Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CITRA WANITA DALAM NOVEL SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI Ayu Hidayanti Ali
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 1 (2020): Jambura Journal of Linguistics and Literature
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.106 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i1.6920

Abstract

Membaca novel dengan tokoh perempuan di dalamnya bukanlah hal yang asing, namun bila ditilik, kedudukan tokoh perempuan dalam novel kadang tampil terbatas. Perilaku dan ucapannya terikat oleh tatanan sosial yang dibangun masyarakat. Citra wanita dalam novel kemudian terkesan sekadar melengkapi cerita agar terlihat lebih seimbang. Padahal, citra wanita dalam sebuah novel bila diulas akan berbeda-beda. Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami adalah salah satu novel yang menjadikan perempuan sebagai tokoh utamanya. Tokoh “saya” menampilkan citra wanita saat ini yang sebagian kecil memandang seksualitas dan pernikahan bukan sebuah keharusan. Citra wanita yang menjadi fokus penelitian dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami yaitu citra wanita dalam hubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan manusia lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Berdasarkan hasil analisis diperoleh satu citra wanita yang berhubungan dengan tuhan yaitu citra wanita yang sadar akan kedudukannya sebagai manusia yang lemah, dan dalam hubungannya dengan manusia lain diperoleh citra wanita yang memegang prinsip, acuh tak acuh, ramah dan akrab, apa adanya, serta penyayang.
Citra Fisik dan Psikis Tokoh Perempuan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy ASF Eka Sartika; Ayu Hidayanti Ali; Sri Dewila Kasiaradja; Rinda Lailatussobaria; Fitrawati Abdullah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i4.1062

Abstract

Tokoh perempuan dalam novel selalu memiliki daya tarik untuk diteliti. Terutama soal citra fisik dan psikisnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra fisik tokoh perempuan di dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan. Metode penelitiannya adalah deksriptif analitik. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa citra psikis tokoh-tokoh perempuan dalam novel layangan putus karya Mommy ASF ini adalah rasa marah, kecewa, terluka, dan selalu mengalah Citra fisiknya adalah kecantikan dan mengalami kehamilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah citra pisik dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF lebih banyak ditemukan daripada citra fisiknya.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL ROMANSA DIBAWAH LANGIT KARYA ERVINA DYAH PRATININGRUM BERDASARKAN TEORI KEPRIBADIAN GORDON WILLARD ALLPORT Mawar H. T. Datunsolang; Adeliya Ibrahim; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.20274

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah mengungkapkan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, dengan menggunakan teori kepribadian Willard Allport, Khususnya kepribadian utama dengan orang lain, kestabilan psikologi, persepsi yang realistis, kemampuan dan tanggung jawab, serta pengertian diri dan filosofi hidup yang menyatukan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik analisis data yakni membaca dan mencatat. Teknik analisis data dengan klasifikasi, menginterprestasi, mendeskripsikan, dan menganalisis pengalaman dan pikiran tokoh utama pada novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat dengan cara membaca novel berulang-ulangdan mencatat beberapa kata, kalimat, dan paragraph yang mendeskripsikan kepribadian tokoh utama pada novel "Romansa di bawah langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum, Hasil penelitian ini dalam dalam novel "Dibawah Langit" karya Ervina Dyiah Pratiningrum yaitu mengindikasikan bahwa tokoh utama, Boy, memiliki kepribadian yang sehat dan matang. Ia diceritakan sebagai individu yang baik dan mudah bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Keahlian Boy dalam mengendalikan emosi dan menerima kekecewaan dengan baik juga menjadi salah satu ciri kepribadiannya yang kuat. Selain itu, tokoh ini memiliki pandangan objektif terhadap dirinya sendiri, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dan menghadapi masalah, serta memiliki pemahaman yang sesuai dengan realitas yang ada. Melalui perjuangan dan kesungguhan tokoh utama ini, pembaca dapat melihat bagaimana Boy memperlihatkan kepribadian yang matang dan sikap positif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kepribadian tokoh utama dalam novel "Dibawah Langit" dan menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam karakter Boy. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pengembangan kepribadian yang sehat dan dewasa dalam konteks sastra.
PEMANFAATAN BUDAYA KULINER INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Harti Hali; Herman Didipu; Ayu Hidayanti Ali
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 4, No 1 (2023): Vol. 4, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v4i1.14748

