Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Periodesasi Pendidikan Islam Indonesia: Pesantren dan Madrasah Muhammad Fuad Ikhwansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3016

Abstract

Penelitian menerapkan metode Studi Pustaka dengan..pendekatan Kualitatif. Proses penyebaran dan Pendidikan Islam di Nusantara memiliki cara yang menarik yaitu dengan jalur dakwah dan perdagangan. Secara garis besar proses dakwah dan Pendidikan Islam terbagi menjadi empat sesi yaitu masa awal, masa pertengahan, masa kolonial, dan masa pasca kemerdekaan. Secara umum perbandingan Pendidikan Islam dalam ranah Pesantren dan Madrasah pada masa sebelum dan pasca kemerdekaan memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Sebelum masa kolonial, jenis lembaga Pendidikan yang dikenal masyarakat adalah berbentuk pesantren saja, pada masa kolonial terjadi akulturasi antara pendidikan pesantren dan pendidikan yang diajarkan para kolonial Belanda sehingga membentuk sistem baru berupa perpaduan keduanya yang nanti dikenal dengan istilah madrasah. Pasca kemerdekaan pendidikan Islam semakin berkembang baik dalam ranah pesantren maupun madrasah serta mendapat dukungan yang baik dari pemerintah.
BUILDING CHILDREN CHARACTER IN ISLAMIC EDUCATION Muhammad Fuad Ikhwansyah; Rahman Tanjung; Kurniawan Arif Maspul; Firmansyah Firmanysah; Fina Amalia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19937

Abstract

Character education is education that focuses on developing good personalities in children. Character education aims to form good personalities who are responsible, have good morals, are moral, tolerant, and other good personalities. The aim of the research is to find out how to shape children's character with an Islamic perspective in order to produce a generation with good moral character. The research method used in this writing is library research where the author carries out stages relating to methods of collecting, reading and recording and processing library data as research material. The results obtained from this research are that Islamic education has quite an influence on the formation of children's character. When children receive sufficient provision regarding the teachings they believe in, the child will grow and develop into a person who believes and is devoted to Allah SWT, has noble character which includes morals, ethics, spiritual character or experience of values and understanding of religious values. actualized in everyday life.
TELAAH EVALUASI MULTIDISPLINER PEMBELAJARAAN PAI DAN LINGKUNGAN DI SDN 4 MENTENG Muhammad Raj Ulhaq; Muhammad Fuad Ikhwansyah; Hendra Sucipto; Santiani Santiani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20072

Abstract

Indonesia memiliki tingkat polusi udara yang sangat memperihatinkan. Sebab itu pemerintah membuat berbagai program salah satunya adalah sekolah adiwiyata. Agama Islam sebagai agama yang syumuliyyah tidak terlepas dalam pendidikannya mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu program evaluasi kekinian adalah adanya evaluasi multidisipliner pembelajaran PAI dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui mengenai keberadaan evaluasi multidisipliner pembelajaran PAI dengan lingkungan di sekolah adiwiyata SDN 4 Menteng serta dukungan guru PAI mengenai bentuk evaluasi multidisipliner PAI dan lingkungan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara kepada salah satu guru di SDN 4 Menteng palangka Raya ibu Uswatun Hasanah, S.Pd.I. Hasil dari penelitian bahwa telah ada pada evaluasi pembelajaran PAI multidisipliner dengan lingkungan. Keberadaan tersebut masih menjadi satu dengan evaluasi PAI karena memang termasuk dalam materi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam evaluasi berupa evaluasi penugasan, observasi, tanya jawab, dan soal. Isntrumen evaluasi yang dipakai berupa lembar penilaian dan soal yang sudah disusun sebelum pembelajaran berlangsung. Respon guru terhadap adanya evaluasi tersebut adalah mendukung bentuk evaluasi tersebut. Hal ini dapat dilihat dari jawaban sang guru terhadap penghkhususan evaluasi multidisipliner lingkungan dalam pembelajaran PAI. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa empati dan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan alam.
TEACHER CHALLENGES IN THE ERA OF DIGITALIZATION FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE Nasiruddin Sidqi; Muhammad Fuad Ikhwansyah; Desi Erawati
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20371

