Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Penerapan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif Eka Kurniawati; Eko Wardoyo; Mesya Mesya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan penyebab utama penyakit jantung, ginjal, dan kebutaan. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan. Senam kaki, aliran darah meningkat, reseptor menjadi lebih aktif, sehingga mengurangi peningkatan glukosa darah pada pasien diabetes. Tujuan penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan perfusi perifer tidak efektif di RSUD Jend A Yani Metro. Karya Ilmiah Akhir ini berfokus pada tindakan keperawatan, dengan menggunakan metode Pre Eksperimen yaitu penulis melakukan tindakan Pre dan Post, jumlah sampel pada penelitian 2 responden yaitu Ny. S dan Ny. L. Tindakan keperawatan yang dipilih yaitu penerapan terapi senam kaki diabetes. Terapi senam kaki diabetes dilakukan selama 30 menit selama 3 hari. Hari pertama sebelum perlaku 257 menjadi 230 mg/dl. Perlakuan hari kedua melakuan pengecekan sebelum dan sesudah dari 230 mg/dl menjadi 203 mg/dl. Untuk hari ketiga diterapkan terapi dengan hasil penurunan gllukosa darah dari 203 mg/dl menjadi 176mg/dl. Penelitian ini diharapkan menjadi tambahan ilmu bagi keluarga khususnya pada klien DM selama dirumah sehingga klien dapat menurunkan glukosa darah pada penderita DM.Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan penyebab utama penyakit jantung, ginjal, dan kebutaan. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan. Senam kaki, aliran darah meningkat, reseptor menjadi lebih aktif, sehingga mengurangi peningkatan glukosa darah pada pasien diabetes. Tujuan penelitian ini untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan perfusi perifer tidak efektif di RSUD Jend A Yani Metro. Karya Ilmiah Akhir ini berfokus pada tindakan keperawatan, dengan menggunakan metode Pre Eksperimen yaitu penulis melakukan tindakan Pre dan Post, jumlah sampel pada penelitian 2 responden yaitu Ny. S dan Ny. L. Tindakan keperawatan yang dipilih yaitu penerapan terapi senam kaki diabetes. Terapi senam kaki diabetes dilakukan selama 30 menit selama 3 hari. Hari pertama sebelum perlaku 257 menjadi 230 mg/dl. Perlakuan hari kedua melakuan pengecekan sebelum dan sesudah dari 230 mg/dl menjadi 203 mg/dl. Untuk hari ketiga diterapkan terapi dengan hasil penurunan gllukosa darah dari 203 mg/dl menjadi 176mg/dl. Penelitian ini diharapkan menjadi tambahan ilmu bagi keluarga khususnya pada klien DM selama dirumah sehingga klien dapat menurunkan glukosa darah pada penderita DM.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Pemberian Foot Spa Diabetic Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Nur Hasanah Pratiwi; Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data terbaru International Diabetes Federation (IDF) edisi ke-11 tahun 2025, diperkirakan 1 dari 9 (11.1%), salah satu komplikasi pada pasien diabetes melitus adalah neuropati diabetik. Neuropati diabetik merupakan gangguan saraf yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah yang kronis sehingga merusak serabut saraf tepi. Penurunan perfusi perifer menyebabkan penurunan sensasi, nyeri neuropatik, dan peningkatan risiko ulkus diabetik. Foot spa diabetic merupakan intervensi komplementer yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah perifer melalui perendaman air hangat dan pijatan lembut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan foot spa diabetic dalam meningkatkan nilai ABI dan mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami neuropai diabetik, variabel dalam penelitian ini adalah Nilai ABI dengan foot spa diabetic, dengan melakukan intervensi foot spa diabetik selama 3 hari pemberian. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran ABI pra-intervensi menunjukkan nilai 0,58 pada Klien 1 dan 0,46 pada Klien 2, yang mengindikasikan gangguan perfusi sedang hingga berat. Setelah tiga sesi foot spa, Pada pasien 1 hari ke 1 : 0,62 hari ke 2 :0,82 dan hari ke 3 : 0,94. Pada pasien 2 hari ke 1 : 0,50 hari ke 2 : 0,75 dan hari ke 3 : 0,91. terjadi peningkatan nilai ABI masing-masing menjadi 0,94 dan 0,91. Selain itu, pasien melaporkan penurunan kesemutan, peningkatan rasa hangat pada kaki, dan perbaikan kenyamanan. Hasil ini menunjukkan bahwa foot spa dapat meningkatkan perfusi perifer melalui vasodilatasi, stimulasi sirkulasi, dan relaksasi neuromuskular. Kesimpulannya, foot spa diabetic merupakan intervensi sederhana, non-invasif, dan efektif untuk meningkatkan nilai ABI serta mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik perawatan kaki diabetik.
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Anemia dengan Pemberian tablet Fe dan Jus Buah Naga untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin : Nursing Care Application for Anemic Patients with Iron Tablets and Dragon Fruit Juice to Increase Hemoglobin Levels Eko Wardoyo; Yuni Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.269

