Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SUKSESKAN PROGRAM "GEBER CEPER" (GERAKAN BERSAMA CEGAH PERCERAIAN)PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON DALAM MENURUNKAN ANGKA PERCERAIAN DENGAN EDUKASI PRANIKAH KELUARGA HARMONIS UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN EMOSI CALON PENGANTIN wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3634

Abstract

Perceraian merupakan keputusan untuk berpisah yang diambil oleh suami-istri ketika mereka tidak mendapatkan solusi atas permasalahan dalam hubungan pernikahan yang mereka hadapi, salah satunya adalah akibat belum siapnya mental dan emosi yang belum matang dalam menjalani kehidupan pernikahan. Dampak psikologis perceraian tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga perlu adanya upaya dalam pencegahan perceraian dengan melakukan edukasi untuk meningkatkan kesiapan mental dan kematangan emosi calon pengantin dan Masyarakat luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang muncul tanpa berujung dengan perceraian. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menciptakan keluarga harmonis dengan meningkatkan kematangan emosi sehingga menurunkan angka perceraian Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Ada kuesioner pre dan post tes untuk mengukur kematangan emosi peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi Hasil yang didapatkan setelah diberikan edukasi keluarga harmonis didapatkan hasil bahwa ada peningkatan kematangan emosi sebelum dan sesudah edukasi, peseta dalam kegiatan ini terdiri dari 60 peserta yang berasal dari calon pengantin, karang taruna, kader desa dan aparat desa. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Sukseskan program "GEBER CEPER" (Gerakan bersama cegah perceraian)pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menurunkan angka perceraian dengan edukasi pranikah keluarga harmonis untuk meningkatkan kematangan emosi calon pengantin sangat membantu calon pengantin dan masyarakat untuk meningkatkan emosinya dalam menghadapi problematika rumah tangga. pemaparan secara singkat mendapat respon yang antusias dari para peserta, terbukti pertanyaan yang muncul saat berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab
Skrining Kesehatan Mental Usia Dewasa Awal Pada Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka Sebagai Tindakan Pencegahan Gangguan Mental Wahyuni, Sri; Suharno, Suharno; Wianti, Arni; Hijriani, Hera; Heni, Heni; Setyowati, Rahayu; Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.373

Abstract

Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran tahun 1997-2012. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada  perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini gangguan mental pada remaja dan dewasa awal.  Metode pelaksanaan yaitu melakukan suvey pendahuluan untuk melihat kondisi di kampus universitas YPIB Majalengka, melakukan skrinning kesehatan jiwa dan sosialisasi tentang pencegahan masalah kesehatan jiwa. Setelah melakukan skrinning responden diberikan Pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan dan depresi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu responden berjumlah 50 dengan 66% mengalami gejala distres psikologis yang ringan, 16% mengalami gejala distres psikologis yang tinggi (perlu diwaspadai), dan sebanyak 18% yang tidak menunjukkan gejala distres psikologis. Dengan jumlah partisipan 80% adalah berjenis kelamin Perempuan dan 20% berjenis kelamin laki – laki dengan usia berada pada rentang usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat menjadi suatu acuan bagi pihak Puskesmas dan kader kesehatan jiwa untuk berkolaborasi selanjutnya dalam melakukan promosi kesehatan khususnya masalah kesehatan jiwa pada semua rentang usia.
Edukasi Penerapan Problem Focused Coping Dalam Rumah Tangga Untuk Cegah Perceraian Wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.577

Abstract

Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang semakin meningkat dan berdampak luas terhadap keharmonisan keluarga maupun tumbuh kembang anak. Salah satu faktor pemicu perceraian adalah ketidakmampuan pasangan dalam mengelola konflik rumah tangga secara adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menerapkan strategi problem focused coping sebagai upaya preventif terhadap perceraian. Metode pelaksanaan berupa edukasi, diskusi interaktif, dan simulasi penerapan problem focused coping pada berbagai kasus konflik rumah tangga yang relevan dengan kehidupan peserta. Kegiatan diikuti oleh warga dengan antusiasme tinggi, terbukti dari keaktifan bertanya, keterlibatan dalam simulasi, serta komitmen peserta untuk mencoba menerapkan strategi coping yang dipelajari. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai problem focused coping dalam penyelesaian masalah rumah tangga yang diukur dengan kuesioner problem focused coping. kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai cara mengenali masalah, menyusun alternatif solusi, dan mengambil keputusan secara konstruktif dalam menghadapi konflik keluarga. Dengan demikian, edukasi problem focused coping dalam rumah tangga berpotensi menjadi strategi efektif untuk menurunkan risiko perceraian serta meningkatkan keharmonisan keluarga.
Implementasi Keperawatan Komplementer melalui Terapi Bekam, Akupresur, Akupunktur, dan Massage pada Masyarakat Maulana, Darmasta; Rusdiatin, Ivana Eko; Wahyuni, Sri; Mardiah, Radiatan; Uswahzulhasanah, Uswahzulhasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3872

Abstract

Penggunaan terapi komplementer semakin berkembang dalam praktik keperawatan sebagai pendekatan holistik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan terapi komplementer berupa bekam, akupresur, akupunktur, dan massage sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung kepada masyarakat. Peserta kegiatan adalah masyarakat umum yang mengalami keluhan kesehatan ringan seperti nyeri otot, kelelahan, dan stres. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksaksanakan di Desa Wiyong Kecaatan Susukan Kabupaten Cirebon pada tanggal 20 September2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang terapi komplementer serta meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan penurunan keluhan yang dirasakan. Selain itu, peserta juga melaporkan penurunan keluhan nyeri dan rasa nyaman setelah mendapatkan intervensi terapi komplementer. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap terapi komplementer sebagai bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan. Disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat berbasis terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat.