Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan problematic online game use dengan pola asuh pada remaja Juandika Tri Sulistyo; Evanytha Evanytha; Vinaya Vinaya
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu31

Abstract

Fitur hiburan yang berkembang seiring dengan perkembangan internet memberikan dampak positif dan negatif terhadap penggunanya. Salah satu dampak negatifnya ialah munculnya perilaku bermain game online sampai batas ia menciptakan dampak psikologis, sosial, sekolah, dan bekerja sehingga menimbulkan kesulitan dalam kehidupan seseorang dikenal dengan istilah Problematic Online Game Use (POGU). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara pola asuh yang diberikan orang tua pada remaja dengan Problematic Online Game Use (POGU). Partisipan penelitian ini adalah remaja Indonesia yang berusia 14-24 tahun, sebanyak 200 orang. POGU dalam penelitian ini dilihat dari sudut pandang teori Kim & Kim (2010). Alat ukur yang digunakan adalah Problematic Online Game Use Scale yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta alat ukur pola asuh yang diadopsi dari penelitian Chandi (2007). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dan POGU, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tiga tipe pola asuh lainnya yaitu authoritarian, permissive, dan neglected dengan POGU. Penelitian ini menunjukkan tingginya kecenderungan Problematic Online Game Use pada remaja dengan pola asuh authoritative, dibandingkan dengan pola asuh authoritarian, permissive, dan neglected.
Gambaran religious commitment, self-esteem, dan kepuasan hidup berdasarkan tipe arranged-marriage pada wanita keturunan Arab Baalwy Aisyah Syihab; Vinaya Vinaya
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran religious commitment, self-esteem, dan satisfaction with life berdasarkan tipe arranged-marriage (low arranged- marriage dan high arranged-marriage) pada wanita keturunan Arab Baalwy. Penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif pada 103 partisipan (dari usia 20 sampai 74 tahun), dan pendekatan kualitatif pada 9 orang dari sampel tersebut. Alat ukur yang digunakan adalah RCI-10 (Religious Commitment Inventory), Self-Esteem Scale, Satisfaction with Life Scale, serta pedoman wawancara. Semua partisipan menikah dengan cara dijodohkan, hanya saja terdapat dua tipe perjodohan. Tipe pertama (low arranged-marriage) adalah perjodohan yang masih memberikan kebebasan untuk calon pasangan perempuan menerima atau tidak pria yang dijodohkan kepadanya, sedangkan tipe kedua (high arranged-marriage) tidak memberikan kebebasan tersebut. Tipe perjodohan ini diketahui dari Arranged-marriage questionnaire yang terdiri atas satu pertanyaan tertutup mengenai tipe perjodohan dan satu pertanyaan terbuka untuk memastikan jawaban partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tingkat religious commitment, self-esteem, dan satisfaction with life yang cukup tinggi. Hasil analisis kuantitatif mendapatkan perbedaan tingkat religious commitment, self- esteem, dan satisfaction with life pada kedua tipe arranged-marriage itu tidak signifikan. Berdasarkan hasil analisis kualitatif, partisipan-partisipan tidak merasa keberatan dengan apa pun tingkat perjodohan yang mereka alami. Hal tersebut disebabkan bentuk ketaatan mereka terhadap orangtua dan Tuhan; untuk menjaga kemurnian keturunan mereka, agar mereka tidak kehilangan harga diri dalam kelompok mereka; serta mereka puas dengan kehidupan yang mereka jalani tersebut. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggali variabel psikologis lainnya pada kelompok wanita Arab Baalwy ini.
Gambaran kepuasan pernikahan pada wanita keturunan Arab yang melakukan pernikahan dengan etnis lain Syarifah Ragoan; Vinaya Untoro; Diana Rita Ari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika kepuasan pernikahan pada wanita keturunan Arab yang melakukan pernikahan dengan etnis lain. Pernikahan wanita keturunan Arab dengan etnis di luar Arab dianggap bertentangan dengan adat istiadat. Kepuasan pernikahan pada penelitian ini dilihat dari beberapa aspek kepuasan pernikahan, di antaranya komunikasi, kepribadian pasangan, kemampuan menyelesaikan masalah, hubungan seksual, aktivitas waktu luang, kehadiran anak dan menjadi orangtua, mengatur keuangan, kesesuaian peran, orientasi keagamaan, serta keluarga dan teman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 2 partisipan. Karakteristik partisipan adalah wanita keturunan Arab yang menikah dengan etnis lain, usia pernikahan antara dua sampai lima tahun, dan tingkat pendidikan minimal SMA atau sederajat. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya rasa ketidaknyamanan dalam rumah tangga ketika keluarga besar tidak menyetujui pernikahan partisipan, namun hal tersebut kurang memberikan pengaruh besar kepada kepuasan pernikahan kedua partisipan. Faktor yang berpengaruh besar dalam kepuasan pernikahan kedua partisipan adalah faktor ekonomi atau keuangan.
