Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Makanan Tradisional Pendamping Nasi Berbahan Baku Hewan di Kabupaten Tuban Jawa Timur Rahmawati, Annisa; Kurniahu, Hesti; Andriani, Riska
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i2.529

Abstract

Nasi merupakan sumber karbohidrat masyarakat Indonesia dan dikonsumsi bersama makanan lain sebagai sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Beberapa makanan tradisional pendamping nasi diolah dari hewan dari lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban sebagai upaya awal konservasi pengetahuan lokal masyarakat Tuban khususnya budaya kuliner dan menjaga keberlanjutan sumber daya hewan dalam bahan baku makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban. Metode penelitian ini adalah melalui survey, wawancara dan partisipasi secara langsung (participant observation) terhadap 120 responden pada 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Data yang diperoleh berupa jenis makanan, jenis hewan, cara memperoleh, habitat, organ yang digunakan dan preparasi kemudian dianalisis secara kualitatif, sedangkan data kuantitatif berupa persentase penggunaan hewan. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis makanan tradisional pendamping nasi yaitu becek menthog, sate menthog, krengsengan bekicot, garang asem manyung, kare rajungan, ulas-ulas pe, nus ireng, dan krengsengan welut yang diolah dari 7 jenis hewan yaitu entog, bekicot, ikan jambal roti, rajungan, ikan pari, cumi-cumi dan belut. Habitat hewan tersebut adalah di darat, laut dan air tawar serta diperoleh dengan cara budidaya lokal maupun menangkap langsung di alam. Seluruh tubuh hewan dapat diolah menjadi masakan kecuali bagian yang tidak dapat dikonsumsi. Proses preparasi hewan sebelum dimasak diantaranya direbus, diasap, dan digoreng. Entog merupakan hewan yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban paling tinggi yaitu 28%.
Bakteri Tanah Di Sekitar Rhizosfer Tumbuhan Pioner Pada Lahan Bekas Tambang Kapur Sriwulan, Sriwulan; Andriani, Riska; Anggraini, Susanti Dhini; Kurniahu, Hesti; Rahmawati, Annisa
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.14414

Abstract

Pioneer plants are plants with high adaptability, so they can grow in disturbed environments, such as ex-limestone mining areas. This adaptability is supported by the ability of these plants to associate with soil bacteria in their rhizosphere area. The presence of these bacteria can support the growth of pioneer plants on disturbed land. The purpose of this study was to characterize the soil bacteria around the rhizosphere of pioneer plants in the former limestone mining areas. Soil samples in the rhizosphere area of 5 pioneer plants from ex-mining lime were then isolated using the Pour plate method to obtain bacterial isolates. The bacterial isolates obtained were then identified their colony morphology. Based on the results of colony morphological identification, 21 isolates were obtained from the rhizosphere of 5 pioneer plants from the former limestone mining area. The highest number of isolates was obtained from the rhizosphere of the Waltheria indica with 9 isolates, 8 isolates of each Lamium barbatum and Digitaria sanguinalis, 7 isolates of Chromoleana odoratum, and 5 isolates of Tridax procumbens.
Keanekaragaman Olahan Makanan Tradisional Berbahan Dasar Singkong Di Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang: Mujtahidah, Amilatul; Kurniahu, Hesti
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 4 No. 2 (2025): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v4i2.2492

