Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran modal sosial dalam pembentukan dan pengembangan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Gorontalo Rahmatiah; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Alhasni, Sakinah
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pembentukan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini mengungkapkan perjalanan karir pengusaha mebel yang dimulai dari seorang tukang kayu sederhana menjadi pemilik industri mebel yang sukses, yakni Faninda Jaya Mebel. Meskipun dimulai dengan modal terbatas, pengusaha ini berhasil membangun bisnisnya melalui jaringan sosial yang kuat, pemasaran online, dan hubungan kepercayaan yang terjalin dengan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, berupa norma, kepercayaan, dan jaringan sosial yang terbentuk antara para pengusaha mebel, memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pengembangan usaha mebel di wilayah tersebut. Pengusaha juga berhasil mengadopsi strategi branding yang membedakan produk mereka, yang tercermin dalam penggunaan karakter anak-anak sebagai identitas usaha. Penelitian ini menyarankan agar pengusaha memperkuat dan memperluas jaringan sosial mereka untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Peran keluarga terhadap pengemis anak di menara Limboto, Kabupaten Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Nihali, Erik
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.177

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo, di mana fenomena pengemis anak jalanan di kawasan Menara Limboto semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembinaan pengemis anak-anak dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan keluarga membiarkan anak-anak mereka mengemis di jalanan. Menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton, penelitian ini menggambarkan interaksi sosial dalam keluarga yang mendasari keputusan tersebut, serta menggali peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perlindungan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengemis anak, keluarga, dan pihak terkait di Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan ekonomi keluarga menjadi faktor utama yang memaksa anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas mengemis. Orang tua, dalam kondisi ini, merasa terpaksa membiarkan anak-anak mereka bekerja demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Temuan ini mengungkapkan pentingnya pemberian perhatian lebih terhadap peran keluarga dalam menyediakan kebutuhan dasar anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak, serta perlindungan terhadap eksploitasi anak-anak yang seharusnya memperoleh pendidikan dan perlindungan yang layak.
PENGUATAN KELOMPOK UMKM BERBASIS MODAL SOSIAL DI DESA HUANGOBOTU KECAMATAN KABILA BONE Harold, Rudy
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i2.17089

Abstract

Potensi sumber daya laut yang melimpah terkadang masih belum dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai yang bermukim di wilayah perairan Teluk Tomini. Untuk itu diperlukan tidak hanya modal ekonomi dan teknologi tapi juga modal sosial untuk menciptakan kerjasama yang efektif dalam mengoptimalkan dampak ekonomi kekayaan sumber daya laut bagi masyarakat pesisir pantai di Teluk Tomini.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kerjasama dari beberapa pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pemasaran produk makanan dari bahan hasil tangkapan nelayan di sekitar Desa Huangobotu melalui pengembangan modal sosial dalam bentuk jaringan, norma dan kepercayaan. Adapun metode yang digunakan yakni dengan terlebih dahulu melakukan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan UMKM selama ini dalam membentuk dan mengembangkan potensi modal sosial yang dimiliki. Hasil dari analisis itu kemudian menjadi materi dalam melaksanakan kegiatan FGD yang diharapkan dapat menjadi ruang percakapan untuk lebih mengoptimalkan potensi modal sosial untuk memperkuat kerjasama dari berbagai pihak dalam mendukung proses produksi dan pemasaran UMKM di Desa Huangobotu.
Respon Sosial terhadap Viralitas Media : Studi pada Pembentukan Persepsi Orang Tua dalam Kasus Video Guru dan Murid di Kota Gorontalo astuti, Febiola; Tanipu, Funco; Harold, Rudy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pw64py13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana viralitas media berperan dalam membentuk respon sosial dan persepsi orang tua terhadap kasus video asusila antara guru dan murid di Kota Gorontalo Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus fenomenologis yang berfokus pada pengalaman sosial dan proses pembentukan makna di kalangan orang tua Informan utama penelitian ini ialah para ibu dari kelompok Beringin Rempong di Kelurahan Tuladenggi dengan anak anak mereka sebagai informan pendukung Data diperoleh melalui wawancara mendalam observasi dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan persepsi dan respon sosial orang tua Kasus yang viral tidak hanya menimbulkan reaksi emosional seperti marah kaget dan prihatin tetapi juga mendorong refleksi moral dan perubahan sikap dalam pola pengasuhan anak Proses pembentukan makna sosial berlangsung melalui tiga tahapan konstruksi sosial menurut Berger dan Luckmann yaitu eksternalisasi ketika orang tua mengekspresikan pandangan dan reaksi melalui percakapan dan media sosial; objektivasi ketika makna bersama terbentuk dalam kelompok dan menjadi kesepahaman moral; serta internalisasi ketika nilai nilai tersebut dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata seperti peningkatan pengawasan komunikasi dan bimbingan etika di keluarga Dengan demikian viralitas media sosial tidak hanya memengaruhi opini publik tetapi juga berperan sebagai sarana terbentuknya kesadaran sosial dan moral baru di lingkungan keluarga < p>
Persepsi Pegawai Terhadap Praktik Penindasan Di Tempat Kerja: Kasus Dugaan Phk Sepihak Di Alfamart Gorontalo Dan Pengaruhnya Terhdap Etos Kerja Harold, Rudy
JPS: Journal of Publicness Studies Vol 2 No 04 (2025): Journal of Publicness Studies
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nvhmgq79

