Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL CRANKSHAFT

Studi tentang Strategi Pendinginan dan Manajemen Termal pada Permukaan Cakram saat Pengereman dengan Menggunakan ANSYS Qomaruddin, Qomaruddin; winarso, Rochmad; Khoeron, Slamet; Setiawan, Hera; Hidayat, Taufiq; Setyawan, Malik
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.3 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i3.13302

Abstract

Sistem pengereman yang tidak optimal menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kendaraan, termasuk mobil listrik perkotaan, akibat panas berlebih yang dihasilkan dari gesekan antara bantalan rem dan cakram. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pendinginan cakram melalui termoelektrik, pelepasan udara panas, dan pemilihan kampas rem yang tepat penting untuk menjaga performa pengereman. Analisis distribusi panas pada rem cakram juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pengereman. Metode penelitian menggunakan alat uji dengan penggerak motor listrik dan berbagai tingkat beban pada pedal rem untuk mengamati respon sistem terhadap variasi beban, dengan pengukuran distribusi panas menggunakan enam sensor suhu pada radius cakram dan simulasi menggunakan software ANSYS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan daya rem mengakibatkan peningkatan suhu pengereman, namun dengan pendinginan termoelektrik suhu tetap stabil meskipun daya rem meningkat dan waktu pengereman bervariasi. Pendinginan termoelektrik terbukti efektif dalam mengelola panas dan menjaga kestabilan suhu cakram rem, memberikan solusi mengatasi panas berlebih pada sistem pengereman.
Perancangan Kaki Meja Las dengan Fleksibilitas Tinggi untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Khoeron, Slamet; Ariantono, Wahyu; Harmoko, Setiawan; Haryanto, Haryanto
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13845

Abstract

Efisiensi operasional dalam proses pengelasan sangat bergantung pada mobilitas peralatan, terutama meja las yang sering digunakan dalam berbagai posisi dan area kerja. Penelitian ini membahas pengembangan kaki meja las yang lebih mobile untuk meningkatkan fleksibilitas dan produktivitas di lingkungan kerja. Metodologi yang digunakan mencakup Function Analysis (FA), Cause-Effect Chain Analysis (CECA), dan penerapan prinsip-prinsip TRIZ untuk menyelesaikan kontradiksi teknik dan fisik yang muncul selama proses desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan motor penggerak dengan sistem pengunci otomatis dan pemangkasan komponen yang tidak esensial mampu meningkatkan mobilitas meja tanpa mengurangi stabilitas dan keamanan. Model konseptual yang dihasilkan menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dengan mengurangi waktu perpindahan meja hingga 30%. Pengembangan ini memberikan solusi inovatif untuk kebutuhan mobilitas dalam proses pengelasan.
Pengaruh Heat Treatment pada Kekerasan Material Baja SKD 11 Setiawan, Hera; Khoeron, Slamet
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13872

Abstract

Material untuk cutting tools, punching tools, dan  forming tools (non cutting tools) adalah jenis material yang mempunyai kekerasan dan keuletan yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan perlakuan panas pada material dies dan punch Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses perlakuan panas (heat treatment) pada kekerasan material Baja SKD 11. Material Baja SKD 11dengan ukuran 130 mm x 115 mm x 30 mm dilakukan proses heat treatment, yaitu hardening temperatur 1.040°C dengan holding time 120 menit dan quenching dengan media pendingin oli, kemudian dilanjutkan tempering dengan temperatur  250°C dan holding time 60 menit. Kekerasan sebelum dan sesudah proses heat treatment diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa harga kekerasan rata-rata raw material SKD 11 adalah 20 HRC, setelah proses hardening dan quenching 54 HRC, dan setelah tempering adalah 47 HRC.
ANALISIS STRUKTURAL POROS STEERING KNUCKLE MOBIL LISTRIK PROTOTIPE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Khoeron, Slamet; Setiawan, Hera; Qomaruddin, Qomaruddin; Ramadhani, Aufar Nur
JURNAL CRANKSHAFT Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i3.15173

