Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Presipitasi NaOH dan Ca(OH)2 Terhadap Penurunan Kadar Tembaga Pada Limbah Cair PLTU Tanjung Enim 3 X 10 MW (PT. BEST) Muhammad Abdul Ghony; Triana Prihatin; Citra Aulia Rizky
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.5

Abstract

Aktivitas industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memanfaatkan air dalam prosesnya, akan menghasilkan limbah dalam bentuk limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan PLTU TE 3 X 10 MW (PT.BEST) yang mengandung kadar logam terlarut berupa tembaga (Cu) diatasi dengan cara dimanfaatkan kembali sebagai air feed demin plant, adapun kandungan Cu pada air limbah industri PLTU tersebut senilai 5.8 μg/L. Hal ini dapat menyebabkan bertambahnya konsentrasi kadar Cu pada air feed tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar logam pada air limbah. Metode yang digunakan untuk menurunkan kadar logam adalah metode pengendapan menggunakan larutan NaOH dan Ca(OH)₂. Analisis kadar logam menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan, waktu pengendapan dan pengaruh larutan NaOH dan Ca(OH)₂ dalam menurunkan kadar Cu. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan pengendapan NaOH dan Ca(OH)₂ terhadap waktu pengendapan. Semakin besar konsentrasi NaOH dan Ca(OH)₂ serta semakin lama waktu pengendapan, semakin besar persentase penurunan logam Cu. Persentase kadar logam Cu terbesar terdapat pada konsentrasi NaOH dan Ca(OH)₂ sebesar 15% dengan persentase penurunan masing-masing sebesar 94% dan 89%. Waktu optimum untuk mengendapkan logam Cu adalah 60 menit. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendapan NaOH lebih baik daripada Ca(OH)₂.
Analisis Perbandingan Berat Jenis Tanah Sampel Batulempung dan Batupasir Pada Titik Bor MHY 52A Putra Putra; Pausan Elpani; Astrid Fadhilah; Muhammad Abdul Ghony
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.14

Abstract

Tanah dapat diartikan sebagai partikel mineral yang dipadatkan atau dilepaskan melalui pelapukan batuan, dengan ruang pori di antara partikel-partikel tersebut terisi udara dan/atau air. Nilai berat jenis (specific gravity) dari sampel tanah yang di uji dengan No titik BOR MHY 52A adalah Gs rata - rata = 2.61 - 2,66 gram dengan jenis batuan Batulempung (Claystone), sedangkan untuk Gs rata - rata 2,61 - 2,74 gram dengan jenis batuan Batupasir (Sandstone) dengan kemungkinan untuk sampel Claystone termasuk ke dalam jenis tanah lempung organik dan lanau tak organik karena untuk presentase akhir pengujian tanah lanau lebih dominan dibandingkan dengan tanah lempung (presentase tanah lempung 95,3 % sedangkan untuk presentase tanah lanau 104,6 %), sedangkan untuk sampel sandstone termasuk termasuk ke dalam jenis tanah pasir dengan sedikit campuran tanah lanau (presentase tanah pasir 75,2 % sedangkan untuk tanah lanau memiliki presentase 361,6 %). Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda. Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone. Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah. Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar
Perbaikan Kerusakan pada Bucket BWE (Bucket Wheel Excavator) dengan Metode Pengelasan SMAW Zulfadly Zulfadly; Muhammad Abdul Ghony; Bilan Bonaparte
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.54

Abstract

Bucket Wheel Excavator (BWE) memiliki peran penting dalam kegiatan penambangan, khususnya di tambang terbuka. BWE berfungsi untuk menggali dan memindahkan material dalam jumlah besar secara terus - menerus. Salah satu komponen kritis dari BWE adalah bucket. Bucket BWE sering mengalami keausan ataupun kerusakan pada kuku bucket akibat gesekan terus-menerus dengan material yang digali, seperti batu bara dan tanah. Keausan ini dapat mengurangi efisiensi kerja alat dan meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut pada komponen lainnya. Kerusakan pada bucket BWE harus cepat diperbaiki karena alat berat ini sangat vital. Perbaikan bucket BWE (Bucket Wheel Excavator) memerlukan pendekatan sistematis untuk memastikan kualitas dan ketahanan. Proses dimulai dengan analisis visual untuk mengidentifikasi kerusakan seperti aus, retak, atau deformasi, diikuti dengan persiapan yang mencakup pembersihan area dan pengaturan alat. Pengelasan dengan teknik SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dilakukan menggunakan parameter yang tepat, setelah itu finishing dilakukan untuk menghaluskan permukaan hasil las. Namun, tantangan utama dalam proses perbaikan adalah cacat las seperti porositas dan undercut. Pada penelitian ini ingin diketahui dampak dari pengaturan arus yang tepat dan penggunaan elektroda kering terhadap hasil pengelasan dengan metoda SMAW