Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan Relaksasi Benson untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien Hipertensi : Case Study on the Application of the Benson Relaxation Nursing Intervention to Improve Sleep Quality in Patients with Hypertension Endah Novitasari; Eko Wardoyo; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.370

Abstract

Pendahuluan: Fraktur merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kurangnya pengatahuan masyarakat awam tentang pertolongan pertama pada fraktur dapat meningkatkan resiko kesalahan penanganan. Edukasi first aid kegawatdaruratan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengatahuan masyarakan dalam menangani kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi first aid kegawatdaruratan terhadap peningkatan pengatahuan penangan fraktur pada orang awam di desa Wori. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah masyarakat awam di desa Wori yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi, kemudian di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menujukan adanya peningkatan pengatahuan responden setelah di berikan edukasi, dengan nilai signifikansi p<0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan sesudah dilakukan edukasi first aid kegawatan daruratan.          Kesimpulan: Edukasi frist aid kegawatdaruratan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengatahuan masyarakat awam dalam penanganan fraktur di desa Wori.
Hubungan Usia Dengan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi di RSU Kartini Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Sulistia Nur; Winda Afikirtiani; Muhammad Farhan Al Faris; Eko Wardoyo
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.585

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan gangguan pada sistem kardiovaskuler yang menyebabkan kurangnya suplay oksigen dan nutrien untuk mencukupi kebutuhan jaringan tubuh. Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang berkembang dari usia tua ke usia muda. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi di RSU Kartini Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Metode: Penelitian ini menggunkan penelitian kuantitatif (Quantitatif Research) dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah corelasional dengan pendekatan cross sectional yang menitik beratkan hubungan antara 2 variabel atau lebih. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non probability sampling dengan purposive sampling dengan total sampel berjumlah 96 orang pasien penderita hipertensi di Poli Penyakit Dalam RSU Kartini Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Hasil: Uji statistik chi square mendapatkan hasil yang menunjukkan p value umur pasien hipertensi yaitu 0,02 dengan taraf signifikan sebesar 0,05 yang berarti umur pasien hipertensi berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur pasien hipertensi. Simpulan: Gangguan kualitas tidur berhubungan dengan usia lanjut, semakin buruk kualitas tidur seseorang maka risiko terkena hipertensi derajat tinggi semakin besar.
Senam Diabetes Efektif Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Asih Yuliyanti; Hardono Hardono; Mesya Mesya; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.256

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan fungsi sel beta pankreas. Salah satu pilar penatalaksanaan DM tipe 2 adalah aktivitas fisik seperti senam diabetes, yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah. Mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening Kecamatan Buay Madang Timur. Artikel ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 28 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah senam diabetes selama empat minggu. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Median kadar glukosa darah sebelum senam sebesar 241 mg/dL (188–400 mg/dL), menurun menjadi 198 mg/dL (110–339 mg/dL) sesudah senam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam diabetes. Senam diabetes berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Senam ini dapat dijadikan kegiatan rutin dalam program Prolanis di Puskesmas sebagai sarana non-farmakologis yang efektif untuk pengendalian glukosa darah. Kata Kunci:   Diabetes Melitus Tipe 2; Kadar Glukosa Darah; Senam Diabetes;   Abstract Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterised by elevated blood glucose levels due to insulin resistance and impaired pancreatic beta cell function. One of the pillars of type 2 DM management is physical activity such as diabetes exercise, which serves to lower blood glucose levels. To determine the effect of diabetes exercise on blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening, Buay Madang Timur District. This article uses a quantitative design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The sample consisted of 28 respondents selected using total sampling technique. Blood glucose levels were checked before and after four weeks of diabetes exercise. The Shapiro-Wilk normality test showed a non-normal distribution (p < 0.05), so the analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The median blood glucose level before exercise was 241 mg/dL (188–400 mg/dL), decreasing to 198 mg/dL (110–339 mg/dL) after exercise. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between blood glucose levels before and after the diabetes exercise programme. Diabetes exercise significantly affects the reduction of blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This exercise can be used as a routine activity in the Prolanis programme at the Community Health Centre as an effective non-pharmacological means of controlling blood glucose. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus; Diabetes Exercise; Blood Glucose Levels;
Analisis Sentimen Pengguna Mobile JKN Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Berbasis Text Mining Modern Sigit Andriyanto; Hardo Ardiyanto; Tri Adi Nugroho; Susilo Setiawan; Rendy Yudha Pratama; Sita Muharni; Eko Wardoyo
Journal of Technology and Data Science Vol 4 No 2 (2026): July – December 2026
Publisher : PT. Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/jtds.v4i2.60

