Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Phytochemical Profile and Pharmacological Activity of Local Velvet Bean (Mucuna pruriens) of Timor Tefa, Azor Yulianus; Nino, Jefrianus; Ceunfin, Syprianus; Taloin, Rensani; Yani, Ahmad
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i4.463

Abstract

The processing of velvet beans (Mucuna pruriens) from Timor is traditionally done by boiling them repeatedly twelve times before consumption due to concerns about their antinutrient content. On the other hand, earlier research indicated that velvet beans possess bioactive compounds that may serve as antioxidant and antidiabetic agents. The purpose of this study was to identify the bioactive components in extracts of velvet beans grown by the Timorese community, assess the overall levels of secondary metabolite compounds, and evaluate their bioactivities through in vitro antioxidant and hyperglycemia tests. Velvet beans samples were extracted using maceration, soaking them in ethanol and n-hexane solvents, followed by qualitative phytochemical analysis. Additionally, quantitative determination of secondary metabolites was performed, along with pharmacological activity tests, which included assessing antioxidant activity and antidiabetic effects through the spectrophotometric method. The findings revealed that the local Timor velvet beans extract contained flavonoid compounds at a concentration of 12.77 ± 3.10 mg QE/g, while the levels of phenolic and tannin compounds in the extract could not be quantified due to an absorbance lower than the y-intercept. The DPPH test demonstrated that the antioxidant activity of the local Timor velvet beans extract was measured at 1,964.51 ppm, which is categorized as very weak in comparison to the standard ascorbic acid solution that registered a value of 5.39, classified as very strong. The antidiabetic assessment indicated that the extract could inhibit the activity of the α-glucosidase enzyme at a concentration of 1,000 ppm by 28.60 ± 1.10%, which is categorized as very weak relative to the results from acarbose. Further investigation is necessary to optimize the bioactive compounds and identify the content of anti-nutritional compounds, as well as to explore effective methods of processing local Timor velvet beans that can reduce the antinutritional compounds.
Pertumbuhan Pakcoy di Lahan Kering melalui Optimalisasi Media dan Baris Tanam dalam Vertikultur Fertigasi Bu’ulolo, Widia Jayanti; Ceunfin, Syprianus; Tobing, Wilda Lumban; Tefa, Azor Yulianus
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.521

Abstract

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) didominasi lahan kering​ namun terbatas untuk pertanian, sehingga diperlukan penerapan vertikultur sistem fertigasi untuk mengatasi masalah di lahan kering dengan mengkaji formulasi media tanam dan kosentrasi pupuk serta pengaturan interval baris tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pupuk N dengan media dan baris tanam yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy dalam budidaya vertikultur sistem fertigasi di lahan kering. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi dua faktor, yaitu pupuk dengan media dan baris tanam. Pupuk dengan media terbagi atas: kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; kombinasi tanah 50% : biochar + kompos 50% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L; kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L; dan kombinasi tanah 25% : biochar + kompos 75% dengan urea 0,5 g/L + POC 20 mL/L + BPN 5 mL/L, Baris tanam terbagi atas: baris tanam pertama, kedua, dan ketiga, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah 25% : biochar+kompos 75% dengan pupuk urea 0,75 g/L + POC 30 mL/L + BPN 7,5 mL/L dan baris tanam kedua mampu merupakan perlakuan yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy di lahan kering melalui budidaya vertikultur dengan sistem fertigasi. Penelitian ini menjadi informasi penting untuk pertanian dalam pengetahuan memilih konsentrasi pupuk dengan komposisi media dan penempatan baris tanam pada budidaya tanaman pakcoy sistem vertikultur di lahan kering.
PENGARUH TAKARAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI TANAH ENTISOL Susu, Vebrianti Meni; Neonbeni, Eduardus Y; Ceunfin, syprianus
Savana Cendana Vol 10 No 1 (2025): Savana Cendana (SC) - Januari 2025
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/sc.v10i1.1104

