Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Diabetes Mellitus Caring Health Education in Wiyong Village 2023 Dian Hadinata; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Society Development Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsd.v2i2.3557

Abstract

The most important factor is the improvement of the welfare of the community, namely related to awareness of health, awareness will emerge, one of which is by providing counseling or health education as well as carrying out checks or health checks from health workers. This community service aims to conduct counseling related to Getting to Know Diabetes Mellitus. The counseling method used is lecture discussion and question and answer, with several stages, namely: Licensing, Socialization, Conducting counseling and checking glucose levels and evaluating counseling. PKM was held in Wiyong Village and was attended by 15 people. The result of this service is that knowledge has increased from before and after being given health education about knowing diabetes mellitus. In conclusion, there is an influence of health education about diabetes mellitus on the knowledge of people with diabetes mellitus. The development of community service programs in the field of improving the quality of health that is correlated with academic programs, government programs and stakeholders needs to be continuously improved. Also in the future the importance of community service activities in a sustainable and programmed manner
Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Anemia Di Desa Heuleut Leuwimunding Kabupaten Majalengka Wahyuni, Sri; Setyowati, Rahayu; Wianti, Arni; Agustini, Aat; Hijriani, Hera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.415

Abstract

Anemia berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah, Cara mengatasi kekurangan zat besi pada tubuh dengan cara mengkonsumsi 60-120 mg Fe per hari dan meningkatkan asupan makanan sumber Fe. Pemberian tablet Fe yang tidak rutin kurang cukup meningkatkan kadar hemoglobin. Salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung zat besi tinggi adalah kacang hijau. Biji kacang hijau yang telah direbus atau diolah dan kemudian dikonsumsi mempunyai daya cerna yang tinggi dan rendah daya flatulensi nya. Sebaliknya pada ibu hamil yang diberikan tambahan sari kacang hijau terdapat peningkatan kadar Hb. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil dan mengajarkan ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi sari kacang hijau. Metode yang digunakan adalah ersifat quasi eksperimen berupa one group pre test, post test design. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya Hb pada ibu hamil trimester III setelah rutin mengkonsumsi sari kacang hijau selama 2 minggu.
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Bullying Pada Remaja Di SMPN 2 Majalengka Wahyuni, Sri; Kurniawan, Wawan; Nuraeni, Rina; Suharno, Suharno; Nugraha, Yophi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i1.788

Abstract

Dengan   mudahnya   akses   informasi didunia maya dan juga buruknya lingkungan menjadi penyebab terjadinya bullying pada remaja di sekolah. Dari 30 kasus perundungan pada 2023, sebanyak 50% terjadi di jenjang SMP, 30% di jenjang SD, 10% di jenjang SMA, dan 10% di jenjang SMK. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa akan dampak bullying dan cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian ini sebagai bentuk pencegahan terhadap tindakan bullying dengan memberikan psikoedukasi pemahaman tentang bullying   pada   remaja, sasaran pada kegiatan ini adalah siswa SMP. Metode pelaksanaan yang digunakan   pada   psikoedukasi   tentang pengertian, penyebab, dampak, bentuk-bentuk, hukuman, dan cara pencegahan bullying yaitu menggunakan media power point presentation, tanya jawab dan juga dilakukan pre-test dan post-test menggunakan kuisioner. Dan hasil kegiatan ini terdapat perbedaan pemahaman akan bullying sebelum dan sesudah pemberian materi yaitu adanya peningkatan 46,16% yang sebelumnya 27,88% menjadi 74,04% untuk kategori baik, untuk kategori sedangmenurun 31,68% yang sebelumnya 56% menjadi 24,32%, dan kategori kurang menurun sebanyak 14,36% yang sebelumnya 16% menjadi 1,64%. Psikoedukasi tentang bullying yang telah dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian Masyarakat pada SMPN 2 Majalengka dapat meningkatkan pemahaman siswa dan siswi dengan memberikan penyuluhan tentang bullying yang meliputi pengertian, bentuk-bentuk bullying, penyebab bullying, dampak bullying dan cara pencegahan bullying.
Terapi Kelompok Terapeutik untuk Mengkaji Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah Wahyuni, Sri; Suharno, Suharno; Hijriani, Hera; Heni, Heni; Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.989

