Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peran modal sosial dalam pembentukan dan pengembangan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Gorontalo Rahmatiah; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Alhasni, Sakinah
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pembentukan pengusaha mebel di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini mengungkapkan perjalanan karir pengusaha mebel yang dimulai dari seorang tukang kayu sederhana menjadi pemilik industri mebel yang sukses, yakni Faninda Jaya Mebel. Meskipun dimulai dengan modal terbatas, pengusaha ini berhasil membangun bisnisnya melalui jaringan sosial yang kuat, pemasaran online, dan hubungan kepercayaan yang terjalin dengan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, berupa norma, kepercayaan, dan jaringan sosial yang terbentuk antara para pengusaha mebel, memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pengembangan usaha mebel di wilayah tersebut. Pengusaha juga berhasil mengadopsi strategi branding yang membedakan produk mereka, yang tercermin dalam penggunaan karakter anak-anak sebagai identitas usaha. Penelitian ini menyarankan agar pengusaha memperkuat dan memperluas jaringan sosial mereka untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Peran keluarga terhadap pengemis anak di menara Limboto, Kabupaten Gorontalo Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Bumulo, Sahrain; Nihali, Erik
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.177

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Gorontalo, di mana fenomena pengemis anak jalanan di kawasan Menara Limboto semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembinaan pengemis anak-anak dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan keluarga membiarkan anak-anak mereka mengemis di jalanan. Menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton, penelitian ini menggambarkan interaksi sosial dalam keluarga yang mendasari keputusan tersebut, serta menggali peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan perlindungan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengemis anak, keluarga, dan pihak terkait di Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan ekonomi keluarga menjadi faktor utama yang memaksa anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas mengemis. Orang tua, dalam kondisi ini, merasa terpaksa membiarkan anak-anak mereka bekerja demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Temuan ini mengungkapkan pentingnya pemberian perhatian lebih terhadap peran keluarga dalam menyediakan kebutuhan dasar anak dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak, serta perlindungan terhadap eksploitasi anak-anak yang seharusnya memperoleh pendidikan dan perlindungan yang layak.
PENGUATAN KELOMPOK UMKM BERBASIS MODAL SOSIAL DI DESA HUANGOBOTU KECAMATAN KABILA BONE Harold, Rudy
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i2.17089

Abstract

Potensi sumber daya laut yang melimpah terkadang masih belum dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai yang bermukim di wilayah perairan Teluk Tomini. Untuk itu diperlukan tidak hanya modal ekonomi dan teknologi tapi juga modal sosial untuk menciptakan kerjasama yang efektif dalam mengoptimalkan dampak ekonomi kekayaan sumber daya laut bagi masyarakat pesisir pantai di Teluk Tomini.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kerjasama dari beberapa pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pemasaran produk makanan dari bahan hasil tangkapan nelayan di sekitar Desa Huangobotu melalui pengembangan modal sosial dalam bentuk jaringan, norma dan kepercayaan. Adapun metode yang digunakan yakni dengan terlebih dahulu melakukan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan UMKM selama ini dalam membentuk dan mengembangkan potensi modal sosial yang dimiliki. Hasil dari analisis itu kemudian menjadi materi dalam melaksanakan kegiatan FGD yang diharapkan dapat menjadi ruang percakapan untuk lebih mengoptimalkan potensi modal sosial untuk memperkuat kerjasama dari berbagai pihak dalam mendukung proses produksi dan pemasaran UMKM di Desa Huangobotu.
Respon Sosial terhadap Viralitas Media : Studi pada Pembentukan Persepsi Orang Tua dalam Kasus Video Guru dan Murid di Kota Gorontalo astuti, Febiola; Tanipu, Funco; Harold, Rudy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pw64py13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana viralitas media berperan dalam membentuk respon sosial dan persepsi orang tua terhadap kasus video asusila antara guru dan murid di Kota Gorontalo Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus fenomenologis yang berfokus pada pengalaman sosial dan proses pembentukan makna di kalangan orang tua Informan utama penelitian ini ialah para ibu dari kelompok Beringin Rempong di Kelurahan Tuladenggi dengan anak anak mereka sebagai informan pendukung Data diperoleh melalui wawancara mendalam observasi dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan persepsi dan respon sosial orang tua Kasus yang viral tidak hanya menimbulkan reaksi emosional seperti marah kaget dan prihatin tetapi juga mendorong refleksi moral dan perubahan sikap dalam pola pengasuhan anak Proses pembentukan makna sosial berlangsung melalui tiga tahapan konstruksi sosial menurut Berger dan Luckmann yaitu eksternalisasi ketika orang tua mengekspresikan pandangan dan reaksi melalui percakapan dan media sosial; objektivasi ketika makna bersama terbentuk dalam kelompok dan menjadi kesepahaman moral; serta internalisasi ketika nilai nilai tersebut dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata seperti peningkatan pengawasan komunikasi dan bimbingan etika di keluarga Dengan demikian viralitas media sosial tidak hanya memengaruhi opini publik tetapi juga berperan sebagai sarana terbentuknya kesadaran sosial dan moral baru di lingkungan keluarga < p>
Persepsi Pegawai Terhadap Praktik Penindasan Di Tempat Kerja: Kasus Dugaan Phk Sepihak Di Alfamart Gorontalo Dan Pengaruhnya Terhdap Etos Kerja Harold, Rudy
JPS: Journal of Publicness Studies Vol 2 No 04 (2025): Journal of Publicness Studies
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nvhmgq79

