Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberian PGPR Indigen untuk Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Varietas Lokal Tuban pada Media Tanam Bekas Tambang Kapur kurniahu, hesti; wulan, sri; andriani, riska
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.391 KB) | DOI: 10.30736/jev.v2i2.68

Abstract

Kacang tanah (Arachys hypogaea L.) varietas lokal Tuban merupakan salah satu tanaman budidaya yang memiliki potensi ditanam pada lahan marginal bekas tambang kapur karena memiliki adaptasi yang tinggi pada kondisi kering dan alkali. Secara biologi, fisika dan kimia lahan bekas tambang kapur memiliki kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburannya adalah dengan menggunakan pupuk hayati yang adaptif  pada kondisi lahan bekas tambang kapur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pemanfaatan PGPR dari tanaman pioneer yang tumbuh  di lahan bekas tambang kapur terhadap pertumbuhan vegetatif  kacang tanah (Arachys hypogaea L.) varietas lokal Tuban pada media tanam bekas tambang kapur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (25%, 50%, 75% dan 100%) dan satu kontrol (0%) masing-masing lima kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji MANOVA pemberian berbagai konsentrasi PGPR tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman.  Sementara berdasarkan uji statistik korelasi Spearman memiliki korelasi yang signifikan terhadap warna daun. Semakin tinggi konsentrasi PGPR yang diberikan menghasilkan warna daun yang semakin hijau berdasarkan skala Leaf Colour Chart (LCC).
PENGGUNAAN ARANG AKTIF, ARANG TONGKOL JAGUNG, PGPR DAN CAIRAN RUMEN SAPI PADA PROSES PRA PENGOMPOSAN KERTAS BEKAS BERTINTA Rahmawati, Annisa; Kurniahu, Hesti; Sriwulan, Sriwulan
Biosel Biology Science and Education Vol. 10 No. 1 (2021): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.995 KB) | DOI: 10.33477/bs.v10i1.1305

Abstract

The process of composting inked waste paper can be done because inked waste paper contains organic material in the form of cellulose, hemicellulose, lignin and ash compounds. But unlike other organic materials inked used paper has undergone various chemical processes in its manufacture so it needs to be done soaking treatment in advance to reduce the content of various chemicals. In this case inked scrap paper is soaked with distilled water added with activated charcoal, corn cobs charcoal, PGPR and rumen liquid. The PGPR was then added to a phosphate buffer of pH 7 and incubated for 7 days at room temperature without exposure to sunlight. Rumen fluid is taken at the Jenu Slaughterhouse in Tuban Regency, this liquid is taken directly after the cow is slaughtered and put into a flask then phosphate buffer pH 7 is added and incubated for 7 days at room temperature and not exposed to sunlight. Provision of activated charcoal, corn cobs charcoal and PGPR can be done in the process of precomposting inked waste paper with a cow rumen liquid starter without causing pH and temperature fluctuations. Keywords: Activated Charcoal, Corncob Charcoal, Pgpr, Rumen Liquid, Waste Paper
Struktur komunitas hama tiga kultivar cabai rawit pada pengaplikasian pestisida nabati Hesti Kurniahu; Rifa’atul Maulani; Muhammad Rizza Pahlev
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 5 No. 01 (2020): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v5i01.1986

Abstract

The utilization of plant-based pesticides and the selection of cultivars of cayenne pepper have not been well optimized by farmers. The purpose of the study was to analyze the types of cayenne pepper pests, examine the association of cayenne pepper cultivars against pest attacks, and analyze the application of plant-based pesticides to pest visits. The research method is experimental with a completely randomized design. The samples of this study are Sret, Mhanu XR, and Cakra Hijau. The research instrument is observation sheets of pest communities before and after the application of plant-based pesticides. The type and number of pests are directly observed and identified in the laboratory. Data on the influence of cayenne pepper cultivar on pest populations were analyzed by ANOVA test while the effect of using plant-based pesticides using t-test. The results showed that pests such as Aphis sp., Polyphagotarsonemus sp., Thrips sp., Bactrocera sp. and Chrysodeixis sp.. Statistical tests showed cayenne pepper cultivar did not influence pest visits while the application of plant-based pesticides had a effect on the decrease in Thrips sp. and Aphis sp.. The conclusion of this study, namely five types of pests attack three cayenne pepper cultivars, the selection of three cayenne pepper cultivars does not affect pest visits, and the application of plant-based pesticides can reduce the number of pest visits Thrips sp. and Aphis sp. significantly.
Karakteristik Bakteri Rhizosfer Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Pasca Genangan dan Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Witnawati, Witnawati; Kurniahu, Hesti
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.627