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak usia 6-12 tahun yang merupakan cikal bakal generasi masa depan bangsa, sehingga diperlukan ketahanan dan   kesehatan   mental   yang   optimal   supaya anak   produktif   sesuai   dengan fase perkembangannya. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan mengalami gangguan perkembangan  psikososial.  Saat  ini  masih  banyak  keluarga  di  komunitas  yang  belum memahami  mengenai  cara  menstimulasi  perkembangan anak  usia  sekolah pada  beberapa jenis  perkembangan  seperti motorik,  kognitif  dan bahasa,  emosi  dan  kepribadian, moral dan  spiritual,  serta  psikososial.  Tujuan  dari  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  untuk menstimulasi  anak  usia  sekolah sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya secara  optimal melalui pendekatan terapi  kelompok  terapeutik  (TKT) usia  anak  sekolah.  Kegiatan  pengabdian kepada  masyarakat  ini menggunakan  metode  pelaksanaan  terdiri  dari  tiga  tahap adalah tahap persiapan, pelaksaanaan tindakan  TKT yang  terdiri  dari  lima  (5)  sesi dan  evaluasi. Hasil    kegiatan    ini    menunjukkan mayoritas peserta terjadi peningkatan    tingkat perkembangan dengan  baik pada anak  usia  sekolah  setelah  dilakukan  TKT. Oleh  karena itu,  terapi  kelompok  terapeutik  direkomendasikan sebagai  promosi untuk  menstimulasi perkembangan secara optimal yang mempengaruhi pada kesehatan jiwa anak usiasekolah pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat terutama di sekolah.
Pemberian Air Rebusan Daun Salam Untuk Menurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Arthritis Kelurahan Cijati Munjul Kabupaten Majalengka Agustini, Aat; Kurniawan, Wawan; Hijriani, Hera; Wahyuni, Sri; Rahmawari, Lia Reka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1431

Abstract

Pada artritis gout, peningkatan kadar asam urat darah disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium di berbagai jaringan tubuh, yang menyebabkan peradangan sendi. Di antara banyak potensi risiko kesehatan yang terkait dengan peningkatan kadar asam urat adalah gangguan fungsi ginjal, termasuk sekresi asam urat yang berlebihan atau penurunan fungsi ginjal. Daun salam merupakan salah satu alternatif obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah karena kandungan tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang dikandungnya. Jika Anda sedang mencari alternatif pengobatan, Anda bisa mencoba meminum 200 ml air panas dengan daun salam terlebih dahulu di pagi hari dan sebelum tidur. Ini akan membantu meringankan rasa sakit yang mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Layanan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien gout arthritis dapat menurunkan kadar asam uratnya dengan meminum air panas infus daun salam. Desain quasi eksperimen penelitian ini didasarkan pada desain one-group pre-test-post-test dengan metode purposive sampling. Rata-rata kadar asam urat sebelum ibadah dimulai adalah 7.293 mg/dl, namun turun menjadi 5.280 mg/dl setelah mendapat air hangat dengan daun salam.
Meningkatkan Kesadaran Orang Tua Mencegah Terjadinya Stunting Pada Balita Heni, Heni; Wianti, Arni; Setyowati, Rahayu; Wahyuni, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1923

Abstract

Indonesia saat ini sedang mengalami masalah double-burden nutrition dimana masalah malnutrisi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan selama beberapa dekade belakangan. Stunting masih menjadi PR besar Pemerintah Republik IndonesiaMasalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan kondisi gizi yang sedang dihadapi di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang signifikan karena berdampak pada peningkatan risiko terjadinya kesakitan, kematian, penurunan perkembangan otak. sejak  pemerintah   meluncurkan   program   Rencana   Aksi   Nasional Penanganan stunting  tingkat nasional pada tahun 2017, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program   tersebut   adalah   pemcegahan   stunting   yang   terjadi   di   masyarakat.   Karena sebagian   besar   masyarakat   belum   paham   dengan   benar   menganai   stunting,   dan beranggapan  bahwa  stunting  atau  kerdil  sebutan  yang  biasa  digunakan  di  masyarakat adalah  faktor  keturunan. Penyebab anak yang mengalami stunting yaitu akan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan baik segi fisik maupun kognitif yang optimal atau biasa disebut sebagai Intelligence Quotient (IQ) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata anak normal, sehingga perlu dilakukan pencegahan stunting. Dalam melakukan pencegahan stunting tersebut maka perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai stunting oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan dengan metode Focus Group Disscusion (FGD) dengan 15 responden dengan tujuan agar meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai stunting hingga cara pencegahan stunting. Pengabdian ini mendapatkan hasil bahwa pengetahuan responden meningkat hal tersebut dapat dilihat dari pemahaman responden mengenai konsep stunting
SUKSESKAN PROGRAM "GEBER CEPER" (GERAKAN BERSAMA CEGAH PERCERAIAN)PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON DALAM MENURUNKAN ANGKA PERCERAIAN DENGAN EDUKASI PRANIKAH KELUARGA HARMONIS UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN EMOSI CALON PENGANTIN wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3634

