Kurniawan, Abdy
Merchant Marine Polytechnic Of Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The impact of the U.S.-China trade war on Indonesia's financial stability: analysis and implications Setiyo Purwanto; Nur Endah Retno Wuryandari; Abdy Kurniawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020266243

Abstract

The U.S.–China trade war has generated significant global economic spillovers, yet empirical evidence on its impact on financial stability in third-party emerging economies remains limited. This study examines the effects of tariff escalation, bilateral trade volume, foreign direct investment (FDI), and exchange rate volatility on Indonesia’s financial stability during 2018–2025. Using an explanatory quantitative design, the study employs annual secondary time-series data from official national and international sources and applies multiple regression analysis to test the proposed relationships. The results show that tariff escalation has a statistically significant negative effect on Indonesia’s financial stability, mainly through reduced trade volume and weaker investment flows. Conversely, trade volume and FDI have significant positive effects, indicating their role in strengthening economic resilience. Exchange rate volatility is statistically significant but does not consistently destabilize the financial system, suggesting effective policy responses. These findings provide empirical evidence on how global trade conflicts are transmitted to emerging economies and offer policy insights for enhancing financial resilience amid persistent global uncertainty.
Desain Kapal Landing Craft Utility Ideal untuk Trayek Perintis dan Tol Laut [Design Solution Ideal for Landing Craft Utility Ship for Pioneer Routes and Sea Toll] Abdy Kurniawan; Johny Malisan; Muhammad Kadhafi Aznur
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v30i2.831

Abstract

AbstractThe condition of the open sea such as the area of Natuna becomes the challenge for the continuation of the service ship which causes the risky waves at certain times. Generally, it is known as North Monsoon. North Monsoon impacts on the cessation of the shipping activities for several months. In this condition, several small islands are in the isolated condition. This study aims to determine the ideal and adequate ship type based on the route serving for the isolated areas on the pioneer ship route and the sea toll route. The result in this research shows that the ship type which is suitable for the market share of 30% is landing craft utility type with 1000 DWT, service speed of 8 knots with the shipping frequency of 23 voyage per year.Keywords: North mansoon, landing craft utility, pioneer route, sea toll route, ship design. AbstrakKondisi perairan terbuka seperti wilayah Natuna, menjadi sebuah tantangan tersendiri terhadap kontinuitas pelayanan kapal yang disebabkan oleh kondisi gelombang yang rawan pada waktu tertentu. Umumnya hal ini dikenal dengan Angin Musim Utara. Angin Musim Utara berdampak pada berhentinya sebagian kegiatan pelayaran selama beberapa bulan. Dalam kondisi ini, beberapa pulau kecil berada dalam kondisi terisolasi. Kajian ini bertujuan untuk menentukan tipe kapal yang ideal dan sesuai dengan rute untuk melayani daerah terisolasi pada trayek kapal perintis dan trayek kapal tol laut. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipe kapal yang sesuai dengan skenario market share 30% adalah tipe landing craft utility dengan ukuran 1000 DWT, kecepatan dinas 8 knot dengan frekuensi pelayaran sebanyak 23 voyage per-tahun.Kata kunci: Desain kapal, landing craft utility, trayek perintis, trayek tol laut, angin musim utara.
Analisis Risiko Tubrukan Kapal pada Wilayah Sekitar Ibukota Nusantara dengan Menggunakan Data Automatic Identification System Egbert Edward Djajasasana; Alberto Rima; Joe Ronald Kurniawan Bokau; Abdy Kurniawan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2403

Abstract

Pembangunan dan pengembangan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai program prioritas pemerintah akan berdampak kepada peningkatan lalu lintas kapal di Selat Makassar yang juga akan meningkatkan kemungkinan terjadinya tubrukan kapal. Penelitian ini akan menganalisis risiko terjadinya tubrukan kapal sebagai dampak dari kepadatan lalu lintas kapal pada wilayah perairan IKN khususnya di wilayah antara Balikpapan dan Samarinda. Proses analisis menggunakan pendekatan simulasi data Automatic Identification System (AIS) dan menerapkan nilai risiko berdasarkan situasi kapal dengan kapal (encounter situation) dengan Potential Assessment of Risk (PARK) Model. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapal akan bergerak pada area dengan kepadatan yang tinggi sehingga interaksi kapal dengan kapal lainnya yang saling berdekatan tidak dapat dihindari. Keterbatasan ruang olah gerak kapal pada situasi ini diinterpretasikan pada kategori 5 atau “sedikit berbahaya”. Rekomendasi untuk menurunkan risiko terjadinya tubrukan kapal dapat diawali dengan membenahi human error melalui peningkatan kompetensi dan awareness kru kapal terkait navigasi dan potensi bahaya tubrukan, serta dilanjutkan dengan peningkatan pengawasan, pembenahan infrastruktur dan zonasi perairan.
Wing-In-Ground-Effect (WIGE) Craft in Labuan Bajo, Is It Feasible? Erna Mei Lestari; Fristi Bellia Annishia; Abdy Kurniawan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2404

