Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi Diet Diabetes Puasa untuk Mengendalikan Gula Darah Saat Menjalankan Puasa Ramadhan Jaelani, Mohammad; Larasati, Meirina Dwi; Muninggar, Dian Luthfita Prasetya; Rosidi, Ali
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11470

Abstract

Background: Fasting during Ramadan could have negative effects on individuals with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), as it would lead to hypoglycemia or hyperglycemia. Non-compliance with the recommended diet during fasting is one of the factors that can trigger these conditions. Knowledge about the appropriate diet plays a crucial role in successfully adhering to the diet.  Objective: The aim of this study is to assess the effect of providing T2DM education during Ramadan fasting on knowledge and fasting blood glucose levels.  Method: This study is an experimental research conducted using a randomized controlled trial design with a pretest-posttest control group design. The participants of this study were T2DM patients from Tlogosari Kulon Community Health Center and Kedungmundu Community Health Center who were enrolled in the Prolanis program and did not have any complications related to kidney failure or stroke. A total of 46 participants were divided into a treatment group and a control group. The treatment group received nutritional education on managing their diet while fasting during Ramadan. This education was provided one week prior to the start of Ramadan fasting. Data collection included assessing knowledge, food intake, nutritional status, and fasting blood glucose levels before and after Ramadan fasting. The collected data will be analyzed using univariate analysis to describe the research data and to test the impact of nutrition education on knowledge and fasting blood glucose levels levels. The independent t-test with a significance level of α=0.05 will be used for this analysis.Result: There was a significant difference before and after being given nutrition education in intervention group on increasing knowledge levels in the intervention group (p=0.029) also lowering the blood glucose levels                 (p = 0.000). Providing education to the intervention group increased the knowledge score from 68.56 +12.81 to 79.26+9.47. There was an increase in knowledge leves by 10.70+3.34 in the intervention group. Nutritioneducation also reduced fasting blood glucose levels in intervention gropus from 177.78 + 79.61 to 141.35 + 43.78. There was a lowering in the blood glucose levels by -36.43 + 71.89 in the intervention group.Conclusion: There is a relationship between fasting ramadhan diabetes education with knowledge and blood glucose levels.
Analisis Tingkat Literasi Gizi Terhadap Pola Makan Pada Orang Dewasa Faizah, Alfia Nur; Prasetya Muninggar, Dian Luthfita; Larasati, Meirina Dwi; Jaelani, Mohammad; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10771

Abstract

Latar Belakang: Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang dalam memperoleh, mengolah, dan memahami informasi terkait gizi sehingga dapat mengambil keputusan mengenai pangan yang meliputi pengetahuan seseorang tentang kesehatan, motivasi, kemampuan mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan. untuk memelihara atau meningkatkan kesehatannya. Tingkat literasi gizi dapat mempengaruhi perilaku makan dan pola makan seseorang.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat literasi gizi terhadap pola makan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling sehingga diperoleh 121 sampel. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik sampel (umur, jenis kelamin, ras dan suku, status gizi, fakultas), tingkat literasi gizi, dan pola makan. Kuesioner yang digunakan adalah NLS (Nutrition Literacy Scale) untuk mengukur tingkat literasi, dan FFQ (Food Frekuensi Questionnaire) untuk melihat pola makan. Data diisi secara mandiri oleh responden melalui kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi gizi dengan pola makan (P = 0,000). dengan koefisien positif (CI = 95%, p0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara literasi gizi dengan pola makan.
Nutritional Education 'GEMAKIN' for Improving Pregnant Women's Knowledge and Attitudes Towards Stunting Prevention Using Audiovisual Media Nanang Qosim; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Suwarsono Suwarsono
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v9i2.521

Abstract

Background: Stunting is a growth and development disorder that caused children to have short stature. One of the causes of stunting is poor nutritional intake of pregnant women during pregnancy when the fetus is still in the womb. Several intervention was done to address the incidence of stunting include nutrition education for pregnant women. In the coastal areas of Indonesia, there is an abundance of marine wealth, especially fish that are highly nutritious. However, there is a gap between the potential of marine wealth and the low level of fish consumption in Indonesia. The 'GEMAKIN' nutrition education program aims to raise awareness about the importance of fish consumption during pregnancy as part of the critical first 1,000 days of life. Research Purposes: To determine the impact of 'GEMAKIN' nutrition education using audiovisual media on the knowledge and attitudes of pregnant women regarding stunting prevention. Research Methods: The method used in this study is a Quasi-Experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The study subjects were 50 pregnant women. Data collection was done using pre-test and post-test intervention instruments. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Research Result: The results of the study showed a significant increase in knowledge (p=0.000) and attitude scores (p=0.000) before and after the 'GEMAKIN' nutrition education intervention using audiovisual media on pregnant women regarding stunting prevention. Conclusion: The 'GEMAKIN' nutrition education using audiovisual media on stunting prevention can significantly increase the knowledge and attitudes levels of pregnant women in Bandarharjo, Semarang.
EDUKASI GIZI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENERAPAN DIET DIABETES MELLITUS SELAMA PUASA RAMADAN Mohammad Jaelani; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Meirina Dwi Larasati; J. Supadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19531

