Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KARAKTERISTIK SERAT NANO PVA YANG DIBUAT MENGGUNAKAN ELEKTROSPINNING DENGAN KOLEKTOR STATIK WIBOWO, ZANETA HELGA LOVELY; SYAKIR, NORMAN; FITRILAWATI, F; FAIZAL, FERRY; SAFRIANI, LUSI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5163.98 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.43204

Abstract

Metode electrospinning adalah metode pembuatan nanofiber dengan menggunakan pengaruh medan listrik untuk menghasilkan pancaran larutan polimer yang bermuatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan studi pembuatan nanofiber polivinil alkohol (PVA) dari larutan PVA dengan berbagai viskositas menggunakan peralatan electrospinning dengan kolektor statik. Dengan menggunakan Scanning electron microscopy (SEM) tampak bahwa nanofiber yang dihasilkan dengan menggunakan parameter tegangan 15 kV, laju alir 0,5 mL/jam, dan jarak antara ujung jarum dengan kolektor 10 cm,  adalah homogen, kontinu, dan tanpa bead (beads free). Dari citra SEM dan bantuan software ImageJ, yang dilanjutkan dengan fitting menggunakan software Origin didapatkan bahwa diameter fiber rata-rata yang dihasilkan dari larutan PVA dengan viskusitas 324 mPas, 659 mPas, dan 1.210 mPas adalah berturut-turut 173,79 nm, 189,5 nm, dan 315,73 nm. Tampak bahwa semakin besar viskositas larutan PVA yang digunakan maka diameter dari nanofiber yang dihasilkan juga semakin besar.Kata kunci: PVA, nanofiber, electrospinning, viskositas, diameter 
PENGARUH JENIS PREKURSOR TERHADAP KARAKTERISTIK PARTIKEL ZnO BESERTA PENGUJIAN SIFAT FOTOKATALITIKNYA AMANDA, NUR APRILIA; RAMADHIKA, LUTFI NAUFAL; BAHTIAR, AYI; SAFRIANI, LUSI; APRILIA, ANNISA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.019 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.40511

Abstract

Material ZnO disintesis menggunakan prekursor berbeda, yaitu zinc acetate dihydrate dan zinc nitrate hexahydrate dalam aplikasinya sebagai material aktif fotokatalis. Kedua material disintesis menggunakan metode sol-gel. Struktur material dikarakterisasi menggunakan XRD dan FTIR, morfologi menggunakan TEM dan BET, komposisi menggunakan EDS, sifat optik menggunakan PL Spectroscopy dan UV-Vis Spectroscopy, serta dispersitas menggunakan Zeta Potential. Hasil karakterisasi menunjukkan material ZnO yang terbentuk telah memiliki struktur wurtzite dan bermorfologi spherical. Masih terdapat ikatan-ikatan karbonil yang merupakan residu dari proses sintesis yang belum sepenuhnya hilang. Komposisi atom, dispersitas, dan band gap untuk kedua material tidak jauh berbeda. Pada ZnO-A terdapat defect berupa zinc vacancies. Ukuran partikel ZnO-A lebih kecil daripada ZnO-N, sehingga luas permukaan spesifiknya pun jauh lebih besar. Pengujian sifat fotokatalitik dilakukan menggunakan larutan metil biru 3,2 ppm selama 45 menit di bawah sinar matahari. Didapat nilai konstanta laju degradasi sebesar 0,0604/menit untuk ZnO-A dan 0,0763/menit untuk ZnO-N, serta besar efisiensi 94% untuk ZnO-A dan 97% untuk ZnO-N.Kata kunci: fotokatalis, serbuk ZnO, sol-gel, prekursor
ANALISIS TDS, PH, DAN COD UNTUK MENGETAHUI KUALITAS AIR DI DESA CILAYUNG REVANSYAH, MUHAMMAD ARYA; MEN, LIU KIN; SETIANTO, S; F, FITRILAWATI; SAFRIANI, LUSI; APRILIA, ANNISA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 02 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.745 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i02.41305

