Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Tentang Kelainan Gigi dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Di Sekolah Dasar Plus Khoiru Ummah Sri Murwaningsih; Sri Wahyuni; Desi Andriyani; Sepriana Urianti; Indah Budiarti; Rizki Nurul Fatimah Fatimah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i3.824

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diwujudkan melalui pengetahuan dan perilaku yang baik dan benar terhadap pemeliharaan  kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan merupakan faktor yang membentuk perilaku seseorang. Pengetahuan yang   kurang akan  membentuk perilaku dan sika yang keliru terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan  mulut. Untuk itu, perlunya kegiatan promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan menanamkan perilaku sehat sejak dini. Program yang dilaksanakan berupa kegiatan penyuluhan pada seluruh siswa, guru, dan pegawai Sekolah dasar Tahfizh Plus Khoiru Ummah kota BandarLampung dan dilanjutkan dengan sikat gigi bersama. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan praktik sikatgigi bersama. Kegiatan Dental Health Education disampaikan oleh dosen prodi D III Teknik Gigi danKesehatan Gigi Poltekkes dan kesehatan gigi. Penggunaan dental kit berupa model gigi dan sikat gigi. Beberapa peserta diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang benar sesuai dengan arahan  tim pengabdian masyarakat.
PREGNANCY GINGIVITIS TERHADAP BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) : STUDI LITERATUR Indah Budiarti; Monica Dara Delia Suja
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20326

Abstract

Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan mulut yang umum  dan angka kejadiannya masih  tinggi di seluruh dunia. Berat badan lahir rendah merupakan penyebab utama angka kematian bayi (AKB) dan merupakan beban kesehatan, Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan Pregnancy Gingivitis  dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Metode pencarian ini adalah tinjauan pustaka yang mencari data dari Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci. Seleksi artikel dilakukan setelah memenuhi  kriteria inklusi dan eksklusi, lalu  tinjauan kritis dilakukan terhadap literatur yang relevan, dan hasilnya adalah penemuan sembilan makalah dengan beragam desain studi, seperti studi cross-sectional, kohort dan case-control. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir  rendah cenderung memiliki masalah periodontal yang lebih parah dibandingkan  ibu yang  melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Sebagian besar literatur yang diulas  juga  menunjukkan  hubungan yang signifikan antara penyakit periodontal pada ibu hamil dan risiko berat badan lahir rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan kejadian berat badan  lahir rendah. Oleh karena itu, salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap buruknya hasil kehamilan  adalah adanya penyakit periodontal saat ibu sedang hamil.
Gambaran Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada Wanita 15-49 Tahun di Perkotaan Indonesia Suja, Monica Dara Delia; Budiarti, Indah
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 2 No 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v2i1.30977

Abstract

ASI merupakan asupan yang paling ideal bagi bayi baru lahir karena memiliki efek protektif dan dapat mengurangi risiko kesakitan dan kematian pada bayi. Data dari World Health Organization menyatakan bahwa persentase bayi yang diberikan ASI eksklusif 0-6 bulan di seluruh dunia hanya sebesar 38% yang berarti 3 dari 5 bayi saat berusia 6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017 menunjukkan bahwa persentase pemberian ASI eksklusif di perkotaan adalah sebesar 37,8% sedangkan di perdesaan sedikit lebih tinggi yaitu 46,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-24 bulan di perkotaan Indonesia berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data IFLS 5 yang diambil tahun 2014-2015. Sampel dalam penelitian adalah wanita berusia 15-49 tahun, memiliki anak termuda berusia 6-24 bulan dan bertempat tinggal di perkotaan yaitu sebanyak 683 orang. Hasil studi menunjukkan prevalensi pemberian ASI eksklusif di perkotaan Indonesia adalah sebanyak 169 orang (24,74%) dan yang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 514 orang (75,26%). Ibu yang melakukan pemeriksaan sesuai Standar Pemeriksaan Kehamilan Tahun 2016 sebanyak 480 orang (70,28%). Usia ibu yang paling banyak adalah antara 20 sampai 35 tahun sebesar 565 (82,72%). Persentase ASI Eksklusif di perkotaan Indonesia masih rendah yaitu hanya 24%. Manfaat ASI bagi ibu dan bayi sangat banyak namun masih banyak ibu di perkotaan yang tidak memberikan ASI eksklusif. Rendahnya persentase ASI eksklusif di perkotaan Indonesia harus mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak.
Exclusive Breastfeeding and The Importance of Breastfeeding Self-Efficacy in Working Women at Korpri Primary Health Care Budiarti, Indah; Suja, Monica Dara Delia
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 9 No 1 (2024): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v9i1.3318