Abstract

As an archipelagic country, Indonesia has many tourism destinations, including Komodo National Park (KNP) in Labuan Bajo, East Nusa Tenggara, which is promoted as a strategic area of tourism in Indonesia. Tourism is an integrated activity that requires transportation support to facilitate the mobility of tourists from one location to another. Given its archipelagic geographical characteristics, the use of ships for passenger transportation is very suitable in KNP, Labuan Bajo. One type of vessel that is currently widely used for commercial and tourism transportation is the Wing-In-Ground-Effect (WIGE) craft. Until now, WIGE craft has never been operated in Labuan Bajo KNP. As an investment, operating a ship in a certain area requires a feasibility assessment. Based on this background, this study analyzed the feasibility of operating the WIGE craft in KNP, Labuan Bajo, using the TELOS (Technical, Economic, Legal, Operational, and Scheduling) analysis. The results of the analysis show that, in general, WIGE craft is feasible for investment for a specific segmented consumer in KNP, Labuan Bajo. This study recommends support from various stakeholders, such as regulators and shipyards, for sustainable operations. For further research, feasibility studies may be conducted on other types of WIGE craft and amphibious aircraft.
Pengembangan Fasilitas Penunjang Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Biak Bambang Siswoyo; Abdy Kurniawan
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v16i2.40

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, terdiri dari 2 (dua) pulau kecil yaitu pulau Biak dan pulau Numfor, serta lebih dari 42 buah pulau sangat kecil yang berada di sebelah utara daratan papua dan berseberangan langsung dengan Samudera Pasifik. Posisi ini menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai salah satu tempat yang strategis dan penting untuk berhubungan dengan dunia luar terutama negara-negara di kawasan Pasifik, Australia atau Philipina. Letak geografis ini memberikan kenyataan bahwa posisinya sangat strategis untuk membangun kawasan industri, termasuk industri pariwisata. Pelabuhan Biak menjadi sarana bangkitnya perdagangan antar pulau bahkan perdagangan antar negara. Pelabuhan ini dapat menggerakkan roda perekonomian, berbagai jenis usaha akan tumbuh mulai dari skala kecil sampai dengan usaha skala besar, harga-harga berbagai jenis produk akan lebih terjangkau mulai dari produksi dalam negeri sampai dengan luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi ketersediaan fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di pelabuhan Biak saat ini untuk memberikan rekomendasi terkait pengembangan kebutuhan fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di Pelabuhan Biak ke depan. Metode analisis data dalam penelitian adalah analisis gap. Gap analysis atau analisis kesenjangan merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam tahapan perencanaan maupun tahapan evaluasi kinerja. 
Penerapan Model Pareto Analysis dalam Pengendalian Persediaan Suku Cadang Mesin Induk Kapal (Studi Kasus MT. Gonaya VIII) Abdy Kurniawan; samsul bahri
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.2106

Abstract

Pelayaran merupakan salah satu sektor usaha yang berperan penting dalam sistem logistik, secara internal sendiri perusahaan pelayaran sendiri perlu mengatur logistiknya agar perusahaan dapat bertahan hidup, mampu mendapatkan keuntungan dan dapat berkembang mengikuti perkembangan pasar yang terjadi. Kapal sebagai salah satu sarana operasional utama dari perusahaan pelayaran perlu menjaga kondisi permesinannya agar mampu terus beroperasi secara optimal dan terhindar dari kerusakan yang dapat mengganggu jadwal pelayaran serta dampak negatif lainnya yang merugikan perusahaan. Ketersediaan suku cadang mesin induk kapal merupakan sesuatu yang harus selalu diperhatikan oleh operator kapal dan perusahaan pelayaran sebagai induk usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengelolaan suku cadang di kapal serta pengelompokan persediaan suku cadang berdasarkan aspek biaya dengan menggunakan analisis pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan suku cadang di atas kapal masih bersifat konvensional dan persediaan suku cadang untuk critical part di atas kapal masih menjadi persediaan yang minimum yang baru disuplay jika terjadi kerusakan. Sebagai rekomendasi, pihak perusahaan perlu selalu melakukan kontrol dan pendokumentasian mengingat kebutuhannya sangat bervariatif dan harga yang berfluktuatif. Sehingga dapat dilakukan persediaan suku cadang yang lebih efisien dan efektif. 
Pemberdayaan Industri Perkapalan Nasional Mendukung Poros Maritim Dunia: Pendekatan MICMAC Achmad Andhika Kharisma; Abdy Kurniawan; Taufan Dyusanda Putra; M. Elpin Agustria
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i2.2427

Abstract

Potensi demand reparasi atau docking kapal nasional perlu diakomodasi melalui ketersediaan kapasitas galangan industri perkapalan yang berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya pengembangan industri perkapalan nasional sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menuntut dukungan stakeholders dalam penguatan industri dan armada angkutan perairan nasional. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode Matrix of Crossed Impact Multiplications Applied to a Classification (MICMAC), yang menggabungkan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan dan tinjauan pustaka komprehensif tentang pengembangan industri perkapalan nasional. Hasil analisis merekomendasikan revitalisasi galangan kapal melalui aliansi global untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, serta klasterisasi industri untuk keberlanjutan produksi. Selain itu, diperlukan dukungan rantai pasok komponen nasional, pelatihan tenaga kerja galangan kapal yang terstruktur, intervensi pemerintah dalam inovasi produk komponen kapal termasuk standardisasi TKDN, sistem pemantauan dan evaluasi yang transparan, dan pengembangan skema pembiayaan kompetitif oleh lembaga keuangan. Kebijakan ini menjadikan industri perkapalan Indonesia kompetitif dan berdaya saing secara nasional dan global.