Abstract

Air adalah molekul kimia yang terbentuk melalui ikatan kovalen antara satu atom oksigen dan dua atom hidrogen. Air memiliki sifat alami yang mudah terlarut sehingga mudah terkontaminasi oleh zat lain. Kegiatan pembuangan limbah cair di tempat terbuka dapat mengkontaminasi air tanah dan permukaan sehingga terjadi penurunan kualitas air. Oleh karena itu, pemeriksaan kualitas air perlu dilakukan. Salah satu desa yang berada di dekat kampus Unpad Jatinangor adalah Desa Cilayung yang memiliki sejumlah permasalahan terkait air. Dengan menguji parameter pH, TDS, dan COD, penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas air yang dimanfaatkan warga Desa Cilayung sehari-hari. Metode kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Menggunakan 100 mL sampel air, parameter tersebut diukur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mewawancarai warga setempat dan mensosialisasikan hasil dari riset kualitas air tersebut. Selain itu, analisis dilakukan untuk mengetahui apakah kualitas air sesuai dengan standar. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas air di Desa Cilayung secara umum masih dalam batas wajar untuk penggunaan sehari-hari. Secara keseluruhan, pH air di Desa Cilayung berada dalam rentang 6,13-7,84, TDS berada dalam rentang 51-163 mg/l, dan COD berada dalam rentang 0-175.Kata kunci: Kualitas Air, TDS, pH, COD, Desa Cilayung, Kuliah Kerja Nyata
PENGARUH VISKOSITAS LARUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK TiO2 NANOFIBER YANG DIBUAT MENGGUNAKAN TEKNIK ELEKTROSPINNING FAJARIAH, AMALIA ROHMAH; APRILIA, ANNISA; FAIZAL, FERRY; SAFRIANI, LUSI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.178 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.40282

Abstract

Titanium dioksida (TiO2) menarik perhatian karena memiliki band gap yang lebar (3,2 eV), luas permukaan yang tinggi, tidak beracun, dan stabilitas termal dan kimia yang baik. TiO2 dalam bentuk nanofiber telah digunakan dalam berbagai aplikasi karena memiliki rasio permukaan volume dan porositas yang tinggi. Pada penelitian ini, telah berhasil dibuat nanofiber TiO2 menggunakan metode electrospinning. Nanofiber TiO2 dihasilkan dari larutan prekursor titanium (IV) isopropoksida (TTIP) dan polivinil asetat dengan variasi viskositas larutan 75 mPas, 100 mPas, dan 140 mPas.  Morfologi, struktur kristal dan sifat optik dari nanofiber TiO2 yang dihasilkan kemudian diamati masing-masing menggunakan scanning electron microscope (SEM), x-ray diffraction (XRD) dan spektroskopi UV-Vis. Pada proses electrospinning digunakan tegangan 12 kV dan jarak ujung jarum ke kolektor sejauh 10 cm, lalu dilakukan proses kalsinasi pada suhu 450oC selama 45 menit. Berdasarkan hasil karakterisasi SEM, larutan dengan viskositas 140 mPas menghasilkan nanofiber yang kontinyu, sedikit beads dan sedikit aglomerasi, meskipun belum homogen. Dari hasil XRD, diidentifikasi bahwa struktur TiO2 yang dihasilkan adalah anatase. Hasil spektroskopi UV-Vis menunjukkan bahwa energy gap dari TiO2 nanofiber untuk masing-masing viskositas adalah 3,2 eV.Kata kunci: TiO2, Nanofiber, Electrospinning, Viskositas, Anatase
PENGARUH TINGKAT KEASAMAN LARUTAN PENUMBUH PADA MORFOLOGI NANOROD FAUZIYYAH, SABRINA GHAIDA; PUTRI, AMARIS EVANIA; SARAGI, TOGAR; SYAKIR, NORMAN; SAFRIANI, LUSI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 13, No 01 (2023)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jme.v13i01.48777

Abstract

Nanostruktur ZnO satu dimesi (1D), terutama nanorods, memiliki keunggulan diantaranya mudah difabrikasi, proses sederhana serta biaya yang relatif murah. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses fabrikasi nanorod ZnO adalah pH dari larutan penumbuhnya. Pada penelitian ini, ZnO akan ditumbuhkan pada seed layer ZnO menggunakan metode self-assembly pada kondisi penumbuhan dalam lingkungan asam (acidic growth) membentuk morfologi nanorod ZnO. Kondisi lingkungan asam dilakukan dengan menambahkan hydrochloric acid (HCl) pada saat proses penumbuhan. Untuk mengetahui pengaruh kondisi lingkungan asam, dilakukan variasi tingkat keasaman (pH) mulai dari 4, 5, dan 6. Hasil pengukuran X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa nanorod ZnO yang terbentuk memiliki struktur hexagonal wurtzite dengan orientasi bidang dominan pada hkl (002). Berdasarkan hasil foto Scanning Electron Microscope (SEM), pH larutan penumbuh mempengaruhi morfologi nanorod ZnO. Ukuran diameter nanorod ZnO mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya keasaman larutan penumbuh. Nanorod ZnO dengan pH 6 menunjukkan hasil nanorod yang paling merata dengan diameter paling kecil.Kata kunci: zinc oxide, nanorod, self-assembly, penumbuhan dalam lingkungan asam
High Preferred Orientation on c-axis of ZnO:GO Crystal Film Synthesized Under Electric Field Rahmawati, Annisa Nur; Utami, Nabilah Putri; Safriani, Lusi; Bahtiar, Ayi; Arsyad, Wa Ode Sukmawati; Nurazizah, Euis Siti; Aprilia, Annisa
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v13n2.p146-159