Abstract

Abstrak: Seseorang yang memutuskan menjalankan puasa Ramadan berisiko mengalami hipoglikemi maupun hiperglikemi. Kepatuhan diet selama puasa Ramadan dapat membantu kestabilan glukosa darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa kegiatan edukasi dan penerapan diet DM selama puasa Ramadan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan diet DM saat menjalankan puasa Ramadan. Peserta kegiatan adalah perwakilan wanita dewasa dari setiap RW di Kelurahan Pedurungan Tengah Kota Semarang sejumlah 22 orang. Kegiatan berupa edukasi Diet DM dan demonstrasi menu makan selama berpuasa Ramadan. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman terkait terkait Diet DM selama Puasa Ramadan. Kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan Diet DMterkait jadwal makan, pemilihan jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi menggunakan form Recall 1x 24 jam untuk memastikan penerapan Diet DM terkait jadwal makan, pemilihan jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi selama puasa Ramadan. Skor pengetahuan peserta terkait Diet DM selama puasa Ramadan (skor ≥ 80) meningkat sebesar 12,9%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa sebagian peserta patuh terhadap jadwal makan. Jenis makanan yang dikonsumsi cenderung tinggi karbohidrat, gula, dan lemak, sementara asupan sayur dan buah masih rendah. Rata-rata asupan energi memenuhi 70,4% dari kecukupan gizi perempuan usia 50-64 tahun kebutuhan. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan dan penerapan diet DM selama puasa Ramadan.Abstract: People Muslims who decide choose to fast during Ramadhan have an increased risk of experiencing on Ramadan fasting are at risk of hypoglycemia or hyperglycemia. Adherence to diabetes dietary Dietary compliance during Ramadan fasting can helps to control blood glucose levels. This community service activity is including educational activities and the implementation of the DMdiabetes dietary recommendation during Ramadan fasting. The aim is to increase knowledge and ability practice to implement the diabetes dietary recommendation DM diet when fasting during Ramadan fasting. Participants were twenty two adult female representatives from each RW hamlet in Central Pedurungan Tengah Subdistrict, Semarang City a total of 22 people. Activities were nutrition education and menu demonstrations during Ramadan fasting. Monitoring and eEvaluation of nutrition education were using pre-post test to evaluate understanding diabetes dietary recommendation during Ramadan fasting. Monitoring and evaluating activities for implementing the diabetes dietary recommendation using 24 hour Recall form to insure the implementation of meal schedules, food choices, and the amount of food consumed during the Ramadan fasting. activities related to meal schedules, selection of types of food, and amount of food consumed to ensure implementation of the DM Diet during Ramadan fasting. Participants' knowledge scores regarding diabetes dietary recommendation DM diet during Ramadan fasting (score ≥ 80) were increased by 12.9%. Monitoring and evaluation results showed that some participants adhere to the eating meal schedule. The types of food consumed tend prone to be high in carbohydrates, sugar, and fat, while vegetable and fruit intake is still low. The average energy intake were meetts 70.4% of the nutritional needs of women aged 50-64 years. Education can increase knowledge and application implementation of the diabetes dietary recommendationDM diet during Ramadan fasting. 
Studi Eksperimental Formulasi Infused Water Kurma Jeruk Nipis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kesukaan Salsabila, Uyun; Ambarwati, Ria; Muninggar , Dian; Isnawati, Muflihah; Yuniarti
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v6i2.5240

