Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA SISWA SDN 2 LAMCOT KABUPATEN ACEH BESAR Eka Sri Rahayu; Henny Febriani; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Wirza Wirza; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun, masih banyak anak-anak yang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, yang berdampak pada tingginya angka karies gigi dan penyakit gusi di kalangan anak usia dini. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Lamcot, Kabupaten Aceh Besar.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga, serta praktik langsung oleh siswa yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengenal jenis makanan yang dapat merusak gigi, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Gigi Menggunakan Metode Applied Behavior Analysis Terhadap Kemampuan Menyikat Gigi pada Anak Autisme di SLB Negeri Banda Aceh dan SLB TNCC Lina Fitri Mahara; Henny Febriani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fswp5e74

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut anak autis pada umumnya kurang baik. Hal ini diperparah dengan ketidak mampuan menyikat gigi yang benar, akibat terganggunya konsentrasi dan interaksi anak, sehingga sulit menerima petunjuk cara menyikat gigi. Masalah Kesehatan gigi dan mulut pada anak Autis sama seperti masalah kesehatan gigi pada anak normal yang membedakan adalah perilaku yang di munculkan oleh anak autis tersebut dimana mereka tidak dapat mengikuti intruksi atau tidak kooperatif. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Gigi Menggunakan Metode Applied Behavior Analysis (ABA) terhadap pengetahuan dan Kemampuan menyikat gigi pada anak autis. Metode: Jenis Rancangan penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest and posttest non equivalent control group design memanfaatkan kelompok intervensi dan Kontrol dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Instrumen yang di gunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner untuk menilai kemampuan menyikat gigi anak autis. Hasil:Sebelum diberikan metode ABA sebagian responden pada kategori kurang baik 11 responden 55%. Setelah diberikan metode ABA sebagian responden pada kategori baik 15 responden 75% . Terdapat perbedaan antar kelompok pada kelompok intervensi mengalami peningkatan sebesar 24,70 dan kelompok kontrol sebesar 16,30. Ada pengaruh dan peningkatan kemampuan menyikat gigi pada kedua kelompok dengan nilai (P<0,05) Namun peningkatan lebih tinggi pada kelompok intervensi. Kesimpulan: Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dengan Metode ABA (Applied Behavior Analysis) Terhadap Kemampuan Menyikat Gigi Anak Autis