Abstract

Era digitalisasi 5.0 telah mengubah lanskap pendidikan dengan meluasnya penggunaan teknologi. Dalam konteks ini, pandangan Islam mengenai pendidikan dan nilai-nilai etika mempunyai relevansi yang penting. Tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam menjadi fokus utama penelitian ini. Jenis pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi literatur. Metode analisisnya menggunakan analisis isi. Artikel ini bertujuan untuk menggali tantangan guru di era digitalisasi menurut pandangan Islam dan strategi yang dapat digunakan guru untuk mengatasi tantangan tersebut. Perspektif Islam terhadap pengetahuan, moral, komunikasi, dan nilai-nilai lainnya juga dianalisis dalam konteks pendidikan digital. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pendidikan digital dapat menjadi alat yang ampuh untuk mendorong pembelajaran efektif yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. Tantangan yang dihadapi guru di era digitalisasi secara umum berupa penguasaan teknologi, adaptasi metode pembelajaran, keterampilan digital siswa, keamanan dan etika digital, keterbatasan akses, evaluasi dan penilaian, kelebihan informasi, perubahan peran guru, kesulitan dalam mengajar. menciptakan koneksi pribadi, dan perubahan terus-menerus. Tantangan guru di era digitalisasi menurut Islam antara lain pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan, kedalaman akhlak dan akhlak, kerjasama dan komunikasi yang baik, agama dalam pendidikan, keadilan dan kesetaraan, pengembangan potensi individu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pengendalian diri dan pemantauan diri, tujuan pendidikan yang lebih besar. Strategi solusinya meliputi pelatihan teknologi mendalam, pengembangan materi pembelajaran digital, penggunaan platform pembelajaran online yang tepat, pemantauan dan evaluasi berkelanjutan, kesadaran etika digital, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, mengatasi kesenjangan akses, pengembangan keterampilan penting, promosi keterampilan pribadi. koneksi, pendidikan agama terpadu, fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, serta pengembangan diri berkelanjutan.
MODERASI BERAGAMA DAN PENANAMANNYA DI SMAN 1 PULANG PISAU Rabiatul Adawiah; Zainap Hartati; Muslimah Muslimah; Muhammad Fuad Ikhwansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21147

Abstract

Indonesia merupakan negara yang unik dengan masyarakat yang beragam. Negeri ini memiliki 17.000 pulau, berbagai suku, dan berbagai bahasa yang berbeda. Ada 5 (lima) agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Kemajemukan ini tentu tidak terlepas dari problematika di dalamnya salah satunya adalah soal agama. Mengatasi berbagai konflik keberagaman yang ada di Indonesia, upaya menghindari konflik dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat merupakan hal yang strategis untuk dilakukan. Moderasi beragama dikembangkan untuk memperkuat toleransi dan merevolusi mentalitas masyarakat untuk menghadapi kehidupan masyarakat yang majemuk dan majemuk. Metode penelitian menggunakan studi literatur. Metode pendekatan yang dipakai pada penelitian ini berupa deskriptif kualitatif sebab penelitian ini menjabarkan data yang menjelaskan secara mendalam dalam bentuk tulisan, bukan data yang tersusun dari angka. Hasil Penelitian Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan penguatan tentang moderasi dalam beragama pada siswa di lingkungan SMAN 1 Pulang pisau sesuai dengan pemahaman Islam yang sebenarnya.
Basic concepts of Islamic education: The perspective of Al-Rahiq Al-Makhtum kitab Hunainah, Hunainah; Ikhwansyah, Muhammad Fuad; Ramdhani, Muhammad Tri
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v28i2.8548

Abstract

The basics of Islamic education are used not only as the main pillar but also as a filter when problems arise. In Indonesia, various problems in the field are allegedly a manifestation of the face of national education. One of the best books that can be extracted from it, the basis of Islamic education sourced from the life of the Prophet Muhammad, is the Kitab of Al-Rahiq Al-Makhtum. This type of research is qualitative because it aims to explore the basis of Islamic education in related books, with the research method using library research. Primary data in this study are writings extracted from primary sources, namely the Kitab of Al-Rahiq Al-Makhtum by Al-Mubarakfuri. The secondary data in this study are writings extracted from supporting sources, books, and related journals. The data analysis technique used in this literature research uses the content analysis method. The results showed that the basis of Islamic education taught directly by the Prophet Muhammad Saw. and contained in the Kitab Al-Rahiq Al-Makhtum there are three pillars: The first is monotheism, the second is following the revelation, the third is good character, which includes patience, professionalism, tawadhu', and being able to be a role model. Based on this, every Muslim teacher and educator should realize and even absorb this meaning and try as much as possible to implement it in teaching so that all parties can overcome moral degradation together.
Karakter Pemimpin Perspektif Al Qur`an Muhammad Fuad Ikhwansyah; Muhammad Teguh Ciptadi
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i1.9977

Abstract

Human in its creation is as Khalifah (leader) on this earth, as the main human being has character to be seeded in directing or in terms of fostering the morals of the led. Leadership in Islam is a very complex scope, ranging from the social structure of the organisation, strategies in directing, exemplary, and to faith. The expectation in a leadership is a goal of benefit, both for the leader and the led. The verses of the Qur'an are very concentrated on discussing the criteria of leadership which is raised in several main characteristics. The first trait is that the leader is characterised as Khalifah. The second trait is Imamah. The third trait is Ulul Amr. The scope of the Qur'anic verses that discuss Khalifah, Imamah, Ulul Amr are (QS. Shad [38]: 26), (QS. Al Baqarah [2]: 124), (QS. An Nisa [4]: 59), (QS. An Nisa [4]: 83). The verses include the verses of Makkiyah and Madaniyah. Furthermore, these verses will be described with the approach of Tafsir Maudhu`I (Thematic). The aspect of Asbabun Nuzul (the causes of the revelation of the verse) becomes an important part in describing the background of the verse. Similarly, the verse will be described in relation to other verses (Munasabah). From these verses emerges the character of leaders who are faithful, trustworthy, just, and have a personality like the apostle (Rasuli) with quite strict conditions.
Anti-Terrorism Education: Max Weber's Four Rationalities Approach Ikhwansyah, Muhammad Fuad; Anwar, Khairil
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v12i1.9920

