Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Modifikasi rancangan mesin pengupas lada menggunakan software Solidworks Mas Aninditya; Sa'ad Sayuto; Mardison Suhil; Bagus Prasetia; Pandu Gunawan; Budi Priyonggo
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019 produksi lada mencapai 93 ribu ton, sedangkan pada tahun 2020 produksi lada di Indonesia sebesar 91 ribu ton. Dibutuhkan waktu sekitar 11-14 hari untuk mengupas lada metode yang digunakan dengan pemeraman atau merendam lada untuk melunakan buah dan dapat mengupas dengan mudah. Tipe mesin lada yang dibuat menggunakan sikat nilon untuk memisahkan kulit dengan biji lada. Tujuan tugas akhir dilakukan untuk menentukan dan menghitung parameter rancangan mesin pengupas lada, melakukan modifikasi rancangan desain mesin pengupas lada, melakukan simulasi desain. Metode pelaksanaan dengan melakukan berbagai identifikasi tentang karakteristik lada dan rancangan mesin sebelumnya, sketsa gambar tangan yang dibuat, menghasilkan gambar desain, dan melakukan simulasi pada desain. Didapat hasil parameter kebundaran lada 0,76, kebulatan lada 1,007, kecepatan putar pulley 840 rpm, nilai torsi 5,08 Nm, kapasitas hopper 9,8L serta derajat kemiringan 55,7o, kapasitas screw 14,24 m3/jam. Hasil gambar berupa part, gambar assembly serta gambar layout dan dilakukan simulasi desain dengan hasil stress analisis, displacement, serta factor of safety.
Kalibrasi dan validasi instrument ukur fertigasi tipe Nido One V2 M Dewana; Budi Priyonggo; Heri Suliyanto; Wiwin Wulandari; Mas Aninditya
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami kemajuan pertanian modern berkat penerapan inovasi dan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. IoT memainkan peran penting dalam pertanian kontemporer karena memungkinkan pemantauan dan pengelolaan sumber daya dalam waktu nyata. Sejak 2019, Nido One V2 adalah salah satu teknologi hasil inovasi Italia yang berfokus pada teknologi pertanian, tetapi masih terjadi error pada pembacaan saat digunakan. Karena itu, kalibrasi dan validasi instrumen ukur Nido One V2 sangat penting untuk meningkatkan ketepatan dan ketelitian pembacaan. Pengujian fungsi, kalibrasi, dan validasi digunakan. Analisis regresi digunakan untuk menentukan ketepatan dan ketelitian data. Variasi konsentrasi larutan disebabkan oleh campuran air dan campuran nutrisi AB yang berbeda. Hasil kalibrasi dan validasi instrumen Nido One V2 menunjukkan bahwa sensor pH memiliki fungsi kalibrasi Y = 1.0139X – 0.0173 dengan R2 0.9869 dan sensor EC memiliki fungsi kalibrasi Y = 1.18312x + 0.09647 dengan R2 0.98528. Dengan ketelitian dan ketepatan lebih dari 96%, fungsi kalibrasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan instrumen ukur tersebut.
Rancangan dan pengujian pompa air tenaga surya (PATS) mobile untuk pembibitan padi Mas Aninditya; Kemal Mahfud; Muhammad Alfian; Adnan Saputra; Hibatul Firdausy; Budi Priyonggo
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh manusia, termasuk untuk kegiatan pertanian seperti penyemaian benih padi dan pengairan sawah. Pada umumnya masyarakat masih mengandalkan pompa air listrik yang bersumber dari listrik PLN. Karena kondisi kelistrikan PLN yang tidak memungkinkan untuk menyuplai listrik di persawahan yang luas dan tersebar dibeberapa tempat yang berbeda. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu alternatif dengan menggunakan energi surya. PATS (Pompa Air Tenaga Surya) dirancang untuk dapat mobile/ berpindah-pindah dari antar lahan sawahnya. Perancangan dan simulasi menggunakan bantuan aplikasi solidworks.  Pengujian dilakukan di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Beberapa aspek yang diuji diantaranya pengujian daya, arus hingga hambatan yang diperoleh dari panel, baterai yang akan mendistribusikan tenaga ke pompa air. Nilai efisiensi pompa air tertinggi terdapat pada hari Selasa, 25 Juni 2024 dengan efisiensi didapat sebesar 97,2% pada posisi sudut panel 10°, nilai efisiensi pompa air terendah didapat pada hari Senin, 24 Juni 2024 dengan efisiensi yang didapat sebesar 81,8% pada posisi sudut panel 10°. Pada hasil pengujian ini bisa disimpulkan bahwa perbedaan nilai efisiensi dipengaruhi oleh perbedaan tenaga listrik pompa air dan baterai. Nilai debit air tertinggi didapat pada hari Rabu, 26 Juni 2024 dengan nilai debit air sebesar 0,000162 ????3/s dengan posisi sudut panel 10°. Nilai debit air terendah didapat pada hari Senin, 24 Juni 2024 dengan nilai debit air sebesar 0,000102 ????3/s dengan posisi sudut panel 10°. 