Abstract

Meningkatnya volume ulasan pengguna pada Google Play Store mencerminkan beragam persepsi terhadap aplikasi Mobile JKN dan memerlukan pendekatan analisis sentimen yang objektif dan otomatis. Penelitian ini menerapkan pipeline text mining yang terdiri atas preprocessing, pembobotan TF–IDF, dan klasifikasi Multinomial Naïve Bayes terhadap 69.296 ulasan Mobile JKN (Januari–Desember 2023) yang dilabeli oleh tiga annotator (Cohen's Kappa = 0,82). Model dievaluasi dengan stratified split 80:20 dan mencapai akurasi 87,2%, jauh melampaui baseline kelas mayoritas 52,4%, dengan precision per kelas sebesar 0,92 (positif), 0,89 (negatif), dan 0,71 (netral), serta macro F1 0,84 dan weighted F1 0,88. Kelas netral paling sulit diklasifikasikan dengan 385 ulasan salah prediksi akibat kata-kata ambigu. Analisis isu dominan mengidentifikasi kendala autentikasi (28%), performa server (22%), dan gangguan teknis (18%) sebagai tema negatif utama, sedangkan kemudahan fitur (35%) dan kecepatan akses (28%) mendominasi umpan balik positif. Hasil ini menunjukkan bahwa pipeline Naïve Bayes berbobot TF–IDF efektif untuk mengklasifikasikan ulasan layanan kesehatan berbahasa Indonesia dan menghasilkan prioritas berbasis bukti bagi peningkatan platform Mobile JKN.
Optimalisasi Pencegahan Hipertensi Melalui Penerapan Gaya Hidup Sehat Pada Masyarakat Way Lima Pesawaran Muhammad Farhan Al Farisi; Kharisma Kharisma; Eko Wardoyo; Sulistia Nur
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1428

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu upaya preventif yang efektif dalam mengendalikan faktor risiko hipertensi. Tujuan: Menganalisis hubungan penerapan gaya hidup sehat dengan perilaku pencegahan hipertensi pada masyarakat di Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kota Dalam Kecamatan Way Lima pada bulan Oktober 2025. Populasi penelitian berjumlah 80 penderita hipertensi dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Responden yang menerapkan gaya hidup sehat dengan kategori baik menunjukkan kecenderungan memiliki perilaku pencegahan hipertensi yang lebih baik dibandingkan responden dengan gaya hidup kurang sehat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi (p<0,05). Kesimpulan: Penerapan gaya hidup sehat berperan penting dalam optimalisasi pencegahan hipertensi pada masyarakat. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN PEMBERIAN INTERVENSI AKTIVITAS FISIK (BRISK WALKING) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Ari Riko Renaldo; Eko Wardoyo; Dian Arif Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14081

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah melalui pemberian intervensi aktivitas fisik (brisk walking) pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Menggala Tahun 2025. Prevalensi kejadian DM di Tulang Bawang Barat mencapai 0,93%, sedangkan penanganan DM secara umum mengacu pada lima pilar pengelolaan, yaitu edukasi, aktivitas fisik, pola makan, pemantauan gula darah mandiri, dan konsumsi obat antidiabetes. Salah satu aktivitas fisik yang dapat memperbaiki kontrol glikemik pasien DM adalah brisk walking. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang berfokus pada tindakan brisk walking. Asuhan keperawatan dilakukan pada bulan April 2025 di RSUD Menggala terhadap dua pasien DM tipe 2. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dengan format pengkajian Keperawatan Medikal Bedah (KMB), serta memperhatikan prinsip etika keperawatan. Hasil menunjukkan kedua pasien diberikan intervensi brisk walking berdasarkan diagnosis keperawatan utama ketidakseimbangan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada kedua pasien, dari 240 mg/dL menjadi 221 mg/dL pada pasien 1 dan dari 243 mg/dL menjadi 209 mg/dL pada pasien 2, disertai peningkatan pemahaman pasien dalam melakukan brisk walking secara mandiri. Kesimpulan penelitian ini adalah brisk walking efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan mandiri di rumah sakit maupun di rumah.