Abstract

Singkong adalah komoditas pertanian vital di Indonesia dengan potensi besar sebagai sumber pangan lokal. Desa Lodan Kulon, yang terletak di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, terkenal akan kekayaan olahan pangan tradisional dari singkong yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya dan ekonomi masyarakatnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguraikan ragam sajian tradisional berbahan dasar singkong yang ditemukan di Desa Lodan Kulon, serta menelaah peluang pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan riset menunjukkan adanya lebih dari sepuluh jenis makanan tradisional singkong di Desa Lodan Kulon, antara lain tape, tiwul, getuk, cemplon, lemet, sayur daun singkong muda, gatot, keripik singkong kerupuk singkong, gemblong dan telo goreng. Keberagaman ini merefleksikan inovasi masyarakat dalam mengubah singkong menjadi aneka hidangan dengan cita rasa dan karakteristik unik. Potensi pengembangan olahan singkong ini sangat besar, baik untuk meningkatkan nilai ekonomi maupun melestarikan warisan kuliner lokal.
Pendampingan penyelenggaraan trail running event bagi karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Munir, Miftachul; Syahrial, Mario Fahmi; Putri, Rizca Yunike; Musrifah, Sri; Kurniahu, Hesti; Febriyanti, Ossy; Haristiono, Ridlo Zendhi; Dwi Secrisyah, Novi Ana; Setiawan, Sony; Al Muhtadhi, Muhammad Zain; Ibrahim, Munawar Malik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34489

Abstract

Abstrak Sport ecotourism adalah kegiatan yang memadukan aktivitas olahraga dan pariwisata. Trail running merupakan salah satu sport ecotourism yang saat ini banyak diminati berbagai kalangan. Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan sport ecotourism. Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi tujuan sport ecotourism karena wilayahnya terdiri dari perbukitan karst yang memiliki kontur tidak rata sehingga menimbulkan tantangan bagi pelari. Selain itu, bentang alam ekosistem karst  yang unik dan menarik dapat memberikan pengalaman bagi pelari. Oleh karena itu, kegiatan trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running bukan hanya memberikan dampak kesehatan raga juga meningkatan kesehatan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan untuk menyelenggarakan event olahraga berupa trail running. Trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running ini melintasi 3 Desa yaitu Desa Grabagan, Desa Banyubang dan berakhir di Desa Ngrejeng. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap sosialisasi, 2) tahap pendampingan penyelenggaraan trail running event yang meliputi berbagai macam kegiatan, 3) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuk tim penyelenggara (panitia) kegiatan, penentuan rute lari, berhasil menyusun proposal sponsorship dan promosi event trail running di berbagai platform media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra secara mandiri maupun kolaborasi dengan tim PKM mampu menyelenggarakan berbagai macam event terkait sport ecotourism secara berkelanjutan guna mendukung upaya pembangunan desa melalui pengembangan ekowisata. Kata kunci: karang taruna; karst; ngrejeng; trail running. Abstract Sport ecotourism is an activity that combines sports and tourism. Trail running is one of the most popular forms of sport ecotourism that is currently gaining traction among various groups. Tuban Regency in East Java has significant potential for the development of sport ecotourism. Ngrejeng village has the potential to be developed into sport ecotourism destination because its terrain consists of karst hills with uneven contours, presenting a challenge for runners. In addition, the unique karst ecosystem landscape can provide an experience for runners. Therefore, the trail running activity entitled Ngrejeng Karst Running not only provides physical health benefits but also improves mental health. The purpose of this community service activity is to provide assistance to the Ngrejeng Village youth organization to organize a trail running event. The Ngrejeng Karst Running event traverses three villages: Grabagan, Banyubang, and Ngrejeng. The implementation of this activity is carried out in three stages: 1) the socialization stage, 2) the support stage for organizing the trail running eventand 3) the monitoring and evaluation stage. The outcomes of this activity include the formation of an organizing committee for the event, the determination of the running route, the sponsorship proposal, and the promotion of the trail running event. Based on the results of this community service activity, it is hoped that partners, either independently or in collaboration with the PKM team, will be able to organize various events related to sport ecotourism in a sustainable manner to support village development efforts through the development of ecotourism.  Keywords: karst; ngrejeng; trail running.
Diversifikasi produk untuk meningkatkan variasi minuman telang Kampung Proklim Kelurahan Baturetno Kabupaten Tuban Jawa Timur melalui teknik fermentasi Hesti Kurniahu; Muhammad Rizza Pahlevi; Annisa Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33789