Abstract

Exclusive breastfeeding in the first 6 months of life can reduce 13 of toddler deaths and is one of the dimension strategies to ameliorate the nutritive status and survival of toddlers. In 2020 exclusive breastfeeding until the baby is 6 months old in Indonesia is still low, videlicet only15.3. Failure to give exclusive breastfeeding is frequently a problem for suckling maters. This problem can be caused by several factors, similar as knowledge, social support, tone- confidence to breastfeed, or suckling tone- efficacity( BSE). This study aims to determine the relationship between breastfeeding tone- efficacity( BSE) and the success of furnishing exclusive breastfeeding to working maters in the Korpri Health Center work area, Bandar Lampung City. This exploration uses across-sectional exploration design. The repliers in this study were postpartum maters in the Korpri Health Center working area in Bandar Lampung City. Samples were named using intentional slice ways and establishing addition and rejection criteria. The sample in this study was 50 repliers. The exploration results show that there's a significant relationship between breastfeeding tone- efficacity and exclusive breastfeeding for working maters. suckling tone- efficacity is a factor that must be considered by the government to increase exclusive breastfeeding content.
HUBUNGAN ANTARA ORAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL : LITERATURE REVIEW indah, indah budiarti; delia suja, monica dara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36556

Abstract

Gingivitis merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil, diakibatkan oleh perubahan hormonal selama kehamilan yang memengaruhi kesehatan gusi. Kejadian ini dikaitkan dengan perubahan hormonal selama kehamilan yang memengaruhi aliran darah ke jaringan gusi, sehingga meningkatkan kepekaan dan risiko peradangan. Pada beberapa kasus, gingivitis yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi periodontitis, yang memiliki implikasi serius baik bagi kesehatan ibu maupun janin. Salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi ini adalah buruknya kebersihan mulut atau oral hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara praktik kebersihan mulut dan status gingivitis pada ibu hamil. Berdasarkan kajian literatur, kebersihan mulut yang buruk, seperti frekuensi menyikat gigi yang tidak memadai, penggunaan benang gigi yang rendah, dan penumpukan plak, terbukti meningkatkan risiko terjadinya gingivitis pada ibu hamil. Sebaliknya, praktik oral hygiene yang baik dapat menurunkan risiko peradangan gusi dan menjaga kesehatan mulut selama masa kehamilan. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review, menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh melalui pencarian database PubMed, Science Direct dan Google Scholar. Hasil: dari delapan penelitian yang telah dianalisis, tujuh  di antaranya menunjukkan adanya Hubungan Antara oral hygine  dengan Kejadian Gingivitis Pada Ibu Hamil Artinya terdapat hubungan yang signifikan Antara oral hygine dengan kejadian gingitivis pada ibu hamil.
Edukasi Personal Hygiene dan Pencegahan Anemia Untuk Pencegahan Stunting Pada Remaja Putri Suja, Monica Dara Delia; Budiarti, Indah; Fatimah, Rizki Nurul; Sembiring, Elma Viorentina
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1203

Abstract

Remaja putri merupakan pionir yang berpengaruh terhadap faktor kesehatan Wanita Usia Subur (WUS). Peran remaja putri sangat strategis dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan stunting karena remaja putri yang nantinya kelak akan melahirkan generasi penerus. Namun, para remaja putri umumnya kurang mengetahui pentingnya konsumsi makanan tinggi zat besi dan Tablet Tambah Darah (TTD). Hal ini dapat memicu terjadinya anemia pada remaja putri. Selain itu, kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diwujudkan melalui pengetahuan dan perilaku yang baik dan benar terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Program yang dilaksanakan berupa kegiatan penyuluhan pada seluruh anak di Panti Asuhan As-Saminah Bandar Lampung tentang personal hygiene berupa menjaga kebersihan gigi dan mulut dan reproduksi sehat dengan pencegahan anemia dengan tablet tambah darah. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan pembagian tablet Fe. Kegiatan Dental Health Education disampaikan oleh dosen jurusan Teknik Gigi dan untuk pemberian edukasi pencegahan anemia diberikan oleh dosen dari Jurusan Kebidanan dan Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Penggunaan dental kit berupa model gigi dan sikat gigi. Beberapa peserta diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang benar sesuai dengan arahan tim pengabdian masyarakat serta penjelasan tentang anemia dan pemberian tablet tambah darah. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan peserta antusias terhadap materi yang diberikan. Remaja putri yang diberikan edukasi lebih memahami terkait dengan tubuhnya sendiri dan diharapkan hasil ini dapat menjadi salah satu cara pencegahan stunting.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN : LITERATURE REVIEW Suprapti, Suryani Catur; Budiarti, Indah; helmira, Rani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45110