Abstract

Bakteri tanah memiliki kemampuan sebagai agen pengkhelat senyawa beracun, penyedia unsur hara bagi tanaman, pelindung tanaman dari bakteri patogen dan penghasil zat pengatur tumbuh bagi tanaman. Genangan pada lahan pertanian menyebabkan perubahan komposisi dan aktivitas bakteri tanah. Selain itu, genangan dapat menyebabkan cabai rawit mengalami stres oksidatif. Sehingga genangan secara umum dapat menyebabkan cabai rawit mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Meskipun secara alami cabai rawit dapat pulih dari stres genangan namun memakan waktu yang kebih lama sehingga menimbulkan kerugian bagi petani. Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dapat membantu mempercepat proses pemulihan cabai rawit pasca stres genangan. Namun tidak semua bakteri dalam PGPR dapat beradaptasi terhadap kondisi lingkungan rhizosfer cabai rawit pasca genangan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk karakterisasi bakteri di rhizosfer cabai rawit pasca genangan dan aplikasi PGPR. Metode dalam penelitian ini meliputi aklimatisasi cabai rawit di greenhouse, pembuatan larutan PGPR, penggenangan parsial cabai rawit selama 48 jam, drainase cabai rawit selama 24 jam, aplikasi larutan PGPR pada rizhosfer cabai rawit, pengambilan sampel media tanam, isolasi bakteri media tanam, purifikasi isolate bakteri, serta karakterisasi bakteri berupa pengamatan morfologi dan uji biokimia. Data yang diperoleh berupa karakteristik morfologi dan uji biokimia selanjutnya dianalasisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 isolat yang diperoleh berbentuk coccus, bacil dan coccobacil, hasil uji katalase seluruh isolat positif, 12 isolat gram positif dan 1 isolat gram negatif, respirasi (aerob 5 isolat, anaerob 4 isolat, aerob fakultatif 3 isolat dan 1 isolat aerotolerant anaerob)
Potensi Tumbuhan Budidaya Lokal Dalam Jajanan Khas Tuban, Jawa Timur Andriani, Riska; Kurniahu, Hesti; Rahmawati, Annisa
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i1.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi tanaman budidaya lokal di  Tuban yang dimanfaatkan sebagai bahan jajanan tradisional. Penelitian ini diawali dengan survey terhadap 117 responden pada 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban untuk mengetahui jenis jajanan tradisional khas Tuban, dan wawancara terhadap pembuat jajanan untuk mendapatkan jenis tanaman budidaya lokal dalam komposisi jajanan tradisional khas Tuban. Selanjutnya dilakukan eksplorasi dan wawancara terhadap petani, BPS dan Dinas Pertanian untuk mendapatkan data produktifitas tanaman budidaya lokal dalam komposisi jajanan tradisional khas Tuban. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat spesies Oryza sativa L., Oryza sativa L. var. glutinosa., Zea mays, Cocos nucifera, Capsicum frutescens L., Mangifera indica, Borassus flabellifer, Manihot esculenta, Allium cepa L. var. ascalonicum yang dibudidayakan di Kabupaten Tuban. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku, bumbu, bahan tambahan dan pembungkus jajanan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 8 jenis tumbuhan dalam komposisi 14 macam jajanan tradisional khas Tuban
Ethnobotany of Traditional Food Ingredients in Tuban Regency, East Java Kurniahu, Hesti; Andriani, Riska; Rahmawati, Annisa
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i2.4301

