Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluation of Parenting Patterns with the Application of Stoicism Philosophy on the Achievement of Cadets Softskill Competency Egbert Edward Djajasasana
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v6i4.2720

Abstract

The parenting pattern of all Indonesian MET solely aimed at the forming of soft skill competency as described on the guidance of the parenting pattern issued by the Ministry of Transportation of Indonesia. This competency must align with the curriculum and be embedded through the concept of boarding school. The soft skill competency which is integrity, teamwork, communication through interpersonal, adaptation, initiative and work ethic must be achieved within the period while the trainee study on the MET. This research scope is to find the result of the influence of the stoicism philosophy in one of the soft skill competencies which is work ethic. The method used in this research is participatory research of actions with qualitative descriptive analysis. The subjects used were 71 students of the Advance Diploma Program in Nautical batch 66. The results showed that by implementing stoicism philosophy such as live accordance to nature, controlling interpretation and perception, dichotomy of control and mental strength through action such as mistake point and reward point has been proved effective to achieve soft-skill competency which is work ethics (44.4%) and adaptation (38.1%).  
Implementasi Model Jigsaw Pada Pembelajaran Sistem Kelistrikan Kapal Egbert Edward Djajasasana; Nenny; Rusli Achmad
Hengkara Majaya Vol. 2 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v2i1.6

Abstract

Abstract. This study aims to determine the implementation of the Jigsaw cooperative learning model on the learning outcomes of the ship's electrical system in the second semester of the Barombong Shipping Polytechnic. The jigsaw cooperative learning model is a model of student learning in small groups of 5-6 people with heterogeneous groups, cooperating positively and each member is responsible for learning a particular problem from the material provided and conveying the material to other group members. This research is a Classroom Action Research consisting of two cycles with the stages of planning, implementation, observation and reflection. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis technique. The subjects of this study were 16 people in class 2 B majoring in ship engineering. Data collection techniques using tests, observation, documentation, questionnaires and field notes. The results showed that based on the learning outcomes obtained in the first cycle it can be seen that the total average score of 75.62 and 75% classical completeness and the second cycle the average score of 82 and 73% classical completeness. The implementation of the jigsaw cooperative learning model can improve learning outcomes because it provides opportunities for students to think critically on a problem and find a concept directly from the results of the analysis.
Meningkatkan Efektivitas Penerapan Langkah Keselamatan Sebagai Tindakan Preventif di Kapal AHTS Peteka 5402 Egbert Edward Djajasasana; Wahyu Indarti; Joko Purnomo
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i4.1615

Abstract

Safety in the maritime sector, especially on Anchor Handling Tug Supply (AHTS) vessels, is a very crucial aspect in maintaining the sustainability of operations and preventing the potential risk of accidents at sea. One of the AHTS vessels that needs serious attention regarding safety aspects is the Peteka 5402 AHTS Ship. This study aims to understand and improve the effectiveness of the implementation of safety measures as a preventive measure on the ship. The research method used in this study is a qualitative method that produces descriptive data in the form of written words from oral interviews of crew members and observed behavior on the ship.
Efektivitas Blended Learning Pada Mata Kuliah Ilmu Pelayaran Astronomi Ronald K. Bokau, Joe; Djajasasana , Egbert Edward
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.464