Abstract

Pendahuluan: Anemia terjadi karena sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah mer­ah. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengatasi anemia dengan mengkonsumsi tablet Fe dan buah naga. Tujuan studi kasus ini meningkatkan kadar hemoglobin 2 orang pasien di Klinik Surya Keluarga Way Jepara Lampung Timur pada tahun 2025. Metode: Deskriptif kualitatif dilakukan secara studi kasus. Penggumpulan data dengan wawancara dan, observasi. Aplikasi asuhan keperawatan dilakukan 7 hari dengan pemberian tablet Fe dan jus dari 250 gram buah naga dalam 100cc air untuk diminum sehari sekali. Pemberian tablet Fe dan jus buah naga diberikan sebelum makan siang karena proses penyerapan  pada kondisi lambung kosong lebih baik. Hasil: Evaluasi asuhan keperawatan didapatkan hadar hemoglobin setelah 7 hari meningkat, dimana saat tanggal 10 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,0 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 17 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,8gr%. Sedangkan pada Tn. W tanggal 13 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,3 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 20 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,9gr%. Kesimpulan: Kombinasi tablet Fe dan jus buah naga berguna meningkatkan kadar hemoglobin secara perlahan, zat besi dan kandungan nutrisi dalam buah naga  mendukung tubuh dalam pembentukan sel darah merah
Studi Kasus Penerapan Foot Exercise untuk Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Case Study on the Use of Foot Exercises to Improve the Ankle-Brachial Index (ABI) in Patients with Type 2 Diabetes Rani Dewi; Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.329

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi kronis tersering pada pasien diabetes melitus yang terjadi akibat kerusakan saraf perifer akibat hiperglikemia berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan gangguan sensasi, perfusi perifer menurun, dan meningkatkan risiko ulkus kaki serta amputasi apabila tidak ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan neuropati perifer melalui pendekatan perawatan kaki dan terapi foot exercise guna memperbaiki sirkulasi darah perifer serta mengendalikan kadar glukosa darah.  Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus  asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, pengisian instrument nilai AB, dan pemeriksaan fisik. Penelitian dilakukan selama tiga hari dengan fokus intervensi foot exercise selama 15 menit perhari. Parameter evaluasi meliputi keluhan sensorik (kesemutan, kebas) dan nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai ABI yang konsisten pada kedua pasien. Pada Ny. S, nilai ABI meningkat dari 0,85 (hari 1) menjadi 0,89 (hari 2) dan 0,92 (hari 3). Pada Tn. M, nilai ABI meningkat dari 0,83 (hari 1) menjadi 0,88 (hari 2) dan 0,91 (hari 3). Ditemukan juga hilangnya keluhan neuropati pada hari ketiga. Kesimpulan: foot exercise mampu meningkatkan perfusi perifer dalam waktu relatif singkat 3 hari. Studi kasus ini merekomendasikan penerapan foot exercise secara rutin sebagai bagian dari manajemen mandiri pasien untuk mencegah progresivitas neuropati dan komplikasi vaskular lainnya.
Studi Kasus Penerapan Burger Allen Exercise untuk Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Case Study on the Application of the Burger-Allen Exercise to Improve the Ankle-Brachial Index in Patients with Type 2 Diabetes Melisa Shaqinah; Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.330

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia. Salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami oleh pasien DM tipe 2 adalah neuropati perifer. Neuropati perifer berpotensi menurunkan perfusi ke ekstremitas bawah yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Upaya non-farmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE) diketahui mampu meningkatkan perfusi perifer dan menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan melalui intervensi BAE terhadap perubahan gejala neuropati dan nilai ABI pada pasien DM tipe 2. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan dua partisipan yang menjalani asuhan keperawatan penuh meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi BAE diberikan selama 3 hari, dilakukan dua kali per hari, disertai pemantauan gejala neuropati dan nilai ABI. Hasil: Adanya perbaikan gejala neuropati seperti penurunan kesemutan, rasa terbakar, dan peningkatan kenyamanan kaki setelah  atihan. Pada klien 1, nilai ABI meningkat pada hari ke 1 nilai ABI 0,68, hari ke 2 nilai ABI 0,77, dan hari ke 3 nilai ABI 0,91. Sedangkan pada klien 2 meningkat pada hari ke 1 nilai ABI 0,53, hari ke 2 nilai ABI 0,58, dan hari ke 3 nilai ABI 0,61. Kedua partisipan juga menunjukkan peningkatan kekuatan ekstremitas, penurunan keluhan baal, serta peningkatan stabilitas saat berjalan. Kesimpulan: Penerapan Buerger Allen Exercise secara teratur dapat meningkatkan perfusi perifer dan menurunkan gejala neuropati pada pasien DM tipe 2, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi mandiri perawat dalam praktik klinis
Asuhan Keperawatan Dengan Diabetes Melitus Tipe II Melalui Penerapan Senam Kaki Diabetes Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI): Case Study on the Implementation of Diabetes Foot Exercises to Improve the Ankle-Brachial Index in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Turizky Alfa Arizona; Hana Zumaedza Ulfa1; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.331

Abstract

Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi paling umum pada Diabetes Mellitus tipe II dan berdampak pada penurunan perfusi perifer, termasuk penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan senam kaki diabetes terhadap peningkatan perfusi perifer dan nilai ABI pada pasien DM tipe II yang mengalami gejala neuropati. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Tn. T (50 tahun) dan Tn. P (57 tahun) dengan diagnosa perfusi perifer tidak efektif di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo pada bulan Agustus 2025. Intervensi berupa senam kaki diabetes diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15--30 menit setiap sesi. Pengukuran nilai ABI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi setiap hari, disertai pengkajian keluhan neuropatik, pemantauan tanda vital, dan edukasi perawatan kaki. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil: Penelitian menunjukkan kedua pasien mengalami peningkatan signifikan pada nilai ABI setelah intervensi. Pada hari pertama, Tn. T memiliki nilai ABI 0,68 dan Tn. P sebesar 0,67 (kategori PAD ringan-sedang). Setelah intervensi hari kedua, nilai ABI Tn. T meningkat menjadi 0,71 dan Tn. P menjadi 0,84. Pada hari ketiga, nilai ABI meningkat lebih signifikan, yaitu 0,96 pada Tn. T (batas normal) dan 1,00 pada Tn. P (normal). Keluhan neuropati seperti kesemutan dan kebas berkurang drastis, warna kulit dan akral membaik, perfusi perifer meningkat ditandai dengan CRT normal dan peningkatan kekuatan nadi perifer. Pasien mampu melakukan senam kaki secara mandiri setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Senam kaki diabetes terbukti dapat meningkatkan perfusi perifer dan nilai ABI serta mengurangi keluhan neuropati pada pasien DM tipe II.
Implementasi Edukasi Bahaya Merokok sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Merokok pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pringsewu Muhammad Farhan Al Farisi; Wahid Sofian; Eko Wardoyo
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1654

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok serta dampak jangka pendek maupun jangka panjang menyebabkan banyak pelajar mulai mencoba merokok sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 2 Pringsewu mengenai bahaya merokok serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat tanpa rokok. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, pemutaran media PowerPoint, pembagian leaflet, ice breaking, serta evaluasi pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 dengan sasaran siswa SMP Negeri 2 Pringsewu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan secara aktif, mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, memahami kandungan berbahaya dalam rokok, penyakit akibat merokok, faktor penyebab seseorang merokok, serta strategi berhenti merokok. Edukasi kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya merokok sehingga diharapkan mampu menurunkan risiko perilaku merokok pada usia remaja.
Study Kasus: Asuhan Keperawatan pada Klien Fraktur dengan Penerapan Progressive Muscle Relaxation untuk Menurunkan Ansietas : Case Study: Nursing Care for Clients with Fractures Using Progressive Muscle Relaxation to Reduce Anxiety Yuni Dian Septianingsih; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.274

Abstract

Latar Belakang: Ansietas sebagai reaksi emosional fisik dan psikologis klien akan meningkat saat mereka menjalani prosedur pembedahan untuk memperbaiki fraktur. Salah satu upaya non farmakologis untuk mengurangi ansietas pra prosedur pembedahan adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan keperawatan pada pasien fraktur dengan pemberian Progressive Muscle Relaxation (PMR) dalam menurunkan ansietas di RSU Muhammadiyah Metro Tahun 2025.   Metode: Studi kasus deskriptif, penggumpulan data menggunakan wawancara, dan observasi. Intervensi PMR dilakukan 2 kali sehari dalam 3 hari selama 20 menit.  Hasil:  Evaluasi asuhan keperawatan didapatkan skor ansietas APAIS sebelum implementasi pada Tn. S yaitu 17 dalam kategori cemas sedang, sedangkan pada Sdr. R yaitu 18 dalam kategori kecemasan sedang. Setelah dilakukan implementasi PMR selama 3 hari terjadi penurunan skor ansietas pada kedua pasien menjadi 7 (kategori cemas ringan). Kesimpulan: Penerapan intervensi  PMR menurunkan ansietas pada klien fraktur pra prosedur pembedahan.
Studi Kasus Penerapan Teknik Genggam Jari sebagai Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Dispepsia: Case Study on the Application of the Finger-Grip Technique as a Nursing Intervention to Reduce Pain in Patients with Dyspepsia Eka Maulidina; Eko Wardoyo; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.368

