Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ECO ENZYME PADA KELOMPOK TANI KELURAHAN BHAKTI KARYA Sitompul, Hamela Sari; As’ad, Octasella Ainani; Nasution, Nurhadida; Yanti , Mariana Eva; Mulia, Sukri; Surbakti, Supriadi; Yurizky, Yusra
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v1i2.47

Abstract

Organic waste is a type of waste that can weather or decompose into smaller materials, while non-organic waste is a type of waste that is very difficult to decompose. Binjai is one of the villages in Deli Serdang which is not free from waste management problems. In this case, Deli Serdang district produces household waste (SRT) and similar household waste (SSRT) in quite large quantities. The objectives of this activity are: (1) To provide information and education about processing organic waste into eco enzymes; (2) Provide information about the processing and use of Eco Enzyme in agriculture as organic fertilizer. The target of the activity was farmer groups in Bhakti Karya Village, Binjai City on January 17 2024. The activity was carried out twice using two methods, namely lecture, demonstration and question and answer. The service activity began with the team making eco-enzyme samples. The purpose of making samples is for harvesting while making eco-enzyme takes three months. Based on the results of the community service activities that have been carried out, it can be concluded that the socialization of making eco-enzymes can meet the needs and provide benefits to the Bhakti Karya sub-district farmer group, so that this service can really be continued
Pengembangan Usaha Hidroponik di Syifa Hidroponik Kecamatan Medan Denai Octasella Ainani As'ad; Nurhadida Nasution; Mariana Eva Yanti; Supriadi Surbakti; Sukri Mulia; Yusra Yurizki
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v1i1.63

Abstract

This community service activity aims to: (1) Provide broad understanding and knowledge about hydroponic planting technology; (2) Providing development of innovation opportunities for derivative products in hydroponic water spinach plants and other plants; (3) Providing insight and motivating MSME players and prospective MSME players to increase their production and income; (4) Creating prosperous MSMEs as the main sector to influence income values ​​in Medan City; (5) Creating MSMEs that are very influential in improving the welfare of the people in Medan City. The activity method is carried out through discussion and mentoring. The objects of this community service are 10 Hydroponic MSMEs. Based on the results of community service activities, it can be concluded that there are 4 strategies in developing hydroponic businesses, namely: Product Strategy (product) to improve product quality. The pricing strategy used by hydroponic entrepreneurs is to adjust prices to competitors and adjust according to the quality of their products. The place strategy is that hydroponic entrepreneurs use their own private land. This aims to make it easier for entrepreneurs to monitor the processing and growth process of vegetable plants and make it easier for consumers to carry out transactions. The promotion strategy is to have good relations with customers, collaborate with one of the shops and carry out promotions via social media
Sosialisasi Pupuk Organik Untuk Tanaman Hortikultura Menuju Pertanian Berkelanjutan Sitompul, Hamela Sari; Ainani As’ad, Octasella; Nasution , Nurhadida; Eva Yanti, Mariana; Surbakti, Supriadi; Mulia, Sukri; Yurizki, Yusra
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v1i3.110

Abstract

Socialization of organic fertilizer for horticultural crops aims to provide information regarding the benefits of using organic fertilizer for sustainable agriculture, providing education on making organic fertilizer from agricultural waste. This community service activity was carried out in Central Kuta Village, Karo Regency. Participants in this activity were 35 people from Central Kuta Village, Karo Regency. They work as farmers on horticultural crops such as vegetables and fruit. The methods used were lectures, demonstrations and discussions regarding the benefits of organic fertilizer and how to make organic fertilizer using agricultural waste. The results of service activities show that there is community awareness and interest in processing agricultural waste into organic fertilizer. This is proven by the appreciation and enthusiasm of the community in discussions. People are interested in using their agricultural waste to be processed into organic fertilizer because it can maintain soil fertility or improve soil structure and from an economic perspective it is enough to minimize the budget for purchasing fertilizer.
PERAN HIDROPONIK TANAMAN KANGKUNG TERHADAP PELUANG INOVASI UMKM (USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KOTA MEDAN Surbakti, Supriadi; Mulia, Sukri
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang dan kangkung arsik serta hasil olahan lainnya merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu produk turunan, serta menambah pendapatan dan keuntungan produsen dalam menciptakan peluang inovasi UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan. Tujuan penelitian pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai bagaimana cara budidaya tanaman sayuran dengan teknik hidroponik, menguraikan apa saja tahapan pengolahan dalam pembuatan produk olahan turunan kangkung arsik, kangkung rendang, dan olahan lainnya, serta menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, sistem pemasaran. Selain itu, sayuran yang dibudidayakan dengan teknik hidroponik adalah kangkung, sawi, pakcoy, bayam, dan selada dengan menggunakan sistem budidaya Nutrient Film Technique (NFT). Terdapat juga produk olahan atau turunan akan tanaman hidroponik lainnya, yaitu keripik sawi, dan kale keju kribo, serta terdapat juga minuman sirup dari bunga telang. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Syifa Hidroponik yang terdapat di Jalan Bromo Lorong Amal No. 11, Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara 20216. Tahapan pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang yaitu: Penyediaan bahan baku kangkung hidroponik, kangkung dihaluskan, pengadonan kangkung, telur ayam, tepung beras dan garam, kangkung dikukus, kangkung didinginkan, kangkung dipotong-potong, kangkung digoreng, pemasakan bumbu rendang, pencampuran kangkung yang digoreng dengan bumbu rendang dan pemasaran. Kata kunci: Kangkung Hidroponik, Analisis Deskriptif, Kesejahteraan Masyarakat
Analisis Saluran Pemasaran Rambutan Di Kabupaten Langkat (Studi Kasus : Desa Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara) Yurizky, Yusra; Mulia, Sukri; Surbakti, Supriadi; Sitompul, Hamela Sari
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis pola saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran rambutan di Desa Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Metode penentuan sampel penelitian dilakukan dengan cara snowball sampling. Metode pengumpulan data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data penelitian digunakan secara deskriptif kualitatif. Pola saluran pemasaran rambutan di daerah penelitian adalah saluran pemasaran I : Petani à Pedagang Pengecer à Konsumen dan saluran pemasaran II : PetaniàPedagang PengumpulàPedagang PengeceràKonsumen. Fungsi-fungsi pemasaran rambutan di daerah penelitian adalah pada saluran pemasaran I dan II petani rambutan melakukan fungsi-fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran yang berupa penjualan. Sedangkan, pada saluran pemasaran I dan II pedagang pengecer dan pedagang pengumpul rambutan melakukan fungsi-fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran yang berupa pembelian dan penjualan, juga fungsi fisik yang berupa pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan, dan juga fungsi fasilitas yang berupa sortasi, penanggungan resiko, dan informasi pasar. Dan juga pada saluran pemasaran I dan II konsumen rambutan melakukan fungsi-fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran yang berupa pembelian.
Analisis Kajian Biaya Kastrasi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Afdeling VI Kebun Sawit Sosa PT Perkebunan Nusantara IV Hasibuan, Surtan; Surbakti, Supriadi
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kastrasi atau ablasi merupakan membuang bunga muda dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14-18) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang, pelepah jangan terpotong. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar. Kastrasi adalah memotong bunga–bunga baik jantan maupun betina yang telah tumbuh pada tanaman yang berumur 12-20 bulan. Bunga-bunga jantan, bunga-bunga betina dan buah-buah yang ditunas (bila tidak busuk) dikumpulkan pada gawangan (lahan diantara barisan tanaman kelapa sawit). Alat yang digunakan adalah dodos atau IRHO tools.
Analisis Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kota Medan Surbakti, Supriadi; Yanti, Mariana Eva; Nasution, Nurhadida
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan dominan menjadi pemukiman sekitar 68% di kenakan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan urutan selanjutnya di susul oleh Pembangunan infrastruktur terutama Pembangunan jalan flyover (jembatan layang) sekitar 22%, urutan yang terakhir yaitu Pembangunan pusat industry seperti pembangunan perusahaan sekitar 10% yang menyebabkan lahan pertanian menjadi penurun. (BPS, 2022). Dalam penelitian saya dengan judul analisis alih fungsi lahan padi sawah terhadap produksi padi sawah dan harga beras di Kota Medan dengan menggunakan data sekunder yang mempunyai 30 data tahunan data produksi padi sawah, luas lahan padi sawah dan harga beras dari tahun 1992-2022. Dengan menggunakan metode penelitian Vector Auto Regressionm (VAR).
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN PREFERENSI KONSUMEN KENTANG(Solanum tuberosum) SEGAR DI KOTA MEDAN Surbakti, Supriadi; Mulia, Sukri; Yurizky, Yusra
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi kentang di Sumatera Utara pada tahun 2012 mencapai 16,49 ton/ha dengan luas lahan 3.272 ha di Kabupaten Karo Sumatera Utara berdasarkan data dari badan pusat statistik produksi kentang di Sumatera Utara cukup signifikan karena provinsi ini merupakan salah satu sentra penghasil kentang di Indonesia. Sekitar 20% dari jumlah kentang di Indonesia dihasilkan oleh Provinsi Sumatera Utara, dimana pusat kotanya berada di medan maka konsumsi terbesar kentang ada di masyarakat Kota Medan. Hal ini menjadi masalah dan ancaman bagi pemenuhan konsums kentang khususnya di Kota Medan. Tingkat konsumsi kentang segar merupakan volume kentang yang di konsumsi oleh konsumen dalam satuan per waktu. Sehingga perlu dilihat tingkat konsumsi dan preferensi konsumen terhadap kentang segar baik dari sisi harga, ukuran, kelembaban, aroma yang menjadi pilihan akhir konsumen untuk memutuskan mengkonsumsi kentang segar sesuai kebutuhannya. Konsumsi kentang segar di Kota Medan sebesar 61,72 gram/kap/hari. Preferensi Konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi kentang segar, yaitu memiliki komposisi kombinasi yang bernilai baik menunjukkan pada level atribut yang paling penting, yaitu atribut harga (0.423), ukuran (0.243), warna (0.214), kelembaban (0.164), serta aroma (0.104). Artinya konsumen lebih mengutamakan atribut harga kentang dibandingkan atribut lainnya. Model Kombinasi yang disukai konsumen kentang segar secara umum adalah kombinasi nomor 9, yaitu terong ungu segar dengan komposisi kombinasi level atribut ukuran sedang, beraroma tidak tajam, harga berkisar Rp 12000/kg dan tingkat kelembaban/kekeringannya kategori lembab serta memiliki warna kuning gelap.
Efisiensi Pemasaran Daun Bawang (Allium fistulosum) Di Kabupaten Karo Mulia, Sukri; Surbakti, Supriadi; As'ad, Octasella Ainani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13098