Abstract

This study aims to understand employees’ perceptions of workplace oppression in the case of alleged unilateral termination of employment (PHK) at Alfamart Gorontalo, and to analyze how such practices affect employee work ethic. The unilateral termination phenomenon reflects an imbalance of power relations between the company and its workers, creating suspicions of arbitrary actions that potentially suppress employees’ positions. This research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, focusing on employees who were considered relevantto the incident. Data analysis refers to the Interactive Model of Miles, Huberman, and Saldana, which consists of data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that unilateral termination is perceived by employees as a form of structural oppression, as it was carried out without transparent communication, without providing the opportunity for self-defense, and resulted in psychological pressure and uncertainty among workers. The impact of such practices is reflected in decreased motivation and work ethic among employees who feel that their rights are not respected. This study highlights the importance of implementing principles of fairness, transparency, and labor protection to prevent the emergence of oppressive practices in the workplace.
ANALISIS TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA Rudy Harold; Sri Maryani Putri Kai; Rosita Pulubolo; Ramadhan Kaesan
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.128

Abstract

Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.
Sosiologi Agama dari Sudut Pandang Max Weber: Rasionalisasi, Etika, dan Solidaritas Sosial dalam Kehidupan Keagamaan Modern Dedu, Nindiyawati; Ismail, Mustafril; Singgima, Mildayanti; Jumadil, Tiara; Harold, Rudy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4575

