Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Reformasi Peradilan Agama di Turki: Peralihan dari Sistem Tradisional ke Hukum Sekuler Ela Yuliantari; Asasriwarni Asasriwarni; Zulfan Zulfan
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i1.9559

Abstract

Artikel ini membahas tentang peradilan agama di Turki serta transisinya dari sistem hukum tradisional berbasis syariat menuju sistem hukum sekuler. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peradilan agama berfungsi dalam sistem hukum tradisional, perubahan yang terjadi selama masa transisi menuju sekularisme, serta pengaruh warisan agama terhadap sistem hukum dan masyarakat Turki kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (penelitian perpustakaan), dengan mengandalkan data sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif, Kajian ini menelaah ulang dinamika peradilan agama di Turki serta transisinya dari sistem hukum tradisional berbasis syariah pada era Kesultanan Utsmaniyah menuju sistem hukum sekuler modern. Fokus analisisnya terletak pada perubahan struktur, fungsi, dan pergerakan agama akibat kebijakan modernisasi hukum yang dilakukan oleh negara. Temuan menunjukkan bahwa meskipun peradilan agama telah dihapus secara formal, warisan dan nilai-nilai hukumnya masih memberi pengaruh dalam praktik hukum dan kehidupan sosial di Turki kontemporer.
Persepsi Publik tentang Pilihan Tidak Memiliki Anak dalam Institusi Pernikahan Modern Angga Putra; Kholidah Kholidah; Ikhwan Ikhwan; Zulfan Zulfan
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2026.7.167

Abstract

The childfree phenomenon has become a growing social issue in modern society, including in Indonesia. The decision of married couples not to have children has generated various public responses because it is often considered contrary to cultural values, religious teachings, and the traditional purpose of marriage. On the other hand, modernization and changing social perspectives have led some groups to view childfree as an individual right in determining family life. This study aims to analyze public perceptions of the childfree phenomenon within modern marriage institutions, identify the factors influencing societal acceptance and rejection, and examine the shifts in social values related to family institutions. This research employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The study was conducted as field research using interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The informants consisted of community members, married couples, religious leaders, and community leaders. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that public perceptions of childfree are divided into two groups: those who accept and those who reject the phenomenon. The accepting group views childfree as a personal right of couples in determining their household life, while the rejecting group considers it inconsistent with cultural and religious norms. Furthermore, cultural, religious, economic, educational, and social media factors significantly influence public perceptions of childfree. This study contributes to understanding the transformation of marriage values in modern society, where marriage is increasingly oriented toward emotional fulfillment and quality of life rather than solely reproduction.
Historical Evolution and Contemporary Implementation of Islamic Justice in Egypt: From Classical Courts to Modern Legal Pluralism Arif Jum'atul Ihsan; Yusnita Eva; Zulfan Zulfan; Jeffry Husaini; Fadli Jumadi; Doris Andika Rahman; Hari Devidra Sulaiman
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v6i1.1759

Abstract

The Islamic judicial system in Egypt has historically served as a central institution for the administration of justice based on Islamic law, particularly in matters of family law, inheritance, and civil dispute resolution. Over time, this system has undergone significant transformation influenced by political change, colonial intervention, and legal modernization, which reshaped its institutional structure, authority, and relationship with the modern state. Despite extensive scholarship on Islamic law and legal reform in Egypt, studies that systematically examine the historical development and institutional transformation of Islamic justice within the contemporary national legal framework remain limited. This study aims to analyze the evolution of the Islamic judicial system in Egypt by exploring its historical foundations, institutional changes, and integration into the modern state legal system. Employing a qualitative approach with historical-analytical methods, this research examines classical Islamic legal texts, Egyptian legislation, and relevant scholarly literature. The findings indicate that Islamic justice in Egypt has experienced substantial transformation through legal codification and the establishment of national courts, while maintaining the substantive role of Sharia principles, particularly in personal status law. This study highlights the ongoing negotiation between Islamic legal tradition and modern legal governance in contemporary Egypt.
Efektifitas Manajemen Konflik Rumah Tangga Oleh Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Fitri Miftahul Jannah; Zulfan Zulfan; Elfia Elfia
Hukum dan Masyarakat Madani Vol. 13 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/humani.v13i2.7186

Abstract

Perkawinan merupakan sebuah ikatan yang memiliki nilai yang suci dan sakral. Perkawinan adalah ikatan yang terbangun antar pria dan wanita baik lahir maupun batin sebagai suami istri dengan tujuan membangun sebuah keluarga (rumah tangga) yang hadir sakinah mawaddah warahmah. Konflik atau permasalahan adalah suatu hal yang tak dapat dihindari bagi sesiapapun yang melakukan hubungan atau kontak, perkawainan yang awalnya didasari atas arsa kasih dan sayangpun akan menhadapi konflik atau permasalahan kelaknya di dalam kehidupan rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan berbagai sumber berupa hasil penelitian dan diurai dengan metode deskripsi. Adapun hasil penelitian saya menujukkan bahwa peranan BP4 (Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) dalam mengurangi angka perselisihan yang berakibat perceraian tidak berjalan amksimal dikarenakan adanya beberapa kendala yang dihadapi di lapangan.