Abstract

Traditional food is one of the cultural products that was created to meet primary human needs by involving local wisdom. Various types of traditional food are processed from plants taken from the surrounding environment and other places. Local communities have specific interactions and perceptions of plants as ingredients for their traditional foods. The goal was to determine the diversity, the categories of utilization, the organs used, the preparation methods, and the Cultural Significance Index (ICS) of plants in traditional Tuban food ingredients. This research was conducted by surveying 117 respondents from 20 sub-districts in Tuban Regency, followed by in-depth interviews with 20 traditional food makers in Tuban. The data obtained is in the form of qualitative data in the form of local knowledge of the Tuban people regarding plants in their traditional food ingredients, while quantitative data is in the form of the Cultural Significance Index (ICS). The results showed that there were 15 families consisting of 10 species of plants in traditional Tuban food, all of which were cultivated plants, the most used category of plants as spices and the organs most used were seeds and the highest ICS value was Oryza sativa L. 
Respon Morfo-Fisiologis Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Genangan Air dan Pemberian Bakteri Rhizosfer Leguminosae Pahlevi, Muhammad Rizza; Kurniahu, Hesti; Andriani, Riska
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 2 (2025): Volume 10 Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i2.2047

Abstract

Cayenne pepper is known to be susceptible to various types of flooding by showing various negative responses. This study seeks to ascertain the influence of PGPR on the adverse effects of floods on cayenne pepper as a means to mitigate farmer losses. The study used a completely randomized design on cayenne pepper which was given treatments in the form of control without PGPR (K(-)), control with PGPR (K(+)), flooding treatment for 2 days with PGPR 7 days later (P(+)) and without PGPR (P(-)) each with 10 reps. The two-way ANOVA test reflected that flooding had a significant effect on the response of plant height increase, petiole curvature angle, and wilting. In contrast, PGPR application had a significant effect on plant height increase and number of branches. The interaction of flooding and PGPR application significantly affects the increase in plant height but not the number of leaves, the number of branches, the angle of curvature of the petiole, and wilting. It was concluded that the application of PGPR can reduce the adverse effects of flooding on cayenne pepper farming.
Makanan Tradisional Pendamping Nasi Berbahan Baku Hewan di Kabupaten Tuban Jawa Timur Rahmawati, Annisa; Kurniahu, Hesti; Andriani, Riska
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i2.529

Abstract

Nasi merupakan sumber karbohidrat masyarakat Indonesia dan dikonsumsi bersama makanan lain sebagai sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Beberapa makanan tradisional pendamping nasi diolah dari hewan dari lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban sebagai upaya awal konservasi pengetahuan lokal masyarakat Tuban khususnya budaya kuliner dan menjaga keberlanjutan sumber daya hewan dalam bahan baku makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban. Metode penelitian ini adalah melalui survey, wawancara dan partisipasi secara langsung (participant observation) terhadap 120 responden pada 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Data yang diperoleh berupa jenis makanan, jenis hewan, cara memperoleh, habitat, organ yang digunakan dan preparasi kemudian dianalisis secara kualitatif, sedangkan data kuantitatif berupa persentase penggunaan hewan. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis makanan tradisional pendamping nasi yaitu becek menthog, sate menthog, krengsengan bekicot, garang asem manyung, kare rajungan, ulas-ulas pe, nus ireng, dan krengsengan welut yang diolah dari 7 jenis hewan yaitu entog, bekicot, ikan jambal roti, rajungan, ikan pari, cumi-cumi dan belut. Habitat hewan tersebut adalah di darat, laut dan air tawar serta diperoleh dengan cara budidaya lokal maupun menangkap langsung di alam. Seluruh tubuh hewan dapat diolah menjadi masakan kecuali bagian yang tidak dapat dikonsumsi. Proses preparasi hewan sebelum dimasak diantaranya direbus, diasap, dan digoreng. Entog merupakan hewan yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban paling tinggi yaitu 28%.
Bakteri Tanah Di Sekitar Rhizosfer Tumbuhan Pioner Pada Lahan Bekas Tambang Kapur Sriwulan, Sriwulan; Andriani, Riska; Anggraini, Susanti Dhini; Kurniahu, Hesti; Rahmawati, Annisa
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.14414