Pengembangan aparatus uji flowmeter tipe K-24 dan WG-01 Budi Priyonggo; Alif Akmal Sagil; Hamanto Harmanto; Rahmat Hanif Anasiru
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran debit air pada pertanian menjadi hal krusial karena untuk memastikan kesesuain pemberian kebutuhan air bagi tanaman sehingga kebutuhan air menjadi tepat dan tidak terjadi pemborosan yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur debit air adalah flowmeter. Sebagai sensor flowmeter masih memiliki keterbatasan kemampuan pembacaan yang kurang akurat sehingga perlu dilakukan kalibrasi dan validasi untuk meningkatkan ketepatan pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aparatus sederhana yang mampu mengkalibrasi flowmeter K-24 dan flowmeter WG-01. Metode yang digunakan berupa perancangan aparatus, pabrikasi aparatus, kalibrasi, validasi dan analisis regresi linear. Hasil pengujian flowmeter K-24 dibangkitkan persamaan kalibrasi Y = 1.1783x – 0.8281 memiliki R2 sebesar 0.9966 yang mampu mencapai rata – rata ketepatan validasi sebesar 89.7%. Hasil pengujian flowmeter WG-01 dibangkitkan persamaan kalibrasi Y=0.3338X + 1.3223 dengan nilai R2 sebesar 0.9998 yang mampu mencapai rata – rata ketepatan validasi sebesar 96.4%. Aparatus yang dikembangkan mampu bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk melakukan kalibrasi dan validasi untuk flowmeter K-24 dan flowmeter WG-01 dengan mampu membuat variasi pengukuran debit aliran.
Integration of Regression Analysis and Spatial Interpolation in Multi-Sensor Soil Calibration Optimization Based on RS485 to Support Precision Agriculture Priyonggo, Budi; Hafidz, Muhammad; Azadi, Athoillah; Wirawan, Adi; Nucholis, Jati; Muharfiza, Muharfiza; Jahari, Mahirah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 14 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Technological developments provide significant opportunities to utilise measurement equipment to enhance the effectiveness and efficiency of agricultural production. Accurate soil content measurement is very important for evaluating soil quality, helping farmers understand soil conditions and take appropriate steps to improve or maintain it. Calibration is required to ensure that the measuring instruments used provide accurate readings. The objective of this research was to calibrate the soil comprehensive sensor type RS485. The parameters tested are WET sensor, pH sensor, and temperature sensor. Data analysis was conducted using spatial interpolation, linear regression, and multiple linear regression. The calibration results obtained the calibration function  (R2 0.9566) for the WET sensor, (R2 0.9845) for the pH sensor, and  (R2 0.9963) for T sensor. The results of the spatial interpolation analysis using the calibration function indicate an improvement in the accuracy between the tested sensor and the calibrator compared to before calibration. The improvement in the accuracy of the parameter values was obtained by performing multiple linear regression analysis involving all sensors. The equations WETe4, pHe4, and Te4 were chosen as the best estimated equations that can improve the accuracy of sensor readings. The results of spatial interpolation analysis of the functions WETe4, pHe4, and Te4 showed a better improvement in accuracy compared to the calibration function. The equations WETe4, pHe4, and Te4 can be used as alternative functions to approximate the correct values in the use of soil comprehensive sensor type RS485. The spatial interpolation analysis conducted can provide an illustration of values based on color distribution to understand of the distribution of those values.