Abstract

Permasalahan komoditas hortikultura berupa bawang daun adalah fluktuasi harga yang tinggi dan selisih harga yang tidak seimbang di tingkat petani produsen dengan harga di tingkat konsumen. Hal ini dikarenakan rantai perdagangan dari produsen ke konsumen cukup panjang, melibatkan banyak pelaku, dan menjadi beban biaya dalam proses pemasaran yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan rantai pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran saluran pemasaran bawang daun saat ini dan menganalisis efisiensi  saluran pemasaran berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dimana data kualitatif digunakan untuk menganalisis saluran pemasaran yang telah terbentuk dan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis efisiensi operasional pemasaran dengan menggunakan Microsoft Excel  dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran bawang daun yang umum dilalui oleh petani di Kabupaten Karo yaitu: I. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir II. Petani → Pengepul Pedagang besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir III. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang→ Konsumen Akhir. Saluran II dimanfaatkan oleh 42,6% petani, saluran I sebesar 21,6% dan saluran III hanya sebesar 16,8%. Pangsa harga yang diterima petani pada masing-masing saluran pemasaran sebesar 50% untuk saluran I dan 62,5% untuk saluran II dan50% untuk saluran  III. Jadi secara operasional saluran II lebih efisien karena dimanfaatkan oleh 62,5% petani
Eco-Empathy Project: Penguatan Sikap Sosial Anti-Bullying melalui Kegiatan Agribisnis Berbasis Kelompok Sitompul, Hamela Sari; Ainani As’ad, Octasella; Nasution, Nurhadida; Eva Yanti, Mariana; Surbakti, Supriadi; Mulia, Sukri
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.7831

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan psikososial peserta didik dan kualitas iklim pembelajaran. Rendahnya empati sosial, kemampuan kerja sama, dan kesadaran kolektif siswa menjadi faktor yang memperkuat potensi munculnya perilaku bullying. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan sikap sosial anti-bullying melalui pendekatan eco-empathy yang diintegrasikan dalam kegiatan agribisnis berbasis kelompok. Kegiatan dilaksanakan di SMK Nusantara dengan melibatkan 95 siswa SMK sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi dan analisis kebutuhan mitra, sosialisasi dan pembekalan konsep empati sosial dan anti-bullying, implementasi kegiatan agribisnis berbasis kelompok, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan empati sosial, kemampuan kerja sama, dan partisipasi aktif siswa, serta meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendukung penguatan pendidikan karakter dan implementasi Profil Pelajar Pancasila serta Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai upaya preventif dan edukatif dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan berkarakter.