Abstract

Permasalahan tentang perubahan bentuk keberagamaan dalam masyarakat modern telah menjadi perdebatan berkelanjutan dalam kajian sosiologi agama, khususnya yang berkaitan dengan proses rasionalisasi, transformasi etika keagamaan, serta perubahan pola solidaritas sosial dan dalam kerangka tersebut, perspektif (Weber,1930) digunakan untuk menje1askan agama tidak hanya dipahami sebagai institusi yang mengalami kemunduran, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang mengalami transformasi bentuk dan fungsi serta penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosiologi agama dari sudut pandang Max Weber dengan membebankan pada konsep rasionalisasi, etika keagamaan, dan solidaritas sosial dalam kehidupan keagamaan modern serta metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (1ibrary research), dan data dikumpulkan melalui telaah kritis terhadap karya-karya klasik Max Weber serta literatur kontemporer yang relevan dan data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif, ana1its dan komparatif untuk mengkaji relevansi teori dalam menjelaskan realitas keagamaan modern, termasuk fenomena agama digital dan masyarakat postsekuler dan hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi tidak secara langsung menghilangkan peran agama, melainkan mendorong terjadinya pergeseran orientasi etika serta pembentukan pola solidaritas sosial keagamaan yang baru dan teori Max Weber dinilai tetap relevan dalam memahami dinamika dan kompleksitas kehidupan keagamaan dalam masyarakat modern dan global.Yang terus berkembang seiring globalisasi,modernisasi,dan kemajuan teknologi komunikasi konteporer digital.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Menanggulangi Bencana Banjir di Kota Gorontalo Saleh, Abdul Jalal S.; Tanipu, Funco; Harold, Rudy
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPBD (Badan Penanggulanga Bencana Daerah) dalam menanggulangi bencana banjir di Kota Gorontalo, Kecamatan Kota Barat khususnya pada masyarakat Kelurahan Molosipat W. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tugas pokok dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah tidak berjalan dengan baik. Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih terdapat kurangnya peran terhadap masyarakat dalam bentuk penanggulangan yang telah di atur dalam RENSTRA pasal 21 UU Nomor 24 Tahun 2007 yaitu langkah penanggulangan bencana yang di karenakan Badan Penanggulangan Bencan Daerah masih kekurangan dengan fasilitasi penanggulangan kebencanaan dan sumber daya manusia yang ada pada instansi tersebut. Maka dari itu penanggulangan kebencanaan tidak berjalan optimal pada masyarakat.
Dampak Sosial Ekonomi Aktivitas Pertambangan di Desa Tolondadu Satu Kecamatan Bolaang Uki Wahulo, Karmila; Ibrahim, Ridwan; Harold, Rudy; Nadia, Sabrina
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial ekonomi aktivitas pertambangan di Desa Tolondadu Satu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Sebelum adanya pertambangan, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dengan penghasilan terbatas. Namun, dengan berkembangnya sektor pertambangan, banyak masyarakat beralih menjadi penambang karena potensi sumber daya alam berupa emas, yang memberikan pendapatan lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara sebagai metode pengumpulan data, melibatkan tujuh informan dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang terjadi antara lain menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, timbulnya perselisihan antara penambang dan non-penambang, serta perbedaan status sosial. Dampak ekonomi yang positif termasuk terbukanya lapangan pekerjaan baru dan meningkatnya pendapatan keluarga, yang membantu memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Namun, dampak lingkungan yang timbul seperti pencemaran air sungai dan penebangan pohon liar juga menjadi perhatian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sektor pertambangan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, ada perubahan sosial yang signifikan, termasuk memudarnya nilai kebersamaan dalam masyarakat.
Livelihood transformation in Pangi Village: Navigating the socio-economic dynamics of the shift from agriculture to gold mining Sahrain Bumulo; Rauf A. Hatu; Dare Ojo Omonijo; Dewinta Rizky R. Hatu; Ridwan Ibrahim; Sainudin Latare; Rudy Harold; Marsela Madi
Dynamics of Rural Society Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Dynamics of Rural Society Journal
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, Gorontalo State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/drsj.v4i2.141

Abstract

This study examines the socio-economic transformation in Pangi Village, Gorontalo, Indonesia, marked by a significant shift from agriculture to artisanal and small-scale gold mining (ASGM), driven primarily by declining agricultural productivity and increasing economic uncertainty. This study adopts a qualitative research approach to examine the socio-economic and environmental implications of the livelihood transition. Data were collected through in-depth interviews with farmers, miners, village officials, and community leaders, complemented by field observations in both agricultural and mining areas. The data were analyzed thematically to capture community perceptions, lived experiences, and local responses to the changing rural economic landscape. The findings indicate that while ASGM offers higher income potential than agriculture, it also generates significant social and environmental consequences. Social relations within the village have become increasingly fragmented, particularly between households engaged in mining activities and those remaining in the agricultural sector. In addition, mining activities have contributed to land degradation and water pollution, further threatening the sustainability of agricultural practices. Government initiatives aimed at protecting agricultural land and revitalizing the farming sector have not yet achieved optimal outcomes, as they have failed to provide rapid and tangible improvements in farmers’ welfare. As a result, despite awareness of the risks associated with mining, many residents continue to abandon agriculture in favour of ASGM. The findings highlight that the livelihood transition is driven by persistent economic pressures and limited agricultural viability, while simultaneously generating social fragmentation and environmental degradation. This study contributes to a deeper understanding of rural livelihood transformations by revealing how economic vulnerability shapes community responses and policy outcomes. These results underscore the need for integrated policies that strengthen agricultural competitiveness, enhance farmer empowerment, and balance economic development with environmental sustainability to ensure long-term rural welfare.