Articles
Peningkatan Keterampilan Warga Pacul Bojonegoro melalui Pelatihan Pembuatan Media Tanam Hidroponik
Roihatur Rohmah;
Lisa Aminatul Mukarromah;
HM. Ridlwan Hambali;
Mundzar Fahman;
Oktavio Bima Saputra
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/agrokreatif.8.2.153-157
The hydroponic method is a method of planting using planting media other than natural soil, including using water. Hydroponic plant cultivation exists in a nutrient solution but not from the soil. The advantage of the hydroponic method is that only uses a narrow land as a medium. By utilizing used glass can also be used to make hydroponic plant cultivation. In this community service activity, training and socialization on hydroponic cultivation were carried out to optimize the narrow land in the community of Pacul Village, Bojonegoro sub-district, Bojonegoro Regency. The activity was carried out by socializing the existence of hydroponic training for residents of Pacul Bojonegoro Village to increasing the public skills. Participants in the training were 31 PKK members. The achievement of the training activities can be seen from the results of the pre-test and post-test. The result of this hydroponic training and socialization is that there is an increase in the information on the assessment of strongly agreeing with the questions and questionnaire statements from 18‒45%.
PEREMPUAN DALAM LEGISLASI RUUK DI DPRD PROVINSI DIY
Lisa Aminatul Mukaromah
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/inright.v1i2.1227
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi DIY, pada proses legislasi RUUK DIY yang dalam hal ini hanya diwujudkan dalam satu kali pembahasan yakni Rapat Dewan ke 66. Keterwakilan secarakuantitas anggota dewan perempuan dalam rapat tersebut adalah 10 orang (83,33 %) hadir dan 2 orang (16,67%). Peran perempuan anggota legislatif yang menegaskan (dalam interupsinya saat rapat pembahasan muatan RUUK DIY berlangsung) bahwa yang harus ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Sri Sultan HB X dan Sri Paku Alam IX telah sesuai dengan prinsipkemaslahatan/Maslahah. Dengan di sahkannya Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Sri Sultan HB X dan Sri Paku Alam IX dengan penetapan tanpa harus diadakan pemilihan dalam RUUK DIY manfaat yang akan dirasakan masyarakat Yogyakarta akan lebih besar dari pada harus diadakan pemilihan. Peran perempuan anggota DPRD Provinsi DIY dalam pengambilan keputusan terhadap interupsinya sebagai Para wakil rakyat itu telah menjalankan amanah yang representatif kehendak masyarakat Yogyakarta. Dengan demikian prinsip-prinsip siyasah syar’iyyah yang mengandung unsur-unsur: (1) kebijakan, hukum atau aturan, (2) dibuat oleh penguasa, (3) diwujudkan untuk kemaslahatan bersama, dan (4) tidak bertentangan dengan prinsip umum syari’at Islam. Telah dijalankan oleh DPRD Provinsi DIY dalam proses legislasi RUUK baik oleh anggota dewan laki-laki maupun perempuan.
Pengolahan Pupuk Organik dan Biogas Kotoran Sapi di Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang Bojonegoro
Lisa Aminatul Mukaromah;
Eko Arief Cahyono;
Khurul Anam;
Kurniasih Kurniasih;
Sofia Amaralda Putri
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32665/jarcoms.v2i1.1396
Pandemi Covid-19 yang menimpa dunia termasuk Indonesia dan tak terkecuali Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro menjadikan masyarakatnya berinovasi dan berfikir seperti yang dilakukan Kelompok Tani Wanita (KTW) Srikandi untuk menciptakan sebuah inovasi olahan dari limbah yaitu pengelolahan pupuk organik dan biogas dari kotoran hewan (sapi). Demikian juga permasalahan yang dihadapi para petani mengalami kesulitan membeli pupuk dikarenakan harga yang tinggi dan langka. Jadi langkah yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan yang ada para petani di Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang yakni membuat pupuk organik. Dengan adanya pupuk organik sangat membantu kesuburan tanah, tanaman dan bahkan meringankan para petani serta membantu perekonomian. Kelompok Tani Wanita Srikandi ini merupakan sebuah komunitas perkumpulan kelompok tani yang mempunyai semangat tinggi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan juga untuk memberdayakan sumber daya yang tersedia di daerah tersebut. Sehingga dengan demikian upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan juga mengentaskan kemiskinan dapat memajukan Desa Sambongrejo itu sendiri. Pemberdayaan kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik dan biogas ini merupakan inovasi baru dari para srikandi dengan harapan dapat memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang jumlahnya sangat melimpah dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif serta media tanam budidaya tanaman hias bahkan sebagai pupuk lahan pertanian mereka. Kotoran sapi yang diolah menjadi energi alternatif biogas merupakan cara yang menguntungkan dan ramah lingkungan karena dengan pengelolaan tersebut dapat memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Kegiatan pemberdayaan Kelompok Tani Wanita di Desa Gondang dilakukan dengan menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development). Yang mana dalam metode ini berupaya untuk mengembangkan suatu asset atau potensi yang telah ada atau yang telah dimiliki oleh suatu daerah.