Abstract

Sejak COVID sembilan belas melanda dunia, Perguruan Tinggi dan sekolah-sekolah  Pelayaran didunia mengalami disrupsi hebat. Tantangan yang muncul adalah bagaimana mempertahankan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan tetap menjunjung tinggi Knowledge, Understanding and Proficiency sebagaimana dipersyaratkan dalam Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers. Untuk memecahkan masalah ini, IMO melalui Circular  pada tahun dua ribu dua puluh mewajibkan setiap negara anggota untuk mengembangkan kiat-kiat khusus menangani permasalahan tersebut. Blended Learning merupakan salah satu kiat khusus atau solusi untuk memecahkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan blended learning pada mata kuliah ilmu pelayaran astronomi, mengembangkan metode blended yang sesuai dan melihat efektivitas pelaksanaan blended learning. Metode yang digunakan adalah penelitian partisipatoris tindakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan adalah dua puluh tujuh mahasiswa Prodi Diploma III Studi Nautika dengan satu dosen pengampu mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning sangat baik untuk diimplementasikan dengan kriteria antara lain: perlu kesiapan perencanaan dan sistem pembelajaran yang matang; pengembangan konten blended learning yang lengkap dan menarik sesuai dengan kata kerja bloom; evaluasi dan pengawasan secara mendalam dan rutin dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran blended pada mata kuliah ilmu pelayaran astronomi memiliki kelebihan yaitu bagaimana penyiapan materi disajikan sangat baik. Akan tetapi masih terdapat berbagai kelemahan diantaranya proses adaptasi penyampaian pembelajaran antara dosen dan mahasiswa karena perkuliahan berbasis blended pada mata kuliah ini belum pernah dilakukan sebelumnya.
Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage Egbert Edward Djajasasana; Muh. Arif Rahman
JURNAL VENUS Vol 13 No 1 (2025): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48192/vns.v13i1.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis olah gerak kapal MV. Aquagenie saat berlabuh jangkar di Yeosu Anchorage, Korea Selatan, serta mengevaluasi faktor-faktor penyebab insiden jangkar larat yang terjadi. Kapal sebagai sarana transportasi laut tidak terlepas dari risiko operasional, terutama saat menghadapi kondisi cuaca buruk, arus, dan angin kencang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden jangkar larat yang dialami MV. Aquagenie pada 25 Juli 2023 disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu pemilihan lokasi labuh yang kurang tepat, panjang rantai jangkar yang tidak memadai, serta kelalaian dalam dinas jaga saat cuaca mulai memburuk. Kapal berlabuh di area outer anchorage (D-1) tanpa bantuan pandu, dengan kondisi awal cuaca yang baik. Namun, cuaca kemudian berubah drastis dengan kecepatan angin mencapai ±35 knot, menyebabkan jangkar tidak mampu menahan kapal sehingga kapal mengalami pergeseran posisi (larat). Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan pelatihan khusus bagi awak kapal, peningkatan koordinasi dalam dinas jaga, serta pengawasan rutin terhadap kondisi jangkar dan peralatan pendukung selama kapal berlabuh jangkar.
Analisis Risiko Tubrukan Kapal pada Wilayah Sekitar Ibukota Nusantara dengan Menggunakan Data Automatic Identification System Djajasasana, Egbert Edward; Rima, Alberto; Bokau, Joe Ronald Kurniawan; Kurniawan, Abdy
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2403

Abstract

Pembangunan dan pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai program prioritas pemerintah akan berdampak kepada peningkatan lalu lintas kapal di Selat Makassar yang juga akan meningkatkan kemungkinan terjadinya tubrukan kapal. Penelitian ini akan menganalisis risiko terjadinya tubrukan kapal sebagai dampak dari kepadatan lalu lintas kapal pada wilayah perairan IKN khususnya di wilayah antara Balikpapan dan Samarinda. Proses analisis menggunakan pendekatan simulasi data Automatic Identification System (AIS) dan menerapkan nilai risiko berdasarkan situasi kapal dengan kapal (encounter situation) dengan Potential Assessment of Risk (PARK) Model. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapal akan bergerak pada area dengan kepadatan yang tinggi sehingga interaksi kapal dengan kapal lainnya yang saling berdekatan tidak dapat dihindari. Keterbatasan ruang olah gerak kapal pada situasi ini diinterpretasikan pada kategori 5 atau “sedikit berbahaya”. Rekomendasi untuk menurunkan risiko terjadinya tubrukan kapal dapat diawali dengan membenahi human error melalui peningkatan kompetensi dan awareness kru kapal terkait navigasi dan potensi bahaya tubrukan, serta dilanjutkan dengan peningkatan pengawasan, pembenahan infrastruktur dan zonasi perairan.
Can Contextual Teaching and Learning (CTL) Revolutionize Cadets’ Speaking Skills in Maritime English? Limbong, Sunarlia; Palayukan, Novianty; Djajasasana, Egbert Edward; Tandibura, Frans
VELES Voices of English Language Education Society Vol 8 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/veles.v8i2.26651

Abstract

Effective English communication is vital in the global maritime industry. Maritime English, a branch of English for Specific Purposes (ESP), addresses the needs of maritime professionals. Contextual Teaching and Learning (CTL) uses real-life scenarios, making it ideal for vocational training. This means practicing real shipboard situations for maritime cadets, leading to effective learning. This study investigates the effectiveness of Contextual Teaching and Learning (CTL) on cadets’ speaking skills when learning English for Specific Purposes (ESP) instructional materials. The study applied a quasi-experimental method with a nonequivalent group design, involving 48 cadets from the deck study program at the Merchant Marine Polytechnic of Makassar, Indonesia. The results indicate a significant improvement in the pretest-posttest scores, analyzed using a statistical test with the prerequisite data being normally distributed. The hypothesis test results, with a significance value of 0.000, confirm that there were differences in the speaking skills of the cadets at the Merchant Marine Polytechnic of Makassar after applying the CTL model in English for Specific Purposes (ESP) instructional materials. The findings highlight that the CTL model positively impacts and optimally influences the teaching and learning process in speaking skills when cadets learn ESP materials. This approach increases cadets' confidence and encourages them to be active learners based on their real experiences.
APPLICATION OF THE ROLLING PERIOD FORMULA IN DETERMINING METACENTRIC HEIGHT (GM) FOR SHIP STABILITY A CASE STUDY OF THE TRAINING SHIP SULTAN HASANUDDIN Sulistiana, Oktavera; Bokau, Joe Ronald Kurniawan; Djajasasana, Egbert Edward; Umatjina, Firdaus
International Journal of Social Service and Research Vol. 5 No. 3 (2025): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v5i3.1197