Abstract

Perceraian merupakan keputusan untuk berpisah yang diambil oleh suami-istri ketika mereka tidak mendapatkan solusi atas permasalahan dalam hubungan pernikahan yang mereka hadapi, salah satunya adalah akibat belum siapnya mental dan emosi yang belum matang dalam menjalani kehidupan pernikahan. Dampak psikologis perceraian tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga perlu adanya upaya dalam pencegahan perceraian dengan melakukan edukasi untuk meningkatkan kesiapan mental dan kematangan emosi calon pengantin dan Masyarakat luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang muncul tanpa berujung dengan perceraian. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menciptakan keluarga harmonis dengan meningkatkan kematangan emosi sehingga menurunkan angka perceraian Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Ada kuesioner pre dan post tes untuk mengukur kematangan emosi peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi Hasil yang didapatkan setelah diberikan edukasi keluarga harmonis didapatkan hasil bahwa ada peningkatan kematangan emosi sebelum dan sesudah edukasi, peseta dalam kegiatan ini terdiri dari 60 peserta yang berasal dari calon pengantin, karang taruna, kader desa dan aparat desa. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Sukseskan program "GEBER CEPER" (Gerakan bersama cegah perceraian)pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menurunkan angka perceraian dengan edukasi pranikah keluarga harmonis untuk meningkatkan kematangan emosi calon pengantin sangat membantu calon pengantin dan masyarakat untuk meningkatkan emosinya dalam menghadapi problematika rumah tangga. pemaparan secara singkat mendapat respon yang antusias dari para peserta, terbukti pertanyaan yang muncul saat berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab
Skrining Kesehatan Mental Usia Dewasa Awal Pada Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka Sebagai Tindakan Pencegahan Gangguan Mental Wahyuni, Sri; Suharno, Suharno; Wianti, Arni; Hijriani, Hera; Heni, Heni; Setyowati, Rahayu; Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.373

Abstract

Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran tahun 1997-2012. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada  perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini gangguan mental pada remaja dan dewasa awal.  Metode pelaksanaan yaitu melakukan suvey pendahuluan untuk melihat kondisi di kampus universitas YPIB Majalengka, melakukan skrinning kesehatan jiwa dan sosialisasi tentang pencegahan masalah kesehatan jiwa. Setelah melakukan skrinning responden diberikan Pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan dan depresi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu responden berjumlah 50 dengan 66% mengalami gejala distres psikologis yang ringan, 16% mengalami gejala distres psikologis yang tinggi (perlu diwaspadai), dan sebanyak 18% yang tidak menunjukkan gejala distres psikologis. Dengan jumlah partisipan 80% adalah berjenis kelamin Perempuan dan 20% berjenis kelamin laki – laki dengan usia berada pada rentang usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat menjadi suatu acuan bagi pihak Puskesmas dan kader kesehatan jiwa untuk berkolaborasi selanjutnya dalam melakukan promosi kesehatan khususnya masalah kesehatan jiwa pada semua rentang usia.
Edukasi Penerapan Problem Focused Coping Dalam Rumah Tangga Untuk Cegah Perceraian Wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.577

Abstract

Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang semakin meningkat dan berdampak luas terhadap keharmonisan keluarga maupun tumbuh kembang anak. Salah satu faktor pemicu perceraian adalah ketidakmampuan pasangan dalam mengelola konflik rumah tangga secara adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menerapkan strategi problem focused coping sebagai upaya preventif terhadap perceraian. Metode pelaksanaan berupa edukasi, diskusi interaktif, dan simulasi penerapan problem focused coping pada berbagai kasus konflik rumah tangga yang relevan dengan kehidupan peserta. Kegiatan diikuti oleh warga dengan antusiasme tinggi, terbukti dari keaktifan bertanya, keterlibatan dalam simulasi, serta komitmen peserta untuk mencoba menerapkan strategi coping yang dipelajari. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai problem focused coping dalam penyelesaian masalah rumah tangga yang diukur dengan kuesioner problem focused coping. kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai cara mengenali masalah, menyusun alternatif solusi, dan mengambil keputusan secara konstruktif dalam menghadapi konflik keluarga. Dengan demikian, edukasi problem focused coping dalam rumah tangga berpotensi menjadi strategi efektif untuk menurunkan risiko perceraian serta meningkatkan keharmonisan keluarga.
Implementasi Keperawatan Komplementer melalui Terapi Bekam, Akupresur, Akupunktur, dan Massage pada Masyarakat Maulana, Darmasta; Rusdiatin, Ivana Eko; Wahyuni, Sri; Mardiah, Radiatan; Uswahzulhasanah, Uswahzulhasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3872

Abstract

Penggunaan terapi komplementer semakin berkembang dalam praktik keperawatan sebagai pendekatan holistik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan terapi komplementer berupa bekam, akupresur, akupunktur, dan massage sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung kepada masyarakat. Peserta kegiatan adalah masyarakat umum yang mengalami keluhan kesehatan ringan seperti nyeri otot, kelelahan, dan stres. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksaksanakan di Desa Wiyong Kecaatan Susukan Kabupaten Cirebon pada tanggal 20 September2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang terapi komplementer serta meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan penurunan keluhan yang dirasakan. Selain itu, peserta juga melaporkan penurunan keluhan nyeri dan rasa nyaman setelah mendapatkan intervensi terapi komplementer. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap terapi komplementer sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan. Disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat berbasis terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat.