Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IBM GURU SEKOLAH DASAR MELALUI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS GURU DENGAN 1 PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Fakhruddin, Fakhruddin; Ahmadi, Farid; Sumilah, Sumilah; Ansori, Isa
Jurnal Abdimas Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas. Penggunaan media dalam proses pembelajaran bertujuan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Tim pengabdi mengadakan pendampingan secara intensif terhadap guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran, baik berbasis TIK maupun nonTIK di Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Penggunaan media dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas. Kemampuan guru dalam mengembangkan media mutlak dibutuhkan dalam proses pembelajaran karena dapat sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Hasil pelaksanaan pengabdian, kemampuan guru dalam mengembangkan meningkat di Kecamatan Karimunjawa. Peningkatan kemampuan dalam merancang dan mengembangkan media oleh guru merupakan suatu langkah inovasi dalam pembelajaran kurikulum 2013. Pengembangan media bagi guru SD merupakan sebagai wujud aktualisasi pengembangan kemampuan pedagogik guru. Diharapkan, hasil pelatihan yang telah didapatkan pada pelatihan pembuatan media ini, dapat diaplikasikan pada pembelajaran di kelas sehingga nanti dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
KESIAPAN LABORATORIUM TERPADU JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG UNTUK E-LEARNING Isa Ansori; Trimurtini Trimurtini; Elok Fariha Sari; Florentina Widihastrin
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.274 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v7i2.6271

Abstract

Laboratory utilization is very important to support learning. The laboratory is very useful for measuring the standards of scienceand theory. Theoretical learning and practicum in the laboratory are integral activities in the teaching and learning process.This study aims to describe and find a laboratory readiness solution for the Department of Primary School Teacher Education,Faculty of Education, Semarang State University which supports the implementation of e-learning. The research variables werethe completeness of laboratory facilities, laboratory governance system of the Department of Primary School Teacher Education,lecturer and technical management, and users of the Laboratory of Primary School Teacher Education Study Program. Thesubjects of this study were lecturers, students of the Department of Primary School Teacher Education. Data items throughquestionnaires, observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive. The resultsshowed the level of satisfaction of students and lecturers as laboratory users. This also illustrates the problems that often occurin managing laboratories of the Department of Primary School Teacher Education. Integrated laboratories at the Department ofPGSD FIP Semarang State University have a dual role in the fields of education, research and community service, although thethree are still in a sufficient category. Integrated laboratory management requires special management that is different fromlaboratory management in the field of study
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE FORM DI SEKOLAH DASAR Susilo Tri Widodo; Isa Ansori; Ha. Zaenal Abidin; Sigit Yulianto; Suhardi Suhardi; Noto Suharto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1098

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk meningkatkan soft skill guru dalam mengembangakan kompetensi memanfaatkan google form untuk media pembelajaran. Guru diberikan keahlian secara terbimbing dalam merancang media google form. Lokasi kegiatan pengabdian ini yaitu di SD Negeri Bringin 01, lama kegiatan ini direncanakan selama enam bulan. Hasil dari kegiatan pengabdian antara lain : penyampaian materi dari tim pengabdi terkait penggunaan aplikasi google form sebagai salah satu media pembelajaran. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa produk google form yang dihasilkan oleh peserta (guru SD). Luaran dari pengabdian ini berupa sampel desain porduk google form yang dikembangkan dan dihasilkan oleh peserta (guru SD), dan laporan pengabdian yang tidak dipublikasikan. Ada beberapa kendala yang dihadapi tim pengabdi yaitu penguasaan kemampuan komputer para guru yang belum merata sehingga hanya beberapa peserta tertentu yang mampu menyelesaikan produk media. Pengabdian ini mendapat respon yang positif dari para guru dan mereka sangat senang mendapatkan tambahan ilmu dalam mengembangkan media dan peningkatan kompetensi yang dimiliki.
ASESMEN OTENTIK BERBASIS TEKNOLOGI PLICKERS BAGI SISWA SD MASA PANDEMI COVID-19 Eko Purwanti; Sri Sulistyorini; Nugraheti Sismulyasih; Trimurtini; Isa Ansori; Marjuni
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.1

