples, and California Bearing Ratio (CBR) test data.The analysis results indicate that the maximum safe coal stockpile height applicable at ROM 19 is 15 m, with a factor of safety (FS) ≥ 1.2. The proposed stockpile geometry at ROM 19 adopts a combined slope configuration with two benches. The first bench has a height of 8 m with a slope angle of 30°, while the second bench has a height of 7 m with a slope angle of 30°, and the horizontal distance between the two benches is 8 m. Keywords: safety factor, slope geometry, slope stability, run of mine