KOMPARASI IJARAH DAN SEWA GUNA USAHA (LEASING) DALAM PANDANGAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Lisa Aminatul Mukaromah
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 4 No. 2 (2021): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (829.423 KB)
|
DOI: 10.32665/almaqashidi.v4i2.917
Pembahasan tentang konsep leasing atau sewa guna usaha dalam Islam pada dasarnya bukanlah hal yang mudah, mengingat di Indonesia hingga sekarang belum ada landasan hukum yang mengatur tentang konsep leasing Islam. Akan tetapi konsep leasing Islam bukannya tidak mungkin dapat dikembangkan, mengingat berbagai produk yang keluar dari sistem ekonomi Islam pada dasarnya mengacu pada berbagai akad yang dibenarkan secara Islam dan juga memiliki landasan Islam Al-Qur’an dan Hadist. Adapun berbagai akad yang dapat digunakan sebagai pengembangan konsep leasing Islam adalah akad-akad bagi hasil seperti mudharabah yang berupa perjanjian antara pihak pemilik modal untuk membiayai sepenuhnya suatu proyek ataupun usaha dengan adanya pembagian keuntungan yang disepakati secara bersama. Banyak yang menyamakan leasing dengan ijarah, hal ini terjadi karena kedua istilah tersebut sama-sama mengacu pada hal-ikhwal sewa-menyewa. Menyamakan ijarah dengan leasing tidak sepenuhnya salah, tapi tidak sepenuhnya benar pula. Karena pada dasarnya, walaupun terdapat kesamaan antara ijarah dan leasing, tetapi ada beberapa karakteristik yang membedakanya. Persamaan antara ijarah dan leasing terletak pada perannya, yaitu keduanya berperan dalam hal sewa-menyewa. Persamaan keduanya bukanlah sesuatu yang salah dan juga tidak dibenarkan pula karena pada dasarnya, walaupun terdapat kesamaan antara leasing dan ijarah, tetapi dapat beberapa karakteristik yang membedakan keduanya
RISIKO PINJAMAN KONSUMTIF BERBASIS FINTECH LENDING DALAM PERSEPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Lisa Aminatul Mukaromah;
Khurul Anam
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 5 No. 2 (2022): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.139 KB)
|
DOI: 10.32665/almaqashidi.v5i2.1327
Abstrak Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin hari semakin pesat menjadi fenomena yang menarik dan memberikan optimisme yang tinggi di kalangan masyarakat dalam menyongsong era digital. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi tersebut juga turut dirasakan sebagai sebuah tantangan yang harus dijawab oleh para pelaku ekonomi saat ini. Salah satu bentuk jawaban terhadap tantangan tersebut adalah dengan menghadirkan berbagai inovasi baru dalam dunia keuangan yang tidak hanya mempermudah para pelaku di dalamnya, tetapi juga memberikan akses informasi penuh bagi para pelakunya. Di dalam dunia keuangan, perkembangan teknologi dan informasi berjalan searah dan seiring dengan perkembangan keuangan itu sendiri. Salah satu bentuk feedback dari perkembangan teknologi dan informasi yang dirasakan di dalam dunia keuangan adalah dengan adanya inovasi financial technology atau yang disingkat dengan fintech. Secara definitive, konsumsi adalah kebutuhan individu baik barang maupun jasa yang tidak dipergunakan untuk usaha yang. Pembiayaan konsumtif ini dikhususkan bagai pegawai di lingkungan pemerintah, BUMN, pengusaha, maupun wiraswasta. Dan biasanya bersifat perorangan. Berdasarkan kegiatan usahanya maka risiko tersebut mencakup resiko kredit, resiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategis dan risiko kepatuhan. Menurut jenis akadnya produk pembiayaan konsumtif dalam pembiayaan syariah ada 3 akad yaitu dengan akad Murabahah, akad Qard dan akad Ijarah.