Abstract

Pembelajaran bahasa berkaitan erat dengan pembelajaran budaya. Kuliner merupakan salah satu budaya dalam pembelajaran bahasa target. Praktik kuliner dan mencicipi kuliner merupakan salah satu bentuk pembelajaran otentik yang bermakna.Tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan hasil praktik kuliner Indonesia; 2) memberikan penilaian pemelajar terhadap materi kuliner dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa,menulis,dan menyimak.Hasilnya, dengan adanya praktik kuliner, mereka dapat menceritakan pengalamannya. Pada pencicipan kuliner, mereka mengungkapkan hal yang ada dalam pikirannya. Simpulannya adalah pengenalan dan praktik kuliner Indonesia mampu menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan berbahasa pemelajar. Kata-kata kunci: BIPA, Kreativitas; Budaya; Kuliner
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN SASTRA BAGI SISWA DI KAWASAN PESISIR MELALUI TEKNIK INFOGRAFIK INTERAKTIF DAN GAMIFIKASI BERBASIS AKAL IMITASI Ayu Hidayanti Ali; Nuramila Nuramila; Argariawan Tamsil; Puspita Dian Agustin
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13761

Abstract

As a system that shapes the human resources of a nation, education is a crucial aspect that must be maintained in harmony with the development of the times. The rapid flow of technological advancement demands that teachers continuously develop innovations within classroom settings — including in literature learning. Through the study of literature, students’ character and critical thinking skills are refined. Moreover, cultural and historical values within society can be taught through literary education. The cultivation of these values can be realized through the interaction between students and teachers by utilizing technology. Based on this premise, the present study aims to describe the transformation of literature learning for students in coastal areas through the use of interactive infographic techniques and gamification based on Artificial Intelligence (AI). The method employed in this research is descriptive. The findings reveal that the transformation of literature learning through interactive infographic and AI-based gamification techniques not only enhances students’ learning motivation but also helps improve their understanding of the structure of fable texts.
Meaning of the Messages and Values in the Lyrics of the Toluni Dance Song for Welcoming, Weddings and Circumcisions in the Banggai Islands Region Sri Sulistiawati Lalu; Asna Ntelu; Ayu Hidayanti Ali
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i3.1517

Abstract

This study aims to describe the meaning of messages and values contained in the lyrics of Toluni Dance across three traditional ceremonies of the Banggai Archipelago community: guest welcoming ceremonies, weddings (Toluni Osoan), and circumcision ceremonies (Toluni Monsunat). Toluni Dance is a local cultural heritage whose lyrics function as a medium for communication, advice, prayer, and the transmission of life values. The study employs a semantic approach with a descriptive qualitative method. Data in the form of words, phrases, and sentences within the lyrics were collected through listening-note-taking techniques and documentation from performance videos and manuscripts in three villages: Montomisan, Lolantang, and Bulagi. The findings reveal that the meanings embedded in the Toluni Dance lyrics include emotional meaning (respect, hope, affection), symbolic meaning (life journey, communal prayer, spiritual transition), and connotative meaning (aspirations, advice, religious commands). The identified values encompass cultural values (preserving dance tradition as identity), social values (solidarity, mutual love, communal prayer), religious values (Islamic sharia, God’s commands, blessings), aesthetic values (phrase repetition, metaphors, rhythm), and moral values (honesty, loyalty, filial piety). The three ceremonial contexts demonstrate a dynamic shift in meaning and function: from social aspiration (welcoming ceremony), to household education (wedding ceremony), to faith reinforcement (circumcision ceremony). This study confirms that the lyrics of Toluni Dance are not merely dance accompaniments but rather a medium for transmitting noble values relevant to the preservation of local culture.
Manifestation of Mental Disorder of Janu Character in the Novel Manusia dan Badainya by Syahid Muhammad: A Psychopathological Perspective Niranda Oki; Herman Didipu; Ayu Hidayanti Ali
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i3.1476

Abstract

This study aims to describe the types of mental disorders experienced by the character Janu in the novel Manusia dan Badainya by Syahid Muhammad. Mental disorders are analyzed using a psychopathology perspective to reveal the complexity of the character’s psychological condition. The research data source is the entire 300-page novel, while specific data are in the form of narrative excerpts and dialogues that indicate mental disorders. The main research instrument is the researcher himself, assisted by a data classification table based on psychopathology theory. The data analysis technique applies a literary psychology approach by integrating structural analysis focusing on the elements that build the story and psychological analysis. The results of the study indicate that the character Janu experiences four types of mental disorders that are interrelated. First, anxiety disorder characterized by excessive fear and panic attacks. Second, depressive disorder as the most dominant manifestation, including withdrawal from the environment, lack of appetite, self-blame, a desire to give up, unstable moods, and loss of enthusiasm for self-care. Third, post-traumatic stress disorder is reflected in emotional reactions to traumatic triggers and avoidance behavior. Fourth, adolescent stress disorder is manifested through unhealthy emotional dependence on partners and a poor relationship with the mother. These four types of disorders reinforce each other, making Janu’s psychological burden increasingly complex and difficult to unravel. This finding enriches the study of literary psychology, particularly in representing the mental health of fictional teenage characters.
Application of Flash Card Media in Learning to Identify Intrinsic Elements of Fantasy Story Text Tiara Sinto; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali; Herman Didipu; Eka Sartika
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i4.1503