Efektivitas Pelatihan Kompos dan Pemberian Kit Komposter pada Warga Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan Muhammad Akhyar; Vinaya Untoro
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 1 No 01 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of training in home composting for residents in Batan Indah Tangerang housing estate. A total of 20 residents of the Batan Indah participated in the home composting training by BRIN (National Research and Innovation Agency). Only 12 residents participated to fill the training effectiveness questionnaire. The results show that although there are still obstacles to composting, home composting effectively increases other pro-environmental behaviors (spill-over behavior). After the training, there is an increase in the intensity of sorting waste behavior and a reduction in wastefulness. Home composting is still seen as an effective strategy to create a sustainable environment at the household level.
PSIKOEDUKASI LITERASI DIGITAL DAN KESEHATAN MENTAL PADA GURU DI DESA SUKARESMI, SUKAMAKMUR, BOGOR Vinaya Untoro; Aisyah Syihab; Aully Grashinta
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The results of a collaborative survey between the Ministry of Communication and Informatics (kementaerian Komunikasi dan Informatika - Kominfo) and the Katadata Insight Center (KIC) on the Status of Digital Literacy in Indonesia (2023) indicate that the digital literacy of Indonesian netizens is categorized as moderate (score of 3.65 out of 5). However, this score is considered low compared to other ASEAN countries. This can lead to various negative impacts such as easily believing fake news, cyberbullying, and being vulnerable to online fraud. These negative impacts also have the potential to cause various problems that can disrupt mental health. The Faculty of Psychology, Universitas Pancasila understands the connection between digital literacy and mental health, therefore feels the need to contribute by conducting social interventions. The activity carried out was psychoeducation aimed at strengthening the mental health of the community in general by improving the understanding of digital literacy. The psychoeducation activity was carried out on August 13, 2024, at SMP Negeri 1 Sukamakmur located in Sukaresmi Village, Sukamakmur District, Bogor Regency, West Java, which still has limitations in terms of facilities and human resource development. This psychoeducation was conducted for 42 teachers from early childhood education to high school in the vicinity of Sukaresmi Village. The results of the pre-test and post-test showed a significant increase in digital literacy skills (p<0.001) after psychoeducation (M=4.28; SD=1.03) compared to before psychoeducation (M=2.45; SD=1.09). This increased understanding is expected to reduce the negative impacts of using digital media and teachers can disseminate the knowledge gained, especially to students. Keywords: digital literacy, mental health, teacher Abstrak Hasil survei kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Katadata Insight Center (KIC) tentang Status Literasi Digital di Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa literasi digital warganet Indonesia tergolong pada kategori sedang (skor 3,65 dari 5). Namun demikian, skor ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti mudah mempercayai berita palsu (fake news), terjadinya cyberbullying, hingga kerentanan menjadi korban penipuan di dunia maya. Dampak-dampak negatif ini juga berpotensi menyebabkan berbagai persoalan yang dapat mengganggu kesehatan mental. Fakultas Psikologi Universitas Pancasila memahami adanya keterkaitan antara literasi digital dan kesehatan mental sehingga merasa perlu berkontribusi dengan melakukan intervensi sosial. Kegiatan yang dilakukan adalah psikoedukasi yang bertujuan menguatkan kesehatan mental masyarakat secara umum dengan meningkatkan pemahaman akan literasi digital. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan pada 13 Agustus 2024 di SMP Negeri 1 Sukamakmur yang terletak di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang masih memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas dan pengembangan sumber daya manusianya. Psikoeduasi ini dilakukan kepada 42 guru dari tingkat PAUD sampai dengan SMA di sekitar daerah Desa Sukaresmi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi digital secara signifikan (p<0,001) setelah psikoedukasi (M=4,28; SD=1,03) dibandingkan sebelum psikoedukasi (M=2,45; SD=1,09). Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan media digital dan guru-guru dapat menyebarkan pengetahuan yang didapat terutama kepada peserta didik. Kata kunci: literasi digital, kesehatan mental, guru
Efektivitas Pelatihan Kompos dan Pemberian Kit Komposter pada Warga Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan Akhyar, Muhammad; Untoro, Vinaya
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 1 No. 01 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/devotion.v1i01.3414

