Claim Missing Document
Check
Articles

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan Dalam Pariwisata Berkelanjutan Suryadarmawan, I Gusti Agung Gede; Sukanteri, Ni Putu; Suryana, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.7 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.946

Abstract

ABSTRAKABSTRACTKeywords: agro tourism, terracing, three pillars, sustainable developmentPemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2010 telah mencanangkan beberapa gebrakan yang sangat menyentuh kehidupan masyarakat perdesaan terutama petani, peternak dan rumah tangga miskin melalui Gerakan Pembangunan Pangan (Gerbang pangan) Serasi, Gerakan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan (Gerbang Emas Serasi), Gerbang Wisata (Dewi), dan yang terakhir adalah Gerbang Besar Serasi. Gerakan-gerakan pembangunan tersebut berjalan bersinergi dan berbasis desa. Desa Gunung Salak adalah salah satu desa yang dicanangkan sebagai desa wisata agro. Secara topografi Desa Gunung Salak adalah daerah dengan perbukitan dan terasering yang sangat indah, Panorama perkebunan yang sangat luas sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata seperti wisata treking, wisata agro, maupun wisata religius. Di Desa Gunung Salak juga terdapat lokasi yang sangat potensi seperti: Air Terjun Br. Kanciana, Goa Lindung di Br Gunung Salak, view persawahan dan perkebunan yang yang sangat indah, areal wisata treking /oprouder, sanggar lukisan Kresnadana, tari tradisional Okokan Mebarung Br Apit Yeh, dan didukung oleh keramah tamahan penduduk. Tim Pengembangan Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar telah melakukan beberapa pembinaan industri pendukung Desa Wisata Gunung Salak, seperti kuliner yang diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani Mawar dan Kenanga. Keberhasilan desa Gunung Salak menjadi desa Wisata memerlukan komitmen semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan pelaku wisata.Kata kunci: agro wisata, terasering, tiga pilar, pembangunan berkelanjutan The Tabanan district government since 2010 has launched a number of moves that have touched the lives of rural communities, especially farmers, ranchers and poor households through the Food Development Movement (Food Gate) Serasi, Community Economic Development Movement (Serasi Gold Gate), Tourism Gate (Dewi) and the last is the Great Gate of Serasi. These development movements run in synergy and are village-based. Gunung Salak village is one of the villages proclaimed as an agro tourism village. In Topography, Gunung Salak Village is an area with very beautiful hills and terraces, Panorama Perkebunan is very wide, so it has the potential to be developed for tourism such as Treking tourism, Agro Tourism and Religius tourism. In the area of Salak Judga Mountain, there is a very potential location such as: Waterfall Br. Kanciana, Protected Goa at Mount Salak Br, View of Rice Fields and very beautiful Plantation, Oprouder trekking area, Lukisan Kresnadana Studio, Okokan mebarung Br Apit Yeh traditional dance and supported by people's hospitality. Mahasaraswati University Regional Partnership Development Team (PKW) has carried out several coaching industries supporting Gunung Salak Tourism Village, such as culinary produced by Mawar and Kenanga Farmer Women Groups. The success of the Gunung Salak village as a tourism village requires the commitment of all parties, including the government, community and tourism actors.
Meningkatkan Pemasaran Dodol Bali di Desa Kesiut Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Ni Putu Sukanteri; Putu Fajar Kartika Lestari; Ida Ayu Dwi Susanti; Luh Putu Kirana Pratiwi
Konsienti : Community Services Journal Vol. 1 No. 01 (2023): July
Publisher : PT. TAKAZA INNOVATIX LABS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/konsienti.v1i01.1

Abstract

Kesiut Village, Kerambitan District, Tabanan Regency is one of the villages where there is a Women's Group producing Balinese dodol. The aims of the service are: to increase group administrative knowledge, to increase members' knowledge of consumer wants and needs, to improve the skills of group members in marketing Balinese dodol. Increase member income in the future through product marketing analysis. Community service is carried out in Kesiut Village, Kerambitan District, Tabanan Regency. The implementation of this service is carried out in an effort to increase the knowledge and skills of group members in managing processed products and preparing products ready for market. Based on the results of implementing community activities in the Merta Sari Werdhi Group in Kesiut Village, it shows that: There was an increase in the knowledge of group members before and after the socialization was carried out by 90% in product labeling and product packaging. The skills of group members increased by 90%. This shows that the existence of socialization and training provides increased knowledge and skills of group members. Processed Balinese dodol products made by group members before and after mentoring show a clear change in identity.
Co-Authors Ali Djamhuri Amaral , Ni Putu Anglila Amaral, Ni Putu Anglila Amaral, Ni Putu Anglila Amaral Amaral, Putu Anglila Ambarwati, Firly Annaza Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anum, Hendrika Apriada, I Kadek Arisandhi, I Made Dimas Azi, Rosalia Firman Dae Cakranegara, Pandu Adi Cening Kardi Crisdayanti Manggut Dastra, I Gede Dewi, Luh Gede Panca Dian Tariningsih Diantariningsih Diantariningsih Dionisius Jokong Dionisius Jokong Dudi Septiadi Dwi Susanti, Ida Ayu Made Elisabet Isa Ferdinandus Kewu Ferdinandus Kewu Firly Annaza Ambarwati Hendrika Anum I Dewa Nyoman Raka I Gusti Agung Gde Suryadarmawan I Gusti Ayu Diah Yuniti I Gusti Ngurah Putu Yudi Darma Putra I Ketut Arnawa I Ketut Widnyana I Made Ariana Darma Satriya Banjar I Made Budiasa I Made Budiasa I MADE DEDY SETIAWAN . I Made Dwi Adnyana I Made Suryana I Made Suryana I Made Suryana I Made Tamba I WAYAN BUDIASA Ida Ayu Dwi Susanti Ida Ayu Dwi Susanti Ida Ayu Dwi Susanti Ida Ayu Made Dwi Susanti Igo Tanggela, Astrosani Jandi, Yohanes Jarut, Grasiani Agusta Karvila Senia, Maria Ketut Arnawa Ketut Arnawa, Ketut Komang Dean Ananda Leandro Banan Alla Luh Putu Kirana Pratiwi M. NARKA TENAYA Made Budiasa Menardo Denis Villanueva Mikhael Rahmat Ranta Milasari, Ni Kadek Nabilah, Sharfina Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih Ni Luh Nilayani Ni Luh Nilayani Nyoman Utari Vipriyanti Nyoman Yudiarini Pande Komang Suparyana Pratiwi, Ni Luh Putu Kirana PRATIWI, NI PUTU EKA Putu Fajar Kartika Lestari Putu Lasmi Yulianti Sapanca Rosalia Firman Dae Azi Rosita Lagut Subadra, Komang Sundari, Ni Made Dwiradika Suryadarmawan, I Gusti Agung Gede Suryana, I M Susanti, Ida Ayu Made Tiara Carina Yenni Verrawati Yenny Verawati Yenny Verrawati Yohanes Jandi