Abstract

This study aims to understand employees’ perceptions of workplace oppression in the case of alleged unilateral termination of employment (PHK) at Alfamart Gorontalo, and to analyze how such practices affect employee work ethic. The unilateral termination phenomenon reflects an imbalance of power relations between the company and its workers, creating suspicions of arbitrary actions that potentially suppress employees’ positions. This research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, focusing on employees who were considered relevantto the incident. Data analysis refers to the Interactive Model of Miles, Huberman, and Saldana, which consists of data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that unilateral termination is perceived by employees as a form of structural oppression, as it was carried out without transparent communication, without providing the opportunity for self-defense, and resulted in psychological pressure and uncertainty among workers. The impact of such practices is reflected in decreased motivation and work ethic among employees who feel that their rights are not respected. This study highlights the importance of implementing principles of fairness, transparency, and labor protection to prevent the emergence of oppressive practices in the workplace.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Sosiologi UNG dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Kota Manado Sahrain Bumulo; Vanya Dyah Pitaloka M.A.C.; Sainudin Latare; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2903

Abstract

Sustainable tourism requires the integration of environmental, social, and economic dimensions, making the need for human resources who are sensitive to sustainability issues increasingly urgent. As future development analysts and practitioners, students need to be equipped with conceptual understanding and empirical experience so that they are able to comprehensively read the socio-ecological dynamics of a destination. This community service program aims to increase the capacity of Sociology students at Gorontalo State University through expert lectures and field trips. The expert lectures reinforce the theory of sustainable tourism, Community Based Tourism (CBT), and destination carrying capacity. Field visits to Lake Linow were used as an empirical learning strategy to observe ecological conditions, interactions between tourism actors, and sustainability challenges in sensitive natural tourism areas. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding, sustainability awareness, and analytical skills in identifying socio-environmental issues. Educational products in the form of infographics reflect their ability to process field findings. This community service contributes to the preparation of human resources capable of supporting sustainable tourism based on knowledge and direct experience.
ANALISIS TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA Rudy Harold; Sri Maryani Putri Kai; Rosita Pulubolo; Ramadhan Kaesan
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.128

Abstract

Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.
Sosiologi Agama dari Sudut Pandang Max Weber: Rasionalisasi, Etika, dan Solidaritas Sosial dalam Kehidupan Keagamaan Modern Dedu, Nindiyawati; Ismail, Mustafril; Singgima, Mildayanti; Jumadil, Tiara; Harold, Rudy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4575

Abstract

Permasalahan tentang perubahan bentuk keberagamaan dalam masyarakat modern telah menjadi perdebatan berkelanjutan dalam kajian sosiologi agama, khususnya yang berkaitan dengan proses rasionalisasi, transformasi etika keagamaan, serta perubahan pola solidaritas sosial dan dalam kerangka tersebut, perspektif (Weber,1930) digunakan untuk menje1askan agama tidak hanya dipahami sebagai institusi yang mengalami kemunduran, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang mengalami transformasi bentuk dan fungsi serta penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosiologi agama dari sudut pandang Max Weber dengan membebankan pada konsep rasionalisasi, etika keagamaan, dan solidaritas sosial dalam kehidupan keagamaan modern serta metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (1ibrary research), dan data dikumpulkan melalui telaah kritis terhadap karya-karya klasik Max Weber serta literatur kontemporer yang relevan dan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif, ana1its dan komparatif untuk mengkaji relevansi teori dalam menjelaskan realitas keagamaan modern, termasuk fenomena agama digital dan masyarakat postsekuler dan hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi tidak secara langsung menghilangkan peran agama, melainkan mendorong terjadinya pergeseran orientasi etika serta pembentukan pola solidaritas sosial keagamaan yang baru dan teori Max Weber dinilai tetap relevan dalam memahami dinamika dan kompleksitas kehidupan keagamaan dalam masyarakat modern dan global.Yang terus berkembang seiring globalisasi,modernisasi,dan kemajuan teknologi komunikasi konteporer digital.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PARAWISATA TAMAN LAUT OLELE (DESA OLELE, KABILA BONE) Tomayahu, Rahmawaty; Tanipu, Funco; Harold, Rudy
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v8i2.26166

Abstract

This study aims to analyze community participation in the preservation of the tourism environment in Olele Marine Park, Bone Bolango Regency, through the lens of Emile Durkheim's concept of organic solidarity. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and then analyzed to understand the forms of participation as well as their implications for social cohesion within the community. The findings reveal that community participation in preserving the Olele tourism environment is manifested in various forms, such as maintaining beach cleanliness, complying with fishing zone regulations, conserving coral reefs, attending village meetings and socialization activities, and developing local handicrafts to support the tourism sector. The conclusion of this study emphasizes that organic solidarity serves as the foundation of social cohesion in Olele society. The differences in roles between the community, village government, and tourism stakeholders further strengthen social integration, as each party performs different yet interdependent functions to achieve the shared goal of sustaining ecotourism in Olele Marine Park.