Abstract

This study aims to determine the response of three mung bean varieties to the correct dose of cow dung and to obtain the correct dose of cow dung for the growth and yield of three mung bean varieties. The design used in this study was a factorial randomized block design (RBD), 3 × 3 × 3. The first factor is the type of green bean variety, which consists of three levels, namely fore belu variety, wilzec variety, and mungo variety hepper. The second factor is the cow dung dose, which consists of 3 levels, namely 0 t / ha, 15 t / ha, 30 t / ha. The results showed that there is an interaction between the treatment of mung bean varieties and the treatment of the dosage of cow dung the initial observation of the soil temperature. The front belu mung bean had the highest plant growth and yield in terms of the highest plant height, the highest number of leaves, the highest dryness of the plants, the highest shell length, the highest weight of 100 seeds, the highest seed weight per plot and the highest harvest index. The dose of cow dung of 30 t / ha could change the growing environment and achieve the highest growth and yield effects. Mung bean varieties offer mixed growth and yield performance.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LETMAFO TIMUR MELALUI PEMBUATAN BRIKET BERBAHAN FESES TERNAK DAN BATOK LONTAR UNTUK MENDONGKRAK PEREKONOMIAN LOKAL Kurniawan Sio, Aristo; Ceunfin, Syprianus; Neonnub, Jefrianus
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v4i3.497

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, melalui pelatihan pembuatan briket berbahan feses ternak dan batok lontar sebagai upaya meningkatkan perekonomian lokal dan mengurangi pencemaran lingkungan. Desa Letmafo Timur memiliki potensi sumber daya berupa limbah feses ternak dari aktivitas peternakan dan batok lontar yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu (1) tahap persiapan yang mencakup koordinasi dengan pemerintah desa, survei bahan baku, dan persiapan alat serta modul pelatihan; (2) tahap pemberian materi tentang energi alternatif, pengelolaan limbah, serta manfaat ekonomi pembuatan briket; dan (3) tahap pelatihan praktik langsung pembuatan briket berbahan feses ternak dan batok lontar menggunakan teknologi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Peserta berhasil memahami proses pembuatan briket, mulai dari pengeringan bahan, karbonisasi batok lontar, pencampuran, pencetakan, hingga pengeringan produk akhir. Briket yang dihasilkan memiliki kualitas cukup baik dengan daya nyala yang lama dan minim asap. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM KOMPOS BIOCHAR DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Naitili, Sergius Aristo; Ceunfin, Syprianus; Kadha, Faustinus
JURNAL AGRISA Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Agrisa
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/agrisa.v14i2.20562

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia, baik dari segi ekonomi maupun sebagai sumber pangan yang kaya akan nutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan media tanam kompos biochar dan pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2024, di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor dan hasil penelitian dianalisis di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan Universitas Timor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama komposisi media tanam yang terdiri dari 4 aras yaitu tanpa perlakuan, tanah: kompos biochar 1:1, tanah: kompos biochar 1:2, tanah: kompos biochar 1:3. Faktor kedua konsentrasi pupuk organik cair yaitu tanpa konsentrasi , konsentrasi 400 ml/L, konsentrasi 500 ml/L, konsentrasi 600 ml/L sehingga terdapat 16 kombinasi kemudian diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Parameter pengamatan yang diamati antara lain suhu tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, umur panen, jumlah buah, jumlah buah total, berat buah per tanaman, dan berat buah total. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan komposisi media tanam terhadap suhu tanah dan berat buah per tanaman panen 2. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan komposisi media tanam tanah : kompos biochar (1:3) dan pupuk organik cair konsentrasi 400 ml/L.
Aplikasi giberelin (GA3) pada bawang merah (Allium ascalonicum L) lokal eban untuk meningkatkan Produksi dan mutu benih di dataran tinggi Tefa, Anna; Kofi, Antonius; Manehat, Arnoldus; Ceunfin, Syprianus; Rusae, Aloysius
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.49154