Abstract

Terrorism has harmful effects on both individuals and society. This research uses a descriptivequalitative approach, gathering data through a literature review. The findings conclude that terrorism is an act of violence carried out in various ways to intimidate groups or individuals in order to uphold ideologies, beliefs, politics, or similar aims. Terrorism falls into six categories: cyberterrorism, basic terrorism, revolutionary, sub-revolutionary, epiphenomenal, and repressive. According to Max Weber's theory of rationality, the causes of terrorism are: Instrumental rationality: Terrorism as a tool to gain territory or influence. Affective rationality: Terrorist acts as a form of affective expression. Traditional rationality: Terrorism as a customary practice. Value rationality: Terrorist acts as a manifestation of values and ideology. Additionally, there's another rationality related toterrorism: distorted rationality, where terrorism occurs due to a misunderstanding of the meaning of religion itself. Anti-terrorism education can be implemented by addressing the root causes of terrorism, empowering communities, promoting moderation in understanding or religion, instilling compassion, nationalism, and unity, and preventing factors that trigger terrorist acts.
Analisis SWOT Mutu Pendidikan di SMKS Karsa Mulya Palangka Raya Mufarridun, Mufarridun; Ikhwansyah, Muhammad Fuad; Warman, Taufik; Sukti, Surya
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5344

Abstract

Era modern mendorong munculnya berbagai bentuk lembaga pendidikan yang berbasis Islam semakin bermunculan dengan tujuan mengembangkan moral atau akhlak peserta didik, SMKS Karsa Mulya adalah suatu lembaga..pendidikan menengah atas kejuruan yang berada di kota Palangka Raya. Meski sebagai sekolah swasta SMKS ini tidak kalah bersaing jika dibandingkan oleh sekolah Negeri. Hal ini menjadikan sekolahan tersebut menjadi sangat menarik untuk dikaji khususnya mengenai analisis SWOT guna sebagai referensi sekolah lain sekaligus masukan kepada SMKS Karsa Mulya itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan..metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian analisis SWOT SMKS Karsa Mulya Palangkaraya ini yaitu faktor berupa kesesuaian jurusan dengan keperluan zaman, sumber daya pengajar yang mengumpuni, penanaman nasionalisme, spiritualisme dan pengembangan karakter siswa. Faktor kekurangan yaitu kurangnya sarana pembelajaran seperti LCD proyektor. Faktor kesempatannya adalah letak posisi sekolah yang strategis yaitu tepat di sisi jalan G. Obos, tidak adanya saingan sekolah Kejuruan lain dalam satu kecamatan, dan kesempatan pekerjaan bagi para lulusan. Faktor resiko yaitu terbatasnya minat para orang tua dan kurangnya pendanaan bagi keperluan sekolah SMKS Karsa Mulya Palangka Raya. 
PELAKSANAAN EVALUASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MTS DARUL AMIN PALANGKA RAYA Atiah, Atiah; Santiani, Santiani; Fuad Ikhwansyah, Muhammad
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.22584

Abstract

Pendidikan karakter menjadi perhatian utama saat ini karena rendahnya karakter siswa. Pendidika karakter secara umum telah dilaksanakan diberbagai sekolah karena telah ada dalam kurikulum. Namun evaluasi terhadap pendidikan karakter masih sangat terbatas karena keterbatasan alat evaluasi. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji pelaksanan evaluasi pendidikan karakter di MTs Darul Amin Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan siswa di MTs Darul Amin Palangka Raya. Hasil dari penelitian yang diperolah adalah bahwa penerapan pendidikan karakter di MTs Darul Amin termuat dalam semua mata pelajaran yang ada baik dari ranah metode maupun strategi pembelajaran. Pendidikan karakter juga dilakukan melalui pembiasaan tingkah laku oleh semua warga sekolah. Pendidikan karakter diterapkan melalui bentuk pembiasaan-pembiasaan dan keteladanan nilai karakter jujur, religius, disiplin, toleran, kreatif, bekerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, demokratis, cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, cinta damai, komunikatif, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan rasa tanggungjawab. Namun pelaksanaan evaluasi tentang pendidikan karakter yang telah dilakukan masih sangat terbatas. Evaluasi karakter hanya melalui observasi oleh guru kelas dan mata pelajaran yang belum dilakukan secara tertulis. Hal ini membuat pendidikan karakter belum dapat dievaluasi pengaruhnya terhadap karakter siswa. Penelitian ini merekomendasikan untuk membuat alat evaluasi karakter yang dapat digunakan guru sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.