Abstract

D Latar Belakang: Dispepsia didefinisikan sebagai rasa nyeri atau rasa tidak nyaman yang berpusat pada perut bagian atas, tanda dan gejala yang sering terjadi pada pasien dispepsia yang mengalami nyeri dapat tercermin dari perilaku pasien. Solusi non farmakologi dalam menangani masalah nyeri pada penderita dyspepsia adalah pemberian relaksasi genggam jari dan relaksasi benson. Relaksasi genggam jari dapat menurunkan aktifitas syaraf simpatis, sehingga dengan tindakan relaksasi ini diharapkan nyeri pada epigastrium akan menurun dan dapat memberikan pengaruh yang baik untuk jangka waktu relatif singkat dalam mengatasi nyeri. Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan keperawatan pada pasien dyspepsia dengan pemberian teknik genggam jari dalam menurunkan nyeri di Puskesmas Adi Luhur tahun 2025. Metode: Design penelitian deskriptif kualitatif. Metode penggumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan teknik genggam jari. Implementasi keperawatan dilakukan Relaksasi genggam jari untuk menangani nyeri dilakukan 3 kali dalam sehari, dan bisa diulang jika nyeri muncul kembali. Waktu pelaksanaannya sekitar 15-30 menit per sesi. Hasil: Evaluasi pada hari pertama pada Nn.L skala nyeri sebesar 6 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 5. Kemudian pada Ny.M skala nyeri sebesar 7 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 6. Evaluasi pada hari kedua pada Nn.L skala nyeri sebesar 5 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 5. Kemudian pada Ny.M skala nyeri sebesar 6 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 5. Evaluasi pada hari ketiga pada Nn.L skala nyeri sebesar 5 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 3. Kemudian pada Ny.M skala nyeri sebesar 5 dan setelah dilakukan 15-30 menit genggam jari didapatkan nyeri menjadi 4. Kesimpulan: Intervensi relaksasi genggam jari dapat menurunkan tingkat nyeri pasien dispepsia.
Studi Kasus Penerapan Swedish Massage sebagai Intervensi Keperawatan dalam Menurunkan Nyeri pada Pasien Diabetes Melitus : Case Study on the Use of Swedish Massage as a Nursing Intervention to Reduce Pain in Patients with Diabetes Mellitus Caryn Monica; Eko Wardoyo; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.369

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pada pasien Diabetes Mellitus (DM) seringkali disebabkan oleh neuropati diabetik atau kerusakan saraf akibat gula darah tinggi, bisa terasa seperti terbakar, tajam, atau kesemutan, terutama di kaki, namun juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, bahkan nyeri dada (angina) karena penyumbatan pembuluh darah, atau nyeri akibat komplikasi luka diabetes. Intervensi keperawatan  yang diberikan pada pasien dengan DM untuk menurunkan nyeri satunya dengan penerapan swedish massage. Efek relaksasi penerapan swedish massage dapat meningkatkan sirkulasi, dan perbaikan kualitas tidur dan meningkatkan sensitivitas insulin untuk menurunkan gula darah. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan swedish massage pada penderita diabetes mellitus untuk menurunkan tingkat nyeri pasien DM, studi kasus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sidoharjo Tulang Bawang. Metode: Design penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penggumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pengukuran kadar gula darah pada pasien. Penerapan swedish massage dilakukan sesuai standar operasional prosedur, dilakukan sehari 1 kali sehari dengan durasi 15 menit selama 3 hari berturut-turut.                  Hasil: Pertemuan ke I tingkat nyeri pasien skala 6 selanjutnya diaplikasikan pemberian massase Swedish. Pertemuan ke 2 pengkajian skala nyeri 5 dan dilakukan pemberian massase Swedish. Pada  pertemuan ke 3 (hari ke 3) didapatkan skala nyeri pasien 2-3 dan kembali dilakukan massase Swedish. Kesimpulan: Terjadi penurunan tingkat nyeri ditubuh 2 orang pasien DM yang menjadi subjek studi kasus.