Abstract

The problems in this study are (1) how the implementation of flash card media in the learning process of identifying the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai, (2) how student learning outcomes through the application of flash card media in identifying the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai, and (3) what factors influence the application of flash card media in learning to identify the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai. The objectives of this study are (1) to describe the implementation of flash card media in the learning process of identifying the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai, (2) to describe student learning outcomes toward the application of flash card media in learning to identify the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai, and (3) to describe the factors influencing the application of flash card media in learning to identify the intrinsic elements of fantasy stories for class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai. The method used in this study is descriptive qualitative. The research data are flash card media. The data sources are the learning activities carried out by teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Based on the results of the test on identifying the intrinsic elements of fantasy stories conducted on 16 students divided into 3 groups, the average score obtained by students was 93 based on the suitability in identifying the elements of fantasy stories. The conclusion of this study is that the ability to identify the intrinsic elements of fantasy stories of class VII A students at SMP Negeri 1 Paguyaman Pantai meets the assessment standards set by the school.
Representasi Makna dalam Fotografi Jurnalistik pada Media Berita Antara Foto Lifka Ismail; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.7506

Abstract

Fotografi jurnalistik tidak hanya merekam fakta, tetapi menyingkap makna sosial dan budaya di balik peristiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dalam fotografi jurnalistik pada media berita ANTARA FOTO, khususnya melalui karya jurnalis foto Adiwinata Solihin yang menampilkan berbagai realitas sosial dan peristiwa penting. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek, yaitu (1) representasi makna berdasarkan ikon, (2) representasi berdasarkan indeks, dan (3) representasi makna berdasarkan simbol. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi foto, studi pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pencatatan data visual, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) representasi makna berdasarkan ikon tampak pada objek visual yang memperlihatkan realitas secara langsung, seperti ekspresi manusia, aktivitas sosial, dan kondisi lingkungan; (2) representasi makna berdasarkan indeks hadir melalui hubungan kausal antara peristiwa dan tanda visual, misalnya gesture tubuh dan ekspresi emosional yang mencerminkan situasi faktual; dan (3) representasi makna berdasarkan simbol terlihat pada penggunaan elemen visual yang merefleksikan nilai budaya, sosial, dan kontekstual yang memberi pesna mendalam kepada pembaca. Fotografi jurnalistik berperan penting sebagai sarana komunikasi visual yang mendidik, menginspirasi, dan menjadi dokumentasi sejarah.
Gangguan Kecemasan Tokoh Segara Alam dalam Novel Namaku Alam: Kajian Psikologi Sastra dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Masni Hasan; Muslimin; Ayu Hidayanti Ali
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.7481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan kecemasan berupa Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang dialami tokoh Segara Alam dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori berdasarkan kajian psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan gejala gangguan kecemasan pada tokoh utama. Sumber data diperoleh dari novel Namaku Alam sebagai data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dengan cara membaca secara intensif, mencatat, dan mengklasifikasikan data sesuai fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis data mengacu pada teori Post-Traumatic Stress Disorder yang dikemukakan oleh Gerald C. Davison dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Segara Alam mengalami gangguan kecemasan berupa PTSD yang ditandai oleh tiga gejala utama, yaitu gejala penghindaran, gejala gairah, dan gejala mengalami kembali. Pada gejala penghindaran ditemukan tiga bentuk gangguan, gejala gairah ditunjukkan dalam dua bentuk, sedangkan gejala mengalami kembali juga ditemukan dalam dua bentuk. Gejala-gejala tersebut menggambarkan dampak trauma masa lalu terhadap kondisi psikologis tokoh utama. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan kecemasan PTSD memengaruhi sikap, emosi, dan perilaku tokoh Segara Alam secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra serta dimanfaatkan sebagai referensi pembelajaran analisis novel dalam pendidikan Bahasa Indonesia.