Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 7 PONOROGO Feby Eka Listiani; Putri Anafi Aisah; Afina Syabila Rahma; Syunu Trihantoyo; Agustin Hanivia Cindy
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i2.577

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan Kurikulum Merdeka pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Ponorogo dan menyajikan solusi yang dapat membantu mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi. Artikel ini menjelaskan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Ponorogo baru menerapkan Kurikulum Merdeka di satu kelas, yaitu kelas 4. Pembelajaran dalam kelas tersebut telah mengalami perubahan dari pendekatan guru sebagai pusat pembelajaran menjadi siswa sebagai pusat pembelajaran. Meskipun sudah ada kemajuan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, kesulitan dalam penilaian formatif, perlu pengembangan kurikulum sendiri, tantangan dalam keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta resistensi terhadap perubahan budaya pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Ponorogo menunjukkan potensi positif, tetapi juga menghadapi beberapa kendala. Untuk mengatasi kendala tersebut, solusi yang diajukan meliputi pengoptimalan sumber daya yang ada, pelatihan guru dalam penilaian formatif, panduan yang jelas dalam pengembangan kurikulum, keterlibatan orang tua dan masyarakat yang lebih aktif, serta sosialisasi yang efektif tentang manfaat Kurikulum Merdeka.
ANALISIS TRANSFORMASI DARI KURIKULUM 2013 MENUJU KURIKULUM MERDEKA DI SDN LIDAH WETAN IV Anastasya Shafa Aulia; Nadhifa Ardiana Maharani; Novela Serly Aulia; Syunu Trihantoyo; Agustin Hanivia Cindy
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i3.611

Abstract

Kurikulum memegang peranan penting dalam dunia pendidikan, dan perubahan kurikulum berlangsung secara terus-menerus dalam sejarah pendidikan Indonesia. Faktor-faktor penyebab perubahan kurikulum meliputi perkembangan dinamis antara bangsa, perkembangan industri, orientasi politik, dan pandangan intelektual. Kurikulum Merdeka adalah salah satu perubahan kurikulum terbaru yang sedang diimplementasikan di sekolahsekolah, termasuk SDN Lidah Wetan IV. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu observasi lapangan dengan melakukan wawancara bersama ibu Ninik Prasetyani, S.Pd.selaku kepala sekolah ibu SDN Lidah Wetan IV dan pemegang kekuasaan dan kebijakan tertinggi di SDN Lidah Wetan IV untuk lebih memahami persiapan sekolah, respons terhadap perubahan kurikulum, dan tantangan yang dihadapi guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SDN Lidah Wetan IV masih dalam tahap awal, dengan fokus pada kelas 1 dan 4. Sehingga, sekolah masih perlu beradaptasi dengan perubahan ini, dan guru memainkan peran sentral dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Sekolah juga telah melakukan persiapan dengan pelatihan guru, penyediaan materi ajar, dan integrasi kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu sekolah menyadari bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Meskipun sekolah telah mengupayakan sosialisasi,tetapi masih terdapat kesenjangan pemahaman akan pentingnya kurikulum ini di antara orang tua. Dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam keberhasilan perubahan ini.
Analisis peran manajemen humas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada lembaga pendidikan Agustin Hanivia Cindy; Dian Permatasari Kusuma Dayu; Durrotun Nafisah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi fokus kajian artikel ini. Metode penelitian artikel ini didasarkan pada systematic literature review yang diambil dari sembilan jurnal nasional yang berasal dari jurnal penelitian empiris. Pertanyaan penelitian diidentifikasi, protokol systematic literature review dikembangkan, perpustakaan digital diidentifikasi sebagai area pencarian, hasil penelitian yang relevan disaring, hasil penelitian berkualitas dipilih, data diambil dari penelitian individual, meta-analisis atau meta-sintesis dilakukan, dan akhirnya hasilnya disajikan. Temuan penelitian ini mendukung gagasan bahwa manajemen hubungan masyarakat memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di lembaga pendidikan.
Implementasi Manajemen Layanan Asrama dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik pada Sekolah Menengah Atas Agustin Hanivia Cindy; Poltjes Pattipeilohy; Dian Permatasari Kusuma Dayu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3826

