Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Seks Anak Usia Dini Di SDN Inpres Simpasai Lambu Ida Waluyati; Arifuddin Arifuddin; Nurnazmi Nurnazmi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.911

Abstract

Edukasi tentang seks penting diberikan untuk anak sejak dini. Pendidikan seks diberikan sebagai pemahaman dasar pada anak mengenai seks sejak awal mereka mengenal orang lain, hingga mengenal karakteristik laki-laki dan perempuan secara baik untuk melindungi dirinya secara prefentif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada 3 (tiga) Sekolah Dasar di Desa Simpasai Kecamatan Lambu bahwa kemampuan anak mengenal pendidikan seks masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi seks pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan seks dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak. Metode edukasi seks usia dini ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi seks dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan seksual, memahami terkait ciri pertumbuhan yang terjadi pada masa pubersitas, mengenal bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh orang lain, serta bijak menggunakan gadget. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi seks yang kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
Cultural Studies Literacy and Numeracy Student Achieving at MAN 2 Kota Bima Syaifullah; Ida Waluyati; Irman Susanto
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v5i2.4386

Abstract

Study This aim for know studies culture literacy and numeracy student achievement at MAN 2 Kota Bima. The research method used in study This is method study qualitative. Subject study is head school, teacher in charge student achievers, and students’ achievement. Data collection in study This use observation, interviews, and documentation. Based on results research conducted by researchers? so can concluded that, culture literacy and numeracy at MAN 2 Bima City have implemented in a way structured through various coaching programs, creative teacher strategies, as well support adequate facilities. Schools also face? a number of challenges like limitations time and variation interest students, however in a way general capable create environment conducive learning? for support performance student.
Pengembangan Model PBL Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge Pada Pembelajaran IPS di SMPN 5 Sape Ida Waluyati; Tasrif Tasrif; Syaifullah Syaifullah; Sakinah Sakinah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4545

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang valid, praktis, dan efektif. Intervensi ini dirancang untuk mengatasi rendahnya keterampilan berpikir kritis serta memudarnya karakter berkebhinekaan global siswa dalam pembelajaran IPS di SMPN 5 Sape, Kabupaten Bima. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Penelitian ini melibatkan ahli materi, ahli media, dan 32 siswa kelas VIII sebagai subjek uji coba. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi, angket respon kepraktisan, tes berpikir kritis berbasis esai, dan lembar observasi karakter Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model PBL terintegrasi TPACK dinyatakan Sangat Layak oleh para ahli dengan rata-rata validitas sebesar 81,6%; (2) Tingkat kepraktisan berdasarkan respon guru dan siswa mencapai 82,3% (Sangat Praktis); (3) Efektivitas model dibuktikan dengan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis dengan nilai N-gain sebesar 0,71 (kategori tinggi), serta penguatan karakter berkebhinekaan global siswa melalui peningkatan skor observasi dari kategori "Mulai Berkembang" menjadi "Berkembang Sesuai Harapan". Kesimpulannya, sinergi antara sintaks PBL berbasis masalah otentik dan pemanfaatan TIK mampu menstimulus kemampuan kognitif tingkat tinggi sekaligus menginternalisasi nilai-nilai pluralisme kultural secara simultan.
Intelligence Artificial Generative and Literacy Social; Exploration Involvement Critical Student in Understand Problem Social Culture Student Tasrif; ST. Nurbayan; Ida Waluyati
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i1.4697

Abstract

Development Generative Artificial Intelligence (GenAI) has change method student obtaining and processing information, but its utilization in Sociology Education learning Not yet fully directed at strengthening literacy social and engagement critical in understand problem social culture. Previous studies more Lots discuss GenAI effectiveness, achievements learning, AI literacy, and integrity academic, while studies that explore How student using GenAI to interpret problem social culture through perspective sociological and contextual wisdom local Still limited. Research This aim analyze GenAI utilization and exploring form involvement critical Sociology Education student at Nggusuwaru University in understand problem social culture. Research use approach qualitative descriptive with involving 12 students and 3 lecturers as selected informants? in a way purposive. Data collected through interviews, observations, and documentation as well as analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results of the study conclude that GenAI is utilized For exploration information, understanding concepts and theories sociology, research perspective alternatives, as well as development of academic ideas. Involvement critical student formed through five processes, namely exploration, verification, evaluation, contextualization, and reflection. Students compare GenAI output with source scientific, reality social culture, theory sociology, and values Maja Labo Dahu. Research produce the concept of “AI-assisted but human-led social learning”, which positions GenAI as tool help exploration, while student still become actor main in evaluation, interpretation, and meaning social. Findings This confirm importance GenAI's critical, contextual, and reflective learning in Sociology of Education