PELATIHAN PENGOLAHAN STIK REBUNG SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PANDANWANGI
Dewi Niswatul Fithriyah;
Lisa Aminatul Mukarromah
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32665/alumron.v3i1.738
Pandanwangi merupakan desa yang terletak di kecamatan Soko kabupaten Tuban, yang berada di bantaran dan sebagian dibatasi dengan bengawan solo. Desa Pandanwangi memiliki luas sekitar 261,5 ha dan didominasi oleh lahan pertanian dengan luas 192 ha. Kepadatan jumlah penduduk mencapai 3.190 jiwa dengan rincian 1.664 laki-laki dan 1.526 perempuan. Desa pandanwangi yang didominasi oleh lahan pertanian memiliki sumber daya alam yang cukup. Akan tetapi dengan minimnya pengetahuan serta Pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat sehingga sumber daya alam yang tengah tersedia belum mampu dioptimalkan dalam pengolahannya. Berdasarkan hasil observasi, terdapat banyak sumber daya alam salah satunya adalah rebung yang tumbuh diberbagai tempat. Pada mulanya rebung hanya dimanfaatkan untuk pembuatan lauk tanpa adanya pengolahan lain yang lebih kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan pelatihan di berbagai bidang mulai dari pengolahan, branding, sampai dengan pemasaran produk secara manual dan juga secara digital. Metode yang diterapkan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah metode ABCD (Asset Based Community Development). Harapan dari pelatihan ini adalah menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam pengolahan sumber daya yang ada ada sehingga mampu memberikan peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa Pandanwangi di masa pandemic ini. Kegiatan pelatihan ini melibatkan berbagai mitra antara lain adalah pemerintah desa setempat, karang taruna, Gerakan PKK, serta masyarakat. Hasil dari kegiatan pendampingan ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kreativitas masyarakat yang dibuktikan dengan pengolahan rebung menjadi stik rebung yang dikemas dengan menarik serta pemberian branding Stik Rebung Desa Pandanwangi serta pemasaran produk yang lebih luas melalui manual marketing ataupun digital marketing.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PRODUK OLAHAN LELE DI DESA GEDONGARUM KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO
Ahmad Farid Utsman;
Lisa Aminatul Mukaromah
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): AL-UMRON: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32665/alumron.v1i1.1434
Perempuan adalah sumber daya insani yang memiliki potensi yang dapat didayagunakan dalam berbagai bidang dan sektor pembangunan nasional. Populasi penduduk perempuan di Indonesia pun cenderung bertambah terus, pada sisi tertentu dipandang sebagai masalah kependudukan. Namun pada sisi lain, populasi perempuan dipandang sebagai aset pembangunan. Wanita di pedesaan, partisipasinya sebagai sumber daya manusia cukup nyata. Khususnya dalam memenuhi fungsi keluarga dan rumah tangga bersama pria. Beberapa hasil penelitian menunjukkan peran wanita dalam berbagai industri di daerah-daerah cukup besar dan menentukan, dengan pengelolaan usaha yang bersifat mandiri. Mitra dalam pengabdian kepada masyarakat kali ini yaitu organisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Gedongarum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang beranggotakan sebanyak 40 Orang. Kelompok tani tersebut juga mempunyai kegiatan lain, seperti gotong royong, usaha simpan pinjam, dan arisan kerja untuk usaha dan tani. Potensi ikan lele di desa tersebut yang sebenarnya cukup besar, kurang maksimal tereksplor. Tujuan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) desa Gedongarum ini diharapkan mampu mengembangkan dan memanfaatkan aset yang dimiliki oleh komunitas untuk menuju kemandirian ekonomi. Maka digunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Melalui metode ini, komunitas mampu mengenali potensi/aset yang dimiliki, memanfaatkan aset berupa sumberdaya alam maupun manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dari potensi tersebut menimbulkan inisiatif untuk mendampingi dan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengolah ikan lele agar memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui olahan ikan lele di Desa Gedongarum diperoleh dua produk, yaitu kerupuk lele “KRULE” dan jari-jari kepala lele “JALE-JALE”. Yang telah dipasarkan baik secara online ataupun offline sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga wanita kelompok tani tersebut.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BONGGOL JAGUNG MENJADI BIOCHAR UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA NGULUHAN KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN
M. Ridlwan Hambali;
ulva badi;
Lisa Aminatul Mukaromah
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32665/alumron.v4i1.1466
Permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Nguluhan dari bidang ekonomi, antara lain: Belum berkembangnya perekonomian masyarakat di Desa Nguluhan. Semua hasil pertanian warga desa hanya dijual kepada tengkulak. Banyak warga di Desa Nguluhan yang tidak memiliki akses untuk memasarkan hasil pertanian ke luar wilayah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat belum mampu mencari peluang usaha untuk peningkatan ekonomi keluarga. Kurangnya penggerak bagi kader ibu-ibu PKK dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Kurangnya pelatihan untuk meningkatkan potensi dalam mengelola limbah hasil pertanian di Desa Nguluhan sehingga dapat menjaga lingkungan desa tetap asri dari pencemaran limbah hasil pertanian. Salah satu limbah atau sisa hasil pertanian yaitu Bonggol Jagung. Bonggol Jagung terkadang hanya dibuang sia-sia, terkadang hanya untuk dibakar tanpa ada kemanfaatannya. Padahal jika diamati hampir mayoritas warga Desa Nguluhan adalah petani. Amat disayangkan jika hasil pertanian terbuang sia-sia mengingat untuk saat ini harga pupuk sangat mahal. Sehingga sangat perlu untuk diadakan pelatihan keterampilan pengolahan Bonggol Jagung agar mempunya nilai ekonomi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan ABCD yaitu dengan memanfaatkan aset yang ada di lokasi pengabdian. Tujuannya yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan warga dalam memanfaatkan limbah Bonggol Jagung menjadi Biochar. Pelatihan Biochar ini juga menambah kreatifitas dan inovasi bagi masyarakat sekitar khususnya masyarakat Desa Nguluhan dalam mengolah sisa hasil pertanian khususnya Bonggol Jagung dan bisa mengembangkan Bonggol Jagung menjadi produk lebih variatif dan lebih menarik. Sehingga akhirnya dapat menambah penghasilan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Edukasi Implementasi Restoratif Justice sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Secara Non Litigasi di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Bojonegoro
Lisa Aminatul Mukaromah;
Khurul Anam;
Dery Ariswanto;
A’immatur Rosidah;
Niken Nuriya Dwi Lailia;
Eka Mei Nia Prastiwi;
Siti Mufidah
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33379/icom.v3i3.3036
Salah satu permasalahan mendasar dalam sistem penegakan hukum di Indonesia adalah cenderung lebih banyak menganut pola keadilan retributif, yang menyebabkan banyak terjadi benturan antara keadilan retributif dengan realitas sosial yang ada. Kesenjangan antara keadilan dan realitas sosial tersebut dapat diminimalisir dengan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa wawasan terkait dengan penerapan konsep keadilan restoratif yang dapat dijadikan sebagai alternatif penyelesaian tindak pidana ringan di masyarakat, serta dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar langsung terkait pelaksanaan restorative justice. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Action Research. Pengabdian ini menghasilkan peningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Banjarsari tentang konsep dan implementasi restorative justice untuk menyelesaikan perkara pidana dengan jalan yang lebih mudah tanpa mengeluarkan banyak biaya, cepat, mengedepankan asas keharmonisan dan kekeluargaan. Pemberian edukasi ini dilakukan melalui pemaparan materi dan ulasan terkait prosedur keadilan restoratif yang telah disampaikan oleh narasumber sebagai bekal bermasyarakat untuk menyelesaikan permasalahan.