Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

PENENTUAN DERMAT KETIDAK-JENUHAN DAN PERANANNYA PADA PENENTUAN STRUKTUR MOLEKUL SENYAWA ORGANIK Prodjosantoso, AK
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1990,TH.X
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.036 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8695

Abstract

.Gerhardt (1843) adalah ahli kimia perintis penulisan rumus molekulsenya:via organik. Penulisan rumus molekuJ didasarkan pada data analisis unsur(jenis dan prosentase) dan massa molekul. Metode analisis berkembang denganbaik pada tahuo 1811 sampai 1831. Ahli-ahli kimia seperti Liebig. Dumas.Thenard. Gay-Lussac, dan Berzelius mempunyai andil besar dalam mengembangkanmetode analisis tersebut. Pregl (1912) dan Zimmermann (1940-ao)berusaha memperbaharui metode-metode yang per::nah me.reka lakukan.Derajat ketidak-jenuhan suatu molekul dapat dihitung dengan ca'"amenjumlahkan ring dan ikatan-ikatan rangkap. Peranan derajat ketidakjenuhanpada penentuan struktur molekul senyawa organik belum banyak diketahuiorang. Dengan' d,iketahuinya derajat ketidakjenuhan, dilengkapi dengan datamassa molekul serta pengetahuan tentang valensi unsur, dapat ditentukanstruktul" ~olekul senyawa organik.
PENGAYAAN MATERI POKOK BAHASAN TERTENTU DENGAN MATERI KIMIA LINGKUNGAN AK Prodjosantoso
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1989,TH.VIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7733

Abstract

Aplikasi prinsip ilmu kimia dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar kimia. Banyak pokok bahasan dalam pelajaran IImu Kimia di SMA yang sedikit memuat aplikasi prinsip. Kimia Lingkungan merupakan salah satu pokok bahasan yang banyak berisi aplikasi prinsip ilmu kimia. Agar siswa berminat rnempelajari ilmu kimia, pokok bahasan-pokok bahasan yang sedikit memuat apIikasi prinsip dapat diperkaya dengan materi Kimia Lingkungan.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN AFEKTIF Retno Puspitorini; A.K. Prodjosantoso; Bambang Subali; Jumadi Jumadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.857 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.2385

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan media komik. Penelitian dilakukan lewat quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 57 peserta didik kelas VII SMPN 1 Banjarnegara. Media komik digunakan dalam pembelajaran IPA selama 6 kali tatap muka. Data motivasi dan hasil belajar afektif diperoleh lewat angket dan observasi, sedangkan hasil belajar kognitif lewat pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komik di dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan nilai gain skor sebesar 0,55 (sedang); hasil belajar ranah kognitif dengan gain skor sebesar 0,42 (sedang); dan meningkatkan hasil belajar ranah afektif dengan gain skor sebesar 0,34 (sedang). Hasil uji beda antara sebelum dan setelah perlakuan menunjukkan adanya perbedaan baik yang menyangkut motivasi belajar, hasil belajar ranah kognitif, maupun hasil belajar ranah afektif. Kata Kunci: media komik, pembelajaran IPA, motivasi, hasil belajar kognititf, hasil belajar afektifTHE USE OF COMIC MEDIA IN SCIENCE INSTRUCTION TO IMPROVE MOTIVATION AND COGNITIVE AND AFFECTIVE ACHIEVEMENT Abstract: This study was aimed to describe the improvement of students’ motivation, cognitive and affective learning achievement in science instruction using comic media. The study was carried out using the quasi experiment with the one group pretest-posttest design. The subjects consisted of 57 seventh grade students of SMPN 1 Banjarnegara.Comic media were used in science instruction for six times. The data on motivation and affective learning achievement were obtained through questionnaires and observation, while the cognitive learning achievement was obtained through the pretest and posttest. The findings of the study showed that the use of the comic media in the science instruction could improve the students’ motivation with a gain score of 0.55; improve the cognitive learning achievement with a gain score of 0.42; and improve the affective learning achievement with a gain score of 0.34. There was a significant difference in the students’ motivation, cognitive learning achievement, and affective learning achievement before and after the treatment. Keywords: comic media, Science instruction, motivation, cognitive achievement, affective achievement
ARTIKEL DALAM MEDIA MASSA CETAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR ILMU KIMIA AK. Prodjosantoso
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1991,TH.XI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8729

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan guru agar siswanya mampu menghadapi dan memecahkan masalah kimiawi yang dihadapinya di luar kelas adalah: melatih dan mempertajam daya analisis siswa dalam melihat gejala-gejala kimia yang ada disekitarnya pada saat ini, membawa siswa pada contoh atau gambaran-gambaran perisiwa serupa yang terjadi pada masa lalu, merangsang siswa untuk meramlkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang,. melatih keterampilan dalam memecahkan maslah dan berkomunikasi, serta melatih menggunakan informasi dan teknologi mutakhir.
GLOBALISASI MASALAH PENIPISAN LAPISAN OZON DAN USAHA-USAHA PENANGGULANGANNYA A K Prodjosantoso
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.641 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8780

Abstract

Ozon merupakan komponen atmosfer yang jumlahnyasangat sedikit. Kehidupan manusia sangat tergantung padalapisan Qzon. OZQn mempunyai kemampuan untuk menyerapradiasi sinar-ultra violet dengan panjang gelombang kurangIebih 320' nm yang dipancarkanoleh matahari. Sinal' ultravioletdapat mematikan manusia dan merusakkan unsur':'unsurkehidupan ]ainnya. .Penggunaan senyawa-senyawa kimiawi, seperti CFCdan Halon, dapat merusakkan' ozon. Perusakan ini menyebabkanlapisan ozon' menjadi semakin tipis~ Penipisan lapisanozon merupakan masalah yang bersifat global.Untuk mencegah berlanjutnya proses penipisan lapisanozoh, perlu dilakukan usaha-usaha bersama antarnegara.Usaha'='usaha tersebut di antaranya telah tertuang dalam hasilpertemuan Montreal.
OPERASIONALISASI IKIP YOGYAKARTA DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) INDONESIA MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Anti K. Prodjosantoso
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9240

Abstract

IKIP memegang peranan yang strategis dan menentukan dalam menyiapkanSDM. Kegagalan IKIP melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangkapenyiapan SDM yang berkualitas tinggi dapat mengakibatkan proses pembangunanmengalami hambatan. Hal ini dapat membahayakan bagi eksistensi bangsa Indonesiadalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam era globalisasi.Upaya-upaya peningkatan pengajaran, penelitian dan pengabdian padamasyarakat perlu dilakukan oleh IKIP. Kualitas masukan, proses pembelajaran, daninstrumen pengajaran harus diusahakan sebaik mungkin. Kemampuan dosen dalammeneliti. mengelola penelitian dan mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian perluditingkatkan. Kegiatan pengabdian pada masyarakal dalam upaya mengantisipasi eraglobalisasi diupayakan berdasarkan suatu program yang jelas. Tujuan dan materipengabdian harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.