Abstract

ZnO nanostructures show a wide range of applications as active materials in optoelectronic devices. The unique structures in 1-dimensional (1D) in combination with other potential materials (such as graphene-based) can increase several device performances. This research aims to observe the influence of an additional electric field (induced by different voltages of ±1 kV) during the growing process of the zinc oxide (ZnO): graphene oxide (GO) crystal. The ZnO:GO layers were prepared via the self-assembly method in 2 steps; the first was seed layer preparation by dip coating technique using Zn (CH3COO)2.2H2O and 0.5 (wt%) of AlCl3 as precursor and dopant, respectively. Secondly, growing ZnO rods using Zn (NO3)2·6H2O as precursor, 0.5 (wt%) GO (dispersed in water) as dopant materials, and hexamethylenetetramine (HMTA) as complexing agent. Applying an external field during self-assembly accelerated the ZnO hexagonal wurtzite crystal formation in a vertical growth direction, increasing the aspect ratio (L/d) of ZnO:GO rods. The direction of the applied external field affected the structure and morphology of the ZnO rods, which relates to ions and seed layer surface polarity during the synthesis process. The addition of an external field during the growing process induced the orderly alignment of ZnO rods, controlling growth perpendicular to the basal plane. This research has a significant scientific impact, elucidating the methods to control the 1D morphology of the ZnO growing process, which is closely related to the surface polarity properties of a material.  
STUDI SIFAT OPTIK PADA MATERIAL HIBRID P3HT:NANOPARTIKEL ZnO MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI UV-VIS Eda, Sukma Jan; Azizah, Euis Siti Nur; Aprilia, Annisa; Syakir, Norman; Saragi, Togar; Safriani, Lusi; Risdiana, Risdiana
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jme.v14i2.54297

Abstract

Poly(3-hexylthiophene) (P3HT) merupakan polimer konduktif yang memiliki sifat listrik dan optik yang baik sehingga diaplikasikan sebagai material aktif pada sel surya. Akan tetapi, mobilitas pembawa muatan pada P3HT masih rendah, sehingga dicampurkan dengan material lain yang memiliki mobilitas pembawa muatan lebih baik. Salah satu material yang memiliki mobilitas pembawa muatan yang baik adalah nanopartikel ZnO. Penambahan nanopartikel ZnO pada P3HT memunculkan adanya sistem donor-acceptor sehingga terdapat transfer elektron dalam material hibrid P3HT:nanopartikel ZnO yang berpengaruh terhadap sifat listrik dan optik material. Pada paper ini, nanopartikel ZnO disintesis dengan metode sol-gel dan dikarakterisasi TEM dan XRD untuk melihat ukuran partikel dan kristalitnya. Selanjutnya, sifat optik material hibrid P3HT:nanopartikel ZnO diuji dengan spektroskopi UV-Vis. Hasil pengukuran TEM dan XRD menunjukkan ukuran partikel dan kristalit nanopartikel ZnO masing-masing 8 nm dan 3,877 nm. Hasil spektroskopi UV-Vis menunjukkan rentang absorbansi nanopartikel ZnO berada di daerah UV, yaitu 330-400 nm. Pada P3HT dan P3HT:nanopartikel ZnO, absorbansi berada di daerah UV-Vis, yaitu 350-650 nm. Secara umum, penambahan nanopartikel ZnO tidak berpengaruh terhadap perubahan daerah absorbansi dan cenderung didominasi oleh P3HT yang dapat dikarenakan perbedaan rasio P3HT dan nanopartikel ZnO pada material P3HT:nanopartikel ZnO. Meskipun begitu, penambahan nanopartikel ZnO berpengaruh terhadap pergeseran panjang gelombang cut-off ke daerah UV sehingga meningkatkan energi gap material. Peningkatan energi gap pada material hibrid P3HT:nanopartikel ZnO dikarenakan adanya peningkatan mobilitas elektron pada material akibat penambahan nanopartikel ZnO pada P3HT.Kata kunci: karakteristik optik, P3HT:nanopartikel ZnO, spektroskopi UV-Vis
Influence of Polymer Matrix on The Morphology and Crystallization Behavior of Electrospun Zinc Oxide Fibers Aprilia, Annisa; Permana, Diki; Safriani, Lusi; Fitrilawati, Fitrilawati
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol. 10 No. 1 (2025): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 10 Issue 1, April 2025
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.101.01