Abstract

Poros pada steering knuckle merupakan komponen krusial dalam sistem suspensi dan kemudi kendaraan listrik prototipe. Komponen ini harus mampu menahan kombinasi beban statis akibat berat kendaraan serta beban dinamis dari gaya lateral dan pengereman. Penelitian ini menerapkan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) untuk menganalisis distribusi tegangan dan deformasi pada poros steering knuckle. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak CAD, sementara simulasi FEM dijalankan dengan mempertimbangkan dua skenario pembebanan utama: beban vertikal 3750 N dan lateral 5500 N. Material yang digunakan adalah alloy steel dengan yield strength sebesar 620,8 MPa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan maksimum terjadi pada area sambungan, dengan nilai tegangan Von Mises mencapai 11,63 MPa. Tegangan ini melampaui batas aman material, sehingga diperlukan optimalisasi desain berupa penyesuaian geometri, penebalan area kritis, atau pemilihan material alternatif. Studi ini menegaskan pentingnya analisis numerik dalam pengembangan komponen struktural kendaraan listrik, demi menjamin keandalan, keamanan, dan efisiensi struktural. Kata kunci:  steering knuckle, kendaraan listrik, metode elemen hingga, distribusi tegangan, optimasi desain.
Pengaruh grind size dan tipe portafilter terhadap kualitas espresso pada mesin espresso sistem pneumatik Winarso, Rochmad; Khoeron, Slamet; Wibowo, Rianto; Darmanto, Darmanto
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Crankshaft Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i2.11021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperature, grind size dan jenis portafilter terhadap kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) dan menemukan pengaturan mesin kopi espresso sistem pneumatik yang optimal untuk mencapai kualitas terbaik. Pada penelitian ini dilaksanakan dengan menguji karakteristik kopi espresso yaitu kadar total dissolve solid (TDS) dan extraction yield (EXT) akibat pengaruh temperatur, grind size dan tipe portafilter. Desain eksperimen faktorial penuh (full factorial design of experiments - FFD) digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki pengaruh yang signifikan pada kualitas espresso yang dihasilkan. Data penelitian diolah menggunakan analisa varian (analysis of variance - ANOVA) dengan bantuan perangkat lunak Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperature, grind size dan tipe portafilter secara  statistik memiliki pengaruh yang signifikan dengan tingkat kepercayaan 100% dalam mempengaruhi kadar total dissolved solids (TDS). Grind size dan tipe portafilter secara statistik juga memiliki pengaruh signifikan terhadap extraction yield (EXT) dengan tingkat kepercayaan 100%. Sebaliknya, nilai p-value yang lebih tinggi untuk faktor temperatur menunjukkan bahwa faktor tersebut secara statistik tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap extraction yield (EXT). Hasil optimasi respons untuk kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) menghasilkan niai composite desirability (D) sebesar 0,7255. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal yang ditemukan melalui plot optimasi cukup dapat diandalkan dan sesuai dengan model regresi yang telah diuji secara kredibel. Variabel yang dapat menghasilkan kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) paling optimal didapat dari pengaturan temperatur 1000C, grind size 2.8 dan penggunaan un-pressurized portafilter. Kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) yang dihasilkan dari metode respon optimasi ini masing-masing sebesar 11,5252% dan 22,348%.
Analisa Pengaruh Waktu dan Temperatur Burner terhadap Laju Perpindahan Panas Drum pada Mesin Roaster Kacang Tanah Kapasitas 1kg Khoeron, Slamet; Setiawan, Hera; Hudaya, Akhmad Zidni; Sutono, Sugoro Bhakti; Hidayat, Taufiq
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11256

Abstract

Pada umumnya mesin pemanggang digunakan untuk berbagai proses aplikasi kuliner, termasuk memanggang kacang. Pada proses penyangraian, kacang tanah disangrai dalam drum dengan pengaturan waktu yang bervariasi. Kacang tanah sebagai bahan pakan dimasukkan ke dalam ruang sangrai yang berputar mengikuti arah putaran mesin. Pada saat proses berlangsung, drum berputar, terjadi distribusi panas silang antara dinding bawah dan dinding atas, dan terjadilah laju perpindahan panas. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi hasil penyangraian. Perlu dilakukan analisa kinerja mesin berdasarkan perubahan temperatur dengan pengaruh waktu. Proses pemantauan suhu drum dilakukan dengan menggunakan pemetaan panas yang memanfaatkan sensor dan sistem pemantauan terkini untuk menangkap laju perpindahan panas di ruang pemanggangan secara visual dan kuantitatif. Temperatur burner bahan bakar LPG 600-700˚C dengan pengaturan putaran mesin konstan pada 30rpm. Waktu proses pemanggangan antara 15, 20, dan 25 (menit). Peta warna menunjukkan tingkat konduktivitas yang berbeda-beda akibat perubahan suhu yang dipengaruhi oleh waktu pembakaran. Kondisi ini juga mempengaruhi perubahan kondisi pada drum, dimana sensor termokopel pada drum menangkap hasil perekaman pada waktu 15 menit pada suhu 162˚C, 20 menit pada suhu 178˚C, dan 25 menit pada suhu 178˚C. 235˚C. Perubahan warna kulit kacang tanah juga menunjukkan adanya penurunan kadar air yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan berat awal sebelum disangrai dan setelah disangrai sebesar 9,7% pada waktu 15 menit, 10,8% pada waktu 20 menit, dan 13,6% pada waktu 25 menit. Durasi pemanggangan 15 hingga 20 menit menunjukkan pentingnya waktu dalam mencapai tingkat kematangan yang diinginkan.