Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur sistematis (SLR) mengenai pemanfaatan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tren publikasi ilmiah menunjukkan peningkatan signifikan dari dua artikel pada 2024 menjadi sembilan artikel pada 2025, mengindikasikan pengakuan luas terhadap potensi AI. Metode SLR menggunakan kerangka PRISMA, meninjau artikel dari Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan SINTA antara tahun 2024–2026. Hasil menunjukkan bahwa AI secara signifikan meningkatkan berbagai keterampilan bahasa dan kognitif mahasiswa, seperti menyimak, menulis esai, pengucapan, konstruksi kalimat, dan berbicara, serta mendukung pengembangan literasi kontekstual dan pemikiran kritis. Alat bantu AI seperti PjBL, GenAI, AI-Text-to-Speech (TTS), dan media video digital memperkaya pengalaman belajar. AI juga terbukti efektif meningkatkan partisipasi aktif, keterlibatan, kreativitas, dan motivasi reflektif pembelajar. Namun, implementasi menghadapi kendala seperti adopsi rendah di kalangan pendidik, kekhawatiran etika, kurangnya sensitivitas terhadap nuansa budaya, dan risiko ketergantungan. Studi ini memperluas pemahaman tentang AI dalam pembelajaran bahasa, menyoroti peran AI sebagai katalis motivasi dan alat bantu yang efektif sambil mengakui tantangan implementasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi keterbatasan AI terkait nuansa budaya dan mengembangkan model pedagogis yang adaptif.