Abstract

ZnO finds widespread applications such as in photocatalysis, sensors, medicine, and other optoelectronic devices. The characteristics of ZnO can be influenced by several parameters, one of which is morphology. Fiber structures are attractive for research among various shapes and sizes due to their large effective surface area. ZnO fibers can be produced using electrospinning. However, the fiber morphology strongly depends on several important parameters, one of them is the characteristics of the polymer as a matrix. The molecular weight and concentration of the polymer and precursor material influence the solution viscosity, which is one of the crucial parameters in the electrospinning method. In this study, ZnO fibers were fabricated using three different polymers as matrices: PVP (polyvinyl pyrrolidone), PVAc (polyvinyl acetate), and PVA (polyvinyl alcohol). This research investigates the influence of polymer type on the morphology of ZnO fibers and crystallization behavior based on thermal characteristics. Based on SEM results, ZnO fibers were successfully fabricated with diameters ranging from 20–90 nm. The different characteristics are related to the type of polymer matrices and heating treatment. Only the PVA polymer could produce fibers before and after calcination, whereas the PVAc polymer-based fiber vanished after calcination. The disappearance of the fiber morphology is probably caused by the relatively high precursor (ZnAc) concentration, which leads to damage to the fibers formed during the calcination process. PVP failed to produce fibers, possibly due to its low polymer molecular weight, necessitating adjustment of other parameters. The removal of organic compounds through calcination continued until a temperature of 450ºC was reached. However, organic compounds were still identified in the samples based on FTIR characteristics. The ZnO/PVA fibers have hydrophobic surfaces, with the contact angle of water droplets being 117.75º. This characteristic is ideal for several applications such as antibacterial compounds or self-cleaning materials. Considering the inherent properties of ZnO, it can function as both an antibacterial and a photocatalytic agents simultaneously.
Co-Authors Adelia Septyani Afifah Nurida Afifah Nurida, Afifah AMALIA ROHMAH FAJARIAH AMANDA, NUR APRILIA Annisa Aprilia Annisa Aprilia Annisa Aprilia ARIF BAGUS PRAKOSO Arsyad, Wa Ode Sukmawati Ayi Bahtiar Ayi Bahtiar Ayunita Chintia Ayunita Chintia Celline Ayunita Chintia, Ayunita Azizah, Euis Siti Nur BAYU PERMANA Choiry Ghina Afrilia CHOIRY GINA AFRILIA Cukup Mulyana Cukup Mulyana Cukup Mulyana Cukup Mulyana Davi Putri Hanavi Diba Grace Auliya Eda, Sukma Jan Euis Siti Nurazizah Euis Siti Nurazizah Euis Siti Nurazizah, Euis EVAN MULYANA Evan Mulyana EVAN MULYANA, EVAN F FITRILAWATI Faizal, Ferry FAJARIAH, AMALIA ROHMAH FAUZIYYAH, SABRINA GHAIDA Ferry Faizal Fitri Yuliasari FITRILAWATI F Fitrilawati Fitrilawati Fitrilawati Fitrilawati Fitrilawati Fitrilawati H Taniguchi H Taniguchi Hanipah, Iip HERI FERNANDO Iman Rahayu Inovasari Islami Liu Kin Men LUTFI NAUFAL RAMADHIKA Lutfi Naufal Ramadhika MALA SAPUTRI MUHAMMAD ARYA REVANSYAH MUHAMMAD RIZKY NURAWAN Nabila Asy Syifa Nabila Asy Syifa, Nabila Nabillah Fa'diyyah Zahra NADYA LARASATI Nadya Larasati K NADYA LARASATI K, NADYA Norman Syakir, Norman Nowo Riveli NUR APRILIA AMANDA Nurazizah, Euis Siti Nurfitriani Nurfitriani Permana, Bayu Permana, Diki PUTRI, AMARIS EVANIA RAHMADANI RAHMADANI RAHMAT HIDAYAT Rahmawati, Annisa Nur RAMADHIKA, LUTFI NAUFAL RESTI RAHAYU DWI AGUSTINI REVANSYAH, MUHAMMAD ARYA RISDIANA R Risdiana Risdiana Risdiana Risdiana RISDIANA RISDIANA, RISDIANA S Setianto S Setianto, S Sahrul Hidayat Saputri, Mala SHEILA SAKKYANANDA Sheila Sakkyananda Sheila Sakkyananda, Sheila Siregar, R.E Sri Suryaningsih TATI NURHAYATI THORIQ S RAHMAN Thoriq S. Rahman THORIQ S. RAHMAN, THORIQ Togar Saragi, Togar Tuti Susilawati Tuti Susilawati Tuti Susilawati Utami, Nabilah Putri Vira Fuji Arini WIBOWO, ZANETA HELGA LOVELY Winna Prasita Primawati Yukio Furukawa YULIASARI, FITRI ZANETA HELGA LOVELY WIBOWO