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of training in home composting for residents in Batan Indah Tangerang housing estate. A total of 20 residents of the Batan Indah participated in the home composting training by BRIN (National Research and Innovation Agency). Only 12 residents participated to fill the training effectiveness questionnaire. The results show that although there are still obstacles to composting, home composting effectively increases other pro-environmental behaviors (spill-over behavior). After the training, there is an increase in the intensity of sorting waste behavior and a reduction in wastefulness. Home composting is still seen as an effective strategy to create a sustainable environment at the household level.
Understanding Online Buying Behavior in University Students: The Role of Conformity and Academic Stress on Compulsive Buying Ahmad, Favian; Untoro, Vinaya; Wiroko, Endro Puspo
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Volume 12, Issue 1, Maret 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.13857

Abstract

Shopping, especially online shopping, has become common for university students. Online shopping behavior is often caused by the interest in advancing social status and getting rid of negative feelings that someone is experiencing. Unconsciously, if done repeatedly, this behavior can lead to compulsive buying. This study aimed to determine the role of conformity and academic stress on compulsive buying in online shopping among university students. This quantitative study, with convenient sampling to collect data. Respondents in this research involved 200 students aged 18-25 as the study sample. Regression analysis was executed by using SPSS. This study's results show a significant role of conformity and academic stress in compulsive buying among university students. Conformity significantly contributes to compulsive buying with a contribution of 15.1%, and academic stress can trigger compulsive online shopping behavior among university students with a contribution of 29%. Based on this research, university students need to understand their conformity related to their peers so they will not be impacted by compulsive buying. Moreover, university students also need to manage their stress levels associated with the academic environment so that they will not be impacted by compulsive buying.Berbelanja khususnya berbelanja online sudah menjadi hal yang biasa bagi kalangan mahasiswa. Perilaku berbelanja online sering disebabkan oleh kepentingan dalam mengedepankan status sosial dan menghilangkan perasaan negatif yang sedang dirasakan seseorang. Tanpa disadari hal tersebut jika dilakukan secara terus berulang dapat menimbulkan perilaku compulsive buying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konfomitas dan stres akademik terhadap compulsive buying dalam belanja online pada mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pengambilan responden menggunakan convenient sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 200 mahasiswa berusia 18-25 tahun. Analisis data menggunakan uji regresi menunjukkan bahwa terdapat peran signifikan konformitas dan stres akademik terhadap compulsive buying belanja online pada mahasiswa. Konformitas berperan signifikan terhadap compulsive buying dengan sumbangan sebesar 15,1% dan stres akademik mampu berperan dalam memunculkan compulsive buying belanja online pada mahasiswa dengan sumbangan sebesar 29%. Berdasarkan penelitian ini, mahasiswa perlu memahami konformitas dirinya dengan rekan sebayanya agar tidak terdampak compulsive buying. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengelola stress yang berhubungan dengan lingkungan akademik agar tidak terdampak compulsive buying.