Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ETTISAL Journal of Communication

Media Baru Dalam Komodifikasi Waktu Luang Ibu Rumah Tangga Lian Agustina Setiyaningsih; Sri Hartini Jatmikowati
ETTISAL : Journal of Communication Vol 4, No 1 (2019): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v4i1.3069

Abstract

AbstrakPeralihan dunia aktual ke dunia maya membawa perubahan gaya hidup dan perilaku bermedia masyarakat. Seluruh kelompok sosial sesak dengan konten media baru, tidak terkecuali ibu rumah tangga sebagai kelompok sosial yang dekat dengan penggunaan media. Rutinitas konvensional mereka dalam menggunakan media bergeser menjadikan media sebagai ritual. Kategori media baru yang digunakan berupa media komunikasi interpersonal yakni grup dalam aplikasi (GWA) untuk mendongkrak eksistensi. Masifnya penggunaan GWA yang menjadi ritual bermedia mereka menjadi komodifikasi waktu luang oleh media baru. Media baru berpengaruh besar dan tidak terbatas terhadap perilaku ibu rumah tangga. Penelitian ini membahas tentang praktik media baru dalam mengkomodifikasi waktu luang mereka sehingga memiliki ketergantungan tinggi. Metodologi kualitatif dengan metode analisis kritis media yakni analisis wacana sebagai metode pendahulu, dan mengkombinasikan dengan survei terhadap informan sejumlah empat orang untuk menguak kerja media baru (GWA) dalam mengkomodifikasi waktu luang ibu rumah tangga di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sehingga akhirnya komodifikasi membentuk gaya hidup dan bermedia mereka melalui anggapan menggunakan GWA merupakan ritual yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan kata lain menjadikannya sebagai aktifitas primer dan menggeser dunia aktual mereka ke dunia maya. Rekomendasi penelitian ini berupa literasi media bagi ibu rumah tangga pengguna GWA melalui (admin GWA). Komodifikasi bermakna positif apabila pemanfaatan GWA tidak hanya sekedar menerapkan fungsi informasi dan hiburan saja, melainkan memasukkan unsur pendidikan bagi kelompoknya. AbstractThe transition of the actual world to the virtual world brings about lifestyle changes and community-based behavior. All social groups are congested with new media content, including housewives as a social group close to media usage. Their conventional routines in using shifting media make the media a ritual. New media category used in the form of interpersonal communication medium that is group in whatsapp application (GWA) to boost existence. The massive use of GWA that becomes their media ritual becomes a commodity of leisure by new media. New media have a large and unlimited effect on the behavior of housewives. This study discusses the practice of new media in commodifying their spare time so as to have high dependence. Qualitative methodology with media critical analysis method which is critical discourse analysist and combining with survey in four informants to reveals new media work (GWA) in accommodating housewives in Lowokwaru District, Malang City leisure time. So that the end of commodification to form their lifestyle and bermedia through the notion of using GWA is a ritual that can not be abandoned. In other words make it as a primary activity and shift their actual world to the virtual world. The recommendation of this research is media literacy for housewife of GWA user through gate keeper filtering (GWA administrator). Commodification means a positive if the use of GWA is not just to implement the function of information and entertainment only, but to incorporate elements of education for the group.
Organizational Culture Dalam Membangun Komunikasi Pendidikan Berbasis Multikulturalisme dan Teknologi Mustaqim Mustaqim; Lian Agustina Setiyaningsih; Muhammad Hanif Fahmi
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.4721

Abstract

AbstrakJawaban atas tantangan global bagi lembaga pendidikan adalah terciptanya komunikasi pendidikan efektif guna menghasilkan output yang optimal. Budaya organisasi digambarkan sebagai komponen komunikasi yang mampu membantu terciptanya komunikasi pendidikan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran budaya organisasi dalam membangun komunikasi pendidikan berbasis multikulturalisme dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Informan yang dilibatkan antara lain satu kepala sekolah, enam pamong dan 10 siswa. Teknik analisis data menggunakan pola Milles dan Huberman. Penelitian ini menganalisis peran budaya organisasi dalam membentuk komunikasi pendidikan yang efektif berbasis multikulturalisme dan teknologi di SMA Taruna Negara Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki kontribusi besar dalam menciptakan komunikasi efektif berbasis multikulturalisme dan teknologi. Budaya organisasi terbentuk melalui implementasi desain komunikasi internalisasi perilaku dengan pendekatan berlapis dari tingkat kelas, sekolah hingga graha. Desain tersebut meliputi nilai toleransi, nilai wawasan kebangsaan, peningkatan prestasi akademik dan literasi teknologi. Nilai yang berkaitan dengan multikulturalisme meliputi toleransi, kerjasama, kedisiplinan, kebebasan memberikan kritik dan saran, serta komunikasi dua arah. Sedangkan nilai terkait teknologi adalah pemanfaatan teknologi berbasis kreatifitas dan tanggung jawab sosial.AbstractThe answer of global challenges for educational institutions is the creation of effective educational communication for optimal output. Organizational culture is described as a communication component that can help create effective educational communication. This study aims to describe the role of organizational culture in building educational communication based on multiculturalism and technology. The research method was descriptive qualitative analytic. Data collection through observation, interviews and literature study. The informants included head,aster, six teachers and 10 students. While the data analysis technique used the Milles and Huberman pattern. This study analyzed the role of organizational culture in forming effective educational communication based on multiculturalism and technology in SMA Taruna Negara, Central Java. The results showed that organizational culture has a major contribution in creating effective communication based on multiculturalism and technology. Organizational culture is formed through the implementation of behavioral internalization communication designs with a layered approach from the class, school to housekeeping level. The design includes the value of tolerance, the value of national insight, increased academic achievement and technological literacy. Values related to multiculturalism include tolerance, cooperation, discipline, freedom to give criticism and suggestions, and two-way communication. Meanwhile, the value related to technology is the use of technology based on creativity and social responsibility.