Abstract

Pioneer plants are plants with high adaptability, so they can grow in disturbed environments, such as ex-limestone mining areas. This adaptability is supported by the ability of these plants to associate with soil bacteria in their rhizosphere area. The presence of these bacteria can support the growth of pioneer plants on disturbed land. The purpose of this study was to characterize the soil bacteria around the rhizosphere of pioneer plants in the former limestone mining areas. Soil samples in the rhizosphere area of 5 pioneer plants from ex-mining lime were then isolated using the Pour plate method to obtain bacterial isolates. The bacterial isolates obtained were then identified their colony morphology. Based on the results of colony morphological identification, 21 isolates were obtained from the rhizosphere of 5 pioneer plants from the former limestone mining area. The highest number of isolates was obtained from the rhizosphere of the Waltheria indica with 9 isolates, 8 isolates of each Lamium barbatum and Digitaria sanguinalis, 7 isolates of Chromoleana odoratum, and 5 isolates of Tridax procumbens.
Pendampingan penyelenggaraan trail running event bagi karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Munir, Miftachul; Syahrial, Mario Fahmi; Putri, Rizca Yunike; Musrifah, Sri; Kurniahu, Hesti; Febriyanti, Ossy; Haristiono, Ridlo Zendhi; Dwi Secrisyah, Novi Ana; Setiawan, Sony; Al Muhtadhi, Muhammad Zain; Ibrahim, Munawar Malik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34489

Abstract

Abstrak Sport ecotourism adalah kegiatan yang memadukan aktivitas olahraga dan pariwisata. Trail running merupakan salah satu sport ecotourism yang saat ini banyak diminati berbagai kalangan. Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan sport ecotourism. Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi tujuan sport ecotourism karena wilayahnya terdiri dari perbukitan karst yang memiliki kontur tidak rata sehingga menimbulkan tantangan bagi pelari. Selain itu, bentang alam ekosistem karst  yang unik dan menarik dapat memberikan pengalaman bagi pelari. Oleh karena itu, kegiatan trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running bukan hanya memberikan dampak kesehatan raga juga meningkatan kesehatan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan untuk menyelenggarakan event olahraga berupa trail running. Trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running ini melintasi 3 Desa yaitu Desa Grabagan, Desa Banyubang dan berakhir di Desa Ngrejeng. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap sosialisasi, 2) tahap pendampingan penyelenggaraan trail running event yang meliputi berbagai macam kegiatan, 3) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuk tim penyelenggara (panitia) kegiatan, penentuan rute lari, berhasil menyusun proposal sponsorship dan promosi event trail running di berbagai platform media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra secara mandiri maupun kolaborasi dengan tim PKM mampu menyelenggarakan berbagai macam event terkait sport ecotourism secara berkelanjutan guna mendukung upaya pembangunan desa melalui pengembangan ekowisata. Kata kunci: karang taruna; karst; ngrejeng; trail running. Abstract Sport ecotourism is an activity that combines sports and tourism. Trail running is one of the most popular forms of sport ecotourism that is currently gaining traction among various groups. Tuban Regency in East Java has significant potential for the development of sport ecotourism. Ngrejeng village has the potential to be developed into sport ecotourism destination because its terrain consists of karst hills with uneven contours, presenting a challenge for runners. In addition, the unique karst ecosystem landscape can provide an experience for runners. Therefore, the trail running activity entitled Ngrejeng Karst Running not only provides physical health benefits but also improves mental health. The purpose of this community service activity is to provide assistance to the Ngrejeng Village youth organization to organize a trail running event. The Ngrejeng Karst Running event traverses three villages: Grabagan, Banyubang, and Ngrejeng. The implementation of this activity is carried out in three stages: 1) the socialization stage, 2) the support stage for organizing the trail running eventand 3) the monitoring and evaluation stage. The outcomes of this activity include the formation of an organizing committee for the event, the determination of the running route, the sponsorship proposal, and the promotion of the trail running event. Based on the results of this community service activity, it is hoped that partners, either independently or in collaboration with the PKM team, will be able to organize various events related to sport ecotourism in a sustainable manner to support village development efforts through the development of ecotourism.  Keywords: karst; ngrejeng; trail running.