Abstract

Infused water is developed as a functional beverage alternative containing natural antioxidants. The combination of dates and lime in infused water can enhance phenol levels and antioxidant activity. This study aimed to examine the effect of adding lime to date-infused water on total phenolic content, antioxidant activity, and consumer preference. The research employed an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), involving two replications of three formulations. The treatments: F1 (45 grams of dates: 10 grams of lime), F2 (45 grams of dates: 20 grams of lime), and F3 (45 grams of dates: 30 grams of lime). The infused water was soaked for 12 hours at 4°C in a chiller. Total phenol content was measured using the Folin-Ciocalteu method with a UV-Vis spectrophotometer, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. A hedonic test was conducted with 25 semi-trained panelists. Data were analyzed using a normality test, ANOVA, and Duncan’s post hoc test. The results showed that the addition of lime significantly increased the total phenol content and antioxidant activity (p-value = 0.0001). F3 had the highest phenol content (244.34 mg GAE/ml) and antioxidant activity (IC50 = 57.94 ppm), while F2 was the most preferred. In conclusion, lime addition influenced the functional and sensory qualities of date-infused water.
Analisis Tingkat Literasi Gizi Terhadap Pola Makan Pada Orang Dewasa Faizah, Alfia Nur; Prasetya Muninggar, Dian Luthfita; Larasati, Meirina Dwi; Jaelani, Mohammad; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10771

Abstract

Latar Belakang: Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang dalam memperoleh, mengolah, dan memahami informasi terkait gizi sehingga dapat mengambil keputusan mengenai pangan yang meliputi pengetahuan seseorang tentang kesehatan, motivasi, kemampuan mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan. untuk memelihara atau meningkatkan kesehatannya. Tingkat literasi gizi dapat mempengaruhi perilaku makan dan pola makan seseorang.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat literasi gizi terhadap pola makan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling sehingga diperoleh 121 sampel. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik sampel (umur, jenis kelamin, ras dan suku, status gizi, fakultas), tingkat literasi gizi, dan pola makan. Kuesioner yang digunakan adalah NLS (Nutrition Literacy Scale) untuk mengukur tingkat literasi, dan FFQ (Food Frekuensi Questionnaire) untuk melihat pola makan. Data diisi secara mandiri oleh responden melalui kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi gizi dengan pola makan (P = 0,000). dengan koefisien positif (CI = 95%, p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara literasi gizi dengan pola makan.
Edukasi Diet Diabetes Puasa untuk Mengendalikan Gula Darah Saat Menjalankan Puasa Ramadhan Jaelani, Mohammad; Larasati, Meirina Dwi; Muninggar, Dian Luthfita Prasetya; Rosidi, Ali
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11470

Abstract

Background: Fasting during Ramadan could have negative effects on individuals with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), as it would lead to hypoglycemia or hyperglycemia. Non-compliance with the recommended diet during fasting is one of the factors that can trigger these conditions. Knowledge about the appropriate diet plays a crucial role in successfully adhering to the diet.  Objective: The aim of this study is to assess the effect of providing T2DM education during Ramadan fasting on knowledge and fasting blood glucose levels.  Method: This study is an experimental research conducted using a randomized controlled trial design with a pretest-posttest control group design. The participants of this study were T2DM patients from Tlogosari Kulon Community Health Center and Kedungmundu Community Health Center who were enrolled in the Prolanis program and did not have any complications related to kidney failure or stroke. A total of 46 participants were divided into a treatment group and a control group. The treatment group received nutritional education on managing their diet while fasting during Ramadan. This education was provided one week prior to the start of Ramadan fasting. Data collection included assessing knowledge, food intake, nutritional status, and fasting blood glucose levels before and after Ramadan fasting. The collected data will be analyzed using univariate analysis to describe the research data and to test the impact of nutrition education on knowledge and fasting blood glucose levels levels. The independent t-test with a significance level of α=0.05 will be used for this analysis.Result: There was a significant difference before and after being given nutrition education in intervention group on increasing knowledge levels in the intervention group (p=0.029) also lowering the blood glucose levels                 (p = 0.000). Providing education to the intervention group increased the knowledge score from 68.56 +12.81 to 79.26+9.47. There was an increase in knowledge leves by 10.70+3.34 in the intervention group. Nutritioneducation also reduced fasting blood glucose levels in intervention gropus from 177.78 + 79.61 to 141.35 + 43.78. There was a lowering in the blood glucose levels by -36.43 + 71.89 in the intervention group.Conclusion: There is a relationship between fasting ramadhan diabetes education with knowledge and blood glucose levels.
Analisis Tingkat Literasi Gizi Terhadap Pola Makan Pada Orang Dewasa Faizah, Alfia Nur; Prasetya Muninggar, Dian Luthfita; Larasati, Meirina Dwi; Jaelani, Mohammad; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10771