Abstract

The Sultan Hasanuddin Training Ship of PIP Makassar was selected as the research object for this study. The study aims to analyze the stability of the ship by focusing on calculating the metacentric height (GM) value based on the moment of static stability, incorporating both manual methods and computer applications that generate GM values as indicators of seaworthiness according to the Intact Stability Code. The research method used in this study is a case study that involves descriptive, numerical, and comparative analysis of various ship parameters, including the length, width, and inside the ship, as well as other measurements required in the stability calculation. The GM calculation is carried out using the static stability moment approach and compared with the results of recording the ship's rolling period. The results show that the GM value generated from the calculation of the existing static stability moments, if deducted from the total value of the Virtual Loss of GM due to the inertia moment in the slack tanks, will produce an effective GM worth that is used as the basis for the ship stability benchmark. This research could contribute significantly to improving safety protocols and design standards in maritime operations. The benefits of this research include providing theoretical information for lecturers and cadets of PIP and commercial shipping officers, enriching teaching materials on ship construction and stability, and promoting a safety culture by offering practical information to estimate ship stability conditions before more detailed calculations are made.
Efektivitas Blended Learning Pada Mata Kuliah Ilmu Pelayaran Astronomi Ronald K. Bokau, Joe; Djajasasana , Egbert Edward
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.464

Abstract

Sejak COVID sembilan belas melanda dunia, Perguruan Tinggi dan sekolah-sekolah  Pelayaran didunia mengalami disrupsi hebat. Tantangan yang muncul adalah bagaimana mempertahankan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan tetap menjunjung tinggi Knowledge, Understanding and Proficiency sebagaimana dipersyaratkan dalam Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers. Untuk memecahkan masalah ini, IMO melalui Circular  pada tahun dua ribu dua puluh mewajibkan setiap negara anggota untuk mengembangkan kiat-kiat khusus menangani permasalahan tersebut. Blended Learning merupakan salah satu kiat khusus atau solusi untuk memecahkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan blended learning pada mata kuliah ilmu pelayaran astronomi, mengembangkan metode blended yang sesuai dan melihat efektivitas pelaksanaan blended learning. Metode yang digunakan adalah penelitian partisipatoris tindakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan adalah dua puluh tujuh mahasiswa Prodi Diploma III Studi Nautika dengan satu dosen pengampu mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning sangat baik untuk diimplementasikan dengan kriteria antara lain: perlu kesiapan perencanaan dan sistem pembelajaran yang matang; pengembangan konten blended learning yang lengkap dan menarik sesuai dengan kata kerja bloom; evaluasi dan pengawasan secara mendalam dan rutin dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran blended pada mata kuliah ilmu pelayaran astronomi memiliki kelebihan yaitu bagaimana penyiapan materi disajikan sangat baik. Akan tetapi masih terdapat berbagai kelemahan diantaranya proses adaptasi penyampaian pembelajaran antara dosen dan mahasiswa karena perkuliahan berbasis blended pada mata kuliah ini belum pernah dilakukan sebelumnya.
Analisis Olah Gerak Mv. Aquagenie 1 Pada Saat Berlabuh Jangkar di Yeosu Anchorage Egbert Edward Djajasasana; Muh. Arif Rahman
JURNAL VENUS Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48192/vns.v13i1.741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis olah gerak kapal MV. Aquagenie saat berlabuh jangkar di Yeosu Anchorage, Korea Selatan, serta mengevaluasi faktor-faktor penyebab insiden jangkar larat yang terjadi. Kapal sebagai sarana transportasi laut tidak terlepas dari risiko operasional, terutama saat menghadapi kondisi cuaca buruk, arus, dan angin kencang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden jangkar larat yang dialami MV. Aquagenie pada 25 Juli 2023 disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu pemilihan lokasi labuh yang kurang tepat, panjang rantai jangkar yang tidak memadai, serta kelalaian dalam dinas jaga saat cuaca mulai memburuk. Kapal berlabuh di area outer anchorage (D-1) tanpa bantuan pandu, dengan kondisi awal cuaca yang baik. Namun, cuaca kemudian berubah drastis dengan kecepatan angin mencapai ±35 knot, menyebabkan jangkar tidak mampu menahan kapal sehingga kapal mengalami pergeseran posisi (larat). Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan pelatihan khusus bagi awak kapal, peningkatan koordinasi dalam dinas jaga, serta pengawasan rutin terhadap kondisi jangkar dan peralatan pendukung selama kapal berlabuh jangkar.