Abstract

Kualitas hidup lansia merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesejahteraan individu di usia lanjut. Penggunaan gigi tiruan pada lansia sering kali menjadi solusi untuk mengatasi masalah kehilangan gigi yang umum terjadi akibat penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kualitas hidup lansia yang menggunakan gigi tiruan, dengan fokus pada aspek fisik, psikologis, dan sosial. Penggunaan gigi tiruan dapat meningkatkan fungsi pengunyahan, kejelasan bicara, serta penampilan estetika yang berpengaruh pada kepercayaan diri lansia. Namun, beberapa lansia mengalami kesulitan adaptasi, seperti rasa tidak nyaman, iritasi, atau perawatan yang rumit, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Faktor-faktor seperti durasi penggunaan gigi tiruan, dukungan keluarga, serta pengetahuan tentang perawatan gigi tiruan turut mempengaruhi pengalaman lansia dalam penggunaan gigi tiruan. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review, menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh melalui pencarian database PubMed, Science Direct dan Google Scholar. Hasil: hasil literatur menunjukkan bahwa gigi tiruan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, namun hasil tersebut sangat tergantung pada tingkat kenyamanan gigi tiruan, pengetahuan pengguna, dukungan sosial, dan pendekatan layanan kesehatan. Untuk mencapai hasil yang optimal, intervensi kesehatan mulut pada lansia perlu mencakup aspek edukasi, psikologis, dan kebijakan publik yang berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Kesehatan Gigi dan Reproduksi Melalui Edukasi Di Apotek Siaga Budiarti, Indah; Suprapti, Suryani Catur; Andriyani, Desi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1420

Abstract

Program Transformasi Kesehatan merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional agar mampu memberikan layanan yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu bentuk implementasi dari program ini di Indonesia adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi serta edukasi mengenai kesehatan reproduksi, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh dosen dari Jurusan Teknik Gigi dan Kesehatan Gigi Poltekkes Tanjungkarang, dengan sasaran ibu-ibu lansia dari kelompok Prolanis yang bertempat di Apotek Siaga. Penyuluhan dilakukan sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta membentuk perilaku hidup sehat masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi, serta pemeriksaan gigi secara langsung. Materi yang diberikan mencakup informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penggunaan gigi tiruan, serta deteksi dini kesehatan reproduksi wanita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan reproduksi. Edukasi kesehatan yang diberikan memberikan dampak nyata dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku yang lebih sehat pada kelompok sasaran. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan dalam mendukung program transformasi kesehatan nasional melalui pendekatan promotif dan preventif.
HUBUNGAN TINGKAT KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Budiarti, Indah; Andriyani, Desi; Murwaningsih, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26265

Abstract

Stunting is a condition that disrupts the growth and development of children caused by a lack of adequate nutritional intake and frequent infections. This condition is characterized by the child's height being below normal limits. Stunting that occurs at the preschool stage (first five years) can continue until school. In addition to factors related to pregnancy and childbirth, factors such as the environment, diet, and health history of the child also have a significant influence on the development of stunting in children during childhood.The risk of stunting in children can be divided into five groups of factors, namely: Maternal infections and nutritional problems, Adolescent mothers and short birth intervals, Premature birth and growth disorders, Fetal growth. If tooth decay is not treated, it can result in eating problems and sleep quality. , painful and requires ongoing treatment. Tooth decay in children will feel pain in the area of tooth decay. Therefore, this will reduce food consumption. A decrease in a child's food intake over a long period of time will have an impact on his nutritional status. This research method uses an observational research design with a cross sectional method and data collection uses a questionnaire to examine the level of dental caries in stunted children in the area supported by the Gedong Tataan Pesawaran Community Health Center in 2023.This research was research conducted from July to August with a total of 69 respondents using population sampling techniques. Based on the results of the analysis of the effect of stunting on the level of tooth decay, the decision taken was based on a p-value of 0.000 (p-value < 0.05), the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. This shows that there is a significant relationship or difference between the independent variable and the dependent variable in the study. It has an influence between developmental delays and the severity of caries.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Anemia Melalui Edukasi Di Sekolah Menengah Atas Khadijah Pesawaran Budiarti, Indah; Delia, Monica Dara; Ayu, Riska Nur Suci
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i3.1785

Abstract

Remaja putri merupakan pionir yang berpengaruh terhadap faktor kesehatan Wanita Usia Subur (WUS). Peran remaja putri sangat strategis dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan anemia. Namun, para remaja putri umumnya kurang mengetahui pentingnya konsumsi makanan tinggi zat besi dan Tablet Tambah Darah (TTD). Hal ini dapat memicu terjadinya anemia pada remaja putri. Dengan adanya program perbaikan gizi masyarakat, salah satunya pemberian TTD, membuat remaja putri perlu mengkonsumsi TTD. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh dosen dari Poltekkes Tanjungkarang, dengan sasaran remaja  yang bertempat di SMA Khadijah Pesawaran. Penyuluhan dilakukan sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta membentuk perilaku hidup sehat remaja dengan mencegah anemia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi cata minum tablet tambah darah.. Materi yang diberikan mencakup informasi tentang pentingnya mencegah anemia dengan tablet tambah darah.. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya mencegah anemia. Edukasi kesehatan yang diberikan memberikan dampak nyata dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku yang lebih sehat pada kelompok sasaran. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan dalam mendukung program transformasi kesehatan nasional melalui pendekatan promotif dan preventif.