Abstract

Latar Belakang: Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang dalam memperoleh, mengolah, dan memahami informasi terkait gizi sehingga dapat mengambil keputusan mengenai pangan yang meliputi pengetahuan seseorang tentang kesehatan, motivasi, kemampuan mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan. untuk memelihara atau meningkatkan kesehatannya. Tingkat literasi gizi dapat mempengaruhi perilaku makan dan pola makan seseorang.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat literasi gizi terhadap pola makan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling sehingga diperoleh 121 sampel. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik sampel (umur, jenis kelamin, ras dan suku, status gizi, fakultas), tingkat literasi gizi, dan pola makan. Kuesioner yang digunakan adalah NLS (Nutrition Literacy Scale) untuk mengukur tingkat literasi, dan FFQ (Food Frekuensi Questionnaire) untuk melihat pola makan. Data diisi secara mandiri oleh responden melalui kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi gizi dengan pola makan (P = 0,000). dengan koefisien positif (CI = 95%, p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara literasi gizi dengan pola makan.
Edukasi Diet Diabetes Puasa untuk Mengendalikan Gula Darah Saat Menjalankan Puasa Ramadhan Jaelani, Mohammad; Larasati, Meirina Dwi; Muninggar, Dian Luthfita Prasetya; Rosidi, Ali
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11470

Abstract

Background: Fasting during Ramadan could have negative effects on individuals with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), as it would lead to hypoglycemia or hyperglycemia. Non-compliance with the recommended diet during fasting is one of the factors that can trigger these conditions. Knowledge about the appropriate diet plays a crucial role in successfully adhering to the diet.  Objective: The aim of this study is to assess the effect of providing T2DM education during Ramadan fasting on knowledge and fasting blood glucose levels.  Method: This study is an experimental research conducted using a randomized controlled trial design with a pretest-posttest control group design. The participants of this study were T2DM patients from Tlogosari Kulon Community Health Center and Kedungmundu Community Health Center who were enrolled in the Prolanis program and did not have any complications related to kidney failure or stroke. A total of 46 participants were divided into a treatment group and a control group. The treatment group received nutritional education on managing their diet while fasting during Ramadan. This education was provided one week prior to the start of Ramadan fasting. Data collection included assessing knowledge, food intake, nutritional status, and fasting blood glucose levels before and after Ramadan fasting. The collected data will be analyzed using univariate analysis to describe the research data and to test the impact of nutrition education on knowledge and fasting blood glucose levels levels. The independent t-test with a significance level of α=0.05 will be used for this analysis.Result: There was a significant difference before and after being given nutrition education in intervention group on increasing knowledge levels in the intervention group (p=0.029) also lowering the blood glucose levels                 (p = 0.000). Providing education to the intervention group increased the knowledge score from 68.56 +12.81 to 79.26+9.47. There was an increase in knowledge leves by 10.70+3.34 in the intervention group. Nutritioneducation also reduced fasting blood glucose levels in intervention gropus from 177.78 + 79.61 to 141.35 + 43.78. There was a lowering in the blood glucose levels by -36.43 + 71.89 in the intervention group.Conclusion: There is a relationship between fasting ramadhan diabetes education with knowledge and blood glucose levels.
Analisis Tingkat Literasi Gizi Terhadap Pola Makan Pada Orang Dewasa Faizah, Alfia Nur; Prasetya Muninggar, Dian Luthfita; Larasati, Meirina Dwi; Jaelani, Mohammad; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10771

Abstract

Latar Belakang: Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang dalam memperoleh, mengolah, dan memahami informasi terkait gizi sehingga dapat mengambil keputusan mengenai pangan yang meliputi pengetahuan seseorang tentang kesehatan, motivasi, kemampuan mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan. untuk memelihara atau meningkatkan kesehatannya. Tingkat literasi gizi dapat mempengaruhi perilaku makan dan pola makan seseorang.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat literasi gizi terhadap pola makan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling sehingga diperoleh 121 sampel. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik sampel (umur, jenis kelamin, ras dan suku, status gizi, fakultas), tingkat literasi gizi, dan pola makan. Kuesioner yang digunakan adalah NLS (Nutrition Literacy Scale) untuk mengukur tingkat literasi, dan FFQ (Food Frekuensi Questionnaire) untuk melihat pola makan. Data diisi secara mandiri oleh responden melalui kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi gizi dengan pola makan (P = 0,000). dengan koefisien positif (CI = 95%, p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara literasi gizi dengan pola makan.