Abstract

Pengembangan bahan tanam bawang merah dari biji botanis (True Shallot Seed) merupakan salah satu inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas benih. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin (GA3) mampu menginduksi pembungaan dan meningkatkan produksi true shallot seed (TSS) pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan konsentrasi giberelin dan lama perendaman yang pengaruhnya paling baik terhadap hasil umbi, produksi true shallot seed (TSS) dan mutu benih bawang merah lokal Eban. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2024 di Desa Saenam, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Laboratorium Universitas Timor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin dengan empat taraf yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf yaitu 30, 45 dan 60 menit. Hasil Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan's Multiple Range Test/DMRT) menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan jumlah umbi pertanaman 12,33 umbi, berat kering umbi 168,51 g pada konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 60 menit. Konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan persentase tanaman berbunga 54,50%, konsentrasi 100 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan jumlah kapsul bernas per umbel 17,67 dan jumlah biji per umbel 37,00. Uji mutu benih TSS yang dihasilkan oleh umbi yang diberi konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan potensi tumbuh maksimum 14,66% dan daya berkecambah 14,66%. Perendaman umbi dengan giberelin belum mampu menghasilkan benih dengan viabilitas sesuai standar benih bermutu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan. ABSTRACT The development of shallot planting material from botanical seeds (True Shallot Seed) is one of the technological innovations in improving seed quality. Several research results show that gibberellin (GA3) can induce flowering and increase the production of true shallot seed (TSS) in shallots. This study aimed to determine the gibberellin concentration and soaking duration that had the best effect on bulb yield, true shallot seed (TSS) production and seed quality of local Eban shallots. The experiment was conducted from June to October 2024 in Saenam Village, North Central Timor Regency (TTU) and the Timor University Laboratory. The experimental design used was a factorial randomized block design (RAK). The first factor was gibberellin concentration with four levels: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, and 300 ppm. The second factor was soaking duration with three levels: 0, 30, 45, and 60 minutes. The results of Duncan multiple range test (DMRT) analysis showed that gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in 12.33 tubers per plant, dry weight of bulbs of 168.51 g at gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 60 minutes. Gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the percentage of flowering plants by 54.50%, concentration of 100 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the number of full capsules per umbel by 17.67 and the number of seeds per umbel by 37.00. The quality test of TSS seeds produced by bulbs given gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in a maximum growth potential of 14.66% and germination power of 14.66%. Soaking bulbs with gibberellin has not been able to produce seeds with viability according to quality seed standards, so further research is needed.
Pengenalan Produksi Bawang Merah Menggunakan True Shallot Seed (TSS) dan Benih Umbi melalui Demplot di Desa Saenam Kabupaten Timor Tengah Utara Tefa, Anna; Ceunfin, Syprianus; Bani, Polikarpia Wilhelmina; Fallo, Kristoforus; Nalle, Mardit Nikodemus
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10887

Abstract

Penggunaan benih bermutu sebagai bahan tanam hanya dapat dicapai melalui penelitian, pengkajian dan evaluasi kemudian dilakukan transfer teknologi kepada Petani. Kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk penyuluhan/penyadaran, pelatihan dan pendampingan untuk mentransfer teknologi melalui pemberdayaan kelompok, berlangsung selama enam bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyadarkan atau melatih dan mendampingi petani dalam budidaya bawang merah untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas dan mendorong petani agar mampu memproduksi benih lokal sendiri, sehingga benih lokal yang tersedia memiliki mutu yang tepat dan jumlah yang cukup. Transfer teknologi produksi bawang merah dilakukan pada petani di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tim pengabdi dan petani bersama-sama menerapkan teknologi produksi bawang merah. Inovasi teknologi produksi benih yang diterapkan yaitu budidaya bawang merah menggunakan true shallot seed (TSS) dan benih umbi yang diberi perlakuan Plant Growth Promotion Rhizobacteria (PGPR) kemudian dikolaborasikan dengan kearifan lokal petani bawang di Desa Saenam. Dari kegiatan ini, masyarakat mitra mampu meningkatkan pengetahun berkaitan dengan teknologi produksi benih umbi maupun benih biji (true shallot seed) serta menyadarkan mereka agar mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimia dalam budidaya bawang merah lokal.