Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar untuk mampu mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dalam pembelajaran guna mendukung keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir komputasional. Namun, masih banyak guru yang memandang KKA sebagai materi yang kompleks dan bergantung pada ketersediaan teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran KKA yang adaptif di berbagai kondisi sekolah. Pelatihan diikuti oleh 29 guru sekolah dasar di Lampung Barat yang dilaksanakan melalui metode blended learning dengan pendekatan IN–ON–IN yang meliputi pembekalan, implementasi dengan pendampingan, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru serta perubahan persepsi bahwa KKA dapat diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu plugged, unplugged, dan internet-based, sehingga tetap relevan bagi sekolah dengan maupun tanpa akses internet memadai. Selain itu, guru memahami bahwa KKA berperan dalam melatih siswa berpikir komputasional, logis, dan sistematis sebagai dasar pemecahan masalah. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru serta mendorong pembelajaran yang inovatif dan inklusif.