Abstract

Asrama dalam sebuah Lembaga Pendidikan Kristen tidak hanya berfungsi untuk menjadi tempat penampungan peserta didik saja, tetapi juga merupakan wadah peserta didik saling belajar budaya daerah masing-masing, belajar bersosialisasi, belajar untuk melatih kepekaan atau keperdulian, belajar untuk taat dan tunduk pada pembina, serta menjadi pribadi yang memiliki karakter kristus. Di dalam lapangan tidak dipungkiri terdapat banyak masalah, seperti misalnya permasalahan karena latar belakang mahasiswa yang beragam, kedisiplinan mahasiswa, interaksi sosial mahasiswa dengan dunia luar, pola adaptasi mahasiswa di asrama yang beragam, dan masih banyak hal lainnya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan dan pengelolaan manajemen layanan asrama berjalan dengan baik dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Magelang. Implementasi manajemen layanan asrama diimplikasikan secara holistik dan ideal, yaitu (1) model pembinaan yang berpusat pada hal rohani; (2) model pembinaan transformative; (3) model pembinaan integratif dan holistic; (4) model disiplin terstruktur; (5) model pembinaan proyektif dan antisipatif; serta (6) model pembinaan teamwork.
The National Science Olympiad and Its Impact on Improving the Quality of Education Poltjes Pattipeilohy; Frandy Akyuwen; Agustin Hanivia Cindy; Johan Pattiasina
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.821

Abstract

This study aims to clearly describe the implementation of the National Science Olympiad organized by the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Pattimura University Ambon and its impact on improving the quality of education. The focus of the research is the process of organizing the national science olympiad, and its impact on improving the quality of education. This study uses qualitative research. The data collection methods are observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the National Science Olympiad involves elementary, junior high, high school, and vocational school students throughout Maluku with a total of 3,323 participants. The region, which is dubbed as a sea-based archipelago province, is not a barrier for students to compete to be the best. As a result, when students excel in a competition, the quality of education will be better. The supporting factors for the implementation of the National Science Olympiad are internal and external factors. Internal factors come from within students, while external factors come from the school environment and family environment. The inhibiting factors are the cost and location of the competition. Some of the implications of this research: Education Policy Design; Curriculum development; Teacher Training and Development; Increasing Student Participation; and Extracurricular Program Development. Research at the National Science Olympiad has made significant contributions to the following aspects: Development of Academic Knowledge; Improvement of Educational Practices; Support for Policy Makers; Motivation for students; and Strengthening Research Networks.
Systematic Literature Review: Principal Leadership in Educational Institutions Agustin Hanivia Cindy; Viana Putri Aisyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91501

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan analisis komprehensif tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan institusi pendidikan melalui kepemimpinan yang efektif. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review (SLR), kadang disebut juga dengan metode penelitian tinjauan pustaka. Literatur yang digunakan berasal dari berbagai sumber. Menurut berbagai sumber literatur, kepemimpinan utama dalam lembaga pendidikan mengacu pada kapasitas seorang pemimpin untuk secara efektif mempengaruhi dan menyatukan individu menuju tujuan bersama suatu kelompok atau organisasi. Kepala sekolah adalah individu yang mengemban peran kepemimpinan dalam bidang pendidikan dan mempunyai tanggung jawab besar dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya. Dalam hal ini kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemajuannya saja, melainkan oleh adanya jiwa kepemimpinan yang kuat. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam suatu lembaga pendidikan mengacu pada kapasitas seorang pemimpin dalam memberikan pengaruh dan menggalang individu menuju tujuan kolektif suatu kelompok atau organisasi. Kepala sekolah adalah individu yang mengemban peran kepemimpinan dalam bidang pendidikan dan mempunyai tanggung jawab besar dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya. Dalam hal ini, faktor krusialnya bukan hanya kemajuan sekolah saja, melainkan adanya etos kepemimpinan yang kuat.