Abstract

Abstrak Kelurahan Baturetno Kabupaten Tuban, Jawa Timur bersama kader lingkungan telah meraih sertifikasi kampung ProKlim utama pada tahun 2023. Salah satu upaya mitigasi dampak perubahan iklim yang dilakukan oleh kampung ini adalah dengan menanam tanaman toga di pekarangan dan ruang terbuka hijau. Tanaman telang banyak dibudidayakan di kampung ini. Kader lingkungan membina beberapa pembuat minuman herbal dari bunga telang. Namun variasi minuman bunga telang yang dihasilkan hanya telang kering dan telang mix herbal lain. Oleh karena itu Tim PKM melakukan pendampingan untuk melakukan diversifikasi produk minuman telang Kampung Proklim Baturetno melalui teknik fermentasi. Metode yang digunakan tim PKM dalam kegiatan ini adalah a) tahap pra pendampingan yaitu melakukan observasi dan wawancara untuk mendapatkan permasalahan mitra, b) tahap pendampingan yaitu dengan melakukan uji coba resep dan teknik pembuatan minuman telang terfermentasi sekaligus uji hedonik serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mitra terkait pembuatan minuman bunga telang terfermentasi, c) tahap pasca pendampingan yaitu dengan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program. Hasil pengabdian ini yaitu pada kegiatan didapatkan resep dan teknik pembuatan minuman telang terfermentasi yang hasilnya disukai panelis. Selain itu resep dan teknik yang didapatkan sangat sederhana sehingga mudah diaplikasikan mitra. Kata kunci: baturetno; fermentasi; diversifikasi; minuman; telang. Abstract Baturetno Village, Tuban District, Tuban Regency, East Java, together with environmental cadres, has achieved the main ProKlim village certification in 2023. One of the efforts to mitigate the impact of climate change carried out by this village is by planting toga plants in yards and green open spaces. Butterfly pea plants are one of the most widely cultivated plants in this village. The neighborhood cadre has guided some people to make herbal drinks from butterfly pea  flowers. However, the only variations of butterfly pea flower drinks produced are dried butterfly pea and butterfly pea mixed with other herbs.. Therefore, the PKM Team provided assistance to diversify butterfly pea  drinks  products in Baturetno Proklim Village through fermentation techniques. The methods used by the PKM team in this community service activity are a) the pre-support stage, namely conducting in-depth observations and interviews to get an overview of partner problems, b) the assistance stage, namely testing recipes and techniques for making fermented batterfly pea  drinks as well as hedonic tests and transferring science and technology to partners related to making fermented butterfly pea  flower drinks, c) the post-support stage, namely conducting monitoring and evaluation to measure the success of the program. The result of this community service was the discovery of a recipe and technique for making fermented butterfly pea drinks that were liked by the panelists.. In addition, the recipes and techniques obtained are very simple so that they are easy for partners to apply. Keywords: baturetno; fermentation; diversification; drinks; Clitoria ternatea
Inventarisasi Tumbuhan Pionir Lahan Bekas Tambang Kapur Di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Jawa Timur Riska Andriani; Hesti Kurniahu; Sriwulan Sriwulan
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 3 No. 1 (2019): Biotropic, Volume 3, Nomor 1, 2019
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2019.3.1.56-61

Abstract

Environmental damage included the limestone mining process would remove the topsoil layer, reduce fertility, reduce microbial diversity and eliminate the vegetation that growth above it. Naturally, pioneer plants could grow to replace lost plants. Pioneer plants can be used as a reference for land recovery because these plants could grow on damaged land because they are associated with Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). In addition, the presence of pioneer plants could inhibit soil erosion due to its root ability to hold the soil from scouring water. This study aimed to determine the characteristics of the initial natural succession process, namely the pioneer post-limestone mining community. This research was conducted by purposive random sampling method at three mining locations, namely Banjaragung Village, 5 years after mine, Maibit Village, 8 years after mine, and Rengel Village, 7 years after mine. Samples were taken for each of the 10 plots of 1x1 m size. The results of this study obtained 5 types of plants with the highest INP, namely: Lamium barbatum, Chromolena odoratum, Tridax procumbens, Waltheria indica, and Digitaria sanguinalis. While the highest diversity index is in the Village of Maibit, Rengel Sub-District, Tuban Regency after 8 years post-mining, which is 2.54.