Abstract

Abstract Assessment of learning outcomes often referred to by students as replays becomes something scary for students. There needs to be effort and innovation to change the stigma of students towards replay. If the replay is packaged interestingly, then the student will have enthusiasm and motivation towards the replay because the student feels as a pleasant thing so it will have a positive impact on the student's learning outcomes. The purpose of this community service activity is to improve the skills of elementary school teachers in conducting assessment analysis of learning results based on information technology. Especially intended to develop skills to elementary school teachers in the analysis of learning results based on plickers technology through training and mentoring activities. Training materials include the introduction of plickers, technical development of plickers, and the practice of using plickers. A sample of 30 teachers at SD Ngaliyan 01 was taken purposive random sampling. Training methods include q&A, discussions, assignments, portfolios, pretes, posts and preparation of follow-up plans. The results of community activities show the following: the average attendance of participants was 96.3% with full participation. Pretest & posttest results showed participants an average of 59.17. The average postest was 89.8. The average community service team attendance is 100%. Presentation of material is carried out by discussion method, assignment, demonstration and lecture with a handout of serving material. 100% certificate kepesertan workshop 36 JP. There is an increase in participants' scores from pretest to postest, it can be concluded that there is a development of the skills of elementary school teachers in the assessment of student learning results based on plickers technology in Ngaliyan Sub-district of Semarang. Abstrak Asesmen hasil belajar yang sering disebut oleh siswa sebagai ulangan menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi siswa. Perlu adanya upaya dan inovasi untuk mengubah stigma siswa terhadap ulangan. Apabila ulangan dikemas dengan menarik, maka siswa akan memiliki antusias dan motivasi terhadap ulangan karena siswa merasakan sebagai hal yang menyenangkan sehingga akan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan guru sekolah dasar (SD) dalam melakukan analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi informasi. Khususnya dimaksudkan mengembangkan keterampilan kepada guru-guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi plickers melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan plickers, teknis pengembangan plickers, dan praktik penggunaan plickers. Sampel kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 guru di SD Ngaliyan 01 yang diambil secara purposive random sampling. Metode pelatihan meliputi tanya jawab, diskusi, penugasan, portofolio, pretes, postes dan penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan masyarakat menunjukkan hal-hal sebagai berikut: rata-rata kehadiran peserta 96,3% dengan partisipasi penuh. Hasil pretest & postest peserta menunjukkan rata- rata 59,17. Adapun perolehan nilai rata- rata pada postest adalah 89,8. Kehadiran tim pengabdian masyarakat rata-rata 100%. Penyajian materi dilaksanakan dengan metode diskusi, penugasan, demonstrasi dan ceramah dilengkapi handout materi sajian. Diberikan sertifikat kepesertaan workshop setara 36 JP. Terjadi peningkatan nilai peserta dari pretest ke postest, dapat disimpulkan bahwa ada pengembangan keterampilan guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar siswa berbasis teknologi plickers di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
PENGUATAN KOMPETENSI BERKARYA MONTASE DAN KOLASE UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Deni Setiawan; Yuli Witanto; Ni Kadek Aris Rahmadani; R. Agustinus Arum Eka Nugroho; Marjuni Marjuni; Isa Ansori
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.360

Abstract

The teacher's ability and skills to create and evaluate collage and montage works of art need to follow the standards for assessing works of art. It is due to misconceptions the educational background of class teachers is not in the fine arts field, and the experience of art evaluation still needs to be improved. This service aims to improve the understanding of art and skills in creating and evaluating the art of montage and collage. The material provided is the skills to appropriately create and evaluate collages and montages. The method used is direct and guided learning. Direct learning is carried out using the teacher's conditioning method as participants take part in skill training and evaluation of the art of montage and collage. The service team acts as a resource person who directly supervises and guides. This community service activity increased their ability to create collages and montage works of art, including distinguishing and evaluating them
Powtoon-Based Learning Videos for Quality Elementary School Learning Outcomes Deni Setiawan; Suratno Suratno; Isa Ansori; Yuli Witanto; Marjuni Marjuni; Ni Kadek Aris Rahmadani; Teguh Supriyanto
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3228

Abstract

Elementary school teachers in Cluster Dewi Kunthi Gunungpati Semarang still need to become skilled at creating learning videos. Due to misunderstanding, the teacher's educational background is not in educational technology, and the experience of creating learning videos is minimal. This service aims to provide enrichment, skills, evaluation, and creation of learning media. The material provided is Powtoon-based learning video creation skills. The learning media used are in the form of Powtoon-based learning videos and learning media modules. The use of learning media will make it easier for elementary school children to absorb the material. The method used is direct and guided learning. Community service activities were conducted for eight months, with eight training meetings and guidance. Direct learning is done by conditioning the teacher as a participant, following and conducting copyright training, and evaluating learning videos. Skills and evaluation materials are carried out in 6 meetings. Supervised is intended to carry out direct supervision, coaching, and training. The service results show that teachers master making Powtoon-based videos, as evidenced by the collection of learning videos. The service succeeded in increasing teacher skills in creating Powtoon-based learning videos.
Hubungan Minat Belajar Dan Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Belajar Muatan Pembelajaran IPS Isa Ansori; Hidayatul Fithri
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan temuan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Gringsing Batang yang kurang optimal disebabkan oleh faktor minat belajar dan disiplin belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ada tidaknya hhubungan yang signifikan antara minat belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Gugus Ki Hajar Dewantara kecamatan Gringsing Batang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh sebanyak 122 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar IPS, nilai rhitung = 0,665 dan termasuk kategori kuat serta berkontribusi sebesar 44,3% terhadap prestasi belajar siswa; (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dan prestasi belajar IPS, nilai rhitung = 0,720 dan termasuk kategori kuat serta berkontribusi sebesar 51,8% terhaddap hasil belajar siswa; (3) ada hubungan yang positif dan sifgnifikan antara minat belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar IPS, nilai rhitung = 0,757 dan termasuk kategori kuat serta berkontribusi sebesar 57,3% terhadap hhasil belajar siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar muatan pembelajaran IPS.